
Berbunga-bunga hati babang tampan...Akankan berlangsung lama? 😁😁
Jom lanjut ngebaca...😊
Tapi jangan lupa untuk menekan tanda jempol, hati dan bintangnya buat Author menjadi semangat dan rajin untuk melanjutkan tulisan per bab nya... 😍
Author menantikan jejak mu.... reader setia.. 😍
❤❤❤
Murad merasakan sesuatu yang tak nyaman dan tak senang dihati setelah pertemuannya dengan wanita itu.
Bukan itu yang diharapkan Murad, mengapa wanita ini terlalu sulit untuk didapatkannya sedangkan hatinya telah terpikat amat erat.
"Aiyla... Mengapa kau berpikir seperti itu. Gul memang wanita yang baik dan memiliki wajah yang tidak buruk. Tapi aku tak menyukainya seperti aku menyukai mu," ucap Murad dengan lirih dan kecewa.
Terlintas kembali peristiwa disaat malam pesta hari jadi perusahaan. Sewaktu mengantarkan Gul dimalam itu dengan kondisi mabuk berat.
Dimalam itu Murad terpaksa tertidur disana karena Gul meracau seraya menggenggam erat tangannya.
Wanita itu tanpa sadar mengeluarkan segala isi hatinya pada Murad. Terdengar sangat menyedihkan ditambah lagi Gul tak membiarkan dirinya untuk pergi dengan cara menarik tubuhnya untuk berbaring disampingnya.
Kemudian sangking lamanya, akhirnya Muradpun tertidur disamping Gul yang tak henti menggengam erat tanganya.
"Apakah kau pikir kejadian malam itu adalah keinginan ku, sehingga kau beranggapan aku menyukai sahabat mu," batin Murad dengan meremas jemarinya dengan kuat.
Berbagai pertanyaan dan sebab akibat yang ada dikepala Murad. Untuk mengira-ngira atau menerka penyebab wanita itu menolak halus dirinya.
Murad memang sudah mengetahui bahwa Gul memiliki hati padanya, dari ucapan yang keluar dari mulut wanita itu pada saat mabuk. Namun dirinya tak merasakan apapun setelah mengetahui segala isi dihati sahabatnya Aiyla.
"Atau... Kau lebih tertarik pada Ergin. Setelah aku lihat kau pernah datang kekantor bersama Ergin saat itu," ungkap Murad dengan wajah penasaran.
Berusaha berpikir keras untuk mencari dugaan-dugaan yang menjadi penyebab penolakan Aiyla terhadapnya.
"Baiklah...Aku akan mengembalikan projek itu pada sahabat mu, lalu aku akan berhenti sejenak seraya melihat selanjutnya langkah yang akan ku ambil untuk mendapatkan dirimu," ucap Murad dengan berapi-api dan sorotan mata tajam terlihat diwajahnya.
Murad bergegas bangkit dari duduknya dan menuju keruang ganti pakaian. Malam ini dirinya akan mencari jawaban atas alasan wanita itu menolaknya.
❄❄❄
__ADS_1
"Panah asmara telah melesat meninggalkan busur...Menembus kejantung ku. Akankah ini suatu pertanda aku telah jatuh pada pesona mu kekasih ku..."
Pesan singkat pertama yang diterima Aiyla malam ini, Aiyla tak pernah menyangka lelaki bermata biru itu pandai merangkai kata-kata yang indah.
Senyum tipis terukir diujung bibir Aiyla disaat membaca pesan singkat dari ponselnya. Ada rasa yang berbeda dihatinya, disaat Aiyla berusaha menyembuhkan luka yang ada dihatinya.
Malam ini Aiyla mengenakan sebuah longdress berwana gold dengan aksen berbentuk pita dibelakang tepatnya dibagian panggul Aiyla.
Dengan bukaan yang lebar memperlihatkan kulit putih dan bersih dibagian punggungnya. Sedangkan bagian depan tertutup sampai ujung bagian leher, begitu juga pada bagian lengan sampai pergelangan tangannya.
Tubuh Aiyla terbalut indah dengan baju yang dikenakannya malam ini. Sebuah anting-anting panjang menghiasi telinganya dengan gaya rambut yang disanggul kebelakang berbentuk rumah keong.
Aiyla turun dari mobilnya dan berjalan memasuki pameran seni dari pelukis yang ternama dikota itu. Semua mata menatap kedatangan dirinya dengan penampilan yang elegant dan sangat menarik perhatian semua orang.
"Selamat datang nyonya... Terima kasih telah menata ruangan ini sehingga lukisan ku terlihat lebih indah," ucap seorang lelaki dengan tersenyum menatapnya.
Aiyla menerima sambutan lelaki tersebut dengan senyuman dan uluran tangan darinya.
"Sama-sama... Selamat juga buat Tuan, semoga malam ini menjadi malam yang membahagiakan karena Tuan mampu menuangkan segala rasa didalam keindahan sebuah lukisan," ungkap Aiyla dengan kembali mengeluarkan lesung pipinya.
Setelah berbicara dengan beberapa orang yang ada disana, Aiyla ikut melihat setiap lukisan yang terpajang didinding.
Seorang wanita yang sedang duduk disebuah sofa mengenakan shortdress berwarna maroon berlengan pendek dengan aksesori kepala yang bentuknya seperti topi.
Bibirnya mengisyaratkan kebahagiaan namun sorot mata dari wanita itu mengisyaratkan kesedihan yang mendalam.
"Apa yang terbesit dihati mu setelah melihat lukisan itu," ucap seseorang dengan suara yang tak asing baginya.
Aiyla membalikkan tubuh, melihat kearah suara yang terdengar dari belakang. Seorang lelaki dengan tuxedo berwarna hitam sedang menghampiri dirinya. Senyuman menghiasi paras tampan lelaki itu, matanya tak berledip memandang Aiyla.
"Tuan..." Sapa Aiyla dengan membalas senyuman dan menundukkan wajahnya.
Kini mereka berdua berdiri sangat dekat setelah lelaki itu memeluknya dan mencium mesrah kedua pipi Aiyla.
"Apakah kau menyukainya, " ucap Ergin seraya menunjuk lukisan yang sedari tadi dipandang Aiyla.
Aiyla menganggukan kepalanya pertanda setuju dengan apa yang dikatakan oleh atasannya itu.
"Sayang...Apa yang menarik pada lukisan ini," ucap Ergin dengan begitu lembut berbisik ditelinga Aiyla.
__ADS_1
Dengan sikap mesrahnya yang ditunjukkan pada Ergin, membuat Aiyla takut dilihat oleh orang lain yang ada disana.
Benar saja, Murad telah memperhatikan mereka berdua sedari tadi tanpa disadari oleh Ergin ataupun Aiyla. Terpancar sorot mata tak senang pada Murad melihat kedekatan Aiyla dengan Ergin.
Murad langsung pergi meninggalkan pameran yang baru saja menginjakkan kakinya ditempat ini. Dengan membawa segala rasa dihati dan pikirannya. Kini terjawab sudah bahwa wanita itu lebih memilih Ergin.
"Aku seperti melihat sosok wanita yang mampu menyembunyikan kesedihannya dengan tersenyum bahagia," ungkap Aiyla dengan kesungguhan.
Ergin kagum dengan wanita disampingnya itu, membaca pesan yang disampaikan oleh sebuah lukisan dengan mudahnya. Perkataan Aiyla dibenarkan oleh pelukis yang ikut bergabung dengan mereka berdua.
"Nyonya Aiyla memang memahami apa yang tersirat dari lukisan yang saya buat dan dengan mudahnya mendapatkan pesan yang ingin disampaikan oleh pelukis melalui lukisannya," ungkap lelaki berpenampilan nyentrik.
Sebuah senyuman terukir diwajah Aiyla setelah mendengar perkataan lelaki berpenampilan nyentrik itu. Ergin berbincang-bincang pada lelaki itu sedangkan Aiyla berjalan kembali meninggalkan mereka berdua untuk melihat lukisan lain yang ada disana.
"Kemana Tuan Murad, mengapa malam ini dirinya tak hadir," batin Aiyla dengan rasa penasaran.
Setelah berkeliling tak menemukan lelaki yang dimaksud, hanya terlihat Gul yang ada dipameran itu. Aiyla mendekati sahabatnya itu lalu ikut bergabung dengan Gul disana.
Hari semakin larut sehingga Aiyla memutuskan untuk pulang setelah berpamitan dengan pembuat acara. Dirinya juga mencari sosok lelaki yang tadinya berada dihadapannya.
Ketika dirinya lengah Ergin telah hilang dari pandangannya, Aiyla lalu melihat kesegala penjuru dengan matanya yang indah namun tak menemukan juga.
"Kau mencari ku sayang...Mengapa tidak kau balas pesan singkat ku setelah kau membacanya, " ucap Ergin dengan mesrah berbisik kembali ditelinga Aiyla.
Tiba-tiba saja telah berada dibelakangnya yang semula tak ada disekitar Aiyla. Rupanya Ergin tahu Aiyla mencarinya.
Lelaki itu fokus matanya selalu memperhatikan gerak-gerik Aiyla dari kejauhan walaupun dirinya sedang berbincang pada orang lain dipameran itu.
"Mau jawab apa... " Balas Aiyla dengan wajah merona.
Mengingat kembali bait tulisan yang indah itu, Aiyla seakan tak percaya bahwa lelaki ini yang mengirimkannya.
"Aiyla akan ku antar kau pulang malam ini, cukup sudah mata lelaki yang ada diruangan ini membuat ku terbakar api cemburu," ungkap Ergin seraya menarik lembut lengan Aiyla dan menyelipkan diantara lengannya.
Mengikuti saja berjalan beriringan seperti sepasang kekasih, Aiyla tak lagi banyak protes atas tindakan Ergin.
"Mulai saat ini... Jangan panggil aku Tuan, panggil nama saja atau sapaan sayang terhadap ku, " ungkap Ergin dengan senyum membingkai wajahnya.
Sebenarnya malam ini lelaki yang ada disampingnya, juga menjadi sorotan semua orang. Siapa yang tak mengenal dengan Ergin Ozturk, pengusaha mapan dan sangat kaya raya.
__ADS_1
Hati Aiylapun ciut bahwa lelaki itu dikelilingi oleh wanita-wanita cantik yang sengaja mencari perhatiannya malam ini.