
Apakah hati Aiyla akan luluh setelah melihat sisi romantis dari laki-laki berhati dingin yang dulu dikenalnya?
Tulis komentar Reader dibawah ya..
Lanjut ngebaca... Tapiiii jangan lupa untuk Like, vote, love dan rate bintang 5...
Author menunggu dukungan kalian reader setia...
Bagi yang telah menghargai tulisan Author, Terima kasih banyak... Terus dukung Author ya..
πππ
"Menikahlah dengan ku," ucap Ergin dengan kesungguhan dan keseriusan.
Seraya menatap wajah Aiyla yang tadinya datar kini berubah menjadi terkejut. Ergin begitu cemas dan khawatir akan penolakan yang akan didengar oleh dirinya.
"Aku telah jatuh hati pada mu, semenjak pertama bertemu. Hanya saja hatiku yang tak percaya dan menyangkal itu semua membuat suatu kesalahan dengan mencoba menguji diri mu itu. Aiyla... Jujur aku katakan pada mu, sebenarnya ini sangat sulit untuk ku mengungkapkan kata-kata ini. Aku tahu tak dapat menghapus malam yang pekat itu, tapi percaya lah aku pun tersiksa untuk itu," ungkap Ergin dengan wajah tertunduk dan seakan menahan emosi dan perasaannya.
Aiyla masih diam tak merespon sedikitpun setelah mendengar luapan hati dari laki-laki dihadapannya. Dirinya masih tak menyangka akan sampai seperti ini.
"Aku tak ingin mendengar jawaban dari mu sekarang, lebih baik aku memberikan masa yang tak terbatas pada mu. Rasa penantian itu akan jauh lebih baik bagiku dari pada kata Tidak yang keluar dari mulut mu saat ini. Itu akan teramat menyakitkan bagi ku, aku akan menunggu seperti judul sebuah buku 1001 malam sampai kau siap mengatakan Ya," unggkap Ergin dengan suara pelan dan terdengar menyayat hati.
Ergin mengeluarkan sebuah mainan yang berupa seekor kuda terbuat dari kayu berukuran kecil sehingga dapat digenggam ditelapak tangan orang dewasa.
Menyodorkan mainan itu pada Aiyla dan berharap Aiyla menerima mainan yang menjadi mainan favorit Ergin saat kecil.
Ergin tahu bahwa putra Aiyla sangat menyukai kuda, sama dengan dirinya pada saat seusia Azzam. Dengan menyimpan mainan dimasa kecilnya itu berharap suatu saat akan diberikan pada putranya kelak.
Kini dengan rasa sayang dan cintanya pada wanita dihadapannya, mampu memberikan sesuatu yang berharga dari masa lalunya, sebuah kenangan manis yang diberi pada putra Aiyla.
"Aku tak bisa menerima ini," ungkap Aiyla dengan mendorong mainan yang berbentuk kuda kearah Ergin.
__ADS_1
Saat itu juga wajah lelaki dihadapannya berubah menjadi sangat terpuruk dan terlihat kekecewaan yang mendalam diraut wajahnya.
Sebesar itu Ergin meluapkan perasaanya dan memberikan sesuatu yang berharga dari masa kecilnya untuk putra Aiyla. Namun yang terdengar penolakan yang keluar begitu saja dari mulut wanita yang ada dihadapannya itu.
"Aku tahu Azzam belum bisa dekat dengan ku, tapi aku akan berusaha untuk disukai oleh putramu Aiyla," ucap Ergin dengan memohon kesempatan pada wanita yang telah membuatnya tersakiti sepanjang malam.
Aiyla hanya tersenyum tipis diujung bibirnya melihat begitu tersiksa dan menderitanya lelaki dihadapannya itu.
Sejujurnya Aiyla tak berkata menolak untuk tidak memberikan kesempatan padanya. Namun tak ingin menerima sesuatu benda yang penuh dengan kenangan manis dimasa kecil lelaki itu.
"Berikan itu langsung pada Azzam," ucap Aiyla dengan penuh keseriusan.
Terdengar seperti anugerah yang diberikan padanya melalui kata-kata yang baru saja keluar dari mulut wanita dihadapannya. Ergin tertegun dan merasakan bahwa wanita ini sangat sulit untuk diraih dan ditebak olehnya.
Dengan segala sikap wanita itu yang tak mampu ditebaknya, begitu banyak misteri didalamnya. Semula Ergin merasa bahwa dia ditolak dengan begitu saja, dengan tidak menerima pemberian yang sangat berharga dimasa lalunya itu. Ternyata tidak sesuai dengan yang dipikirkannya
"Aku akan membuat putra mu bisa menerima ku dengan kenangan manis yang aku punya dimasa kecil ku ini, selama Azzam tak dapat menerima ku masuk kedalam kehidupannya maka jangan katakan tidak pada ku," ucap Ergin dengan rasa percaya diri dan penuh semangat.
Bayangan akan malam yang kelam itu selalu saja terlintas dikepalanya. Menyebabkan dirinya tersiksa dan tersakiti.
"Besok aku akan mengajak Azzam ketempat yang paling disukainya, kau harus datang dan bawa dia pada ku," ucap Ergin seraya memberikan irisan daging kepiring Aiyla.
Makan malam itu terasa nikmat walaupun diawal Ergin merasa ditolak oleh Aiyla. Kini dirinya tahu bahwa telah mendapatkan kesempatan untuk mendekati putra Aiyla.
"Aku akan menjemput mu besok pagi," ucap Ergin dengan nada bersemangat.
Aiyla meletakkan pisau dan garpu diatas piring dan menghentikan makannya. Ergin melihat perubahan pada raut wajah wanita itu. Hatinya mulai bergemuruh atas perubahan wajah Aiyla.
"Apa ada dari kata-kata ku yang salah, maafkan aku," ucap Ergin dengan cepat tak ingin wanita ini merubah pikirannya.
Aiyla menatap tajam kearah Ergin lalu berkata : "Tuan Ergin, aku tak ingin kau mengatar ataupun menjemput ku, sebaiknya kita bersikap seperti biasanya."
__ADS_1
Ergin terdiam setelah mendengar balasan dari Aiyla. Dirinya tak ingin mood wanita dihadapan bertambah buruk.
Yang terpenting saat ini Ergin diberikan peluang untuk mendekati Azzam, jika putra Aiyla dapat dekat dengan dirinya maka Aiylapun akan menerimanya. Itulah yang ada didalam benak lelaki bermata biru.
πΈπΈπΈ
"La...Setelah kejadian dimalam pesta ulang tahun peusahaan Tuan Murad menghidari diriku," ucap Gul dengan wajah cemberut dan kecewa.
Aiyla yang sejak tadi fokus menatap layar laptopnya jadi terhenti setelah mendengar perkataan dari sahabatnya itu.
"Bukanya kalian sudah bertambah dekat setelah tidur bersama saat itu," ucap Aiyla dengan wajah penasaran.
Gul terlihat bertambah sedih dengan perkataan dari Aiyla. Dan sekarang berusaha menahan bulir bening diujung matanya.
"Aku tahu dia laki-laki yang banyak dikelilingi wanita, manalah dia ingat dengan ku yang saat itupun kami tak melakukan apapun. Hanya tertidur bersama diatas tempat tidur ku," ungkap Gul dengan wajah telah basah dengan air mata.
Aiyla berdiri lalu memeluk sahabatnya itu, berusaha memberikan semangat agar tak lagi bersedih memikirkan lelaki yang menjadi atasan mereka berdua.
"Apakah Ergin juga sama seperti Murad hanya baik ketika belum mendapatkan wanita yang menjadi targetnya," besit Aiyla dalam hati.
Aiyla berusaha membuang pikiran jauh-jauh, dia hanya tak ingin Ergin terus mengejarnya dan masuk kedalam kehidupannya dan putranya itu.
Azzam adalah sosok anak lelaki yang sulit untuk didekati, jika tak mengenal akan pribadi anak lelaki itu. Seseorang akan mengetahui benar saat masuk kedalam kehidupanya Azzam.
Jika Ergin tak mampu memenangkan hati putranya, maka dengan sendiri akan lelah untuk mengejar Aiyla. Itulah alasan sebenarnya penolakan halus yang diberikan Aiyla terhadap lelaki yang menjadi atasannya itu.
"Sudahlah... Mungkin Tuan Murad lagi sibuk, bukankah kau tahu bahwa dirinya sedang menjalankan projek dikota c dan kau ikut andil juga disana," ungkap Aiyla pada sahabatnya itu.
Dengan perkataan yang telah disampai Aiyla barulah sahabatnya bisa lebih sedikit tenang. Walaupun pada dasarnya Aiyla tak mempercayai kedua atasannya tersebut untuk persoalan hati.
Mereka adalah lelaki yang dengan mudahnya dapat berganti pasangan, tidak hanya dari mereka yang menghendaki namun juga wanita-wanita lain yang sengaja mengejar mereka berdua.
__ADS_1