
Hai Reader...Author berharap tak hanya menikmati tulisan ini saja, namun memberikan penghargaan, kontribusinya pada Author dengan meninggalkan jejaknya. ππ
Jangan jadi reader yang pasif tapi jadilah reader yang aktifπ°π°
like, vote, love, dan bintang 5 sebagai tanda terima kasih reader atas usaha Author yang memberikan berjuta rasa pada saat menikmati tulisan ini.ππ
Author tunggu yaaaaππ
Jom... Lanjut ngebaca... ππ
πππ
Rapat dewan direksi baru saja selesai, mereka telah membahas mengenai agenda akhir tahun yang rutin dilakukan perusahaan tersebut.
Agenda akhir tahun biasanya membahas keuntungan yang telah didapat ditahun ini serta kendala yang dimiliki perusahaan ditahun yang sama yang belum terselesaikan secara maksimal.
Serta mengagendakan sesuatu yang baru yaitu gebrakan-gebrakan atau Ide-ide yang baru untuk perusahaan ditahun yang akan datang untuk mendapatkan keuntungan lebih dari tahun sebelumnya.
Para pegawai dengan bagian masing-masing menginginkan mereka membahas agenda akhir tahun itu, lebih lanjut disuatu tempat yang berbeda dan suasana yang berbeda. Artinya mereka menginginkan suasana kerja yang santai seraya berlibur diakhir tahun.
Mereka telah lama mendengar bahwa Ergin memiliki hobi yang unik yaitu menunggang kuda. Para staf bagian penting dari perusahaan menginginkan sekali untuk dapat pergi kepeternakan kuda milik atasannya.
Peternakan Ergin yang berada tak jauh dari kota, didaerah yang masih asri dengan hamparan ladang yang luas seluas mata memandangnya.
Menikmati wilayah nan asri dengan kuda-kuda yang dimiliki atasannya seraya makan bersama dipeternakan itu. Membahas tentang pekerjaan disana sedikit memberikan nuansa yang berbeda bagi pegawainya sehingga menumbuhkan semangat untuk menuang ide-ide ditahun depannya.
Sedari kecil Ergin memang menyukai kuda dan ketika dewasa dirinya memujudkan mimpinya untuk dapat menunggang kuda dan sekaligus memiliki perternakannya.
Karena hobi uniknya itu banyak diantara pegawainya penasaran dan ingin melihat serta ingin mencari tahu secara langsung peternakan itu.
"Tuan Ergin, terima kasih anda telah mengijinkan kami kepeternakan anda," ucap pegawai dari bagian keuangan.
"Benar, ditengah kesibukan anda, masih dapat meluangkan waktu untuk hobi anda yang satu ini," ungkap staf pegawai yang lain.
__ADS_1
Para pegawai memang kagum pada atasannya ini. Pada saat ini, sangat jarang orang kaya yang memiliki harta yang berlimpah akan lebih memilih hobi berkuda seperti Ergin.
Biasanya para orang kaya atau kolongmerat, pada umum mereka akan mengkoleksi barang-barang antik, ataupun benda-benda limited dan langka yang tak dimiliki orang lain sebagai tanda untuk menunjukkan kekayaan mereka, namun tidak bagi Ergin berkuda jauh lebih menyenangkan baginya.
Pagi itu satu persatu bagian staf dari perusahaan yang menanggani bidang masing-masing telah berdatangan keperternakan.
Aiyla termasuk orang baru diperusahan milik Ergin tetapi telah mendapatkan posisi yang baik diperusahan itu karena dapat bekerja lebih baik dan dapat menyeimbangkan kerja pegawai lama.
Aiyla dapat menyusul keberhasilan yang telah didapat dari pegawai lain yang telah memberikan kontibusi lebih bagi perusahaan yang dimiliki Ergin.
Dengan memenangkan tander besar dan projek lain yang berhasil diselesaikan dalam waktu singkat, dirinya mampu memberikan keuntungan besar dan memajukan perusahaan menjadi lebih dikenal didalam atau diluar negeri.
Seiring keberhasilan yang didapat Aiyla berkat kerja kerasnya, tentu masih ada juga timbul kecemburuan dari pegawai lama atas posisi dan jabatan yang dimiliki Aiyla.
"Aku pikir wanita ini telah memberikan sesuatu yang lebih pada atasan, sehingga mendapatkan jabatan itu secara cepat," umpat pegawai wanita yang telah lama bekerja diperusahaan ini.
Wanita itu entah mengapa begitu marah dan cemburu akan keberhasilan Aiyla akan posisi yang didapatkannya diperusahaan. Walaupun dirinya sendiri telah berada diposisi yang sama dengan Aiyla, memegang jabatan penting diperusahaan tersebut.
Hati wanita itu merasa panas dimana setiap orang bercerita tentang keberhasilan Aiyla. Telinganya terasa sakit dan begitu juga hatinya merasa tak bahagia disaat Aiyla tak pernah menyakiti dirinya.
Dirinya merasa tak pernah dipuji sebesar itu, seperti saat ini orang-orang memuji keberhasilan Aiyla dan mengharapkan kehadiran Aiyla untuk dapat bergabung dipeternakan ini.
Ergin tengah duduk diantara para staf pegawainya dan menunggu seseorang yang diharapkan hadir disini juga seperti harapan para staf lainnya.
"Gul kemana sahabat mu itu, apakah ia tak datang, padahal disini kita akan rapat akhir tahun tidak hanya sekedar liburan. Seperti tak memiliki tanggung jawab atas pekerjaannya," ucap wanita yang sedari tadi tersenyum sinis mendengar semua orang memuji Aiyla.
Wanita itu sengaja menjelekkan Aiyla atas kinerja yang dianggapnya buruk karena tidak hadir dipeternakan ini.
"Tunggu saja, Aiyla akan datang. Kau jangan khawatir dengan tanggung jawab atas jabatannya yang dimiliki," balas Gul dengan balik menyindirnya.
Ergin mendengar pembicaraan mereka dan segera mengambil ponsel yang ada diatas mejanya.
"Aiyla kau dimana?" tanya Ergin pada wanita yang diajaknya bicara.
__ADS_1
Aiyla menjelaskan bahwa dirinya tak bisa hadir karena hari ini tak ada yang menjaga Azzam, tiba-tiba saja Fusun demam. Namun terdengar dari panggilan tersebut suara dari pengasuh Azzam yang mengatakan bahwa dirinya tak begitu separah yang dikhawatirkan oleh Aiyla.
Aiyla dapat meninggalkankan Azzam pada Fusun, karena masih bisa menjaga Azzam. Mendengar penjelasan Fusun melalui telepon, Ergin memberikan saran agar dirinya dapat membawa putranya kepeternakan ini.
"Baiklah Tuan," jawab Aiyla dengan suara telpon yang dimatikan dari seberang sana.
Akhirnya Aiyla memutuskan untuk datang dengan membawa putranya, dirinya menyetujui yang dikatakan Ergin bahwa putranya akan menyukai tempat itu.
Tak berselang lama sekitar 35 menit Aiyla telah hadir bersama putranya yang disambut hangat oleh para pegawai yang lain, terkecuali wanita yang tadi menyindir ketidakhadirannya.
Semua orang tersenyum terlebih setelah melihat putra Aiyla yang begitu menggemaskan mereka.
"Selamat nyonya Aiyla," ucap mereka yang ada disana dengan tersenyum.
Aiyla membalas senyum mereka lalu duduk diantara yang telah hadir disana.
"Hai...Jagoan, kau ingin lihat kuda yang ada disana? " jawab Gul dengan mendekati Azzam yang tengah asik menatap kuda dari kejauhan.
Azaam menganggukkan kepalanya dengan tersenyum dengan menatap Gul. Mereka berdua berjalan menuju kearah kuda yang sedang berlarian kesana kemari dilahan yang luas.
Suasana ditempat ini sejuk dengan beberapa pohon liar masih terdapat disana. Terlihat hijau sepanjang mata. Sebuah rumah berbahan kayu namun dilengkapi fasilitas lengkap disana.
Disanalah mereka berkumpul dan tak jauh dari sana terdapat sebuah kandang luas yang dibatasi oleh pagar kayu dimana terdapat beberapa kuda didalamnya.
"Kau menyukainya," ucap Ergin dan Aiyla yang berjalan bersama mendekati azzam dan Gul.
Ergin masuk kedalam kandang dan membawa seekor kuda mendekati Azzam. Dengan antusias dan senyum yang mengembang diwajah anak lelaki itu.
"Sentuhlah, kau ingin menyentuhnya kan? " ucap Ergin kembali dengan tersenyum.
"Apakah tidak apa-apa jika aku menyentuh dibagian sini," tanya Azzam seraya menunjukkan kearah kepala kuda.
Ergin menganggukkan kepalanya seraya tersenyum menatap wajah putra Aiyla. Sepertinya ini pertama kali Azzam berbicara pada Ergin
__ADS_1