
Diterima atau tidak Aiyla oleh keluarga Ali Mustafa? 😊
Beri komentar dibawah yaaa👇👇
Buktikan bahwa Reader ikut mendukung kelanjutan tulisan ini..👌👌
Jangan habis baca tapi senyap saja..✋✋.
Plzzzz need your like and vote... Guys💞💞
🌴🌴🌴
Dengan menggenggam erat tangan Aiyla dan mengajaknya masuk kedalam ruang tamu yang sangat besar.
Semakin memasuki ruangan didalam rumah besar itu, jantung Aiyla semakin bergemuruh. Namun tatapan mata Ali memberikan isyarat bahwa dirinya tidak sendiri.
Mereka bertemu dengan asisten rumah tangga rumah besar itu, seorang wanita dengan wajah terkejut memandang Ali dan Aiyla.
"Tunggu sebentar Tuan muda...Saya akan beritahu Tuan dan nyonya besar, " ucapnya dengan menundukkan pundak dan kepalanya berlalu dari hadapan mereka berdua.
Aiyla tak ingin jauh dari suaminya, ia merasa kecil dan ciut dengan kemewahan yang terlihat dimatanya pada ruang tamu ini.
"Kalau aku tahu Ali adalah putra dari keluarga kaya, aku akan berpikir ulang untuk menerima lamaran darinya," batin Aiyla dalam hati.
Ali mengetahui bahwa istrinya tak merasa nyaman berada dirumah keluarganya ini. Dirinya berusaha menenangkan gejolak yang ada didalam hati Aiyla.
Ali tahu setelah pulang dari rumah ini, akan banyak pertanyaan yang harus dijawab olehnya dari mulut istrinya.
"Sayang....Kalau tahu kau adalah putra dari keluarga ini, maka aku akan berpikir ulang untuk menerima lamaran darimu," ungkap Aiyla yang tanpa sadar mengeluarkan kata-kata yang sedari tadi ada dibenaknya.
Ali hanya tersenyum seraya membisikan sesuatu dengan mesra ditelinganya.
"Karena itu aku memilihmu menjadi istriku, tidak wanita lain yang mendekati ku karena aku putra dari keluarga ini," balas Ali dengan santai dan sengaja menggoda istrinya itu.
__ADS_1
Perkataan dari suaminya itu membuat dirinya merasa sangat dicintai dan sedikit menghilangkan rasa gemuruh didadanya.
Dihadapan mereka telah berkumpul semua anggota keluarga yang tinggal dirumah besar nan megah ini.
"Ali... Siapa wanita yang kau ajak kemari? " ucap lelaki paruh baya yang telah hadir dihadapan mereka berdua dengan tatapan tajam memandang Aiyla.
Gemuruh didada Aiyla yang tadinya sedikit terkendali kini berdegup kencang kembali. Berusaha mengeluarkan senyum diwajahnya ketika lelaki paruh baya tersebut memandang dengan tatapan tajam
"Perkenalkan ayah... Dia Aiyla istri ku," Ucap Ali dengan tegas dan tanpa ragu memperkenalkan Aiyla didepan ayah, ibu dan saudara laki-laki berserta saudara iparnya.
Wajah seluruh anggota keluarga yang hadir itu terkejut mendengar perkataan Ali. Semua mata tertuju pada Aiyla. Dari tatapan mata mereka tak seorangpun menyukai perkataan yang barusan dilontarkan Ali.
"Apa!!! " teriak keras ayahnya dengan spontan berdiri dari posisi duduknya.
Semua orang terkejut termasuk Aiyla. Suasana diruang tamu itu menjadi tegang. Tak ada seorangpun yang mengeluarkan suara.
Tidak dengan Ali, lelaki itu bersikap tenang disaat semua orang tegang dengan situasi ini
Ali sudah tahu bahwa akan terjadi penolakan seperti ini. Tujuannya membawa istrinya kerumah ini, tidak meminta ijin melainkan hanya sekedar memberitahukan bahwa dirinya telah memilih pasangan hidupnya.
"Darimana asal mu? Siapa keluarga mu? " tanya lelaki yang ada dihadapannya itu dengan rahang yang bergetar menahan amarah
Aiyla hanya menundukkan kepala dengan mulut terkunci dan menahan bulir bening yang hendak keluar dari ujung matanya akibat perkataan lelaki dihadapannya itu.
"Mengapa kau diam... Kau sendiri tak tahu asal dan dari mana keluarga mu hah!!!...Apa yang telah kau lakukan pada putra ku sehingga terpikat pada mu? ucap lelaki itu dengan wajah memerah menahan amarah seraya menujuk dengan tangan kirinya kearah Aiyla
Mendengar lelaki paruh baya itu memandang rendah keluarganya dan harga dirinya, Aiyla pun berdiri dan berbalik menatap tajam kearah lelaki tersebut.
Seakan memberikan kekuatan pada dirinya jika harga dirinya dan keluarganya dipandang rendah oleh orang lain.
Dengan suara tegas dan berusaha menahan bulir bening yang ingin mengalir jatuh kepipinya, Aiyla pun berkata: "Maaf Tuan... Aku tahu siapa diriku, terlahir dari keluarga biasa. Namun tak pantas anda merendahkan harga diriku dan martabat keluarga ku, sampai detik ini aku baru tahu suami ku adalah putra dari seorang ayah yang hanya memandang kekayaan sebagai acuan menilai seseorang. Itulah diri anda, harga diri anda dan martabat anda hanya dinilai dari kekayaan semata,"
Semua yang mendengar perkataan Aiyla tak kalah terkejutnya. Mereka tak menyangka dari bibir wanita muda ini bisa keluar kata-kata pedas seperti menampar wajah mereka.
__ADS_1
Lelaki paruh baya itu terduduk dan terdiam, harga diri dan martabat nya dijadikan olokan wanita muda dihadapannya.
"Ayah... Aku kemari tak meminta restu mu, hanya memberitahu bahwa aku telah menemukan pasangan hidupku, aku mencintainya dan bahagia. Terlepas kau menyukainya atau tidak!!! Semoga kalian semua berbahagia dan dalam keadaan sehat selalu, " ucap Ali seraya berdiri dan menarik tangan istrinya, melangkah pergi meninggalkan rumah besar nan megah itu.
7 tahun silam peritiwa itu telah berlalu, tapi terasa begitu melekat dihati Aiyla. Bahkan seumur hidup dirinya tak akan bisa melupakan peritiwa dirumah besar nan megah itu.
Dipadangnya kartu nama yang diberikan oleh wanita yang menangis bersama dirinya diruangan ini.
"Mengapa disaat seperti ini dirinya harus bertemu dengan ibu dari suaminya itu," ucap. lirih Aiyla.
Terdengar suara ketukan dari luar pintu, dilihatnya Fusun dan Gul telah berada didepan pintu ruangan Aiyla.
"Apa yang terjadi Aiyla? " tanya sahabatnya itu dengan wajah cemas.
Aiyla melempar senyuman pada dua wanita yang terlihat jelas kecemasan diwajah mereka masing-masing.
"Aku tak apa-apa, hanya sempat terjatuh karena kelelahan dan lupa makan sedari pagi tadi," ungkap Aiyla dengan wajah meyakinkan tidak terjadi sesuatu yang buruk terhadap dirinya.
Mendengar perkataan sahabatnya itu, Fusun dan Gul merasa sedikit lebih tenang. Aiyla beruntung mempunyai mereka berdua didunia ini.
"Dari mana kalian tahu tentang keadaan ku? " tanya Aiyla bingung mengapa mereka berdua bisa ada disini.
Fusun menjelaskan bahwa dokter Ahmed menelpon dan memberi tahu tentang Aiyla yang tak sadarkan diri dirumah sakit.
Pada saat keluar dari apartemant hendak langsung pergi kerumah sakit, Fusun bertemu Gul baru pulang dari kantor.
Saat itu juga Fusun menceritakan keadaan mu dari kabar yang diberikan dokter Ahmed.
"Aku sudah penasaran sedari tadi siang saat kau pergi tanpa pamit pada ku dengan cara terburu-buru," ucap Gul dengan wajah meminta penjelasan.
"Apa yang sedang kau kejar sehingga lupa makan pagi dan sampai siangpun kau lupa makan," ucap Gul lebih lanjut.
Aiyla terdiam sejenak, untuk memberikan alasan yang masuk akal agar Gul dan Fusun tidak curiga bahwa sebenarnya sedang berusaha mencari pinjaman uang untuk putranya.
__ADS_1
"Oh...Itu, Aku pergi ke apartemant yang akan ku sewa, tiba-tiba saja sang pemilik mengubah perjanjian kami karena dipikirnya aku belum buru-buru untuk pindah, padahal besok aku sudah siap untuk pindah kesana," ungkap Aiyla dengan santai agar tak terlihat dirinya sedang berbohong pada kedua wanita yang ada disampingya itu.