
Duuh greget yaaa dengan Nyonya Esma...๐
Selalu beri dukungan ya buat Author...๐ Biar Author tambah semangat ๐ช
Jom lanjuuut ngebaca๐
๐Happy Reading๐
๐๐๐
Malam semakin larut namun Ergin masih tak dapat memejamkan matanya. Gemuruh dihatinya semakin terasa sesak, terdengar seperti genderang perang.
Diliriknya wajah Aiyla yang telah hanyut dalam mimpi, istrinya itu terlihat damai dalam tidurnya tanpa beban apapun.
Dicobanya merebahkan tubuh senyaman mungkin agar dapat terlelap menyusul istrinya yang bernafas dengan teratur pertanda sebuah kenyaman telah didapat melalui tidurnya.
Namun Ergin telah beberapa kali mengubah posisi tidur, miring kekiri dan miring kekanan bahkan posisi terlentang tetap tak membuat dirinya terlelap.
"Aku tak ingin pekatnya malam yang pernah kita lalui berdua diketahui orang lain. Betapa bodohnya aku saat itu dimana secara bersama telah menghancurkan hati istri ku Aiyla, jika itu diketahui oleh orang lain maka tak bisa ku bayangkan kemarahan istri ku.
Umpat Ergin pada dirinya sendiri, seumur hidup ini yang sangat ditakutkan olehnya. Rahasia antara ia dan istrinya yang akan menjadi petaka bagi hubungan pernikahan mereka berdua.
Aiyla pasti tak akan terima jika semua terbongkar karena harga dirinya yang telah hancur dipekatnya malam itu. Bagaimana aku menjelaskan pada istri ku? Jika saat ini ada yang mengancam ku dengan rahasia yang ku simpan selama ini."
Batin Ergin kembali seraya menatap wajah istrinya. Bulir bening lelaki itu tanpa disadarinya telah menetes dikedua ujung mata.
Rasa takut kehilangan Aiyla dan takut akan berpisah pada keluarga kecilnya teramat dalam dirasakan oleh Ergin.
"Sayang.... Hei ada Apa?"
Terdengar pelan namun membuat Ergin terkejut disaat Aiyla tiba-tiba saja membuka matanya pada saat lelaki itu membelai lembut pipi Aiyla dengan penuh kasih sayang.
"Ehhh...Maaf aku telah membuat mu terbagun sayang... "
Spontan Ergin membalas pertanyaan dari istrinya yang kini menatap penuh rasa ingin tahu. Ergin menyadari lalu buru-buru menyeka dengan kedua ibu jari air mata yang telah meneteskan diwajahnya.
"Sayang... Apapun yang terjadi, berjanjilah bahwa kau tak akan pernah meninggalkan ku lagi."
Ungkap Ergin dengan mata telah berkaca-kaca ditambah ekspresi wajah Ergin yang begitu memelas.
Kepergian Aiyla pada saat dulu telah membuat Ergin seperti orang gila. Ergin tak bisa membayangkan jika itu terjadi kembali disaat telah menikmati bahagianya hidup berumah tangga.
__ADS_1
Aiyla mendekatkan tubuhnya dan masuk kedalam dekapan dada bidang Ergin yang terasa hangat. Ergin merespon baik sikap Aiyla yang spontan itu.
"Mengapa kau berkata demikian sayang, aku dan anak-anak tak ada niat seperti itu. "
Ungkap Aiyla seraya mencium lembut dada bidang suaminya dengan begitu mesrah. Aroma khas dari Ergin selalu membuat dirinya terikat.
Ergin merasakan sedikit lebih baik dari sikap dan perkataan Aiyla yang diberikan padanya. Sentuhan lembut yang diberikan Aiyla memberikan kenyaman hingga membuat sedikit meredam gejolak didalam dadanya.
"Ceritakan pada ku sayang, akhir-akhir ini kau sering termenung seakan ada beban berat yang sedang kau pikirkan. Tak inginkah kau berbagi dengan ku? "
Terdengar suara Aiyla dengan pelan dan penuh kelembutan berbicara pada suaminya yang dirinya tahu pasti sedang merasakan kegelisahan.
"Apabila ku ceritakan pada mu, aku harap kau tak terkejut. Ku mohon jangan sampai kau marah kepada ku, apa bisa kau pastikan itu terlebih dahulu? "
Dengan tatapan yang dalam Ergin membalas pertanyaan istrinya. Lelaki itu dengan penuh penekanan pada Aiyla untuk memastikan istrinya siap mendengarkannya.
"Sayang ku...Kau mengenal Nadine? Client yang menjalin kerja sama dengan perusahaan kita. Dia memiliki bukti pekatnya malam itu, yang sampai detik ini membuat ku cemas dan gelisah. "
"Apa... Apa maksudnya!!"
Spontan Aiyla yang berada dalam dekapan Ergin berubah posisi dengan wajah langsung berubah seketika.
Terlihat kecemasan bercampur amarah menatap tajam Ergin yang kini juga merubah posisi tidur menjadi ikut duduk disamping Aiyla.
Seraya meraih tangan Aiyla dan menggenggam erat seakan memberikan keyakinan dengan kesungguhan.
"Aku tak tahu mengapa wanita itu bisa mengetahuinya sayang... Kau harus percaya pada ku. Bahkan wanita itu dengan tak tahu malu mengancam ku dengan semua ini."
"Apa... Mengancam mu untuk menyebarkan semua fitnah? Apa yang wanita itu inginkan? "
Dengan suara berat Aiyla menanyakan alasan dibalik ancaman Nadine pada suaminya.
Bulir bening kini telah membasahi wajah Aiyla. Ergin melihat istrinya begitu shock mendengar yang baru saja diutarakannya pada Aiyla.
Tubuhnya bergetar, spontan Ergin memeluk erat tubuh Aiyla yang tak dapat dikendalikan oleh istrinya.
"Apa kata orang... Jika semuanya mengetahui. Aku tak punya harga diri sebagai seorang wanita. Cepat katakan pada ku....Apa yang Dia inginkan? "
Ungkap Aiyla kembali dengan wajah yang berurai air mata dengan emosi yang tak terkendali.
"Dia ingin aku menikahinya."
__ADS_1
Dengan wajah tertunduk Ergin tak mampu menatap wajah Aiyla. Lelaki itupun ikut mengeluarkan air mata melihat Aiyla yang tak dapat mengendalikan emosinya.
"Menikahlah dengannya jika itu yang diinginkan. " Ucap Aiyla.
Langsung disambut Ergin dengan suara lebih keras dari sebelumnya.
"Apaaa!!"
Teriak Ergin yang tak dapat mengerti atas pemikiran Aiyla yang baru saja dilontarkan padanya.
Ergin memegang bahu Aiyla seraya mengoyang-goyangkan tubuh istrinya. Mencoba untuk menyadarkan apa yang baru saja diucap Aiyla.
Aiyla tak merespon, tatapan matanya kosong. Wanita itu seperti dalam bermimpi. Begitu shock sehingga tak pernah terpikir bahwa pekatnya malam yang pernah dilaluinya akan menjadi senjata seseorang.
"Aku bersedia mengalah karena aku tak sanggup jika semua orang tahu."
Dengan isak tangis Aiyla memeluk tubuh Ergin seraya memukul ringan punggung lelaki yang menjadi suaminya itu.
"Tenang... Kendalikan dirimu, ku Mohon sayang. Aku tak sudi wanita itu merampas kebahagian kita. Mengapa sampai kau berpikir demikian, aku tak sanggup berpisah dengan mu sayang. "
Ungkap Ergin dengan mencium berulang Kali puncak kepala Aiyla serta membelai lembut punggung istrinya.
"Biarkan aku mengatasi masalah ini, aku janji pada mu. Semua ini tak akan ada yang tahu selain kita berdua."
Seraya masih memeluk erat tubuh Aiyla, lelaki itu memberikan sebuah kepastian untuk dapat dipercayai istrinya.
"Aku juga tak ingin kehilangan mu Ergin...Namun aku juga tak sanggup jika semua tersebar kemana ku letakan harga diriku didepan semua orang. "
"Apa beda dengan diri ku sayang... Aku yang salah karena kau melakukannya dengan terpaksa untuk kesembuhan Azzam."
Mereka berdua saling sahut menyahut dalam menyalahkan diri mereka sendiri. Terdengar betapa tertekannya satu malam yang pernah mereka lalui bersama.
"Sudahlah sayang... Kau akan tetap menjadi istri ku dan ibu bagi buah cinta kita. Tak ada yang dapat merampas kebahagian kita berdua."
"Aku mohon... Serahkan masalah ini pada ku. Aku akan mengurus semuanya, berhentilah menangis sayang ku. "
Terdengar sangat lembut dan penuh kasih sayang seraya membelai lembut rambut kepala Aiyla. Membenarkan rambut yang menutupi wajah cantik istrinya dengan menyelipkan rambut tersebut kebagian telinga Aiyla.
Mencium dahi Aiyla kemudian menatap kemanik hitam Aiyla dengan penuh makna yang sangat dalam.
Ergin berharap istrinya memberikan kepercayaan penuh padanya untuk menghandle
__ADS_1
semuanya. Aiyla merasakan maksud dari tatapan mata suaminya. Dengan sebuah isyarat yang diberikan Aiyla, Ergin tersenyum mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari istrinya.