
Jom lanjut baca...๐ฆ๐ฆ๐ฆ
But don't forget to like, love, vote, gift, and rate star 5 please...๐ฅ๐ฅ๐ฅ
I'm waithing for you support Guy's ....๐จ
๐ฅHappy Reading๐ฅ
๐ ๐ ๐
Hari ini mereka berdua mengenakan warna baju yang senada. Tidak janjian namun terkesan couple.
Aiyla mengenakan shortdress berwarna hitam berlengan tujuh perdelapan. Rambut coklat bergelombang diujungnya dibiarkan saja terurai.
Sedangkan Ergin memakai stelan jas berwarna senada dengan dalaman kemeja hitam.
Mereka terlihat begitu serasi disaat keluar meninggalkan hotel. Aiyla langsung menuju keperusahaan yang dimiliki Nyonya Yasmin, sedang Ergin menuju alamat yang dimaksud dengan orang suruhannya.
Aiyla memasuki kantor Nyonya Yasmin dengan diantar oleh sekretarisnya. Pintu ruangan itu dibuka setelah sekretarisnya mengetuk pintu dan terdengar suara dari dalam untuk segera masuk.
"Permisi...Ini Nyonya Aiyla yang telah anda tunggu kehadirannya," ucap wanita muda berpenampilan sexy.
Dengan senyum mengembang diujung bibirnya wanita paruh baya tersebut memandang wajah Aiyla dengan wajah gembira.
"Selamat datang Nyonya Aiyla, terima kasih sudah memenuhi undangan yang saya berikan. Silahkan duduk, sebenar ada hal pribadi yang ingin saya sampaikan pada anda selain urusan pekerjaan."
Wajah Aiyla sedikit berubah, terselip rasa penasaran atas perkataan yang barusan ia dengar, bercampur bingung dengan persoalan pribadi yang akan disampaikan oleh Nyonya Yasmin.
Wanita paruh baya tersebut berjalan dan berdiri disamping Aiyla seraya menunjukkan sebuah photo padanya. Photo pada saat pesta ulang tahun yang diadakan dirumahnya.
Seketika Aiyla melihat photo itu, tak terasa bulir bening membasahi wajahnya. Photo saat dirinya beranjak remaja bersama dua orang wanita.
Wanita yang mengenakan baju berwarna hitam adalah ibunya, posisi tepat ditengah diantara Aiyla dan satunya lagi adalah saudara tiri dari ibunya.
"Mengapa ada photo keluarganya pada Nyonya Yasmin?"
__ADS_1
Sebuah tanda tanya besar dihati Aiyla, bagaimana bisa wanita dihadapannya inj mengenal ibu atau bibinya itu.
Wanita yang ada disamping ibunya Aiyla adalah saudara tiri ibunya beda ayah. Aiyla ingat betul itu adalah pesta ulang tahunnya diusia 16 tahun.
Pada saat ibu dan ayahnya masih hidup, kehidupan Aiyla sangat bahagia, namun seiring berjalannya waktu Aiyla kehilangan dua orang yang sangat disayanginya didunia ini secara berturut-turut.
Sedangkan wanita yang ada diphoto disamping ibunya itu juga menghilang, semenjak itu ibunya tak mendapatkan kabar lagi dari saudara tirinya itu.
"Nyonya Yasmin...Darimana anda mendapatkan photo tersebut ? "
Dengan suara bergetar menahan tangis, Aiyla bertanya kenapa photo itu bisa sampai ditangan Nyonya Yasmin.
Wanita itu tertunduk seakan memikul beban yang berat selama ini. Bulir beningnya jatuh tak tertahankan lagi dihadapan Aiyla.
Dengan menangis wanita paruh baya dihadapannya membuat hati Aiyla bertambah bingung dan mengingatkan masa lalunya tentang ibu dan bibinya itu.
"Sudah lama aku mencari wanita yang ada didalam photo ini, pada saat pertemuan pertama itu aku merasakan wajah yang tak asing pada anda dengan gambar yang ada didalam photo tersebut."
Ungkap Nyonya Yasmin seraya tersenyum dengan wajah telah basah oleh air mata menatap dalam wajah Aiyla.
Setelah diamati secara detail barulah Nyonya Yasmin yakin bahwa salah satu wanita yang ada diphoto itu adalah Aiyla.
Rasa penasaran membuat Aiyla langsung bertanya pada Nyonya Yasmin cerita lengkap, bagaimana wanita itu mengenal ibu atau bibinya itu.
Nyonya Yasmin mulai menceritakan dengan detail bagaimana ia bertemu dengan salah satu dari wanita yang ada didalam photo tersebut.
Salah satu wanita yang dikenal oleh Nyonya Yasmin didalam photo ternyata adalah sahabatnya yang bernama Elif Sadoglu.
Dia adalah teman dekat dari Nyonya Yasmin saat itu. Berasal dari sebuah desa, Nyonya Yasmin bertemu pada saat mereka berdua menuntut ilmu disalah satu perguruan tinggi.
Elif Sadoglu adalah wanita yang cantik dan sangat cerdas. Sehingga banyak para laki-laki dari kampusnya tertarik pada Elif.
Tidak dari kalangan biasa bahkan dari kalangan anak orang kaya, Elif memiliki sifat yang humble sehingga banyak para lelaki yang ingin menjadikannya sahabat bahkan kekasih.
Dalam waktu yang singkat wanita itu dapat menyelesaikan kuliahnya dan dapat diterima diperusahaan besar saat itu.
Ada satu lelaki yang dapat meluluhkan hati Elif Sadoglu kala itu. Mereka memang saling jatuh cinta. Cinta mereka berdua murni dan tulus antara satu sama lain.
__ADS_1
"Namun mereka berdua tak dapat bersatu, sehingga sebuah tragedi yang tragis terjadi pada sahabat ku itu. "
Ungkap wanita paruh baya tersebut dengan bulir bening telah membasahi wajahnya.
Cukup lama wanita itu menghentikan ceritanya dan Aiyla menyimak dengan benar. Sebuah pelukan dirapatkannya ketubuh Nyonya Yasmin.
Mereka berdua larut dalam perasaan masing-masing. Aiyla tak menyangka bahwa bibinya itu menjadi magnet bagi para lelaki dan penasaran dengan tragedi tragis yang terjadi padanya.
Setelah sedikit tenang dan dapat mengendalikan emosinya, Nyonya Yasmin berdiri dan mengambil sesuatu dari dalam laci yang ada dimeja kerjanya.
Menyodorkan sepucuk surat yang telah kusam pada Aiyla. Surat itu ditulis untuk ibunya dan Nyonya Yasmin diminta sahabatnya itu untuk memberikan surat tersebut pada saudaranya yaitu ibu Aiyla.
Sudah lama surat itu ditangan wanita ini, ia berusaha mencari keluarga dari sahabatnya itu selama ini. Namun tak pernah berhasil sampai pada saat pertemuan Aiyla dengan Nyonya Yasmin mengingatkan wanita itu kembali akan sosok yang ada didalam photo puluhan tahun silam.
Bibi tiri Aiyla memang tertutup dan penuh misteri itulah sebabnya para lelaki tertarik padanya. Nyonya Yasmin adalah orang yang terdekat padanya namun Elif tak begitu bercerita tentang keluarganya.
Wajar saja Elif tak mau bercerita banyak dari keluarganya karena ia terlahir dari anak diluar nikah. Ayah Elif yang merupakan kakek dari Aiyla adalah sosok lelaki yang sangat baik.
Mau menikah dengan ibu Elif yang telah berbadan dua dan mengakui bahwa anak didalam kandungan ibu Elif adalah anaknya.
Satuhal lagi mengapa sampai saat ini Nyonya Yasmin tak mendapatkan identitas keluarga sahabatnya itu karena keluarga Aiyla semuanya termasuk orangtua Aiyla adalah mati muda.
Setelah meninggalnya orangtua, Aiyla merantau dan menyelesaikan kuliahnya seorang diri dikota sampai bertemu dengan Ali.
"Aku mendapatkan surat ini dari petugas rumah sakit yang memberikannya pada ku. Sebuah surat wasiat yang dikhususkan pada ku untuk diberikan pada keluarganya Elif setelah kepergiannya. "
Diakhir sebelum kepergian sahabatnya itu, Nyonya Yasmin selalu setia menjenguk sahabatnya. Elif ditempatkan dirumah sakit berkebutuhan khusus.
Sahabatnya itu mengalami depresi yang sangat parah sehingga tak memiliki semangat untuk hidup. Tidak mau makan dan hanya terjaga disepanjang malam. Itulah yang menyebabkan wanita cantik dan pintar itu berakhir sangat tragis.
"Kau tahu Nyonya Aiyla... Dengan wajah pucat tak terlihat raut bahagia dimatanya sedikitpun. Sahabatku itu seperti kehilangan harapan untuk hidup. Sungguh sangat menyedihkan saat terakhir kali aku menemuinya."
Ungkap Nyonya Yasmin dengan tangis kembali pecah tak dapat lagi dikendalikan oleh wanita paruh baya itu. Nyonya Yasmin larut dalam kesedihan yang mendalam.
Aiylapun ikut larut dalam kesedihan yang sama dirasakan oleh Nyonya Yasmin. Betapa memderitanya bibinya kala itu seorang diri tanpa satupun keluarga disampingnya.
"Apa yang menyebabkan bibi ku begitu depresi Nyonya Yasmin? "
Dengan bibir bergetar dan suara parau mengeluarkan pertanyaan pada wanita yang ada dihadapannya.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Aiyla membuat wanita itu menatap dalam penuh dengan isyarat menandakan kesedihan dan kepiluan yang mendalam.