Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 14


__ADS_3

Nah loh... Siapa wanita misterius yang membuat Aiyla tak sadarkan diri itu... 😱


Beri komentar dibawah ya... πŸ‘‡πŸ‘‡


Jom lanjut ngebaca, jangan lupa like, vote and tanda hatinya biar bertambah mesraaahπŸ’™πŸ’™


πŸ€πŸ€πŸ€


Sekitar 15 menit Aiyla tak sadarkan diri. Kini terasa kepalanya pusing dengan bagian dahi terasa sakit.


Tubuhnya telah terbaring diatas kasur didalam sebuah ruangan dengan petugas jaga yang ada disamping dirinya.


"Apa yang terjadi pada saya? " tanya Aiyla masih belum mengingat kejadian terakhir yang menimpa dirinya.


Berusaha bangkit dari posisi tidur dan mencoba berdiri, namun kepalanya yang terasa pusing membuat tubuhnya tak seimbang dan hampir terjatuh kembali.


Beruntung petugas jaga tersebut cekatan karena telah berdiri disamping pada saat Aiyla mulai sadar dari pingsannya.


"Nyonya istirahat saja dulu, tubuh anda masih lemah. Anda tadi tak sadarkan diri di koridor rumah sakit ini dengan perut kosong. Itulah yang menyebabkan anda lemas lalu jatuh tak sadarkan diri. Isi perut anda dengan ini," ungkap petugas jaga seraya memberikan makanan yang telah tersedia diatas meja disamping tempat tidur.


Aiyla baru mengingat kejadian dirinya, setelah melihat wanita yang berteriak mamanggil namanya lalu tak mengingat lagi kejadian selanjutnya.


"Oya nyonya, ada seorang wanita sedang menunggu anda diluar ruangan ini, tapi habiskan dulu makanan anda baru saya akan memberitahukan wanita itu," ucap petugas jaga dengan tersenyum.


Aiyla menghabiskan makanannya dengan cepat, karena memang perutnya terasa lapar. Akibat memikirkan pinjaman yang harus segera didapat, ia lupa belum makan sedari pagi tadi.


"Bisakah saya beritahu wanita yang menunggu anda diluar ruangan, untuk masuk keruangan ini nyonya ? " ucap petugas jaga setelah melihat Aiyla mengabiskan makanannya.


Dengan menganggukan kepala pertanda setuju dengan apa yang dikatakan petugas jaga tersebut.


Tak berapa lama berdirilah sosok wanita paruh baya yang dilihat sebelum dirinya tak sadarkan diri. Berbalut pakaian yang elegant dengan mantel yang berbulu melingkar dileher wanita tersebut.


Berjalan mendekati Aiyla dan kini telah duduk tepat disamping tempat tidurnya. Dengan wajah tak percaya dan bercampur dengan senang wanita tersebut melepaskan senyum pada Aiyla.


"Saya tak menyangka bisa bertemu dengan mu disini, sudah lama sekali yaaa. Pada saat Ali membawa mu kerumah," ucap wanita itu canggung.

__ADS_1


Aiyla hanya mendengar wanita itu berbicara tanpa merespon apapun. Terlintas peristiwa masa lalunya. Bulir bening keluar begitu saja disaat Aiyla mengenang kejadian dirumah mewah itu.


"Lihatlah ini," ucapnya seraya mengeluarkan sebuah dompet yang terselip sebuah gambar dirinya sedang menggedong Azzam dan suaminya berada disampingnya.


Aiyla ingat benar pada saat apa photo itu diambil. Photo pertama kali Azzam lahir didunia ini. Terlihat jelas senyum mengembang diwajah Aiyla dan suaminya pada saat itu.


Kebahagian terpancar jelas diwajah mereka berdua karena kehadiran permata hati didalam keluarga kecil mereka.


Aiyla tak sanggup menahan tangisnya, setelah dirinya memandang photo usang 6 tahun yang lalu.


Wanita yang ada disampingnya itupun ikut mengeluarkan air mata melihat Aiyla menangis.


"Mengapa photo ini bisa ada dengan nyonya? " tanya Aiyla disela tangisnya.


Setelah pertemuan dirumah mewah tersebut, suaminya tak pernah membicarakan hal itu lagi.


Barulah Aiyla sadar bahwa selama ini Ali dibelakangnya merindukan keluarganya. Melalui photo yang sekarang ada ditangan wanita ini.


"Ini adalah satu-satunya photo yang dikirimkan Ali, melalui photo ini menunjukkan bahwa dirinya bahagia dengan keluarga barunya," ungkap wanita tersebut dengan berusaha menghapus air mata yang jatuh diwajahnya.


"Dimana Ali?" tanya wanita itu seraya menyetuh tangan Aiyla.


Mendengar pertanyaan wanita itu, tangisan Aiyla semakin pilu dan terdengar menyayat hati. Wanita itu sontak heran dan memandang Aiyla dengan tatapan mata penasaran.


"Sekarang ia berada ditempat yang sangat jauh, Tuhan lebih menyayangi dirinya dari pada aku ataupun nyonya," ungkap Aiyla dengan suara pelan dan sendu.


Mendengar perkataan Aiyla sontak wanita disampingnya itu tak dapat mengendalikan emosi dan perasaannya. Tangisan terdengar sampai diluar ruangan tempat Aiyla masih terbaring.


Tak Ada lagi pertanyaan yang keluar dari mulut wanita itu, selain tangisan yang tak dapat dikendalikannya.


Mendengar teriakan dan tangisan yang berasal dari ruangan Aiyla, petugas jaga yang tadi menemaninya sampai dirinya sadar bergegas menuju keruangan.


Dilihatnya wanita yang dengan tenang masuk kedalam ruangan dan mau menunggu dengan sabar sampai wanita yang tak sadarkan itu terbangun kini dalam kondisi menangis dan tak terkendali.


"Nyonya..Nyonya.. Kendalikan emosi mu," ucap petugas jaga seraya mengoyangkan tubuh wanita paruh baya tersebut yang telah terkulai dan terduduk lemas dilantai.

__ADS_1


Setelah beberapa menit barulah wanita itu dapat meredakan tangisannya dan mengendalikan emosi serta perasaannya.


Bangkit dari posisi terduduk dilantai dengan bantuan petugas jaga. Menatap Aiyla dengan wajah sedih seraya memberikan sebuah kartu nama padanya.


Berlalu meninggalkan Aiyla yang masih bersedih setelah mengingat kenangan suaminya melalui photo yang wanita itu tunjukkan.


Aiyla sadar bahwa suaminya memendam rasa rindu pada wanita yang telah berlalu dari hadapannya itu.


Selama menikah Aiyla hanya satu kali diajak kerumah besar nan mewah, setelah kejadian yang terjadi disana, Ali tak pernah mengajaknya kembali.


Aiyla ingat benar saat itu, dengan wajah tersenyum suaminya berkata: "Sayang... bersiaplah. Malam ini aku akan mengajak mu pada suatu tempat, jadi pakailah baju ini".


Sampai saat ini dirinya masih mengingat baju yang dikenakan pada saat itu. Sebuah shortdress berwarna peach dengan motif bunga kecil diujungnya dan berlengan tujuh perdelapan dari pergelangan tangannya.


Shortdress itu berbahan sangat lembut sehingga sangat nyaman pada saat Aiyla mengenakannya.


Dengan wajah tersenyum dan hati yang berbunga-bunga pada saat itu. Aiyla berdandan dengan maksimal karena ingin memberikan kejutan pada suaminya yang telah memberikanya baju yang sangat cantik untuknya.


Akhirnya Aiyla tiba disebuah rumah besar bergaya klasik. Dari luar saja telah terlihat kemegahan dan kemewahan yang terdapat dirumah itu.


Tertulis didinding rumah tersebut "Kediaman Mustafa"


Aiyla masih belum percaya bahwa rumah nan mewah itu adalah milik keluarga Ali. Dirinya baru tersadar bahwa nama lengkap suaminya adalah Ali Mustafa, sama dengan nama yang tertulis didinding rumah itu.


Pada saat didepan pintu besar tersebutlah Ali membisikan sesuatu ketelinganya.


"Sayang ini adalah rumah orang tuaku, aku akan memperkenalkan mu pada mereka berdua," ucap Ali pada saat itu.


Ada timbul kecemasan dan kekhawatiran didalam hati Aiyla. Dirinya tak menyangka bahwa suaminya terlahir dari keluarga kaya.


Selama ini Ali menutupi jati dirinya, tak pernah mengatakan padanya kalau dirinya terlahir dari keluarga kolongmerat.


Ada rasa tak percaya diri didiri Aiyla saat akan bertemu keluarga besar Ali. Berbagai macam hal terlintas dikepalanya.


Semula dirinya begitu bahagia tetapi sesampai dirumah sebesar dan semewah ini membuat dirinya ciut dan merasa tak sepatutnya berada didalam keluarga besar Ali.

__ADS_1


__ADS_2