
Apa reaksi Sibabang tampan setelah mengetahui Sieneng Aiyla hamil yaa...
Reader maunya Sibabang seperti apa? Tulis dikolom komentar yaaa ๐
Jom lanjuuut ngebaca๐
Like , Vote, Gift , and Rate Star ๐ jangan lupa Guy's
๐ฅHappy Reading๐ฅ
๐๐๐
Tubuh Aiyla telah lebih baik dari sebelumnya kembali fit namun Ergin tak membiarkan sedikitpun perhatiannya lepas terhadap wanita yang sedang terbaring diatas tempat tidur.
Karena Ergin yakin bahwa Aiyla belum begitu bernafsu untuk makan dan masih mengeluarkan makanan yang ada didalam perutnya.
Aiyla yang biasa mandiri, bisa kesana kemari kini dijaga ketat oleh dua bodyguard yang stand by dirumah dan dikantor.
Rutinitas kekantorpun dibatasi, Aiyla memang belum kembali bekerja karena kesehatannya. Ergin tak ingin mengambil resiko seperti sebelumnya. Lelaki itu lebih over protective terhadap Aiyla dari sebelumnya.
Aiyla masih menutup matanya dan tangannya meraba sisi samping tempat tidurnya. Membuka matanya secara perlahan dan membalikkan tubuhnya.
Ternyata sosok laki-laki yang dicarinya tak ada disamping. Rupanya Ergin telah pergi dan meninggalkan sepucuk surat diatas bantalnya.
"Sayang...Aku kekantor dulu... Silahkan kau turun dan lihat diatas meja kerja ku. Tanda cinta dari ku untuk wanita yang sangat ku cintai. "
Aiyla menuruni tangga dengan hati-hati menuju ruang kerja suaminya mengikuti instruksi secarik kertas yang ada diatas bantal.
Senyum membingkai diparas cantiknya melihat yang terletak diatas meja kerja Ergin. Hatinya terharu seraya membaca secarik kertas lagi yang terletak diatas meja tersebut.
"Seikat mawar merah teruntuk ibu dari anak yang ada dirahimnya, Aku sangat menunggu hari-hari itu sayang... Jaga buah cinta kita yang ada dirahim mu seperti kau mencintai ku."
Aiyla terharu seraya mencium mawar merah yang kini ada digenggamannya. Mengikuti kembali instruksi Ergin selanjutnya.
Langkah kakinya menuju ruang makan dan betapa terkejut Aiyla bahwa suaminya telah menyiapkan sarapan diatas meja makan.
Dengan berbinar mata Aiyla menatap makanan yang telah disiapkan suaminya.
"Ergiin. "
__ADS_1
Terdengar suara Aiyla memanggil nama suaminya dengan wajah tersenyum. Secarik kerta beserta tulisanpun ada diantara sarapan pagi yang ada diatas meja makan tersebut.
" Sebelum sarapan telpon aku sayang... "
Tertulis instruksi secarik ketas dan Aiyla langsung mengambil ponsel lalu menekan panggilan keluar dari nomer yang tersimpan diponselnya.
Terdengar nada sambung dari vedio call tersebut dan tak membutuhkan waktu lama panggilan tersebut diterima oleh Ergin.
"Jika telah bangun seraya terpaku melihat betapa romantisnya suami mu ini, maka kau jangan heran akan banyak kejutan yang akan ku berikan pada mu. Selamat menikmati sarapan mu... Aku mencintai mu sayang"
Sebuah ciuman melalui udara dilayangkan Ergin terutuk istrinya yang sedari tadi telah dibuatnya begitu terharu atas tindakannya dipagi hari ini.
Panggilan itu pun berakhir dengan wajah Aiyla yang tak lepas dari senyumannya.
Menikmati sarapan yang telah disiapkan suaminya, dengan lahap wanita itu menghabiskan makanan yang ada diatas meja.
Semalam Aiyla tak ada nafsu makan, makanya pagi ini Ergin sengaja memberikan kejutan-kejutan yang membuat mood Aiyla menjadi baik.
Ternyata tindakan Ergin berhasil, wanita itu begitu bernafsu untuk melahap semua yang ada diatas piringnya.
"Kau memang pandai memperbaiki suasana hati ku Ergin."
"Nyonya... Ada yang ingin kau butuhkan?"
Terdengar suara yang tak asing, menyapa Aiyla. Saat menuju ketaman belakang Aiyla berpapasan dengan Yaren yang tersenyum melihat Aiyla.
"Tidak ada Aku hanya ingin menghirup udara pagi, bosan beberapa hari ini hanya ada didalam kamar."
Balas Aiyla seraya membalas senyum pada asisten rumah tangganya. Aiyla berjalan dan terus meninggalkan Yaren yang menatap punggung majikannya dengan wajah bahagia.
"Semoga kau sehat selalu Nyonya...Dan memberikan kebahagiaan dengan hadirnya bayi didalam rumah besar ini. "
Besit Yaren dihatinya seraya memandang tubuh Aiyla dari belakang.
Setibanya ditaman Aiyla menarik nafas panjang lalu menghembuskan nafasnya secara perlahan. Dilakukannya berulang kali sampai merasakan ketenangan dan kebahagiaan merasuk kedalam jiwa dan raganya.
Merentangkan kedua tangannya dan melakukan gerakan ringan dipunggung dan pinggangnya. Tubuhnya memang terasa kaku karena beberapa hari hanya bisa terbaring diatas tempat tidur.
Tubuhnya yang lemas karena merasakan mual dan mengeluarkan semua makanan yang ada didalam perutnya.
Baru hari ini ia bisa lebih kuat ditambah dengan makanan yang baru saja masuk kedalam perut Aiyla. Memberikan tenaga dan energi untuknya berdiri dan berjalan ditaman.
__ADS_1
Setelah puas meregangkan ototnya yang kaku, Aiyla kembali masuk kedalam rumah. Tubuhnya memang belum begitu kuat, baru berjalan sedikit saja telah terasa sakit dibagian betisnya.
Merebahkan tubuhnya pada sebuah sofa untuk menghilangkan rasa nyeri dibagian betisnya. Aiylapun tertidur disofa dengan begitu lelapnya.
Ergin telah pulang dari kantor dan Aiyla masih tertidur. Laki-laki itu menatap dalam kewajah istrinya yang tertidur dengan pulasnya.
Menatap lalu mencium wanita yang membuat dirinya tak sabar untuk menyentuh bibir sexy istrinya itu.
Sentuhan itu membuat Aiyla terbangun, sedikit terkejut karena setelah membuka mata yang terlihat wajah suaminya.
"Sayang...Berapa lama kau menatap ku sewaktu tertidur? "
Sindir Aiyla pada suaminya yang dengan lembut membelai wajah Aiyla. Ergin hanya meraih tangan istrinya dan mengubah posisi tidur menjadi berdiri.
Kini tangan Aiyla telah melingkar dileher Ergin begitu juga laki-laki itu dengan santai merangkul tubuh istrinya.
"Bagaimana suasana hati mu hari ini ?"
Terasa hembusan nafas Ergin diwajahnya ketika laki-laki itu berbicara.
"Terima kasih untuk hari ini... Kau begitu romantis sayang... Aku menyukainya. "
Balas Aiyla seraya mencium tepat di bibir Ergin.
Laki-laki itu tak melepaskan kesempatan yang diberikan Aiyla. Ergin merespon sentuhan hangat dibibirnya.
Menghentikan ciuman mesranya karena mereka berdua telah kehabisan nafas akibat dari ciuman yang mengairahkan mereka berdua.
Mengatur nafas lalu Ergin berkata dengan wajah serius dan terjadi perubahan pada matanya.
"Sayang...Aku harap kau tak akan terkejut, akan ada berita sebentar lagi. Aku tak ingin kau menjadi shock, alangkah lebih baik aku memberitahukan mu sekarang."
Mendengar perubahan suara Ergin menjadi lebih serius membuat Aiyla bingung atas apa yang dimaksud oleh Ergin.
Lelaki itu hanya meminta untuk Aiyla membuka siaran langsung sore ini. Mencium lembut dahi Aiyla dan kemudian membelai lembut perut Aiyla yang masih datar.
"Apa maksudnya?"
Ucap Aiyla dengan perasaan bercampur dihatinya, ia merasakan akan ada sesuatu yang besar terjadi.
"Aku telah membuat laporan dan sewaktu dikantor polisi telah berkumpul para wartawan dari segala media masa."
Terdengar suara Ergin pelan dan menjelaskan dengan baik agar Aiyla tak shock mengetahui apa yang akan diceritakannya.
__ADS_1
"Baiklah...Aku akan kuat, ceritakan pada ku semuanya."
Balas Aiyla meyakinkan suaminya seraya tersenyum menatap wajah Ergin.