Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 99


__ADS_3

Maaf Reader baru bisa up 1 bab...Kehidupan didunia nyata lagi sibuk-sibuknya 😁😁 tapi Author sebisanya memberikan yang terbaik buat Reader semua...


Moga masih setia dilapak author yaaaπŸ˜‰πŸ˜‰


Jom lanjuuut...Ngebacanya 😍


But don't forget to like, love, vote, gift and rate star 5 Guy's....😘


I'm waiting for you Guy's😘


πŸ’œHappy ReadingπŸ’œ


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Deru mobil taxi membawa Aiyla tak tahu arah kemana tujuannya. Sopir taxi menjadi bingung menurunkan penumpangnya.


Berakhir disebuah tepi laut yang jauh dari keramaian. Sopir taxi itu tak meminta bayaran karena lelaki itu tahu bahwa wanita ini tak akan membawa sepeser uangpun.


"Nyonya apakah anda baik-baik saja jika saya tinggalkan sendiri disini ? Ini uang jika anda membutuh untuk kembali pulang. Pakailah syal ini, ini saya yakin anda membutuhkannya."


Dengan rasa simpati sopir taxi itu berkata pada Aiyla seraya meletakkan selembar uang kertas yang dia rasa akan cukup untuk ongkos pulang kerumah dan sebuah syal berwarna gelap.


Beruntung Aiyla bertemu dengan sopir taxi yang begitu simpati padanya. Tanpa berterima kasih, Aiyla hanya menatap tanpa ekspresi pada lelaki itu.


"Aku memang bodoh begitu percaya akan cintanya, Ergin tak lebih dari lelaki kaya yang memanfaatkan uangnya untuk kepuasan nafsu semata."


Umpat Aiyla dengan mengepal erat tangannya, rasa kecewa, sakit hati, dan penyesalan bercampur menjadi satu. Cukup lama ia habiskan dengan duduk sendiri disebuah kursi ditepi laut itu.


Dibiarkannya saja hembusan angin malam menerpa helaian rambutnya. Hembusan angin menyebabkan rambut yang telah berantakan menjadi lebih tak tertata dengan make-up yang telah luntur akibat derasnya air mata yang membasih wajah Aiyla.


Dingin angin malam menusuk kulitnya, Aiyla hanya mengenakan baju tanpa lengan dengan belahan depan terbuka. Beruntung sopir taxi itu memberikan sebuah syal untuk dikenakannya.


Aiyla tak mampu mencerna dengan baik semua yang terjadi, hati dan pikiran langsung gelap seperti pekatnya malam yang pernah dilalui Aiyla dan Ergin.

__ADS_1


Pikirannya langsung tertuju disaat Ergin menawarkan bantuannya dengan bayaran tubuhnya.


Disatu sisi semua orang gempar dengan berita yang ada disiaran langsung. Semua tamu undangan menjadi berbisik dan saling bertanya satu sama lain.


Ada yang percaya dan ada pula yang tak percaya atas perkataan wanita muda tersebut. Resepsi pernikahan itu tak berjalan seperti kehendak Ergin, semua menjadi tidak terkendali.


Lelaki itu kini terduduk disudut ruang dengan wajah tertutup dengan kedua telapak tangannya. Buraq asisten pribadinya dengan beberapa pegawal Ergin mencari keberadaan Aiyla.


Sebagian pengawal Ergin membereskan kekacauan yang dibuat wanita muda itu. Wartawan yang mewawancari wanita tersebut ikut diamankan namun wanita muda yang membuat kekacauan telah menghilang begitu saja.


"Cari wanita itu!!! Sampai kelubang semut sekalipun!!!" Teriak Ergin ketika salah satu pengawalnya melaporkan kehilangan jejak wanita muda itu.


Terdengar dering ponselnya, sebuah panggilan masuk dari Buraq. Segera Ergin menerima panggilan dari asistennya itu dengan perasaan bercampur aduk.


"Tuan kami menemukan Nyonya Aiyla, ia sedang duduk bak patung ditepi laut. Apa yang harus saya lakukan ? "


Ungkap Buraq dengan mata tak lepas dari wanita yang sedang duduk sendiri seraya mendengar perintah atasannya itu.


"Baik Tuan." Jawab singkat Buraq.


Tak menunggu lama Buraq telah sampai digedung resepsi pernikahan atasannya yang tak jadi dilakukan. Untuk itu ia akan melakukan jumpa pers guna mengklarifikasi semua yang barusan terjadi.


Jumpa pers itu hanya memakan waktu lebih kurang 15 menit, memberikan klarifikasi atas ucapan wanita itu. Ergin telah siap dan berusaha mengendalikan emosi dan perasaannya walaupun teramat sesak dan sakit yang ia rasakan didadanya.


"Hadirin sekalian Tuan dan Nyonya yang telah hadir memenuhi undangan yang saya berikan. Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan hadirin semua, dengan kekacauan yang barusan terjadi. Saya akan bertindak tegas dalam hal ini, karena telah mencemarkan nama baik saya. Untuk itu hadirin semua, sekali lagi saya mohon maaf ketidaknyamananya karena resepsi pernikahan belum bisa dilangsungkan saat ini."


Ungkap Ergin dengan nada berat namun terkesan tegas serta terasa sedikit amarah pada perkataan yang keluar dari mulutnya


Jumpa pers pun selesai, para tamu undangan satu persatu meninggalkan gedung resepsi nan megah dan mewah itu.


Tuan Mustafa dan istrinya terlihat sangat terpukul atas kejadian yang menimpa Aiyla. dengan menepuk bahu Ergin sebagai bentuk semangat dari sepasang suami istri yang tak begitu saja percaya atas perkataan wanita muda tersebut.


Ergin menatap dalam sepasang suami istri seakan meminta untuk tidak mempercayai semua yang telah terjadi. Walau bagaimanapun mereka ada ayah dan ibu mertuanya Aiyla.

__ADS_1


"Baiklah Tuan Ergin, saya yakin pada anda bahwa ini hanya pekerjaan dari seseorang yang ingin menjatuhkan nama baik anda. Saya Harap anda secepatnya dapat mengurus kekacauan yang telah terjadi," ucap Tuan Mustafa seraya menatap Ergin dengan kesungguhan.


Perkataan lelaki paruh baya tersebut membuat dirinya menjadi bangkit dan bersemangat, bahwa Tuan Mustafa percaya ini ada fitnah yang diberikan padanya.


Ditengah lamunan terdengar lagi suara dering dari ponsel Ergin. Bergetaran dari dalam sakunya, Ergin merogoh ponsel tersebut lalu menerima panggilan masuk itu.


"Tuan... Nyonya Aiyla telah kembali kerumah dengan menggunakan mobil taxi. Sekarang perintah apa yang harus kami lakukan selanjutnya ?"


Laporan dari pengawal pribadi Ergin yang diperintahkan untuk menunggu dan melihat gerak-gerik Aiyla.


Mendengar laporan tersebut sedikit rasa cemas sekaligus panik telah berkurang dihatinya. Ergin memberikan perintah untuk bergabung dengan yang lainnya mencari keberadaan wanita muda yang telah membuat kekacauan besar.


"Baik Tuan, akan segera kami laksanakan." Dengan suara patuh pengawal pribadi Ergin mengakhiri panggilan masuk tersebut.


Lelaki itu akan mencari siapa dalang dari kekacauan yang telah terjadi. Ergin yakin ada seseorang sebagai penyupport wanita itu dengan berani mengatakan sesuatu yang tak benar tepat dihari resepsi pernikahannya.


"Ini adalah orang yang sama dengan peristiwa penculikan yang terjadi pada Aiyla, aku yakin ini pasti dia juga yang melakukannya. Orang yang tak menyukai hubungan kami berdua." Batin lelaki itu penuh dengan amarah dan kesal.


Seseorang dibalik ini semua pasti mempunyai rencana yang matang. Sebuah rencana yang dirancang dengan sebaik-baiknya, agar tak kehilangan jejak seperti pada saat penculikan.


Ergin akan bermain dengan pelan namun pasti. Dirinya tak ingin pergerakan dari tindakannya membuat wanita muda itu semakin bersembunyi.


Ergin ingin wanita itu dapat bersaksi untuknya kembali dengan berkata yang sebenarnya, meralat apa yang telah dikatakan sebelumnya.


πŸ’”πŸ’”πŸ’”


Masih mengenakan baju wedding dress, Aiyla menguyur tubuhnya dikamar mandi. Air yang jatuh ditubuhnya dibiarkan begitu saja.


Suhu tubuhnya sudah dingin, dengan tubuh menggigil tapi Aiyla tak menghiraukannya. Cukup lama Aiyla terduduk dan diam didalam kamar mandi tersebut. Bibirnya bergetar dan telah membiru menahan rasa dingin dari air yang membasahi sekujur tubuhnya.


"Ya... Tuhan, Aiyla sadarlah... Ayo bangkit dari sini," teriak Fusun dengan wajah panik.


Dengan bantuan pengasuh Azzam, wanita itu telah mengganti pakaiannya yang basah dengan sweter yang tebal dan celana panjang. Fusun merebahkan tubuh Aiyla yang sudah seperti es batu karena terlalu lama diguyur air didalam kamar mandi. Kemudian membalut tubuhnya dengan selimut tebal.

__ADS_1


Aiyla seperti mayat hidup tak bersuara dengan tatapan mata yang kosong. Ia tak mampu mengendalikan emosi dan perasaannya.


__ADS_2