
Author butuh suplement nih πͺπͺbiar tambah semangat ππdengan cara klikπππ
1. πLike diakhir bacaan π
2. π Love jadikan favorit π
3. π Gift sekuntum mawar lebih juga boleh π
4. π― Vote π
5. β Rate Star 5 π
Terima kasih buat Reader yang telah memberikan dukungannya pada Author semoga tetap setia dilapak ini ya guy's ππ
Jom lanjuuut ngebaca π¨π¨π¨
π₯Happy Readingπ₯
π π π
Sekitar 30 menit Gul didalam kamar mandi, kamar pribadi tersebut bernuansa hitam khas seorang laki-laki sang pemilik kamar.
Gul melangkah keluar berjalan dan melihat putrinya telah tertidur ditempat tidur yang bersize besar. Sepertinya tempat tidur itu sengaja dipesan dengan ukuran yang besar.
Handuk putih telah melilit separuh bagian atas tubuh Gul. Serta handuk kecil juga sengaja dililitnya diatas kepala agar rambutnya segera mengering.
Gul mencari alat pengering rambut tentu tidak ada karena ini adalah kamar pribadi seorang laki-laki yang tak membutuhkan hairdryer.
Pakaian yang dimaksud oleh Murad tidak terlihat, puas Gul mencarinya namun juga tak menemukannya. Lelaki itupun tak ada didalam kamar.
Akhirnya ia kembali membuka lemari yang tinggi dengan 5 pintu tersebut. Mencari pakaian tidur dari laki-laki tersebut agar bisa dikenakannya.
"Lemari sebesar ini dengan pakaian sebanyak ini, kapan saja ia mau pakai. Memang orang kaya sukanya yang berlebihan."
Umpat Aiyla yang masih mencari pakaian yang ingin dikenakanya. Akhirnya terlihat susunan baju kaos dirak paling atas dan dirak kedua celana panjang berbahan katun bermotif kotak-kotak untuk dikenakan tidur.
Karena lemari itu terlalu tinggi, tangan Gul tak mampu meraih rak yang paling atas. Dicobanya mencari pijakan agar dapat menyentuh rak bagian atas tersebut.
Sebuah sofa kecil tempat meletakkan kaki agar bisa berselonjor menjadi pilihanya, karena didalam kamar besar itu terdapat sofa panjang dan satu sofa kecil.
__ADS_1
Diletakkannya sejajar dengan bagian lemari pintu tengah dari 5 pintu yang ada dilemari tersebut.
Gul masih mengunakan handuk dan mencoba untuk naik diatas sofa kecil tersebut secara perlahan agar tak terjatuh.
Disaat tangannya telah meraih rak paling atas dan mencoba menarik salah satu pakaian yang ada didalam susunan yang sangat rapi tersebut agar tak berserakan.
"Kau sedang apa? "
Terdengar suara Murad membuka pintu dan langsung berbicara secara tiba-tiba membuat Gul terkejut. Posisi berdirinya menjadi tak seimbang sehingga sofa yang dinaikinya bergoyang.
Beruntung secepat kilat Murad menyambut dari bawah tubuh Gul yang masih mengenakan handuk yang melilit sebagian tubuhnya.
Handuk dikepala Gul terlepas sehingga rambutnya yang panjang dan masih basah menutupi wajah Murad.
"Baru sebentar ku tinggal kau telah naik diatas soda dan berdiri disana. Mau apa? "
Ucap Murad dengan meledeknya. Wajah Gul memerah karena tubuhnya yang hanya mengenakan handuk.
Mereka memang hanya tidur bersama tidak melakukan lebih dari itu. Semenjak bertemu mereka memang belum melakukan hal yang intim. Terjadi hanya satu kali dan berakhir dengan kehamilan Gul.
Murad memandang tepat kearah dada Gul yang sedikit terlihat karena handuknya yang turun dari lilitannya. Secepatnya Gul menutup dengan menyilang kedua tanganya.
Gerutu Gul seraya menundukkan pandangan. Posisi Gul yang masih didalam gendongan Murad kini beralih dengan posisi berdiri.
"Ini aku turun kebawah mengambil baju tidur untuk mu. "
Balas Murad seraya memperlihatkan sebuah kantong kertas yang ada ditangannya. Gul meraih kantong tersebut dan buru-buru masuk kekamar mandi kembali.
Murad tersenyum melihat ibu dari putrinya yang masih polos dalam hal sesuatu. Gul memang menjaga harga dirinya dan tak mudah tubuhnya untuk disentuh.
Terlintas kembali dalam pikiran Murad pada malam disaat wanita itu menyerahkan sesuatu yang berharga didalam hidupnya. Mereka melakukanya hanya satu kali disaat mereka berdua terbakar oleh rasa didalam dada dan nafsu ingin mencurahkan semua perasaan yang bergelora dalam bentuk sentuhan-sentuhan dan tindakan yang bagi Gul adalah pertama kalinya.
Lelaki itu menyadari karena dirinya telah bisa membedakan wanita yang terbiasa melakukan hubungan intim atau yang belum pernah sama sekali. Wajar Murad langsung percaya saja bahwa Dilec memang benar anak kandungnya tanpa harus ter DNA.
Mata dan raut wajah anak perempuan tersebut duplikat dirinya namun dalam persi perempuannya. Itu sudah membuktikan bahwa benar anak perempuan tersebut adalah putri kandungnya.
"Sayang... Mengapa kau lama didalam kamar mandi itu? "
Terdengar suara Murad dari balik pintu kamar mandi seraya mengetuk pintunya beberapa kali. Gul yang berada didalam kamar mandi mendengar suara lelaki tersebut.
__ADS_1
"Bagaimana aku memakai ini, terlalu terbuka. Apalagi harus tidur dengan Murad dengan mengenakan pakai tipis dan transparan ini. "
Umpat dirinya sendiri yang telah melihat tubuhnya berbalut pakaian tidur yang sexy dari kaca besar yang ada didalam kamar mandi tersebut.
Perlahan pintu kamar itu terbuka, Gul tak ingin laki-laki itu terus berteriak karena mengkhawatir dirinya yang belum keluar dari kamar mandi. Dirinya tak ingin membangunkan seisi rumah ini dan melihat Gul mengenakan pakaian seperti ini.
Berusaha menutupinya dengan handuk bagian dadanya karena pasti akan terlihat jelas. Murad tersenyum setelah mengetahui bahwa wanita itu dalam kondisi baik.
"Ada apa? "
Ucap Murad mendekati Gul yang tertunduk menyembunyikan rasa malunya.
"Pakaian siapa yang kau berikan ini? Aku tak pernah memiliki pakaian tidur seperti ini. Itu yang membuat ku ragu untuk mengenakannya."
Jawab Gul masih menundukkan kepala tak mampu menatap wajah laki-laki yang ada dihadapannya itu.
Murad mencoba menahan ketawa karena melihat sikap dan mendengar perkataan dari wanita yang membuatnya semakin tertarik.
Perlahan disentuhnya dagu Gul dan dicobanya mengsejajarkan wajahnya dengan wajah wanita tersebut. Kemudian berusaha untuk menatap mata Gul dengan penuh cinta.
"Aku meminta asisten ku untuk membelikan beberapa pakain tidur wanita dan mengirimnya kerumah ini. Untuk masalah modelnya diluar kendali ku."
Ungkap Murad dengan suara pelan memberikan penjelasan pada wanita yang masih berusaha menutupi rasa malunya.
Perlahan Murad menarik handuk yang menutup bagian dada Gul. Dirinya tersenyum setelah Gul tak menghetikan tangannya melepas handuk yang menutupi tubuh bagian atasnya.
"Akan ku beri bonus pada asisten ku itu, pakaian tidur ini memang terlihat pas ditubuh Gul dan sungguh menggoda ku. "
Batin Murad dalam hati seraya melihat Gul yang masih tersipu malu.
"Kau sangat cantik sayang... Mengapa kau malu dan khawatir pada ku. Kau memiliki tubuh yang sangat indah dan sempurna. Sebentar lagi kita akan menjadi sepasang suami istri. Aku tak akan berbuat sesuatu diluar batasan ku jika kau tak mengijinkannya."
Ungkap Murad masih terpanah dengan betuk tubuh Gul yang berdiri dihadapannya.
Lingerie berwarna merah muda dengan motif renda diujungnya dan sangat sexy karena panjangnya hanya menutupi bagian lutut keatas. Bagian tengah yang terbuka lebar dan hanya berupa tali kecil yang mengantung ditubuh Gul.
Terlihat sekali bagian dalam dari tubuh wanita dihadapanya. Wajar saja Gul merasa malu dan sungkan mengenakannya.
Tiga buah lingerie yang berbeda warna dan berbeda bentuk namun semua didesain membuat yang memakai terlihat menggoda dan sexy.
__ADS_1