Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 77


__ADS_3

Alhamdulillah bisa memberikan tulisan yang dapat dinikmati Reader semua. Mohon bantuan Reader untuk selalu memberikan jejak sebagai bentuk penghargaan Reader atas karya yang membuat Reader terhibur.😊😊


Beri like diakhir baca dan beri vote serta hadiahnya....Itu jauh lebih baik πŸ˜‰


Terima kasih.. πŸ™πŸ™Salam hangat tuk Reader semua😍😘


Author menantikan jejaknya..πŸ”œπŸ”œ


πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯


Masih dalam pelukan lelaki bermata biru, Aiyla mengecek suhu tubuh Ergin telah jauh lebih baik dari sebelumnya, suhu tubuhnya kembali kesuhu tubuh normal.


Perlahan Aiyla melepaskan tangan Ergin yang merangkul tubuhnya. Lelaki itu masih dengan nafas teratur dan masih didalam alam bawah sadarnya disaat Aiyla telah bangkit dari tempat tidur.


Langkah kakinya diperlambat pada saat keluar dari kamar begitu juga pada saat Aiyla membuka pintu kamar tersebut. Apartemant Ergin ada dua lantai, melangkahkan kaki menuju lantai bawah.


Terlihat Yaren sedang sibuk didapur, wanita itu sedang membersihkan sayuran dan akan membuatkan sarapan buat majikannya.


"Mau buat apa? " Tanya Aiyla dengan senyum diwajahnya.


Yaren dengan sopan dan ramah mengatakan akan membuat sup agar nafsu makan majikannya kembali semula dan secangkir teh hangat lemon buat Ergin.


"Boleh saya yang membuatkannya," ujar Aiyla seraya mengulung rambutnya membentuk sanggul.


Dengan senang hati Yaren memberikan kesempatan pada wanita yang membuat majikannya begitu terpikat dengan sosok Aiyla.


Yaren membantu memotong sayuran dan Aiyla meracik bumbu untuk menu sup iga kali ini. Mereka berdua saling membantu dan sesekali bercanda.


"Bagiamana keadaan Tuan pagi ini nyonya?" Tanya Yaren masih dengan fokus memotong sayuran.


"Panas tubuhnya sudah kembali normal, namun dia masih tertidur pulas," balas Aiyla masih tengah meracik bumbu.


Yaren menghentikan gerakan tangannya dan menatap wanita yang terlihat lihai memasak. Wanita ini begitu sempurna untuk Ergin, sifat keibuanya dan kemandirian terlihat dari gerak gerik tubuh Aiyla.


Asisten rumah tangga Ergin tahu benar bahwa sosok majikannya itu memang menginginkan tipe wanita seperti Aiyla.

__ADS_1


"Tuan Ergin memang telah jatuh cinta pada Anda nyonya, buktinya saja sudah 3 malam dirinya tak dapat tidur pulas dengan suhu tubuh tinggi. Dokter mengatakan hanya demam biasa namun bagi saya bukan sakit fisiknya namun hatinya," ungkap Yaren dengan senyum diwajahnya.


Hanya senyum tipis ketika Yaren mengatakan hal tersebut, wanita dihadapannya ini sepertinya mengenal benar pribadi dari majikannya.


"Apakah anda telah lama bekerja disini? " Ucap Aiyla dengan wajah penuh tanya.


Hanya menganggukan kepalanya pertanda bahwa apa yang dikatakan Aiyla benar adanya. Wajar saja Yaren lebih paham dengan Ergin karena telah puluhan tahun tinggal bersama lelaki itu.


"Nyonya Esma tidak begitu dekat dengan putranya karena kesibukan yang dimilikinya, sehingga Tuan Ergin terkadang merasa perlu teman bicara.Tuan sering berbagi cerita pada saya termasuk ketertarikan beliau terhadap anda, " Ucap Yaren dengan pelan dan penuh keseriusan.


Hanya senyum yang lebih dalam menghiasi wajahnya sehingga terlihat lesung pipi yang dimiliki Aiyla. Sup buatan Aiyla telah siap dan begitu juga teh lemon hangat.


"Saya akan naik keatas dan segera mandi, tolong nanti dibawa keatas ya," ujar Aiyla seraya berjalan menaiki tangga.


Perlahan dibukanya pintu tersebut dan terlihat Ergin masih tertidur pulas. Aiyla segera masuk kekamar mandi dan membersihkan dirinya.


Sekitar 15 menit Aiyla berada didalam kamar mandi. Dilihatnya Ergin masih juga tertidur, dengan menggunakan handuk yang melilit tubuhnya dan diatas kepalanya terdapat lilitan handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.


"Terlihat lelah sekali, tapi kau harus segera bagun untuk sarapan dan memakan obat mu!" Gumam Aiyla seraya memandang lelaki tersebut.


"Besok.. Aku akan letakan baju tidur disana agar kau tak sulit memilih baju ku," ledek Ergin dengan senyum genitnya.


Aiyla terkejut seraya tersipu malu, rona merah terlihat diwajahnya yang cantik. Membalikkan tubuh membelakangin lelaki itu untuk menyembunyikan wajahnya.


"Sayang...Tubuh ku gerah bisa kau bantu aku untuk membersihkannya," ucap Ergin yang kini telah berdiri dibelakang nya.


Lelaki itu memeluk tubuhnya lalu mencium leher jenjang yang dimiliki Aiyla dengan sentuhan yang sangat lembut dan mesrah.


"Aku akan siapkan air hangat untuk mu," balas Aiyla seraya membalikkan tubuhnya.


Ergin merangkul mesrah dipinggang Aiyla lalu mencium tepat dibibirnya. Rasa hangat menjalar disekujur tubuhnya. Beruntung ia telah memakai pakaian lelaki itu sehingga tak ingin memancing nafsu birahi Ergin.


"Mandi... Lalu sarapan dan makan obat agar segera sembuh karena sudah hampir seminggu kau tidak masuk kerja, " ucap Aiyla dengan senyum diwajahnya.


Mendengar perkataan wanita itu terlintas kembali perkataan dirinya pada wanita paruh baya tersebut. Lelaki itu telah mengambil keputusan untuk tidak akan kembali keperusahaan tersebut.

__ADS_1


"Aiyla... Aku akan resign dari perusahaan itu. Saat ini aku tak tahu harus mau memulainya dari mana," ungkap Ergin dengan wajah tertunduk.


Mata Aiyla membulat dengan dahinya yang berkerut karena terkejut mendengar perkataan dari lelaki yang tak mengangkat kepalanya.


"Apa yang kau katakan!!! Apa semua itu karena ku? Aku tak ingin kau seperti Ali yang terbuang dari keluarga besar mu!! Aku tak ingin menjadi penyebabnya!!! " Ucap Aiyla dengan suara keras.


Dengan melepaskan pelukan lelaki itu secara kasar, Aiyla mundur beberapa langkah dari hadapan Ergin. Tak ada lagi kelembutan dimata wanita itu, paras wajahnya penuh dengan kesungguhan.


"Jika seperti itu, maka aku pergi meninggalkan dirimu!!! " Ujar Aiyla dengan berjalan memasang wajah kesal.


Beberapa langkah kedepan dan disaat membuka pintu kamar langkahnya terhenti.


"Apakah kau malu? Jika aku bukan lagi seorang presiden direktur diperusahan besar itu!!!" Ungkap Ergin lebih lanjut.


Wajah Aiyla yang semula kesal kini berubah menjadi penuh amarah, sorot matanya tajam memandang lelaki dihadapannya itu.


"Kau memiliki pikiran picik , Ergin!!! " Suara lantang Aiyla terdengar jelas ditelinga Ergin.


Dengan membantingkan pintu kamar begitu keras lalu keluar dari kamar Ergin. Yaren dengan membawa sarapan menaiki anak tangga.


Dirinya terkejut dengan suara lantang Aiyla dan pintu yang dihempas keras. Wajah wanita itu menjadi panik dengan pertengkaran mereka berdua.


"Nyonya... Ada mau kemana? " Teriak Yaren.


Wajah Aiyla tak terlihat bersahabat pada saat berpapasan dengan Yaren. Seketika saja Yaren melihat perubahan diwajah wanita itu sangat berbeda pada saat didapur.


"Aku yakin anda bisa menjaga Ergin dengan baik," ucap Aiyla seraya berlalu dari hadapan Yaren.


Asisten rumah tangga Ergin berjalan cepat menaiki anak tangga untuk melihat keadaan majikannya didalam kamar.


Terlihat Ergin sedang mematung dengan posisi sama saat Aiyla meninggalkan kamarnya. Yaren meletakan baki diatas nakas yang tak jauh dari tempat tidur.


"Dia telah pergi...Meninggalkan ku begitu saja," tukas Ergin dengan bulir bening telah jatuh dari ujung matanya.


Yaren terenyuh mendengar perkataan majikannya yang begitu putus asa dan terlihat kesedihan yang mendalam diwajah lelaki itu.

__ADS_1


__ADS_2