
Hai-hai-hai...Salam hangat dari Author 👋👋
Terima kasih ya... Buat Reader ya telah menikmati tulisanAuthor...😊😊
Trus meninggalkan jejaknya berupa like, vote dan komentarnya... 👌👌
Terima kasih sekali lagi Author haturkan pada Reader setia dan tercinta...💟💞
Bagi yang belum meninggalkan jejaknya...
Ayo...Mari jangan kedekut (pelit) menghargai karya seseorang....💔
Happy Reading 💕💕
💝💝💝
Sudah satu jam Gul mempersiapkan pakaian yang akan dikenakan olehnya untuk pesta malam ini.
Semua pakaian yang ada dilemarinya telah keluar semua. Berjejer dengan beberapa pakaian pesta diatas tempat tidurnya.
Dengan telunjuk didagu Gul memandang deretan baju tersebut, masih belum membuat keputusan yang akan diambil.
Akhirnya dengan segala pertimbangan dan alasan Gul memilih sebuah baju pesta berwarna gold yang berlengan pendek dengan bukaan lebar dibagian dadanya sehingga ketika dipakai terlihat jelas gunung kembar yang dimilikinya.
Baju pesta yang dikenakan Gul terlihat glamor, pas sekali dipakai pada saat pesta seperti ini sehingga semua mata akan tertuju padanya.
Rambut disepit dibagian tengah kepalanya dan sebagiannya dibiarkan terurai dengan sedikit gelombang-gelombang dibagian ujungnya sehingga terkesan sangat elegant.
Dengan sepatu highheel berwarna coklat muda dan sebuah coat berwarna senada dengan sepatunya.
Gul dengan senyum yang terpasang sedari dirinya berangkat dari rumah dengan bertabur perasaan bahagia pada dirinya.
Memasuki gedung yang menjadi pesta pada perayaan hari jadi berdirinya perusahaan. Pada saat masuk beberapa lelaki dari perusahaan yang sama dengannya melihat kehadiran Gul yang berbeda dari biasanya.
Malam ini terlihat aura glamor yang dimiliki Gul ditambah dengan pemilihan baju yang tepat untuk bentuk tubuhnya. Dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya yang merah merona.
Gul mencari sesuatu dengan mengarahkan pandangan kesegala penjuru, dan pandangan berhenti setelah tertuju pada laki-laki yang membuat hatinya bergetar.
__ADS_1
Berjalan mendekati lelaki yang menjadi atasannya itu, walaupun sebelum sampai banyak pandangan mata lelaki lain terhadap dirinya.
Sengaja tak menghiraukan pandangan dari mata lelaki lain, dirinya hanya akan bertemu dengan Tuan Murad dan berharap lelaki itu terpesona dengan melihat penampilan dirinya pada malam ini seperti lelaki lain yang telah terpesona padanya.
"Selamat malam Tuan," ucap Gul dengan mengulurkan tangannya pada Murad dan Ergin.
Sebuah pelukan kecil dan ciuman dilakukan kedua lelaki dihadapannya, sebagai bentuk rasa terima kasih atas kehadirannya.
Gul mengharapkan lebih dari pertemuan pertama dengan Murad, namun lelaki itu tak begitu terkesan dengan penampilannya malam ini.
Tidak seperti lelaki lain yang menatap dirinya dengan wajah terpesona, Murad malah terkesan biasa saja.
"Apakah Aiyla tak datang bersama mu?" tanya Murad dengan wajah terlihat penasaran.
Gul sedikit kecewa dan merasakan cemburu, ketika lelaki itu lebih mengharapkan kehadiran sahabatnya ketimbang dirinya.
"Aiyla tak dapat datang, karena pengasuh yang menjaga putranya harus pulang kekampung," balas Gul dengan tak bersemangat.
Kedua wajah lelaki tersebut terlihat kecewa setelah mendengar penjelasan dari sahabatnya Aiyla. Wanita yang sama-sama ditunggu oleh Ergin dan Murad.
Gul menyapa pegawai lainnya karena Murad tak memberikan peluang padanya untuk berdua. Walaupun sedang berbicara dengan pegawai lain, matanya selalu melihat kearah lelaki itu.
Setelah berbincang-bincang dengan obrolan ringan dengan pegawai lain, Gul lebih banyak duduk dan menghabiskan minumannya
Didalam pesta tersebut juga dihadiri oleh kedua ibu dari Ergin dan Murad serta para relasi yang diundang untuk pesta ulang tahun perusahaan tersebut.
Ketika tengah asik dari obrolan dengan para relasi yang ikut hadir malam itu, pandangan Murad tertuju pada sosok wanita dengan menggunakan baju pesta berwarna merah berjalan masuk ketengah aula tempat pesta itu diadakan.
Matanya tak berkedip melihat wanita yang kecantikannya terpancar secara natural hanya dengan make-up tipis yang dipoleskan kewajahnya.
Murad berjalan mendekati wanita yang rambutnya disanggul kebelakang dengan bentuk yang indah, terkesan sangat Alami. Baju yang dikenakan tanpa lengan dengan aksen bordir dibagian dada.
Lingkar leher dari baju itu berbentuk bulat sehingga terlihat lehernya yang jenjang serta dipermanis dengan sebuah kalung yang berkilau melingkar indah dileher wanita itu.
Senyum mengembang diujung bibir Murad tak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya. seorang wanita yang berjalan anggun dengan longdress yang menutupi kakinya dan sebuah coat berwarna hitam yang digenggaman tangan kirinya.
"Selamat datang Aiyla." Dengan menyapa nama wanita itu seraya tersenyum.
__ADS_1
Mencium punggung tangan Aiyla dengan lembut lalu memeluk tubuh wanita itu dan mencium kiri dan kanan tepat dipipi Aiyla.
Sebenarnya Ergin juga melihat kedatangan Aiyla, namun terlebih dulu sahabatnya itu yang berjalan sehingga posisi Ergin berada tepat dibelakang Murad.
"Selamat datang nona Aiyla," ucap Ergin saat memeluk dan berbisik ditelinganya setelah mencium kedua pipi wanita itu.
Ada rasa cemburu pada saat Murad mencium dan memeluk Aiyla dengan mesrah walau hal itu biasa dilakukan pada seorang wanita dan laki-laki pada saat bertemu.
Namun terasa perih dan tak rela dihatinya melihat sahabatnya itu begitu dekat dan berbicara santai dengan Aiyla.
"Ada apa dengan diriku ini, apakah benar aku telah jatuh hati karena hati ku sakit ketika laki-laki lain mendekatinya apalagi memilikinya," batin Ergin dengan wajah cemburu dan kecewa.
Murad kembali berbicara, sahabatnya itu memang pandai mencari bahan bicara agar bisa berdua dengan Aiyla. Respon Aiyla pun baik terhadap Murad dari pada Ergin.
Kalau bersama Ergin wanita itu terlihat membatasi diri dengan dirinya, seperti tak ingin berlama-lama dengan Ergin.
"Kata Gul kamu tak bisa hadir pada malam ini, " tanya Murad penasaran.
Murad tersenyum, pandangan matanya tak lepas pada wanita itu seraya mendengar penjelasan dari Aiyla tentang apa yang disampaikan Gul adalah benar dan akhirnya bisa datang kepesta karena Fusun tak jadi berangkat.
Ergin tak dapat berbuat lebih, karena dirinya memang tak pandai berbicara manis dengan wanita, walaupun sebenarnya Ergin hanya menutupi dirinya dengan sikap dingin yang selama ini ditunjukkan pada orang-orang terutama wanita.
Didalam diri Ergin sebenarnya penuh kasih sayang, ketika telah bertemu dengan wanita yang membuatnya jatuh cinta maka sangat sulit baginya untuk melupakan wanita tersebut.
Apapun akan dilakukan untuk wanita yang telah membuatnya jatuh cinta itu, apa pun itu.
Rasa patah hati dan kekecewaan serta pengkhiatanlah yang menyebabkan Ergin menutup dirinya. Menutup hatinya rapat-rapat yang pernah terluka.
"Hai...Ergin kenapa kau tak mengajak salah satu pegawai wanita mu untuk berdansa, lihatlah disana. Murad sedang menikmati sekali pesta malam ini," ucap ibu Murad dengan bercanda.
Awalnya Ergin tak menanggapi apa yang disampaikan oleh ibu Murad, namun setelah melihat langsung bahwa Murad sedang berdansa dengan Aiyla, membuat Ergin terbakar dengsn api cemburu.
Gul yang memandang sahabatnya itu, hanya bisa bersedih. Awalnya dirinya ingin Aiyla ada disini. Tetapi dengan adanya Aiyla membuat Murad semakin tak melihat kehadirannya.
"Kenapa kau lebih memilih berdansa dengan Aiyla Tuan Murad," ucap lirih Gul dengan wajah sedih dan kecewa
Meminum minumannya kembali, rasa sedih dilampiaskan Gul dengan banyak minum. Entah itu gelas keberapa yang jelas kini Gul sudah sedikit mabuk.
__ADS_1
Malam ini ada dua hati yang merasa tersakiti oleh Murad dan Aiyla. Rasa cemburu dihati Ergin dan rasa kecewa dihati Gul. Pesta yang meriah tak dapat menghibur mereka berdua