Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 101


__ADS_3

Kasihan ya sama Sibabang Ergin... Akankah mereka bersatu kembali? 😭😭


Tulis dikolom komentar yaaa....πŸ‘‡πŸ‘‡


Lanjut ngebaca yoook...πŸ‘ŒπŸ‘Œ


But don't forget to like, love, Vote, Gift and Rate Star 5 Please.....πŸ™πŸ˜˜


Salam hangat buat Reader setia...😍😍


πŸ’–Happy ReadingπŸ’–


πŸ’’πŸ’’πŸ’’


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Hari ini dipacunya kembali semangat kerja yang tertunda untuk beberapa minggu. Aiyla akan menyibukkan dirinya kembali pada pekerjaan.


"Aiyla ayo keruangan ku."


Telpon kantor dari atasannya yang diterima Aiyla saat ini. Sebuah perintah Harun kepadanya untuk segera keruang kerja atasannya.


Terdengar suara dari dalam ruangan meminta untuk masuk disaat Aiyla mengetuk pintu tersebut.


"Ada apa? Adakah hal yang mendesak untuk dibicarakan? "


Dengan wajah penuh tanda tanya Aiyla menatap Harun. Lelaki itu melihat wajah pegawainya yang kini telah terlihat merah tidak pucat pada saat ia menjenguk Aiyla karena sakit dan dirawat dirumah.


"Aku mendapatkan telpon dari Nyonya Yasmin, bahwa wanita itu menginginkan dirimu untuk terbang kedaerahnya. Ada sebuah projek baru yang ingin wanita itu tawarkan pada perusahaan kita."


Tatapan mata Harun penuh dengan keseriusan pada saat menjelaskan tentang projek yang harus Aiyla tangani. Harun memberitahukan bahwa Aiyla hari ini juga harus segera terbang kesana.


"Baiklah." Jawab singkat Aiyla.


Setelah selesai berbicara pada Harun, Aiyla mulai mempersiapkan segalanya sebelum terbang kedaerah dimana Nyonya Yasmin berada.


Diliriknya arloji yang melingkar ditangan kanannya tertera dijam 03.30 sore. Aiyla segera menelpon Fusun untuk menyiapkan beberapa helai pakaian yang akan dibawanya.


Aiyla langsung akan terbang malam ini juga sehingga pada pagi harinya telah berada didaerah tersebut. tepat diangka 04.00 sore Aiyla telah sampai dirumah.


Baju Aiyla telah disiapkan oleh Fusun, biasanya dirinya bisa menyiapkan sendiri namun karena ini mendesak dan harus segera sampai disana esok harinya.

__ADS_1


"Aiyla semua telah siap, tapi sebaiknya kau cek terlebuh dahulu."


Dengan wajah tersenyum Fusun berkata demikian agar Aiyla tak kesulitan jika ada yang tertinggal, tentu ia akan kesulitan didaerah tersebut.


"Terima kasih, sudah pas hanya beberapa pakaian saja sudah cukup saya bawa kesana."


Ungkap Aiyla setelah mengecek barang yang akan digunakan disana dengan wajah tersenyum menatap Fusun.


Dengan menaiki sebuah taxi Aiyla menuju bandara dan akan terbang dijam 08.00 malam ini.


Semua berjalan lancar dan sesuai dengan yang direncanakan Aiyla.


"Nyonya..Silahkan anda duduk dikelas bisnis."


Seorang wanita muda dengan penampilan yang menarik menghampiri dirinya setelah melihat tiket pesawat yang telah diserahkam pada wanita muda tersebut.


Aiyla mengikuti saja karena tiket pesawat itu memang dari perusahaannya yang menyiapkan. Aiyla duduk disebuah kursi dengan space yang besar dan sangat nyaman.


Berbeda pada saat duduk dikelas ekomonis. Rasa lelah dan penat mendera tubuhnya akhirnya Aiyla memutuskan untuk tidur hingga sampai dibandara berikutnya.


Ia tertidur cukup lama penerbangan malam ini sekitar 1 jam lebih. Didalam tidurnya sosok Ergin hadir bahkan ia sangat merasakan aroma dari tubuh laki-laki itu.


Aiyla tanpa sadar merindukan lelaki yang membuat putranya memangil ayah. Didalam mimpi itu Ergin terlihat sangat berbeda, wajahnya pucat dengan raut wajah menunjukkan kesedihan dan keterpurukan.


Panggilan Aiyla tak terdengar ditelinga lelaki yang didalam mimpinya, lelaki itu terus berjalan meninggalkan dirinya dikegelapan malam.


"Ergin... Ergin..."


Aiyla bersuara lirih didalam tidurnya dan tersadar bahwa ia sedang bermimpi. Dibukanya perlahan matanya dengan mengusap kedua matanya yang tak gatal.


Seperti masih antara mimpi dan kenyataan Aiyla melihat sosok lelaki itu tepat disampingnya. Ia mengusap matanya berulang kali guna memastikan apa yang sedang dilihatnya.


Sebuah senyum menghiasi wajah lelaki itu tidak seperti yang barusan ditemukan didalam mimpinya.


"Apakah aku sedang bermimpi? "


Aiyla berusaha menepuk wajahnya sendiri dan terasa panas akibat tepukannya sendiri.


Lelaki itu tersenyum kembali melihat tingkah laku dari wanita disampingnya.


"Sayang...Kau tak sedang bermimpi. Ini memang aku yang sedang disamping mu."

__ADS_1


Ucap lelaki itu masih dengan memasang senyum diwajahnya.


Aiyla termenung sejenak, ia masih tak dapat percaya dengan apa yang terjadi saat ini. Seingat Aiyla sebelum ia tertidur kursi disampingnya tidak ada seorangpun disana.


"Mengapa tiba-tiba saja laki-laki itu bisa bersamaan dengan ku didalam pesawat ini? " besit Aiyla dalam hatinya.


Ergin lalu menyentuh tangan Aiyla lalu memberikan sentuhan yang sangat lembut dipunggung tangannya.


Masih membiarkan saja dan saat laki-laki itu ingin menyentuh bibirnya seketika Aiyla menjauhkan wajahnya.


"Aku sedang dimana, dan mengapa kau tiba-tiba ada disini," ucap Aiyla sedikit panik.


Ergin melihat wanita yang ada disampingnya mulai panik berusaha menenangkan dengan cara refleks memeluk tubuh wanita tersebut.


"Sayang... Tenanglah. Aku sangat merindukan mu. Aku tahu kau akan pergi, jadi meminta Harun untuk memesan dua tiket sekaligus."


Ungkap Ergin dengan tetap memeluk tubuhnya. Dekapan yang juga dirindukan Aiyla selama ini.


Pada saat Ergin ingin menjemput Aiyla dihari pertamanya pergi kekantor, ternyata Ergin hanya dapat bertemu dengan Harun karena Aiyla pulang lebih awal.


Dari sanalah lelaki itu mengetahui bahwa Aiyla akan melakukan perjalan keluar daerah dalam waktu tiga hari untuk projek diluar daerah yang didapat perusahannya.


Harun menuruti saja permintaan Ergin untuk memesan dua tiket sekaligus dari perusahaan miliknya agar bisa bertemu Aiyla nantinya.


Atasan sekaligus teman Aiyla sudah mengetahui bahwa lelaki itu tidak bersalah dan hanya pencemaran nama baik saja yang sengaja dilakukan oleh seseorang untuk menghancurkan kredibilitas Ergin atau untuk memisahkan Aiyla dengan lelaki dihadapannya.


Harun tahu bahwa Ergin sangat mencintai Aiyla dilihat dari sorot mata laki-laki itu ketika mengingikan moment yang tepat untuk bicara dengan pegawainya disaat penerbangan ini.


Dengan sikap dan raut wajah Ergin yang terlihat tulus dan meyakinkan maka Harun mengikuti permintaan Ergin.


"Wajar Fusun memasukan sebagian baju santai didalam kopornya bukan baju kerja," batin Aiyla dihati setelah mendengar penjelasan dari Ergin.


Lelaki itu melepaskan pelukannya ketika Aiyla telah dapat lebih tenang setelah mendengar penjelasan dari Ergin.


"Kita akan membicarakan masalah kita berdua, aku sudah tak tahan lagi. Kau tahu sayang... Rasa rindu ini membuat ku tersiksa dan terbakar."


Perkataan Ergin terlihat begitu sendu dengan mata berkaca-kaca menatap Aiyla.


Hanya terdiam dan tak mengeluarkan satu patah katapun dari mulutnya. Aiyla hanya melihat cinta yang besar dimata laki-laki itu.


Setelah berbicara masalah projek tadi pagi, atasan sekaligus temannya itu memberikan sebuah koran. Serta sebuah video dari siaran langsung yang disiarkan salah satu media masa yang terkenal dikota itu.

__ADS_1


Aiyla terkejut, terselip rasa bersalah direlung hatinya. Kini ia telah melakukan keegoisan untuk kedua kalinya pada seseorang yang begitu tulus mencintainya.


__ADS_2