
Apa yang terjadi yaaa, Apakah yang akan disampaikan pada lelaki bermata biru? 😰
Tulis dikolom komentar 😉
Like, vote, love and rate 5 bintangnya.... 😎😍
Author tunggu....😘
💔💔💔
"Aiyla... Apa yang ingin kau sampaikan pada ku, kau tahu aku bergegas kemari karena pesan singkat yang ku terima," ucap lelaki bermata biru itu dengan rasa penasaran dan kekhawatiran terlihat diparas yang tampan .
Aiyla masih terdiam tanpa menatap wajah lelaki dihadapannya. Matanya berkaca-kaca karena rasa perih dan rasa sakit dihatinya.
Dengan gemetar Aiyla mengeluarkan suaranya masih dengan menundukkan wajahnya.
"Tuan berhentilah membuktikan apapun pada ku, aku ingin hidup tenang bersama putraku. Biarlah malam yang kelam itu menjadi daftar malam-malam kelam untuk ku sendiri didalam kehidupan ku. Berusahalah menghilangkan malam itu didalam kehidupan Tuan dan anggaplah tidak pernah terjadi apapun pada kita berdua. Biarlah saya tetap menjadi pegawai anda dan Tuan adalah atasan saya," ungkap Aiyla dengan bulir bening yang telah jatuh membasahi wajahnya.
Mendengar perkataan wanita yang membuat dirinya tertarik dan jatuh hati itu seakan Ergin ikut merasakan kepedihan yang sama yang dirasakan oleh wanita dihadapannya.
"Aiyla.. Ku mohon....Terimalah aku, biarkan kita bersama-sama melewati malam gelap itu, karena kita berdua merasakan rasa sakit yang sama. Biarlah kita lalui itu bersama, rasa bersalahku dan rasa perih dihatimu itu." Ungkap Ergin dengan mengenggam kedua tangan Aiyla.
Genggaman tangan Ergin seakan memberikan kepercayaan pada dirinya, ditambah dengan tatapan mata yang begitu tulus dari rasa bersalah yang terlihat jelas dimata lelaki itu.
Ergin berusaha mengubah malam yang pekat itu dengan menjadi sebuah pelangi didalam kehidupan Aiyla.
"Berilah aku kesempatan untuk menyembuhkan luka dihatimu dan malam gelap itu, seperti putra mu yang kini dapat menerima ku," ungkap Ergin kembali dengan bulir bening telah keluar diujung mata birunya.
Rasa perih dihati Aiyla masih terasa sesak, sejujurnya setiap melihat wajah lelaki itu maka dirinya teringat akan pengkhiatan yang telah dilakukan olehnya.
"Tuan... Aku tak bisa melakukan itu. Kau tahu didalam kehidupan ku tak ada cahaya terang, hanya malam-malam gelap yang terus saja ku lalui," ungkap Aiyla dengan suara berat.
Ergin memeluk tubuh Aiyla dengan spontan lalu mencium puncak kepalanya. Dekapan itu terasa hangat, Aiyla seakan mendapatkan perlindungan.
__ADS_1
Cukup lama mereka berdua saling berpelukan dan merasakan kesedihan yang sama. Anehnya Aiyla membiarkan saja lelaki itu memeluk tubuhnya dengan erat.
Jiwa dan raga Aiyla merasakan rasa lelah yang teramat dalam, dengan dekapan itu seakan ada kekuatan yang menjalar memasuki tubuhnya.
"Walau apa pun yang kau ucapkan. Aku tak akan menyerah sayang ku...Sampai kau menerima diri ku, " ungkap Ergin dengan melepaskan pelukannya lalu menatap wajah wanita itu dengan kesungguhan.
Tatapan laki-laki itu begitu serius dan meyakinkan Aiyla. Ditambah dengan kata sayang ku yang terasa begitu indah didengar telinganya.
"Berikan aku kesempatan itu sayang... " ucap Ergin dengan mencium dahi wanita itu dengan mesrah.
Masih terpaku dengan apa yang terjadi saat ini. Sesuatu hal yang tak diinginkannya, namun tubuhnya berkata lain.
"Mulai saat ini... Azzam dan kau adalah bagian dari hidup ku, " ucap Ergin kembali.
"Tapi.... " balas Aiyla yang tak sempat diteruskan olehnya karena dipotong dengan tindakan Ergin.
"Tidak sayaaang...Jangan katakan lagi," ucap Ergin dengan menggelengkan kepalanya dan menempelkan jarinya ke bibir Aiyla.
Mengapa dirinya mau mengikuti saja perkataan lelaki dihadapannya, mungkin saja karena terlalu lelah dirinya berlari menghindar dari laki-laki dihadapannya itu.
Sesungguhnya Aiyla yang belum bisa memaafkan atas apa yang telah dilakukannya. Pengkhiatan akan cinta suaminya dan rasa bersalah akan dirinya sendiri yang tak mampu menjaga harga dirinya.
Akhirnya Aiyla memberikan kesempatan pada lelaki yang sekarang berada disampingnya.
"Aiyla besok malam kau akan akan hadir dipameran lukisan, karena projek itu kau yang tangani. Mereka mengundang mu karena mereka senang dan puas dari hasil kerjamu," ucap Ergin masih dengan tangannya mengenggam tangan Aiyla.
Deru mobil mengantarkan Aiyla menuju tempat tinggalnya. Ergin sengaja memaksakan dirinya untuk mengatarkan Aiyla sampai depan pintu.
Pada saat sampai didepan pintu, terlihat Fusun tersenyum melihat mereka berdua. Fusun seakan tahu bahwa Aiyla dan Ergin semakin dekat hubungan diantara mereka berdua.
"Selamat Malam Tuan Ergin...Silahkan masuk, " sapa Fusun dengan wajah tersenyum.
Fusun menyambut hangat kehadiran Tuan Ergin dan terdengar Azzam berlari kedepan pintu pada saat mendengar Fusun menyebut nama Ergin.
__ADS_1
"Tuan... Kapan kita kepeternakan lagi. Aku sudah menyiapkan nama untuk anak kuda itu. Ibu tak memberikan jawaban pada saat aku bertanya kapan akan kesana lagi," ucap manja Azzam pada Ergin.
Ergin menatap anak lelaki yang begitu membuatnya jatuh hati, tidak hanya ibunya saja. Sejak pertama bertemu Azzam dibioskop, Ergin merasakan hatinya telah terpaut pada putra Aiyla.
Digendongnya putra Aiyla seraya berjalan memasuki ruang tamu. Kini Azzam telah berada dipangkuan Ergin dengan manjanya.
"Sayang...Ibu mu masih sibuk dikantor, makanya tak dapat menjawab pertanyaan mu itu. Besok dihari libur kita bertiga akan datang kepeternakan itu kembali. Bagaimana menurut mu? " tanya Ergin dengan membelai lembut punggung Azzam.
Horeee.... Horee.. Horeee..
Berdiri dari pangkuan Ergin lalu melompat kegirangan. Aiyla dan Fusun tersenyum melihat tingkah laku Azzam yang begitu senang. Berlari mendekati Aiyla dengan wajah bahagia.
"Bagaimana ibu... Apakah ibu mengijinkanya? " tanya putranya seraya bergelayut manja ditangannya.
Hanya anggukan kepala pertanda setuju dengan apa yang dikatakan putranya. Kini rasa gembira itu menyeruak dihati anak lelaki itu.
"Baiklah jagoan... Saatnya kau tidur karena besok pagi akan pergi kesekolah," ucap Fusun dengan mengajak Azzam kekamarnya.
"Terima kasih Tuan...Selamat malam," ucap Azzam seraya mencium kedua pipi Ergin.
Aiyla yang melihat sikap putranya itu tersenyum bahagia, tak pernah dilihatnya Azzam begitu bahagia seperti malam ini.
"Baiklah Aiyla...Aku permisi, besok malam akan ku jemput kau dirumah," ucap Ergin seraya memeluk dan memberikan ciuman mesrah dikedua pipi Aiyla.
Aiyla tak setuju dengan keputusan Ergin yang pastinya akan terang-terang memberitahukan pada semua orang akan kedekatan dirinya dengan atasannya.
Apalagi Aiyla tak ingin melihat reaksi Tuan Murad setelah dirinya berbicara berdua diruang kerja Tuan Murad siang itu.
Tak ingin membuat sakit hati dan kecewa yang berlebih pada lelaki itu, dengan melihat kedekatan Ergin dan Aiyla pada malam pameran lukisan jika mereka berdua datang secara bersama-sama.
"Baiklah, kita akan bertemu disana," balas Ergin dengan melepas pelukan yang tak ingin dilepasnya.
Hari ini suasana hati Ergin sedang berbunga-bunga, merasakan kebahagiaan yang telah lama dinantikannya. Wajahnya yang tampan dengan senyum yang tak lepas dari ujung bibirnya.
__ADS_1