
Lanjut ya guy's ...👌👌
Salam hangat untuk reader setia....😘😍
Ayo dong !!! Tinggalkah jejaknya...Author sedih loh kalau kalian hanya baca doang tanpa supoprtnya 😭😭😭
Author menunggu Reader.... 😉
Bertambah semangat atas dukungan kalian..😄
🌠🌠🌠
Semalam matanya terasa mengantuk, hanya semangat saja yang tersisa tapi tubuhnya terasa lemah dan lelah.
Pagi ini Aiyla terlihat lebih fresh dari pada semalam. Menggunakan mini dress dengan perpaduan warna mocca dan cream. Rambutnya sengaja dibuat cepol keatas menambah kesan fresh.
Sedangkan Ergin dengan santai menggunakan jaket kulit berwarna hitam dengan sebuah syal bermotif kotak-kotak melingkar dileher laki-laki itu.
Ergin terlihat seperti bodyguard Aiyla yang menatap tajam untuk menjaga mata lelaki lain yang menatap istrinya. Lelaki itu memang sengaja memakai pakaian seperti itu untuk menjaga istrinya dari mata lelaki yang penuh gairah memandang Aiyla.
Terlihat wajah lucu Ergin ketika lelaki itu merasa cemburu pada saat Aiyla ditegur dan disapa dengan ramah oleh para clients yang notabene laki-laki.
Memang paras dan tubuh Aiyla memikat mata siapapun yang melihatnya, sebagian laki-laki tak akan menyangka kalau dia telah memiliki suami bahkan anak. Wajahnya yang masih telihat muda dan paras cantiknya serta tubuh yang tinggi semampai.
Sebuah senyumanpun melingkar diujung bibir Murad melihat Aiyla hari ini dengan tatapan penuh makna.
Lelaki itu tak melepas pandangannya dari paras cantik Aiyla. Melihat wanita itu mempresentasikan projek yang menjadi topik kali ini dengan lihainya mengunakan bahasa inggris.
Clients merasakan penjelasan yang keluar dari mulut wanita muda dan cerdas itu dapat dicerna dengan baik diperusahaan yang meminta jasa untuk pembuatan gedung pencakar langit.
Mereka berdiri dari posisi duduk seraya bertepuk tangan karena presentasi yang dibawakan wanita ini sungguh luar biasa.
Mereka merasa tak sia-sia mengundang Aiyla dan memberikan projek ini padanya. Satu kesepakatan telah tercapai dalam rapat intern didalam kerja sama itu, telah menekan kontrak untuk kedua belah pihak.
__ADS_1
"Akhirnya selesai, tubuh ku mudah terasa penat padahal hanya sekitar 3 jam."
Terdengar suara Aiyla lirih seraya memijit tengkuk kepalanya yang mulai terasa berat. Dicobanya meraih ponsel yang ada didalam tas kerjanya.
Memilah nomor kontak yang tersimpan diponselnya. Terhenti disaat nama Ergin muncul dilayar ponsel.
Melakukan panggilan keluar dan tersambung, terdengar suara dari nada dering untuk menunggu sampai orang yang diseberang sana menerima panggilannya.
Dua kali Aiyla menghubungi suaminya, dan ini panggilan yang ke-3. Akhirnya terdengar suara yang dinantikan menerima panggilan masuk dari ponselnya.
"Maaf sayang... Sedang dijalan sehingga tak mendengar. Ada apa? Apa ada yang menggoda mu disana!! lanjut katakan saja, "
Terdengar suara meningggi dari seberang sana, sedangkan Aiyla berusaha menahan tawa setelah mendengar kecemburuan seorang Ergin Ozturk.
"Tenang sayang... Tak ada yang tertarik dengan istri mu ini. Mereka semua hanya bersikap ramah dan hanya sekedar basa-basi saja."
Ungkap Aiyla seraya tersenyum menahan tawa dan merasakan kecemburuan lelaki itu. Tak menunggu aba-aba, Ergin segera menekan pedal gasnya dari kecepatan sedang menjadi Kecepatan tinggi.
Lelaki itu tak mengindahkan nyawanya sendiri , lanjut yang terpikir adalah Aiyla, bagaimana agar ia segera sampai diperusahaan yang ternama dikota ini.
Jantung Aiyla bergetar disaat suaminya menutup langsung panggilannya. Segala praduga mulai berdatangan. Aiyla tak ingin kehilangan suaminya akibat dari candaan dirinya tadi.
Dengan raut panik dan berusaha mencari keberadaan Aiyla setelah sampai diperusahaan dimana Aiyla melakukan pertemuan bisnis.
Ergin memutuskan untuk naik dan menuju ruang kerja dari direktur utama perusahaan tersebut.
Awalnya petugas tak memberikan ijin, tapi setelah ia mengatakan bahwa ia adalah pimpinan dari perusahaannya baru petugas tersebut memperbolehkan dirinya.
Ergin mengenal perusahaan yang bekerja sama dengan Aiyla karena dulu dia adalah pimpinan dari perusahaan Ozturk.
Ergin mengetuk pintu sebelum sekretaris berpakain sexy itu mengkonfirmasikan kehadiran diri Ergin pada atasannya.
"Selamat datang Tuan Ergin Ozturk....Senang bisa bertemu dengan anda kembali. Suami istri yang luar biasa pemegang perusahaan yang terbesar dinegaranya. "
Ungkap lelaki berkepala sulah dengan kaca mata bertengger dihidungnya. Lelaki paruh baya yang telah mengenal Ergin.
Dengan ramah menyambut Ergin dan uluran tangan dari lelaki berkepala sulah tersebut disambut hangat pula oleh Ergin.
"Baiklah Tuan... Saya permisi dulu. Suami saya sudah datang menjeput saya."
__ADS_1
Ucap Aiyla seraya tersenyum dengan ramah pada laki-laki paruh baya tersebut. Tinggalah mereka berdua yaitu Murad dan direktur utama diperusahaan itu.
"Lelaki yang beruntung bisa menemukan wanita yang begitu cerdas dan cantik seperti Nyonya Aiyla." Gumam laki-laki itu seraya menatap kepergian mereka berdua keluar dari ruang kerjanya.
Murad hanya tersenyum getir dan hatinya terasa sakit mendengar pujian yang keluar dari laki-laki dihadapannya.
Aiyla tak ingin pulang kehotel bersama dirinya, padahal bisa saja Murad pulang bersama karena mereka menginap dihotel yang sama. Tapi wanita itu lebih memilih menelpon Ergin untuk menjemputnya.
Ada raut kesal bercampur amarah diparas laki-laki itu seraya keluar dari ruang kerja pimpinan perusahaan itu.
Kini pandangannya kembali disuguhkan dengan kemesraan mereka berdua. Malam ini Aiyla ingin makan malam dan menikmati moment berdua dinegeri orang.
Ergin mengikuti saja permintaan istrinya itu. Mencari tempat makan yang terkesan romantis
Bertabur bunga mawar merah dengan cahaya dari lampu menambah suasana romantis direstoran tersebut.
Aiyla mengenakan longdress dengan bagian punggung yang terbuka, menampilkan tubuh bagian belakangnya yang putih dan bersih.
Terlihat sexy dan menampilkan lekuk tubuh bagian belakang. Ergin merasakan pesona istrinya begitu kuat, lelaki itu lebih merasa cemburu bila Aiyla dalam penampilan seperti saat ini
Tak berbeda jauh Erginpun memancarkan kharisma yang kuat malam ini, berbalut stelan jas berwarna hitam bergaris dengan dalam kemeja putih.
Aiyla dan Ergin terpaut usia yang jauh sekitar 7 tahunan. Namun wajah lelaki itu dapat mengimbangi wajah muda Aiyla.
Begitupun dari segi penampilan lelaki itu tak kalah menariknya, dengan usia yang matang menambah ketegasan dan kewibawaan pada diri Ergin.
Sepasang mata melirik mereka berdua, begitu sempurna dimata yang melihat mereka berdua. Sepasang kekasih yang sangat pas dan ideal.
"Sayang... Terima kasih telah membawa ku kemari." Ucap Aiyla seraya menyentuh tangan Ergin dan mengusapnya dengan lembut.
Sentuhan hangat tepat dipunggung tanganya. Sebuah lengkungan dibibir menghiasi wajah Aiyla.
Mereka berdua bersulang dengan segelas wine putih untuk merayakan kebahagiaan mereka saat ini.
__ADS_1
Malam ini membuai mereka berdua akan makan malam yang romantis, namun terselip satu dihati Aiyla atas ketidak terus terangannya akan ibu kandung Ergin. Mencari waktu yang tepat agar pas menceritakan semua yang Aiyla ketahui.