
Apa reaksi Sibabang Tampan yaaa....ππ
Berikan komentar Reader dibawahππ
Like, Vote, Love, Gift, and Rate Star 5
I'm waithing for you support Guy'sππ
Jom lanjut.... π
Salam hangat dan manis untuk Reader π
πΉHappy ReadingπΉ
ππππ
Deru mobil membawa Aiyla menuju rumah kediamannya bersama dua laki-laki yang berharga dihidupnya yaitu Azzam dan Ergin.
Semenjak menikah Ergin over protective tak membiarkan Aiyla untuk naik taxi begitu juga dengan putranya. Lelaki itu telah menyiapkan mobil yang akan mengatar jemput kemanapun dirinya dan putranya akan pergi.
Aktivitas hari ini begitu melelahkan sekaligus menegangkan untuknya. Bagaimana tidak melihat reaksi dari ibu tiri Ergin yang begitu membenci dirinya dan reaksi orang-orang yang terkejut dengan kepemimpinan dirinya diperusahaan yang terbilang besar itu.
Ditambah lagi dengan sahabatnya yang merasakan perubahan sikapnya dan disaat yang bersamaan berusaha ditahan oleh Aiyla demi misi sebuah rencana.
Melangkahkan kaki memasuki rumah dengan pemindai wajah pada saat memasuki kedalam rumah tersebut tanpa harus menunggu lama untuk dibukakan pintu.
Ergin telah menyiapakan hunian yang begitu sempurna dengan segala fasilitas lengkap didalamnya. Rumah tersebut jauh dari kebisingan kota sehingga udara disana bebas dari polusi dan masih ditemukan beberapa pohon yang menghijau disekitar rumah besar tersebut.
Sungguh asri dan sungguh indah dipandang mata. Sebuah hunian yang membuat rileks pada saat memasuki rumah tersebut setelah penat seharian bekerja dikantor.
Asisten rumah tangganya yaitu Yaren dan pengasuhnya Azzam yaitu Fusun serta beberapa orang yang membantu Yaren untuk mengurus rumah besar yang menjadi hunian mereka bertiga.
"Nyonya..Apakah mau saya buatkan lemon tea ?" Tanya wanita yang telah membawa mantel dan tas kerja saat Aiyla memasuki pintu utama seraya tersenyum.
Sebuah senyuman terukir diujung bibirnya menyapa asisten rumah tangganya itu seraya menyentuh lengan Yaren dengan lembut.
Hubungan mereka tak seperti seorang majikan dengan pembantu, lebih tepatnya seorang saudara yang membantu pekerjaan rumah disaat Aiyla tengah sibuk bekerja diluar rumah.
__ADS_1
Menganggukan kepalanya pertanda setuju dengan perkataan yang baru saja keluar dari mulut wanita paruh baya itu. Keputusan meminum teh membuat dirinya lebih rileks nantinya.
"Apakah kak Fusun sedang menjemput Azzam?" Tanya Aiyla pada Yaren karena tak melihat suara dari putranya itu.
Yaren membalasnya dengan satu kata yang sangat singkat namun terkesan tegas "Ya " kata yang keluar dari mulutnya.
"Apakah Ergin telah datang?"
Tanya Aiyla kembali pada Yaren, karena dia tak menemukan lelaki itu dikamar ataupun diruang kerjanya. Yaren kembali membalas perkataan yang sama seperti sebelumnya.
Setelah mendapatkan dua orang laki-laki itu belum pulang kerumah Aiyla memutuskan untuk tidur sejenak mengistirahatkan tubuhnya yang terasa letih dan sangat berat dibagian tengkuk kepalanya. Dan meminta Yaren untuk membawa saja lemon tea kekamarnya.
Memutuskan untuk segera membersihkan dirinya terlebih dahulu baru ia akan tidur setelah menghabiskan minuman yang sedang dibuat oleh Yaren.
Merendam tubuhnya di bathtub dengan air hangat dan memejamkan mata seraya menikmati air hangat yang membasahi tubuhnya.
Sekitar 20 menit Aiyla dikamar mandi, ia langsung mengenakan bathrobe untuk menutupi tubuh indahnya.
Tubuhnya merasa rileks dan fresh setelah mandi dan menyeruput minuman yang ada ditangannya. Rasa kantuk menjalar dimatanya sehingga pikirannnya membawa kakinya berjalan menuju tempat tidur.
Kamar Aiyla dibagian sisi dari dindingnya merupakan kaca tebal yang transfaran sehingga dapat dilihat dari kamar tersebut pemandangan yang ada diluar kamar.
Suasana senja terlihat dari tempat tidur sehingga menambah berat dikedua kelopak matanya. Dengan nafas teratur akhirnya wanita itu tertidur.
Aiyla telah berada dibawah alam sadarnya, terlihat Ergin telah lama memandang wajah istrinya yang tertidur pulas.
Begitu damai dan masih terpancar iner beauty yang dimiliki istrinya tersebut, walaupun dalam keadaan tertidur.
Sebelum memasuki kamar pribadinya, asisten rumah tangganya telah memberitahukan bahwa Aiyla sudah sedari tadi pulang dari kantor.
Ergin berburu kelantai dua menuju kamar pribadinya. Lelaki itu selalu saja merasakan rindu walaupun setiap hari bertemu dengan Aiyla.
__ADS_1
Namun setelah memasuki kamarnya terlihat Aiyla sedang tertidur pulas. Lelaki itu tak ingin membangunkannya, memutuskan untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.
Cukup lama Ergin didalam kamar mandi, Aiyla terbangun dari tidurnya. Terdengar gemericik air dari dalam kamar mandi.
Entah apa yang ada didalam pikiran Aiyla, ia mengecek siapa yang ada didalam kamar mandi tersebut.
Terlihat pintu dari kamar mandi itu tidak terkunci, dengan memegang handle dari pintu tersebut Aiyla melihat kearah dalam kamar mandi terdebut.
Ergin dan Aiyla mereka berdua terkejut satu sama lain. Ergin yang sebelumnya melihat istrinya tertidur pulas kini tengah berada didepan pintu.
Begitu juga Aiyla yang sebelum tertidur tak melihat Ergin namun didepan matanya telah berdiri sosok lelaki yang sedang membasahi sekujur tubuhnya dengan air tanpa sehelai kain pembalut tubuh.
"Sayang." Secara bersamaan mereka saling berteriak.
Ergin dengan wajah tanpa malu dan rasa keterkejutannya telah menghilang berjalan mendekati istrinya yang kini tersipu malu karena melihat suaminya berjalan dalam keadaan tanpa pakaian.
Secepat kilat Aiyla menutup pintu tersebut dan terdengar suara tawa lepas dari dalam kamar mandi. Ergin berhasil membuat Aiyla jadi salah tingkah dengan aksinya itu.
"Tak ada rasa malu!!" Ucap kesal Aiyla dengan rona merah masih terlihat diwajahnya.
"Lagian kenapa juga aku harus mengecek bunyi gemiricik air didalam kamar mandi itu, sudah tentu Ergin didalamnya. Tak ada siapapun yang berani masuk kedalam kamar pribadinya itu terkecuali karena ada perintah.
Sekitar 5 menit Aiyla menunggu suaminya selesai mandi, kini ia telah berganti dengan pakaian santai.
Bewarna kuning bermotif bunga berlengan panjang berbahan sipon yang sangat lembut. Dibagian dada longdress terdapat rimpel-rimpel dua tingkat dengan kedua bahunya terbuka.
Terlihat sangat menarik dari kulit putih bersih yang ada ditubuh wanita tersebut. Ergin mencumbuinya dari belakang disaat Aiyla tengah melihat burung-burung senja kembali menuju sangkar mereka.
Sejauh apapun burung itu terbang, maka pasti akan ingat pulang untuk melihat anak dan istrinya. Aiyla berdiri didepan kaca tebal nan transfaran tersebut.
Suara riuh burung-burung itu tak terdengar karena kaca tebal yang membatasinya. Sehingga Aiyla hanya melihat burung tersebut berterbangan kesana dan kemari.
Ergin memeluk erat tubuhnya lalu tercium aroma sabun mandi yang biasa dipakai laki-laki itu. Hanya mengenakan handuk putih yang melilit bagian bawah tubuhnya.
Air yang masih tersisa dikepala Ergin menetes tepat dipundak Aiyla, terasa sejuk disaat tubuhnya memanas karena sentuhan-sentuhan mesra dari laki-laki itu.
__ADS_1