
Kasihan Babang Ergin ya.. Akankah dirinya berhasil memikat hati Azzam...π°π°
Tulis dikolom komentar dibawah ya...π
Like, vote dan love serta rate bintang 5 buat Author...ππ
Jom Lanjut...π
πΎπΎπΎ
Malam ini terasa berat bagi Aiyla karena sangat merindukan sosok Ali begitu juga putranya. Sebelum tertidur Azzam bertanya bagaimana sosok lelaki yang hanya diingatnya pada photo yang tergantung didinding.
Ali adalah sosok lelaki yang sangat bertanggung jawab, lelaki penuh dengan cinta dan kasih sayang. Rela meninggalkan segala fasilitas termasuk kemewahan yang didapat dari keluarganya yang kaya.
Ayah Ali adalah seorang pengusaha yang terkenal dikota ini, sungguh bodoh Aiyla pada saat itu tak mengenal sebelumnya siapa keluarga suaminya itu.
Dan disaat dirinya tahu setelah seminggu menikah dengan laki-laki yang begitu mencintainya. Ali terlahir dari keluarga kaya raya, sangat berbeda jauh dengan dirinya.
Dimalam itu Ali menunjukkan betapa cintanya lebih kuat dari pada harta yang dijanjikan ayahnya. Pertemuan pertama Aiyla dengan keluarga besar Ali pada masa itu menoreh luka yang dalam bagi mereka berdua. Semejak itulah hubungan Ali tak berjalan baik dengan keluarga besarnya.
Tetapi setelah bertemu dengan nyonya Mustafa yaitu ibu dari suaminya disaat tak sengaja bertemu dirumah sakit, barulah Aiyla sadar bahwa suaminya telah menjalin hubungan kembali disaat buah cinta mereka lahir.
Menunjukkan pada mereka sebuah photo pada saat Azzam lahir, terlihat kebahagiaan mereka berdua yang didapat dari keluarga kecil Ali dan Aiyla. Ya...Aiyla mendapat rasa cinta yang penuh dari sosok laki-laki itu.
Namun sayang takdir tak berpihak lama pada mereka berdua, sebuah kecelakaan maut terjadi disaat Azzam berumur lebih kurang 1 tahun. Dengan sekejap keluarga kecilnya yang bahagia berubah menjadi duka yang teramat dalam.
Dari sinilan malam gelap nan pekat seakan tak henti menghampiri dikehidupan Aiyla. Datang silih berganti bak musim permasalah yang harus Aiyla tanggung seorang diri.
Bulir bening telah membasahi wajah wanita itu seraya memandang photo suaminya.
__ADS_1
"Maafkan aku yang telah mengkhianati cintamu, menjual tubuh ku untuk permata hati kita," ucap lirih Aiyla seraya tersedu.
Jika Ali masih bersama Aiyla, tentunya hal yang seperti itu tak akan pernah terjadi didalam kehidupan nya. Ali dengan rasa tanggung jawabnya akan melakukan apapun untuk kesembuhan putranya.
"Aku sudah tak mampu mengangkat kepala ku dengan harga diriku yang hilang bersama gelapnya malam itu dengan seketika hati dan jiwa ku hancur... Ali." ucap Aiyla dengan terbata-bata dan suara serak.
Aiyla tak sanggup jika suatu hari nanti putranya mengetahui apa yang telah diperbuat oleh ibunya. Sedangkan Azzam hanya mengenal sosok ibunya yang dibanggakan. Tapi jika suatu hari nanti semua itu terbongkar, tentu Azzam akan merasa malu pada ibu yang dibanggakannya selama ini.
"Ali... Apa yang harus aku katakan jika saat itu terjadi," ucap Aiyla yang tak dapat mengendalikan emosi dan perasaannya lagi.
Suara tangis Aiyla yang menyayat hati terdengar sampai kekamar Fusun. Wanita itu terbangun setelah mendengar tangisan dari kamar Aiyla.
Bergegas dirinya bangkit dari posisi tidurnya dan langsung menuju kekamar Aiyla. Mencoba untuk mengetuk seraya memanggil nama Aiyla.
Aiyla baru tersadar suara tangisnya telah membuat Fusun terbangun, bergegas dihapusnya airmata yang membasahi wajahnya.
"Masuklah." ucap Aiyla.
Fusun segera memeluk tubuh wanita dihadapannya, tangisan yang tadi reda kini seakan pecah kembali. Aiyla rindu akan sosok yang dapat membuatnya kuat dan tegar dalam menghadapi hidup yaitu kedua orangtua.
"Aiyla menangislah... Jika itu dapat sedikit meringankan beban berat yang ada dihati dan jiwa mu, aku tak tahu apa penyebab sampai kau begitu bersedih, tapi dengar kan aku saat ini," ucap Fusun dengan suara mulai berat menahan rasa sedihnya.
Fusun begitu dewasa padahal umur mereka tak terpaut jauh, namun kata bijaknya dapat sedikit menenangkan dirinya.
"Apakah kamu sudah jauh lebih baik?" tanya Fusun.
Aiyla mengganggukkan kepalanya, seraya menatap wajah wanita yang kini duduk disampingnya, seraya meresapi apa yang telah disampaikan padanya yaitu : "Jika kamu merasa bahwa dunia mu saat ini telah hancur, maka kehancuran itu akan terjadi seperti yang kau prasangka kan itu, Tuhan akan hadir sesuai dengan prasakan kita terhadap-Nya. Berusahalah untuk berprasangka baik terhadap Tuhan, sehingga kita tak terlalu tersiksa dan tertekan jika ujian itu datang mendera. Ingatlah... Tuhan akan memberikan segala ujian berdasar kadar keimanan kita, karena Tuhan tahu kemampuan kita, percaya lah itu..."
Aiyla baru tersadar dengan apa yang diucapkan Fusun, dengan ujian atas penyakit pada putranya kini semua dapat dilaluinya dan bertemu dengan wanita yang ada disampingnya itu.
__ADS_1
"Kakak benar, contohnya Tuhan telah mengirimkan kakak didalam kehidupan ku disaat aku terpuruk dengan sakit putra ku, kau datang membatu ku dengan keiklasan serta kasih sayang dan menjadi bagian keluarga ku dan putra ku," ungkap Aiyla.
Fusun tersenyum dan terharu mendengar perkataan wanita yang telah begitu percaya dan merasa dirinya adalah bagian dari keluarga ini.
"Ya...Begitulah cara Tuhan bekerja pada kita selaku umatnya," balas Fusun kembali.
π·π·π·
Ergin tengah sibuk dengan berkas yang ada diatas mejanya tanpa sadar, telah masuk seorang wanita muda didalam ruang kerjanya.
Wanita itu dengan percaya diri telah duduk dikursi dengan rok pendeknya yang sengaja diperlihatkan dihadapan Ergin.
Mata dan gerak-gerik dari tubuh wanita muda itu sengaja membuat Ergin tergoda padanya. Dengan mata nakalnya sengaja menatap Ergin dengan lama, dan menggerakan jemari-jemarinya mengarahkan kearea sensitifnya.
Ergin terkejut dengan kehadiran wanita muda yang datang dengan tiba-tiba. Dengan wajah tak senang Ergin menatapnya dengan tajam.
"Siapa kau, mengapa masuk keruang lerja ku tanpa permisi," ucap Ergin yang tengah berdiri dari posisi duduknya.
Wanita muda itu terkejut melihat sikap lelaki dihadapannya tak tertarik padanya sama sekali. Dengan sorotan tajam memandang sebelah mata dirinya.
"Cepat keluar dari sini, siapa yang berikan izin kau bekerja diperusahaan ku," ucap ketus Ergin seraya menunjuk wanita muda itu dengan telunjuk kirinya.
Melihat ketika senangan dari lelaki dihadapannya, yang terlihat jelas dari sorat matanya, membuat wanita itu bergegas pergi dari ruang kerja Ergin.
"Sial,,, Lelaki itu tak sedikitpun tergoda pada ku. Benar kata para pegawai wanita disini bahwa Tuan Ergin berhati dingin," umpat wanita muda itu dengan wajah kecewa seraya berjalan dengan cepat.
Ergin segera menelpon seseorang, dengan suara keras dan kasar dirinya memerintah orang yang sedang ditelponnya untuk segera memberhentikan seseorang.
Entah dengan siapa yang dibicarakan Ergin dipanggilan tersebut, yang jelas wajahnya begitu penuh amarah dan segera menghentikan panggilannya.
__ADS_1
"Dasar wanita murahan, dia pikir aku akan tergeoda dengan tingkahnya seperti jalang, yang ada aku merasa muak dan jijik," umpat Ergin dengan ketus.