Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 126


__ADS_3

Apakah menurut Reader, Ergin tergoda dengan Dishya?😨


Tulis komentar dibawah ya👇


But don't forget to like, love, vote, gift, and rate star 5 please😘


I'm waiting for your support Guy's...🙏


💖Happy Reading💖


🔶🔶🔶


Dalam satu bulan ini Ergin terlihat lebih banyak menghabiskan waktu bersama Dishya. Aiyla tak menyadari karena kesibukan yang dihadapi diperusahaannya.


Sebagai wanita karir, Aiyla sedikit melupakan tugasnya sebagai seorang istri dan ibu dalam rumah tangganya.


Terlena dengan kesibukannya, wanita itu banyak menghabiskan waktu diluar rumah. Sampai dengan sengaja Dishya mengirimkan sebuah gambar wanita itu bersama suaminya.


Bagai disambar petir, disaat ia membuka pesan gambar dari whatsapps yang masuk keponselnya.


Wajah Aiyla menjadi pucat dengan photo yang telah terkirim dari ponselnya itu. Aiyla tak mengerti apa maksud dari wanita itu dengan sengaja memberitahukan kedekatan Dishya dengan suami Aiyla.


Jelas tujuannya tidak lain dan tidak bukan tentu ingin menunjukkan bahwa Ergin lebih tertarik padanya dan melupakan Aiyla. Terlihat memang laki-laki itu begitu mesrah didalam photo yang tersimpan ponselnya.


Aiyla terduduk lemas seraya memandang dengan lekat photo itu. Wajah yang tersyirat adalah kekecewaan dan kemarahan.



Dengan tangan bergetar tangannya meraih handle pintu dan segera berjalan keluar ruang kerja dan segera meminta klarifikasi dari suaminya itu.


Deru mobil mengantar Aiyla kekantor tempat Ergin bekerja. Dadanya bergemuruh dengan kencang akibat rasa terbakar oleh api cemburu terlihat jelas dimata Aiyla.


Para pegawai yang berpapasan dengannya lalu memberikan salam tak dibalas oleh Aiyla. Wanita itu dengan langkah cepat dan pasti langsung menuju ruang kerja Ergin.


Buraq melihat Aiyla lalu kemudian memberikan salam namun sama dengan pegawai lain yang berpapasan dengan Aiyla.


Wanita itu tak memberikan respon sama sekali, berjalan begitu saja dari hadapan laki-laki yang membuat Buraq heran bercampur cemas.


Buraq yakin ada sesuatu yang telah terjadi antara atasannya dengan Aiyla. Tidak seperti biasanya wanita itu cuek terhadap Buraq.


Sebelum membuka pintu ruang kerja suaminya, Aiyla berusaha menarik nafas panjang dan menghembuskan secara perlahan. Itu dilakukan wanita itu berulang-ulang kali sampai dirinya dapat mengendalikan emosi dan perasaannya.


Awalnya Aiyla membuka pintu itu secara perlahan, memasukan separuh tubuhnya kedalam ruangan. Namun terlihat ada wanita itu dengan gestur menggoda suaminya.

__ADS_1


Praak...


Terdengar suara pintu dihempas dengan keras sehingga membuat orang yang berada didalam ruang kerja itu terkejut.


Aiyla yang berusaha mengendalikan amarahnya dari rasa terbakar api cemburu kini bertambah tersulut emosinya setelah ia melihat wanita yang ada didalam photo itu tepat berada dihadapannya.


"Aiyla."


Terdengar suara Ergin dengan nada tinggi memanggil namanya. Laki-laki itu menatap Aiyla dengan wajah dingin.



Aiyla melihat tatapan itu membuat dirinya kembali kemasa lalu saat dirinya pertama kali berjumpa dengan laki-laki itu.


Tak mengenal sosok yang berdiri dihadapannya. Ergin seakan menatap kepada orang lain. Pandangan mata Aiyla beralih kearah wanita yang tersenyum dengan santai melihatnya.



"Kau memang wanita penggoda...Percuma lahir dari keluarga terpandang tapi kau seperti wanita murahan!!!"


Teriak Aiyla yang tak mampu menahan amarahnya melihat wanita yang tersenyum tanpa rasa malu.


Sepertinya urat malu wanita itu telah putus, dengan wajah tanpa berdosa menatap Aiyla dengan tersenyum sinis.


"Kau memang wanita yang tak punya rasa malu, kau tahu dia suami ku!! Masih saja menggodanya!!!"


Sepatah katapun Dishya tak menjawab perkataanya Aiyla yang menjatuhkan harga diri wanita itu. Sejujurnya wanita itu ketakutan akan amarah Aiyla.


Wanita itu terlihat sedih dengan menatap Ergin, dengan manjanya ia mendekati Ergin namun dihalang oleh Aiyla.


"Apa... Kau mau minta bantuan pada suami ku!!


Dasar!!!... Perempuan murahan... "


Teriak Aiyla kembali dengan mencoba menghalangi wanita itu mendekati suaminya.


"Aiyla cukup!!!... Kau harus menjaga kata-kata mu!! Dishya adalah orang yang tak asing bagi ku, jangan sembarangan bicara!!! "


Terdengar suara dari mulut suaminya yang membela wanita dihadapannya itu. Wajah wanita itu yang tadinya sedang bersedih terlihat senang diujung matanya.


"Apa!!!... Sekarang aku terlihat asing bagi mu Ergin!!! Lihat!!! Apa maksudnya ini... Apa bisa kau jelaskan!! "


Dengan urat yang terlihat diwajah cantiknya, Aiyla benar-benar terbakar oleh amarah dan rasa cemburunya.

__ADS_1


Erginpun tak menyangka wanita dihadapannya adalah istrinya. Tak pernah Aiyla semarah itu, ini adalah pertama kalinya.


Wanita itu meluapkan amarah yang meledak-ledak saat ini. Dengan memperlihatkan photo diponselnya pada Ergin.


Erginpun terkejut dengan photo mereka berdua, photo saat masa lalu sebelum Ergin bertemu dengan Aiyla.


"Ada apa dengan photo itu... Lagian photo itu saat aku belum mengenal mu dan itu tak jadi masalah!!!"


Ucap Ergin dengan memalingkan mukanya begitu saja. Aiyla yang tadinya begitu menatap nanar kini berubah berkaca-kaca.


Wajah itu terlihat sendu dan rasa kekecewaan terlihat jelas diwajah cantiknya. Dengan bulir bening yang telah membasahi wajahnya Aiyla menatap dalam kearah suaminya.


"Baiklah... Kalau begitu!!!! Kau tak kan pernah melihat ku lagi Ergin!!! Kita akan berpisah!!! "


Ucap pelan Aiyla dengan bulir bening terus membasahi wajahnya. Ergin tertegun mendengar perkataan terakhir dari mulut wanita itu.


Dishya yang hanya menonton adegan didepannya mata merasa puas dan senang, api yang ia sengaja sulut telah melahap habis semuanya.


Hancur berserakan menjadi butiran debu yang berterbangan tertiup angin. Langkah kaki Aiyla gontai, tak menyangka laki-laki itu memperlakukan dirinya seperti orang asing didepan wanita lain.


Keluar dari ruang kerja Ergin lalu tak memiliki kemana tujuan. Terpikir olehnya untuk pulang kerumah dan membereskan semua pakaiannya dan segera keluar dari rumah besar tersebut.


Yaren dan Fusun, mereka berdua saling menatap satu sama lain. Melihat tindakan dan keadaan Aiyla yang sungguh berantakan.


Wanita itu terlihat hanya menangis tanpa ada sepatah katapun. Wanita berdua itu menjadi bingung dan cemas namun tak berani menanyakan langsung kepada Aiyla.


Mereka tak tahu, apa yang terjadi. Terlihat Yaren mengambil ponselnya dan segera mencari kontak telpon majikannya.


Terdengar nada tersambung dari panggilan keluar Yaren. Dengan sigap wanita itu menceritakan keadaan Aiyla dengan rasa cemas dan gelisah disaat panggilan masuk itu diterima.


Ergin terperanjat seketika mendengar perkataan dari asisten rumah tangganya. Ergin tak menyangka Aiyla begitu cepat mengambil tindakan.


Beruntung Dishya telah meninggalkan ruang kerjanya, dengan langkah cepat ia kembali kerumah.


Deru mobil dipacu dengan kencangnya, pedal gas sengaja ditekannya lebih dalam. Gemuruh didada Ergin kini bergejolak.


Ia tak menyangka wanita itu memiliki tindakan yang secepat itu. Tak butuhkan waktu lama, mobil yang dibawa oleh Ergin telah sampai diperkarangan rumah.


Lelaki itu berlari tanpa mematikan mesin mobilnya yang masih menyala. Memasuki kedalam rumah yang telah disambut oleh Fusun dan Yaren. Mereka berdua seakan meminta penjelasan pada Ergin tentang sesuatu yang sedang terjadi.


Akan tetapi Ergin berlalu begitu saja dengan sebuah isyarat bahwa ia akan nantinya menjelaskan mereka berdua.


__ADS_1


Aiyla telah terduduk ditaman yang ada dirumah besar itu. Dengan lamunan yang tak tentu arah. Pikirannya melayang sedangkan raganya seperti sebuah patung.


Diam tanpa ada suara sedangkan bulir bening membasahi wajahnya.


__ADS_2