Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 98


__ADS_3

Gimana menurut Reader ? Resepsi pernikahan Ergin Ozturk dan Aiyla Othman mewah banget ya... 😊


Apakah pernikahan itu akan berjalan mulus ? Tulis dikolom komentar yaaa 😊


Jom lanjuuut ngebaca πŸ˜‰


But don't forget to like, love, vote, gift and rate star 5 Guy's....😘


I'm waiting for you Guy's 😍


πŸ’œHappy ReadingπŸ’œ


πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Jantung Aiyla bergemuruh kencang didadanya, malam ini adalah hari yang ditunggu. Semua tamu undangan telah berkumpul digedung bertema Classic Romance.


Keluarga Tuan Mustafa beserta istrinya, Akhsal dan Azizah, kedua orangtua Gul serta Nyonya Syukran bersama Murad.


Beberapa tamu undangan dari berbagai clients perusahaan yang pernah bekerjasama dengan Ergin dan Aiyla.


Resepsi pernikahan mereka berdua sudah banyak dihadiri oleh para tamu undangan karna merasa terhormat bisa menghadiri pesta dari seorang pengusaha yang terkenal serta seorang arsitek yang hebat dikota ini.


Saat ini Aiyla berada dikamar itu sendirian. Sampai saatnya tiba ia akan dibawa keluar pada moment sakral itu. Gul permisi melihat putranya yang sedari tadi tak terlihat dimata Aiyla.


Kamar ini begitu besar, aroma bunga yang bertebaran disetiap sudut dan diatas kasur dikamar tersebut menyerebak memenuhi ruang didalam kamar.


Begitu harum tercium dihidung Aiyla, membuat rileks sejenak untuk dadanya yang bergemuruh kencang. Kamar ini akan digunakan mereka berdua seusai resepsi pernikahan nantinya.


Terdengar suara knop pintu ditelinga Aiylan lalu derap langkah kaki itu perlahan mendekati dirinya yang sedang berdiri menatap kekaca tebal yang transparan menghadap kearah luar.


Pada saat malam hari tentu akan terlihat lebih indah dengan cahaya lampu dari kota besar itu serta cahaya kerlip bintang dimalam hari yang akan terlihat dari jendela ini.


Sepasang tangan kini telah melingkar mesrah dipinggangnya, aroma khas tubuh yang memeluknya tercium dialat indra penciuman Aiyla.


"Kau begitu terlihat sempurna sayang...Walau dilihat dari belakang saja."


Terdengar suara lembut Ergin berbisik tepat didaun telinganya yang membuat bulu romanya berdiri.

__ADS_1


Memberikan sentuhan hangat tepat dimana ia berbisik lalu membalikan tubuh Aiyla dan sekarang nafas dari lelaki itu terasa diwajah Aiyla.


"Hai... Kau tak boleh kemari dan bertemu dengan ku. Ini pertanda tak baik kau harus tahu itu!! Kita seharusnya bertemu disaat sakral itu."


Ungkap Aiyla dengan sedikit menyipitkan ekor mata seraya melingkarkan tangannya dileher lelaki itu.


Ergin hanya tertawa kecil seraya membelai lembut wajah Aiyla yang begitu cantik dengan make-up yang dipoles tipis diwajahnya.


Kecantikan Aiyla dibawa sejak lahir, tak perlu make-up tebal sehingga akan menutupi aura kecantikan alami yang telah dimilikinya.


Sentuhan lembut tepat didahi Aiyla yang begitu hanyut melihat paras tampan dari laki-laki yang sekarang tepat dihadapanya.


Berjalan kearah kaca besar yang terdapat dikamar itu kemudian berdiri masih dibelakang wanita itu. Ergin mengeluarkan sesuatu dari balik tuxedo hitam dengan dasi kupu-kupu yang menghiasi leher jenjang Ergin


Sebuah kotak hitam beludru berbentuk persegi panjang. Terlihat sebuah rantai putih yang berkilau dengan batu permata, ditengah rantai itu membentuk sebuah hati yang berwarna biru.


Sebuah kalung mewah dengan batu blue sapphire telah melingkar dileher Aiyla. Kalung itu terlihat mewah dan berkilau pada saat Aiyla melihat dari cermin yang ada dihadapannya.


Ergin menyetuh lembut bahu Aiyla berulang-ulang kali seraya memeluk erat tubuh wanita itu. Disaat mereka berdua saling menikmati kemesraannya terdengar suara keras dari balik pintu.


"Tuan... Tuan... Tuan Ergin... " Teriak Buraq asisten pribadi Ergin.


"Ada apa!! Mengapa kau seperti itu!!! "


Terdengar dari nada suara Ergin yang tinggi dengan penuh tanda tanya menatap Buraq. Tak berbeda jauh dengan wajah wanita disamping Ergin. Wajahnya berubah pucat dengan rasa cemas melihat laki-laki dihadapannya.


"Ikut saya Tuan." Jawab singkat Buraq dengan berjalan cepat.


Aiyla tak mau tinggal dikamar walaupun lelaki itu meminta dirinya tenang dan menunggu saja disana. Sikap keras kepala Aiyla tak mampu dihindarkan, akhirnya mereka bertiga berjalan bersamaan menuju salah satu kamar yang ada dihotel tersebut.


Betapa terkejutnya Aiyla melihat apa yang ada disana. Sebuah siaran langsung dari seorang wanita muda.


Resepsi pernikahan dari Ergin dan Aiyla memang akan diliput oleh beberapa media masa. Namun yang terdengar ditelinganya saat ini adalah sebuah pengakuan hubungan terlarang Ergin dengan seorang wanita yang sedang melakukan siaran langsung tersebut.


"Aku tak terima sebelum Tuan Ergin bertanggung jawab pada ku. Tanpa rasa bersalah lelaki yang telah tidur dengan ku akan melakukan pernikahan."


"Awalnya ia menawarkan sejumlah uang padaku untuk dapat tidur dengan ku, namun aku menolaknya. Karena akupun yertarik padanya maka ku serahkan tubuh ku, tapi apa balasannya pada ku, lelaki itu lebih memilih wanita lain untuk dijadikan istrinya."

__ADS_1


Ungkap wanita itu dengan menangis dihadapan wartawan yang menyiarkannya secara live.


"Apakah anda ada buktinya nona? " Tanya balik wartawan tersebut kepada wanita yang begitu tersedu menangis seraya terbata-bata mengeluarkan kata-kata dari mulutnya.


"Aku memang tak ada memiliki bukti, karena aku pikir lelaki itu menyukai ku. Kita berdua melakukan tidak hanya satu sekali."


"Jika ia tak ingin bertanggung jawab, maka Aku hanya ingin memberitahukan pada wanita yang akan menjadi calon istri lelaki itu. Seperti apa sebenarnya sifat seorang Ergin Ozturk."


Ungkap wanita itu mengakhiri siaran langsungnya dengan derai air mata.


Bagai disambar petir Aiyla mendengar pengakuan wanita muda yang ada didalam siaran lansung tersebut. Langkah kakinya mundur kebelakang beberapa langkah dengan kedua tangan menutup mulutnya yang terbuka.


Mata Aiyla membulat seakan tak percaya dengan apa yang dilihat dan didengar oleh mata dan telinganya.


Ergin menatap televisi tersebut dengan sorotan mata yang tajam dan rahangnya yang mengeras menahan amarah yang ada dihatinya.


Kepalan dikedua tangannya terlihat jelas bahwa ia merasa dihina dengan perkataan wanita yang saat ini ia tak tahu.


Ergin membalikkan tubuh mendekati Aiyla yang terlihat histeris dan panik. Wanita itu tak membiarkan Ergin menyentuhnya. Ia mundur kebelakang saat Ergin telah berada dihadapannya.


"Sayang....Ini Fitnah, aku tak mengenal wanita itu. Kau tak percayakan ? Atas berita bohong yang disampaikan wanita itu... "


Ungkap Ergin dengan suara pelan dan berusaha meraih tangan Aiyla. Wanita itu berdiri diam sejenak tak terdengar perkataan yang barusan keluar dari mulut lelaki itu.


Dalam pikirannya hanya telintas perkataan wanita muda yang melakukan siaran langsung tersebut.


"Ergin menawarkan sejumlah uang untuk dapat tidur dengan wanita muda itu, sama saat aku tidur pertama kali dengannya." Batin Aiyla dalam hati.


Aiyla berlari keluar dari kamar Buraq tanpa memperdulikan suara Laki-laki yang memanggil namanya. Ergin mengejar wanita itu yang berlari kencang, hiasan dikepala Aiyla pun tertinggal dilantai.


Semua tamu undangan yang hadir melihat Aiyla berlari dengan wedding dress yang masih dipakainya. Terlihat tangisan diwajah wanita itu, maskara yang digunakan luntur karena air mata yang mengalir dengan deras membuat garis hitam diwajahnya.


"Ternyata kau laki-laki tak berbeda jauh dengan yang lain, hanya menuruti nafsu mu saja! "


Sebuah taxi tepat melintas didepan hotel nan megah itu. Aiyla menghentikanya dengan tiba-tiba berdiri ditengah jalan.


Sontak sang sopir menekan pedal remnya dengan reflek. Terdengar gesekan dari ban mobil dan aspal.

__ADS_1


Mobil itu berhenti dan Aiyla langsung masuk kedalam taxi lalu meminta segera jalan.


Ergin hanya bisa menatap mobil taxi yang membawa wanita yang sangat dicintainya hilang didepan matanya.


__ADS_2