Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 119


__ADS_3

Hai... Hai... Hai... 👋👋👋


Mana jejak kalian Reader seakan menghilang dari pandangan ku... 😭😭


Please need you Guy's...🙏


Waithing for your support please... 🙏


Like this👇


1. Your Thumbs👍


2. Your Love💙


3. Your Gift🎁


4. Your Vote💯


And...Your Comment💌with Rate Star 5🌟


💠Happy Reading💠


💨💨💨Jom Lanjuuut


🔥🔥🔥


Mata Aiyla tak lepas dari lelaki dihadapannya sedangkan Ergin serasa enggan menatap wajah istrinya.


"Ada apa? Mengapa kau begitu marah pada ku ? "


Ungkap Aiyla seraya menatap dalam kearah suaminya. Dengan gemuruh didada Aiyla tak mengerti sebenarnya apa yang sedang terjadi.


Menyerahkan sebuah photo yang ada dilayar ponselnya begitu saja pada Aiyla. Masih tanpa menatap kearah Aiyla.


Aiyla melihat photo ia bersama dengan Nyonya Yasmin. Aiyla mulai mengingat beberapa tempat yang menjadi pertemuan mereka berdua.


Memang Aiyla sering bertemu untuk menjalankan rencana mereka berdua untuk mendapatkan keadilan dari ibu tiri Ergin.


Photo yang diberikan suaminya pada Aiyla, masih tak membuat dirinya mengerti akan maksud dari suaminya.


"Ini...Nyonya Yasmin, ada apa dengan photo ini? Apakah kau memata-matai ku Ergin! "


Aiyla mengira laki-laki ini menyewa orang bayaran untuk menguntit dirinya. Melaporkan segala aktivitas Aiyla yang dilakukan diluar rumah.


Kini Aiyla berbalik marah pada Ergin, ia merasa suaminya terlalu over protective terhadapanya. Sehingga terkesan tak mempercayai dirinya.

__ADS_1



Raut wajah tak senang terlihat jelas diparas cantik Aiyla. Didalam benaknya laki-laki ini tak memberikan kepercayaan penuh padanya sampai menyewa orang untuk melihat segala tindakan sehari-hari yang dilakukan dirinya.


"Kau tak mempercayai pada ku Ergin!!! Aku sungguh kecewa pada mu!!


Ucap Aiyla dengan suara lebih tinggi dari biasanya. Ergin masih tak menatap wanita yang menunjukkan amarah padanya.


"Wanita itu adalah teman dari ibu ku."


Ucap Ergin dengan suara pelan masih tak menatap Aiyla. Sontak membuat dada Aiyla bergejolak, yang semula marah berubah menjadi panik dan cemas.


Ergin telah mendapatkan informasi tentang wanita yang menjadi teman ibunya dari informan yang disewa Ergin.


"Oh.... Aku telah salah paham padanya.... Aku pikir ia meminta orang untuk menguntit ku... "


Besit Aiyla dengan wajah bersalah dan dada berdetak lebih kencang dari normalnya. Mengapa dia langsung tersulut emosi sedangkan photo yang diberikan Aiyla hanya beberapa photo saat ia bertemu dengan Nyonya Yasmin tidak ada photo yang lain.


"Kau sebenarnya sudah tahu kan? Mengapa kau tak menceritakan pada ku Aiyla... Kau tahu aku begitu mencari wanita ini. "


Ungkap Ergin dengan wajah tertutup oleh kedua telapak tangannya. Suaranya menjadi berat masih terlihat raut wajah kecewa saat menatap Aiyla.


Aiyla memeluk tubuh suaminya dan seraya berbisik dengan sangat pelan namun terdengar ditelinga laki-laki itu. Sejujurnya iapun tak mengetahui bahwa Ergin mencari Nyonya Yasmin.


"Maaaf. "


Karena kesibukan pekerjaan Aiyla melupakan masalah urgent yang harus diceritakan, ditambah dengan keberanian dari dirinya yang belum muncul untuk memberitahukan semuanya pada Ergin.


"Baiklah aku akan menceritakan semuanya, sekarang. Kita harus bertemu dengan Nyonya Yasmin saat ini juga. "


Aiyla berkata seraya menarik lengan suaminya dan berjalan menuju parkiran mobil. Ergin mengikuti saja permintaan dari istrinya.



Deru mobil membawa mereka berdua menuju kediaman Nyonya Yasmin. Kini mobil itu telah berhenti didepan rumah wanita paruh baya itu.


Aiyla menatap wajah Ergin yang terlihat gelisah dan cemas. Sepertinya laki-laki ini sedang memikirkan seperti apa sosok ibunya.


Lelaki yang memberikan kabar mengatakan bahwa wanita yang bersama istrinya itu adalah petunjuk terakhir yang mengetahui segala tentang ibu kandungnya.


Nyonya Yasmin adalah wanita terdekat dengan Elif. Namun Ergin tak mendapatkan info lebih dari informan. Lelaki itu hanya mengatakan bahwa wanita itu yang mengetahui keberadaan terakhir ibu kandungnya.


"Sayang... Ayo turun! "


Ucap Aiyla seraya membelai lembut lengan suaminya. Ergin menatap kearah Aiyla seolah meminta kekuatan pada istrinya untuk membantu dirinya untuk menghadapi semuanya setelah mengetahui identitas asli ibu kandungnya.

__ADS_1


"Silahkan masuk Nyonya...Tuan, Nyonya Yasmin sedang berada diruang tamu. Silahkan ikuti saya. "


Ucap asisten rumah tangga yang mengajak mereka berdua menuju ruang tamu yang ada dirumah besar yang dominan berwarna putih.


Terlihat Nyonya Yasmin sedang santai dengan sebuah majalah ditangannya pada saat Aiyla memasuki ruang tamu wanita tersebut.


Wanita itu masih terlihat mempesona diusia yang tak muda lagi. Wajar saya karena ia masih single dan selalu menjaga pola makan dan pola hidup sehat.


Terpancar kecantikan yang dimiliki oleh Nyonya Yasmin diusia tak muda lagi.



Wanita itu sedikit terkejut dengan kedatangan Aiyla dan Ergin, namun berusaha mengendalikan emosinya karena ini akan terjadi. Nyonya Yasmin akan menghadapi lelaki ini cepat atau lambat.


"Silahkan duduk. "


Terdengar suara wanita itu seraya menatap kearah Aiyla. Nyonya Yasmin melihat wajah laki-laki dihadapannya yang terlihat begitu cemas dan gelisah. Kemudian pandangannya dialihkan kearah Aiyla.


Aiyla memberikan isyarat mata pada Nyonya Yasmin untuk membantunya menjelaskan semua pada Ergin.


Wanita itu menarik nafas panjang dan menghembuskan secara perlahan sebelum memulai bicaranya.


"Jangan salahkan Aiyla... Aku yang meminta ia untuk tak menceritakan pada mu."


Terdengar suara berat dari wanita yang ada dihadapannya. Wanita itu berjalan menuju sebuah lemari dan membuka laci yang ada dilemari kayu tersebut.


Memberikan surat yang dulu pernah Aiyla baca, surat yang ditujukan pada ibu Aiyla. Kedua wanita itu saling menatap dan terlihat gurat wajah cemas dikeduanya untuk melihat reaksi yang akan dikeluarkan dari laki-laki itu.


Surat itu sengaja Aiyla titipkan pada wanita tersebut karena ia tak ingin Ergin menemukannya.


Wajah laki-laki itu memerah menahan segala rasa dihatinya, namun ia masih tak mengerti didalam surat tertulis nama ayah dan ibu tirinya serta nama dua orang wanita yang tak dikenal olehnya.


Yang ada dalam pikiran adalah siapa dua wanita yang dimaksud dalam surat ini, dan apa hubungan ibu tirinya memisahkan seorang anak laki-laki didalam surat yang dibaca Ergin.


"Siapa Firdev Sadoglu dan siapa Melec... Apa hubungan ibu ku dengan dua orang wanita ini?"


Dengan suara berat menahan beban yang ada dihatinya, Ergin menatap kearah Nyonya Yasmin dan Aiyla meminta penjelasan.


"Melec adalah keponakan dari ibu mu, Elif Sadoglu. Sedangkan Firdev adalah saudara dari ibu mu."


Ucap Nyonya Yasmin menjawab pertanyaan dari Ergin dengan mata berkaca-kaca. Sedangkan Aiyla sudah tak dapat menghentikan bulir bening yang jatuh diujung matanya.


Ia menggenggam tangan suaminya lalu berkata dengan suara terbata-bata menatap lekat diwajah suaminya.


"Firdev adalah ibu ku, dan Melec adalah aku. "

__ADS_1


Seketika Ergin berdiri dari duduknya dan melepaskan tangan istrinya. Wajah laki-laki itu pucat setelah mendengar perkataan dari Aiyla.


__ADS_2