Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 96


__ADS_3

Hai... Hai... Hai..πŸ‘‹πŸ‘‹


Menyapa kembali buat Reader tercinta dan setia dilapak Author....πŸ™πŸ™


Salam Rindu atas jejak kalian 😍dan Salam Hangat 😘buat yang telah meninggalkan jejaknya😊


Sampai sesi ini Author ingin reader mengungkapkan perasaanya atas tulisan AuthorπŸ˜˜πŸ’“πŸ’“


Tulis dikolom komentar yaaa πŸ‘‡πŸ‘‡


But don't forget to like, love, vote, gift and rate star 5 for me... 😘😘


πŸ’Happy ReadingπŸ’


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Tiba-tiba saja ada sentuhan telapak tangan tepat diwajahnya, sehingga kedua mata Aiyla tertutup oleh kedua telapak tangan itu.


Aroma khas yang masuk dihidung dari dekapan tubuh seseorang tepat dibelakang tubuhnya membuat Aiyla tersenyum.


Lelaki itu adalah Ergin yang kini sedang berbisik mesrah ditelinganya dengan lembut sehingga membuat bulu romanya berdiri.


"Tutup mata mu sayang...Jika ku lepas tangan ini."


Aiyla mengikuti saja perintah dari laki-laki itu yang menutup matanya kini dengan mengikat sapu tangan dikepalanya.


Ergin meraih tangan Aiyla lalu mengajaknya berjalan perlahan mengikuti gerakan langkah kaki. Dengan tangannya berpegangan dengan tangan Ergin, seperti ditintin untuk berjalan menaiki tangga dan berjalan kembali.


Terasa udara dan angin malam menembus kulitnya. Aiyla yang semula telah melepas jaket tebalnya dan hanya mengenakan baju yang dipakainya sewaktu pergi kerja merasakan hawa dingin disekujur tubuhnya.


Lelaki itu meminta Aiyla duduk setelah berjalan dan menaiki beberapa anak tangga. Kini secara perlahan ikatan dari saputangan diwajah tepatnya dikedua matanya dibuka.


Aiyla membuka matanya dengan perlahan-lahan, terlihat cahaya lilin yang menghiasi meja dihadapannya.


Mereka berdua saat ini berada dilantai dua, tempat biasanya Ergin duduk seraya menikmati sarapannya. Malam ini tempat itu telah disulap, dihiasi dengan berbagai lampu yang menyinari ruangan tanpa atap itu.

__ADS_1


Cahaya dari lampu itu membuat suasana malam ini lebih romantis. Diatas meja telah terhidang makanan yang sengaja ditutup dilengkapi dengan peralatan makan dan sepasang cangkir tinggi dan sebotol wine putih diatas meja.


Wajah Aiyla bersinar tak menyangka malam ini begitu indah yang dilihat matanya. Tiba-tiba dari belakang Ergin membalut tubuh Aiyla dengan syal yang terbuat dari bludru berwarna putih agar tubuhnya terasa hangat.


Kini lelaki itu sedang duduk tepat dihadapannya. Dengan senyum yang tak lepas diparas tampannya.


Aiyla begitu terpesona dan terlihat bahagia bahwa dirinya tak menyangka lelaki dihadapannya dapat bersikap romantis seperti ini.


Entah kapan ia menyiapkan ini semua sedangkan tadi pagi ia masih berbaring diatas tempat tidurnya karena luka tembak ditubuhnya masih belum begitu sembuh.


Dada Aiyla bergemuruh menunggu kejutan berikutnya yang telah dipersiapkan oleh Ergin. Lelaki itu memberikan seikat bunga mawar merah yang telah dipersiapkannya.


Dengan wajah berseri Aiyla menerima seikat bunga mawar merah kesukaanya itu lalu mencium aroma wangi dari bunga yang ada digengamannya.


Kejutan belum terhenti, lelaki itu menyodorkan sebuah kotak kecil bludru berwarna merah berbentuk hati. Dengan sebuah isyarat agar Aiyla membukanya.


Kini mata Aiyla berkaca-kaca melihat sebuah cincin putih dengan sebuah permata yang berkilau. Aiyla menatap wajah lelaki dihadapannya itu seraya tersenyum dengan air mata yang hendak turun dari ujung matanya.


"Aiyla... Walau aku telah melamar mu disaat itu, namun aku belum menyematkan cincin ini dijari mu, mau kah kau menikah dengan ku? "


Aiyla mengulurkan tangan kanannya dengan satu tangan menutup mulutnya, menahan tangis yang akan pecah.


"Bila awan hitam telah ada diatas kepala, biarkan hujan jatuh membasahi bumi. Bila senyummu telah mekar dihati ku ijinkan aku selalu setia mencintaimu."


Kata-kata lelaki itu membuat hati yng terluka seakan telah menemukan penawarnya. Ada ruang dihati Aiyla teruntuk lelaki yang telah menyematkan cincin dijari manis lalu menyentuh lembut dipunggung tangan Aiyla.


Ergin bangkit dan kini mereka berpelukan sentuhan lembut mendarat dibibir Aiyla. Mereka berdua menikmati sentuhan itu dan saling memberikan reaksi satu sama lain.


Yaren yang tegah berdiri disudut ruang tersebut menitikkan bulir bening kebahagian teruntuk sepasang kekasih yang ada dihadapannya.


"Semoga pernikahan mereka diberikan kebahagiaan sepanjang usia mereka."


Doa yang terucap dihati asisten rumah tangga Ergin yang turut berbahagia melihat majikannya telah melabuhkan pilihan yang tepat dengan seorang wanita seperti Aiyla.


Malam ini berbeda dengan malam-malam sebelumnya yang dilalui oleh keduanya. Ergin dan Aiyla telah menyepakati secepatnya melaksanakan acara pernikahan mereka berdua.

__ADS_1


Gul mendengar resepsi pernikahan sahabatnya itu dengan antusias menyambutnya. Pagi ini Ergin dan Aiyla sedang melakukan fitting baju pengantin.


Dengan sabar Ergin menunggu Aiyla mencoba menggunakan pakaian yang akan dikenakan dihari resepsi pernikahan mereka.


Hati Aiyla berdebar kencang dari biasanya, diluar dugaannya. Lelaki itu telah menyiapkan segalanya untuk acara pernikahan tersebut.


Berbeda dengan pernikahan Aiyla dengan Ali, yang terkesan terburu-buru dan diadakan dengan sangat sederhana.


Tamu yang hadirpun hanya kerabat dekat dan beberapa tamu undangan dari teman mereka berdua.


Namun demikian tidak menghilangkan moment sakral pernikahan mereka berdua pada saat Ali mengucapkan janji didepan hakim dan disaksikan oleh saksi dari teman mereka berdua.


Aiyla sangat bersyukur dan bahagia kala itu, lelaki yang merupakan belahan jiwanya mempersunting dirinya. Walaupun Ali tak memberikan kemewahan didalam rumah tangga mereka berdua nantinya.


Namun Aiyla tak mengurungkan niatnya untuk menerima lamaran dari lelaki itu.


"Nyonya... Nyonya..." Terdengar suara wanita memanggil namanya.


Suara wanita itu membuyarkan lamunan Aiyla pada pernikahannya yang dulu. Aiyla memandang wedding dress yang ada ditangan wanita muda itu.


Aiyla segera memakainya beberapa jenis wedding dress dan semua yang dikenakannya terlihat sempurna dengan bentuk tubuh dan paras cantik yang dimilikinya.


Ergin melihat dengan mata terpukau dan senyuman yang tak lepas menghiasi wajahnya pada saat Aiyla menunjukkan beberapa kali wedding dress yang ditawarkan toko tersebut.


Akhirnya jatuh pada satu pilihan dan Ergin sangat menyukai pilihan Aiyla. Pemilik toko meminta mereka untuk mengabadikan moment ini dengan sebuah photo.


Mereka pasti tak akan melewati kesempatan itu, seorang Ergin Ozturk pengusaha yang terkenal memilih toko mereka sebagai pilihan wedding dress untuk calon istrinya.


Ini akan meningkatkan penjualan bagi toko mereka dan semakin terkenal bagi kalangan atas yang lain jika photo pengusaha terkenal tersebut dipajang ditoko mereka.


Berwarna putih dengan tanpa lengan terbuka dibagian depan dengan payet berterbaran dibagian dada dengan berbahan brokat lembut wedding dress pilihan Aiyla. Sedangkan Ergin mengenakan tuxedo hitam dengan dasi kupu-kupu melingkar dileher laki-laki itu.



Pada saat pernikahan yang pertama Aiyla mengenakan wedding dress berwarna putih juga tanpa lengan, lebih simple dan terkesan sederhana menjadi pilihannya. Sedangkan Ali mengunakan tuxedo berwarna hitam dan celana abu-abu dengan dasi putih melingkar dilehernya.

__ADS_1



__ADS_2