Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 67


__ADS_3

Plss Reader... Berikan dukungan buat Author😊😊


Like,Love,Vote and Comment PlzzzπŸ‘Œ


Menantikan supportnya Guy's...πŸ™πŸ™


Jom lanjut.. NgebacaπŸ˜‰πŸ˜‰


🍁🍁🍁


Hanya dibolak baliknya saja makanan yang ada didalam piring Aiyla. Rasa nafsunya hilang seketika untuk memakan makan yang menjadi favoritnya yang telah tersedia diatas meja.


Perkataan mertuanya yang membuat dirinya terkejut dan ditambah dengan sikap saudara laki-laki Ali terhadapnya. Pikiran Aiyla masih tertuju pada Akhsal dan status Ali didalam keluarga besar itu.


"Apa maksud dari laki-laki itu ? Apa yang ia lakukan padaku tadi sungguh membuatku takut !!!" Batin Aiyla dalam hati dengan rasa cemas bercampur penasaran.


Akhsal sengaja mencari Aiyla karena ia tahu bahwa orangtuanya telah menceritakan pada Aiyla tentang status Ali didalam keluarga besar Tuan Mustafa.


"Mungkin saja pada saat kami bertiga berada ditaman, lelaki itu ada disana dan mendengar semua yang telah kami bicarakan," batin Aiyla kembali.


Sepertinya lelaki itu telah memperhatikan gerak-gerik Aiyla dirumah besar nan mewah itu. Sehingga darimana Akhsal tahu bahwa orangtuanya telah membuka rahasia besar yang disimpan selama ini.


Untung saja Aiyla telah memiliki feeling untuk menjaga jarak dengan lelaki itu, dari awal pertemuan mereka berdua pada saat dikantor Harun.


Tapi aneh pada saat terjadi kecelakaan itu sepertinya Akhsal tak mengenal dirinya. Lelaki itu tidak sama sekali menyinggung hubungan ia dengan Ali.


"Bagaimana bisa ia tak mengenal ku? Sedangkan photo keluarga ku telah ada dirumah itu bahkan Ali mengirimkan photo tersebut melalui lelaki itu," batin Aiyla semakin dibuat bingung.


Sikap laki-laki itu memang penuh dengan tanda tanya bagi Aiyla. Ditambah dengan Aiyla bertemu dengan ia dicafe bersama seorang wanita. Akhsal seperti seorang lelaki yang suka bermain dengan wanita.


"Aku yakin itu bukan rekan kerja atau klien dilihat dari gerak-gerik mereka berdua disana," batin Aiyla kembali seraya memainkan garpu yang ada ditangannya.


Ergin yang sedari tadi memperhatikan tingkah laku Aiyla merasakan ada sesuatu yang ada dipikiran wanita dihadapannya.


Sayang...Apa yang sedang kau pikirkan? " Tanya Ergin secara tiba-tiba.


Aiyla terkejut sekaligus bingung harus bercerita atau tidak pada laki-laki dihadapannya itu. Ini adalah hal yang sangat pribadi didalam keluarga besar Ali.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa, hanya terpikir masalah pekerjaan saja," ungkap Aiyla yang berusaha menutupi dari Ergin.


Namun Ergin merasakan hal yang berbeda, dirinya yakin ini tidak hanya masalah pekerjaan. Lelaki itu tahu Aiyla orang yang selalu meyiapkan segala sesuatu dengan tepat dan memiliki banyak penyelesaian soal pekerjaan karena wanita itu pernah menjadi pegawainya.


"Apa kau tak ingin berbaginya dengan ku? " ucap Ergin kembali seraya menyentuh jemarinya.


Didalam pikirannya jika sikap Akhsal diberitahukan pada Ergin, tentu saja Ergin akan bertanya penyebab lelaki itu sampai bersikap seperti itu terhadap Aiyla.


"Tak perlu khawatir ," jawab singkat Aiyla seraya bersikap sewajarnya.


Sedangkan Aiyla tahu bahwa lelaki itu mendekatinya karena kedua orangtuanya telah menceritakan perihal kematian orang tua Ali.


Dan Siapa orang tua Ali ? Jika bukan Tuan Mustafa lalu siapa yang dimaksud lelaki paruh baya itu, yang telah kehilangan dengan seseorang yang sangat disayangi diakhir perkataan Tuan mustafa. " Besit dihati Aiyla bertambah bingung bercampur penasaran.


Azzam yang tengah menikmati es krim coklatnya terhenti, melihat ibunya yang tak menghabiskan makanan dan hanya dilihatin saja membuat putranya menjadi bingung.


"Ibu... Apakah kau tak menyukai makanannya karena rasanya yang tak enak ? " Tanya Azzam dengan melirik kearah piringnya.


Aiyla bingung menjawab pertanyaan dari putranya. Dia mengajarkan pada putranya untuk selalu menghabiskan makanan yang telah diambil. Sedangkan makanan yang ada dipiringnya tak berkurang sedikitpun dari yang diberikan waiters.


"Baiklah... Ibu akan menghabiskan," balas Aiyla dengan wajah tersenyum.


"Aku sudah mendapatkan cuti, so... Kita bisa pergi kepeternakan itu Tuan," ucap Aiyla secara tiba-tiba.


Mendengar perkataan yang barusan didengarnya membuat dirinya tak percaya. Bahwa Aiyla memberikan respon atas liburan yang telah lama diinginkan Azzam.


Aiyla sengaja membuat Ergin tak banyak bertanya tentang apa yang sedang dipikirkan olehnya.


"Horeee... Kita kepeternakan ya bu? " Ucap Azzam dengan sangat gembira.


Aiyla menganggukan kepalanya seraya tersenyum menatap wajah putranya. Ergin meraih tangan Aiyla lalu mencium punggung tangannya.


"Apakah karena itu yang kau pikirkan sedari tadi sayang? " Tanya Ergin dengan wajah tersenyum.


Ergin masih mempersoalkan apa yang ada didalam pikiran dan hati Aiyla . Lelaki ini memang memiliki insting yang kuat terhadap Aiyla.


"Besok kita bisa pergi Tuan," ucap Aiyla dengan sorot mata serius.

__ADS_1


Berusaha mengalihkan perhatian Ergin dengan mengatakan bahwa mereka dapat segera berlibur dipeternakan itu kembali.


"Kau yakin sayang? " Tanya Ergi penuh dengan penekanan.


Dengan mencium punggung tangan Ergin sebagai tanda bahwa dirinya bersedia untuk pergi kepeternakan.


"Sayang... malam ini kau tak perlu pulang. Beritahu saja Fusun dan aku akan menelpon Murad untuk menghandle kerjaan yang ada dikantor. Besok pagi kita akan langsung kepeternakan," ucap laki-laki itu dengan serius.


Aiyla tak setuju karena belum membawa segala persiapan yang akan dibutuhkan. Dengan sikapnya yang santai seraya mencium kembali punggung tangan Ergin lalu melepaskan senyumannya.


"Sayang.. Kalau soal itu kita tinggal beli saja," ucap Ergin seraya menatap Azzam.


Akhirnya Aiyla menurut saja karena Azzam juga tak ingin menghilangkan moment ia kembali kepeternakan itu. Putranya tak sabar untuk segera bertemu dengan anak kuda yang dulu dilihatnya.


"Baiklah," ucap Aiyla dengan singkat.


Aiyla segera memberitahukan pada Fusun bahwa mereka berdua tidak pulang kerumah dan akan pergi berlibur selama satu minggu disana.


Sebenarnya Aiyla merasa tak enak hati pada wanita yang sangat berjasa dalam hidupnya itu ditinggal lama oleh Aiyla dan Azzam.


Namun setelah ia mengatakan akan pulang kampung selama mereka berdua ada dipeternakan membuat hati Aiyla menjadi nyaman dan lega.


"Sehabis kita makan ini kita akan berbelaja ya sayang..." ucap Ergin dengan mesrah menatap Aiyla.


Wajah Azzam bertambah ceria dan senyum mengembang diparasnya yang tampan dengan memperlihatkan dua lesung pipinya.


Senyuman itulah yang diinginkan Aiyla dan tak sanggup jika harus kehilangan seyuman itu dari paras tampan putranya.


"Good job son," ucap Ergin dengan mencium putranya.


Sekitar 50 menit Aiyla berbelanja semua yang diperlukan mereka berdua dipeternakan nantinya. Mereka bertiga seperti sebuah keluarga sungguhan yang harmonis dan bahagia. Ergin tak pernah tampil didepan umum seperti saat malam ini.


Sehingga semua orang memperhatikan mereka bertiga, Aiyla merasa tak biasa dengan semua mata yang melihat dirinya dan putranya.


"Siapa anak lelaki itu? Apakah Ergin Ozturk telah memiliki putra? Dan wanita disampingnya itu adalah arsitek yang memenangkan sebuah avent yang menunjukkan arsitek muda dan berbakat dikota ini," ucap salah satu lelaki yang sedang berbicara dengan seorang wanita.


Ergin mengetahui pembicaraan dua orang yang tak jauh dari Aiyla. Beruntung Aiyla tak mendengar perkataan kedua orang tersebut.

__ADS_1


Ada rasa bahagia terpancar diwajah lelaki bermata biru tapi ada pula rasa sedih menyelinap direlung hatinya karena sesungguhnya sampai saat ini Aiyla belum memberikan jawaban pasti terhadap hubungan mereka berdua.


__ADS_2