
Akankah berjalan mulus cinta mereka berdua?💕💕
Tulis dikolom komentar....😉👇
Jangan lupa wajib like, love, vote dan rate bintang 5👌
Jom Lanjut...💋💋
💞💞💞
Baru hari ini Aiyla bisa masuk kekantor setelah hampir dua minggu dirinya cuti mengurus putranya yang sakit. Beruntung Harun adalah atasan yang sangat pengertian akan keadaan Aiyla.
Pagi ini telah berjalan rapat yang dihadiri oleh perwakilan dari bagian masing-masing staf yang bekerja dikantor Harun.
"Nyonya Aiyla.. Tuan Akhsal ingin anda melihat kerumah besarnya, karena selama anda dirumah sakit, saya meminta untuk dihandle oleh rekan kerja anda. Tuan Akhsal hanya ingin memastikan saja bahwa itu sesuai dengan konsep yang telah disepakati," ucap Harun pada Aiyla.
Rapat hari ini berjalan dengan lancar seperti biasanya. Banyak pekerjaan yang tertunda karena Aiyla cuti. Kini dirinya seperti mengejar setoran bekerja siang dan malam.
Siang ini Aiyla akan mengecek langsung kerumah besar nan mewah tersebut. Bersama rekan kerjanya Aiyla pergi kerumah Tuan Mustafa.
"Selamat datang nyonya Aiyla, Tuan dan Nyonya telah menunggu anda diruang tamu,," ungkap asisten rumah tangga itu seraya tersenyum.
Kedatangan Aiyla kali ini tak seperti sebelumnya, dirinya bisa sedikit rileks dan merasa tak terbebani seperti dulu.
Benar kata asisten rumah tangga yang ada dirumah ini bahwa majikannya tengah menunggu kehadiran dirinya. Tak terlihat Akhsal disana.
"Aiyla... Apa kabar anak ku? Dimana Azzam ? Mengapa tak sekalian dibawa kemari ? Ucap Nyonya Mustafa dengan wajah senang seraya memeluk tubuhnya.
Dengan melepas senyum dan menyambut hangat pelukan yang diberikan mertuanya itu. Disatu sisi wajah Azizah terlihat tidak menyukai tindakan yang dilakukan mertuanya pada Aiyla.
"Mana mungkin dibawa kemari, kau lupa apa Aiyla kemari sebagai arsitek hebat dikota ini bukan sebagai menantu kita. Terima kasih Tuhan membawa langkah kaki menantu kita untuk mendesain ulang ruang pribadi kita, " ungkap Tuan Mustafa dengan wajah bahagia.
Rasa tak percaya atas apa yang barusan dikatakan lelaki paruh baya itu. Sekarang Aiyla telah dianggapnya menantu dalam keluarga besar ini. Terucap jelas dari mulut Tuan Mustafa.
"Ali... Lihat lah... Disaat ini keluarga mu telah dapat menerima aku dan putra mu dalam bagian keluarga besar mu. Kau pasti lebih bahagia setelah melihat ini semua," besit Aiyla dalam hati dengan mata berbinar.
__ADS_1
Semua tersenyum lepas raut bahagia terpancar dikedua orangtua Ali. Namum Aiyla tak melihat Akhsal suami Azizah disini.
Itu menandakan pesan yang disampaikan oleh Harun adalah permintaan sepasang suami istri ini yang ingin dirinya datang kemari, tidak untuk melihat pekerjaan yang ada disana namun melainkan mereka ingin bertemu dengan Aiyla.
"Tuan... Dimana Tuan Akhsal, Apakah telah pergi kekantor? Semenjak anda sakit tentu beliau lebih sibuk dari sebelumnya mengurus busnis anda," ucap Aiyla dengan nada bicara pelan.
Terjadi perubahan diriak wajah Tuan Mustafa yang semula bahagia sekarang terselip sebuah kegetiran diparas lelaki yang tak muda lagi. Aiyla melihat perubahan itu timbul rasa penasaran dihati.
"Apa yang terjadi pada keluarga ini, terutama Akhsal yang menurutnya memiliki rahasia yang berhubungan dengan dirinya," batin Aiyla dengan wajah tetap tersenyum.
Akhirnya bicang ringan diruang tamu beralih ketujuan Aiyla kerumah besar nan mewah ini. Melihat pekerja yang sedang mengerjakan projek yang telah disepakati bersama.
Dengan keahlian dan ketelitian Aiyla mengecek dengan detail setiap centi bagian ruang yang diubah tersebut. Aiyla juga menginginkan kenyaman bagi kedua mertuanya ini setelah desain darinya diaplikasi keruang pribadi Tuan dan Nyonya Musatafa.
"Kau tahu Aiylah, tambahan ruang yang disana adalah untuk Azzam jika suatu hari nanti cucu ku itu bermalam disini," ungkap Nyonya Mustafa dengan mata berkaca-kaca.
Tak habis pikir Aiyla mengenai kedua mertuanya ini. Mereka seperti membayar rasa bersalah yang pernah mereka lakukan dulu. Dirumah sebesar ini masih ada ruang kosong dan beberapa kamar tamu. Tapi mereka sengaja menambah satu ruang khusus untuk putra Aiyla.
"Akan kubawa putra ku secepatnya pada kalian," ungkap Aiyla dengan bulir bening telah menetes dipipinya karena terharu.
"Ada apa anak ku? Apakah ada perkataan ku yang salah? " Tanya Nyonya Mustafa dengan wajah berubah menjadi khawatir.
Aiyla hanya memeluk tubuh wanita itu, baru kali ini dirinya memeluk erat wanita ini seperti layaknya ibu kandungnya.
"Terima kasih nyonya." Ucap Aiyla dengan bulir bening bahagia yang keluar dari sudut mata.
Wanita itu membalas erat pelukan Aiyla seperti memeluk putrinya yang telah lama hilang. Rasa haru dihati wanita itu menyeruak sehingga meneteskan juga bulir bening bahagia dikedua ujung matanya.
"Ibu...Semua sudah siap," ucap Azizah dengan wajah bermuka dua.
Sungguh kedatangan Azizah membuat mereka berdua menghentikan suasana bahagia yang dirasakan oleh keduanya.
"Drama apa yang dimainkan wanita liar ini ? Sudah putrannya yang dianggap pangeran dirumah ini, apakah dirinya merasa sebagai ratu disini ? Tidak akan terjadi selama Azizah ada disini !!! " Ungkap wanita itu menatap tajam kearah Aiyla.
Siang ini ternyata mertuanya itu sengaja menyiapkan dirinya dan rekan kerjanya untuk makan bersama dirumah besar nan mewah itu.
__ADS_1
Jelas disambut hangat oleh mereka berdua karena sebelum pergi kemari mereka belum makan siang.
"Nyonya...Sepertinya mereka baik sekali pada kita, sampai menyiapkan makan siang." Ucap rekan kerjanya dengan penasaran.
Hanya tawa kecil yang diberikan Aiyla pada rekan kerjanya itu. Dirinya sengaja tak mengpublikasi statusnya didalam keluarga besar Tuan mustafa.
"Kita nikmati saja makanan enak yang telah tersedia dihadapan kita ini, " balas Aiyla seraya memainkan matanya.
Semua berjalan seperti yang direncanakan sekitar 80% pekerjaaan telah siap dikerjakan pekerja yang ada dirumah Tuan Mustafa.
Sebelum pulang tak lupa Nyonya Mustafa membingkiskan sesuatu untuk cucunya. Melihat kedekatan Aiyla dengan pemilik rumah besar tersebut membuat rekan kerjanya penasaran atas semua yang dilihatnya hari ini.
Rekan kerjanya tak mendengar disaat Tuan Mustafa dengan gamblang mengatakan bahwa Aiyla adalah menantu dikeluarga besar itu, karena pada saat itu rekan kerja Aiyla langsung pergi ke lokasi mengecek pekerjaan pekerja disana.
Jadi lelaki bertubuh tinggi semampai dengan usia sangat terpaut jauh dibawah Aiyla. Rekan kerjanya adalah mahasiswa yang baru saja menyelesaikan kuliahnya satu tahun yang lalu dan sekarang bekerja dengan Harun.
Masih semangat-semangat mengimplementasikan ilmu yang didapat dari kampus untuk projek dirumah Tuan Mustafa.
Diliriknya arlogi ditangan kanan tertuju diangka 15.45. Mereka berdua memutuskan untuk segera balik kekantor.
"Nyonya kalau anda ingin segera pulang kerumah tidak masalah, biar saya sampaikan pada Tuan Harun," ucap rekan kerjanya itu dengan memasang wajah serius.
Sebenarnya tanggung balik kekantor karena jam pulang kantor tinggal 15 menit lagi, namun Aiyla juga harus balik bersama lelaki ini karena ada beberapa file yang harus dibawanya pulang untuk diselesaikan dirumah.
"Tak masalah ...Ada file yang harus saya ambil," ucap Aiyla dengan senyum memperlihatkan lesung pipi yang dimilikinya.
Mobil taxi telah mengantar mereka berdua balik kekantor dan langsung menuju keruang kerja mereka.
"Baiklah sampai ketemu besok nyonya Aiyla," ucap rekan kerjanya seraya mengangkat tangannya keatas dengan santai.
Hubungan Aiyla memang tak terlihat rekan kerja tapi seperti seorang adik saudara laki-laki Aiyla. Pemuda itu begitu supel dan berjiwa santai namun tetap sopan dengan segala batasan.
"Siapa pemuda itu?? " Terdengar Suara tak asing ditelinga sedang berbicara padanya.
Sebelum dirinya membalikkan tubuhnya, apa yang terlintas dipikiran tidak mungkin lelaki bermata biru itu ada dikantornya. Hanya khayalanya saja mendengar suara lelaki yang telah mengacaukan hatinya itu.
__ADS_1