Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 102


__ADS_3

Mohon dukungan Reader tercinta untuk selalu like, plus berikan vote dan giftnya buat Author... 😊😊


Terima kasih yang telah memberikan dukungannya πŸ™ Bagi yang belum please....πŸ˜‰


Hargai usaha Author dengan berbaik hati πŸ’“ setelah menikmati tulisan diakhir babnya dengan menekan jempol πŸ‘dan sekuntum bunga mawar 🌹


Jom lanjut...😘😘


πŸ’›Happy ReadingπŸ’›


πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ


Hanya bulir bening yang jatuh diujung mata Aiyla menatap sendu wajah lelaki yang ada disampingnya.


"Aku terlalu egois, tak seharusnya kau pertahankan hubungan ini. Aku hanya akan menyakiti mu saja! "


Ungkap Aiyla dengan mata telah berair dan suara lebih berat dari biasanya.


Lelaki itu hanya memeluk tubuhnya kembali tanpa berkata sepatah kata apapun pada Aiyla. Kini mereka berdua hanyut dalam perasaan masing-masing.


Selama penerbangan mereka habiskan untuk saling menggenggam tangan satu sama lain dan sampai waktu mereka tiba dibandara.


"Sayang...Kita akan langsung kehotel saja, karena aku telah merasakan penat seharian ini. Kita akan makan malam dihotel atau dipesan lewat hotel saja. "


Ungkap Ergi dengan tak lepas melingkarkan tangannya dipinggang Aiyla. Lelaki itu seperti tak menginginkan Aiyla lepas lagi dari gengamannya.


Aiyla hanya ingin segera rehat dan kembali tidur. Jadi mereka berdua memutuskun untuk langsung mencari tempat untuk istirahat. Makan malam melalui restoran yang ada dihotel saja.


Deru mobil telah mengantarkan mereka berdua sampai pada hotel bintang 5. Setiba dikamar Aiyla langsung membersihkan dirinya sedangkan Ergin masih merebahkan tubuhnya disofa yang ada dihotel tersebut.


Dengan menggunakan baju tidur yang tak terbuka, stelan baju tidur berlengan pendek dengan celana panjang berbahan sutra berwarna baby Blue.


Ergin menatap dalam wanita yang telah membasahi rambutnya dengan handuk yang melilit dikepalanya seraya tersenyum.


"Aku bisa tidur pulas malam ini."


Ledek Ergin seraya tersenyum dengan mata genit. Aiyla hanya tersipu malu rona merah terlihat diwajahnya.


Lelaki itu bangkit dari posisi rebahan diatas sofa berjalan menuju kamar mandi. Sebuah sentuhan hangat mendarat dipipinya.

__ADS_1


"Iiih...Sempat-sempatnya!!" Ucap Aiyla ketika Ergin berlalu seraya mencium pipi sebelah kanannya.


Lelaki itu berlalu begitu saja memasuki kamar mandi seraya tertawa lepas. Senyum membingkai diparas cantik Aiyla melihat tingkah laku lelaki yang barusan berlalu dari hadapannya.


Setelah selesai mengenakan lotion ditubuhnya dan memoleskan cream malam diwajahnya, Aiyla merebahkan tubuhnya diatas kasur. Rasa segar dan rileks setelah mandi membuat wanita itu tertidur kembali.


Sekitar 15 menit Ergin keluar dari kamar mandi dan dilihatnya wanita yang membuatnya tak berhenti berjuang untuk mendapat cintanya itu tengah tertidur pulas.


Ada raut damai terlihat jelas diwajah Aiyla disaat tidurnya, berbeda pada saat tertidur diatas pesawat. Ergin langsung mengenakan pakaian tidurnya tanpa membangunkan Aiyla.


Dicobanya merebahkan tubuhnya tepat disamping wanita yang sangat dicintainya itu. Pikirannya melayang terlintas kembali pesan masuk dari orang suruhannya.


Lelaki itu mengatakan seseorang yang akan ditemukannya didaerah ini. Suatu kebetulan disaat ini ia bersama Aiyla. Seseorang yang akan ditemukan Ergin adalah seseorang yang mengerti banyak tentang ibunya.


Diambilnya arlogi yang ada diatas nakas terletak disamping tempat tidur mereka berdua.


Tertuju pada angka 11.00 malam, Ergin tak ingin membangun wanita itu, untuk makan malam.


Dibiarkan saja Aiyla tanpa makan malam karena terlihat wanita itu sungguh merasa kelelahan. Ergin lalu ikut melingkarkan tangannya pada bagian pinggang Aiyla.


Nafas teratur Ergin mulai terlihat pertanda iapun akan larut dalam dunia bawah sadar. Tak menunggu waktu lama Ergin telah tertidur seraya memeluk Aiyla dan mencium aroma rambut wanita tersebut.


Sentuhan lembut tepat dibibirnya dirasakan Aiyla pada saat membuka matanya secara perlahan. Dilihatnya dengan mengusap matanya yang tak gatal berulang-ulang kali.


"Ergiin... "


Ucap Aiyla dengan wajah tak percaya. Rupanya Aiyla tak menyadari bahwa semalam ia telah tidur bersama dengan laki-laki yang telah membuat hatinya bergemuruh.


Dia menganggap sebagai suatu mimpi yang indah, namun tak bisa dipercaya karena ini adalah real. Ergin tengah duduk disatu sisi tempat tidur dengan telah memakai pakaian kerjanya.


"Apa agenda mu hari ini ? "


Pertanyaan ini seharusnya dari semalam telah muncul dibenaknya. Namun baru pagi ini Ergin menanyakan agenda dari wanita yang masih berselimut.


Ini adalah takdir yang mereka jalani seperti saat ini, Ergin akan bertemu dengan orang yang penting didalam hidupnya untuk mencari keberadaan ibunya dan Aiyla kedaerah ini karena suatu pekerjaan.


"Aku akan menemui Nyonya Yasmin untuk projek baru yang akan diberikan pada perusahaan kami."


Ungkap Aiyla dengan wajah tenang seraya meraih tangan Ergin lalu mencium punggung tangannya.

__ADS_1


Erginpun membalas dengan sentuhan lembut tepat dibibirnya. Dengan manjanya Aiyla meminta untuk lelaki itu mengangkat tubuhnya dan membawa kedalam kamar mandi.


Merebahkan Aiyla tepat di bathub kemudian mencium puncak kepalanya. Aiyla menarik lengan Ergin ketika hendak meninggalkan dirinya.


Sebuah isyarat bahwa wanita itu menginginkan dirinya dipagi ini. Senyum tipis menghiasi wajah lelaki itu, Ergin mengerti apa yang diinginkan Aiyla terhadapnya.


"Kau menggoda ku sayang... "


Ucap Ergin dengan mencubit lembut hidung wanita itu hingga terlihat memerah dipuncak hidung.


Dengan mata merayu dan gerakan yang menggoda Ergin terpancing untuk memenuhi hasratnya yang telah lama terpendam. Walaupun disaat ini ia telah siap dengan pakaian kerja.


Sebuah sentuhan lembut telah mendarat dibibirnya, permainan lidah dan bibir diantara mereka yang telah lama kini menjadi semakin liar. Ergin tak melepaskan peluang yang diberikan padanya.


Deru nafas mereka berdua tidak dalam normal, mereka seakan kehabisan nafas sampai akhirnya melepaskan ciuman panas yang terjadi dengan spontan itu.


Dasi yang tadinya telah melingkar indah dileher jenjang Ergin kini telah terlepas begitu juga dengan pakaian yang dikenakan mereka berdua.


Ergin mengusap lembut punggung Aiyla dengan spon dan busa dari air sabun. Kini mereka telah berendam berdua didalam bathub. Dengan lembut dan perlahan mengusap sekujur tubuh Aiyla dengan spon.


Kulit putih bersih yang terlihat dimata lelaki itu membuat dirinya tak tahan untuk memberikan sentuhan-sentuhan melalui bibirnya.


Rasa dingin yang menjalar disekujur tubuh mereka membuat mereka berdua merapatkan diri satu sama lain. Terjadilah pergerakan-pergerakan yang membuat mereka hanyut akan kenikmatan yang telah lama tak dirasakan.


"Ergin..." Desahan dari wanita itu membuat nafsunya lebih meningkat.


Aiyla telah terbuai dengan permainan yang diberikan lelaki tersebut. Tak dapat dikendalikannya lagi. Leguhan kenikmatan seakan telah berada dipuncaknya.


"Apakah kau telah siap sayang.... " Ucap Ergin dengan raut wajah yang dapat dimengerti oleh Aiyla.


Hanya gerakan yang diberikan Aiyla menandakan bahwa dirinya sudah tak tahan untuk melepas kenikmatan itu. Akhirnya secara bersamaan mereka melakukan pelepasan dengan nafas yang terdengar tak beraturan satu sama lainnya.


Untuk yang kedua kalinya dipagi ini Ergin harus mandi kembali, namun kali ini bersama dengan wanita yang sangat dicintainya.


Senyum diraut wajah mereka berdua mengembang, sebuah kebahagian kembali terlihat diparas keduanya.


"Sayang memang nakal pagi ini..." Ucap Ergin seraya memeluk erat tubuh Aiyla yang tengah berdiri mengeringkan rambutnya.


Hanya senyum tipis ketika Ergin menggodanya kembali. Terlihat Aiyla begitu menikmati moment dipagi ini.

__ADS_1


__ADS_2