
Author harap reader setia memberikan dukungannya selalu...π Melalui komentar yang membangun serta vote dan hadiah yang diberikan dengan rasa bahagia telah terhibur dengan tulisan Author...ππ
Salam hangat untuk reader semua..ππ
Semoga keberkahan dan kesuksesan mengalir pada kita semuaππ
Jom Lanjut π₯π₯
π‘Happy Readingπ‘
βββ
"Aku ingat sesuatu, ayah mu pernah mengatakan bahwa wanita itu berasal dari daerah X, coba saja pergi kesana. Semoga Tuhan memberikan petunjuk didaerah tersebut," ucap lelaki itu dengan wajah sedih bercampur bahagia.
Tergambar jelas dimata Ergin dan Aiyla rasa bahagia mendengar perkataan dari lelaki paruh baya seakan memberikan secercah harapan dihati Ergin.
"Terima kasih Tuan...Semoga Tuhan memberikan petunjuk seperti yang Anda katakan," balas Ergin dengan mata berbinar.
Deru mobil meninggalkan rumah unik yang ada didaerah tersebut. Mereka berdua bergelayut dengan pikiran masing-masing.
Aiyla baru mengerti bahwa Ergin merasakan beban yang berat disaat ia bukanlah putra kandung Nyonya Esma. Sedangkan Ergin merasakan beban itu bertambah disaat wanita yang dicintainya meninggalkan dirinya setelah tahu bahwa ia bukanlah lelaki yang seperti dulu memiliki harta yang berlimpah.
Ergin...
Aiyla...
Secara bersamaan mereka berdua memanggil nama masing-masing. Pandangan mereka bertemu satu sama lain. Penuh dengan makna didalam sorot mata mereka berdua.
Ada kehangatan disorot mata mereka, rasa rindu dan rasa bersalah bergelayut dihati dan pikiran mereka berdua.
"Silahkan lebih dulu," ucap Ergin dengan tersenyum sendu.
Aiyla tak tahan lagi ingin mengutarakan apa yang ada dihatinya saat ini. Kesalahpahaman yang telah membuat dirinya secara egois melukai hati lelaki disampingnya itu.
__ADS_1
Dengan cara menjauh dan tak berada disamping lelaki itu, disaat ia membutuhkan seseorang yang dapat menguatkannya dirinya.
"Maafkan aku, seharusnya aku tak berbuat lebih menyiksa diri mu, kalau tidak saja Murad berkata pada ku tentang mu maka akan semakin dalam prasangka buruk ku pada mu. Setelah apa yang ku dengar dan ku lihat hari ini menambah rasa bersalah ku pada mu, " ungkap Aiyla dengan sudut mata telah basah.
Melihat wanita disampingnya itu menangis spontan Ergin memeluk tubuh Aiyla. Pelukan hangat yang telah lama ingin dilakukannya.
Ergin menyentuh lembut berulang kali bibir wanita itu. Bermain dengan lembut lidah dan bibirnya menyentuh bibir wanita yang sangat dicintainya itu.
Aiyla memberikan respon yang baik atas sentuhan yang diberikan lelaki itu padanya.
"Ergin...Kau harus tahu bahwa Aku tak pernah melihat kekayaan yang kau miliki ataupun status sosial mu. Aku melihat hati mu yang begitu tulus pada putra ku. Dan kini aku merasa bersa... " Ucapan Aiyla terhenti.
Tak dapat meneruskan perkataanya karena Ergin telah menciumnya kembali dan kini begitu hebatnya lelaki itu ******* bibir Aiyla dengan bergairah.
Membuat Aiyla tak dapat bernafas dengan normal, melihat wanita itu merasakan kesulitan bernafas barulah Ergin menghentikan ciuman panasnya.
"Oh...Sayang ku betapa aku sangat merindukan dirimu. Kesalahpahaman kita berdua membuat ku terbakar tapi mendorong ku untuk bangkit dari keterpurukan itu, " ungkap Ergin dengan mata memerah menahan tangisnya.
Digenggaman erat jari jemari Aiyla lalu mencium punggung tangan wanita yang selalu ada tempat teristimewa direlung hatinya.
Rasa rindu dan rasa sayang mengikat Ergin pada putranya dan wanita yang sekarang ada disampingnya.
"Ayah.... " Seru Azzam dengan mata yang bersinar melihat kehadiran Ergin.
Lelaki itu langsung menggedong tubuh Azzam lalu mencium dikedua pipi anak lelaki tersebut. Fusun yang melihat kedatangan Aiyla bersama laki-laki hanya tersenyum bahagia.
"Syukurlah mereka berdua sudah baikkan," batin Fusun didalam hatinya.
Azzam tak melepaskan lelaki bermata biru itu dari dekapannya. Walaupun lelah Ergin menuruti saja permintaa Azzam, membacakan buku cerita untuk anak lelaki yang kini berbaring dilengannya.
"Ayah.. Mengapa tidak tinggal disini saja? Setiap malam Ayah akan membaca buku cerita untuk ku," ucap polos Azzam dengan manjanya.
Aiyla yang mendengar percakapan mereka berdua terenyuh hatinya. Ada rasa perih dihatinya yang telah terluka. Sampai detik ini Aiyla merasa belum yakin untuk dapat lanjut kejenjang yang lebih serius.
__ADS_1
"Maafkan ibu sayang... Ibu belum yakin dengan perasaan sendiri bahwa bisa sepenuhnya membuka hati untuk lelaki yang kau panggil ayah itu," batin Aiyla dengan bulir bening yang telah jatuh disudut matanya.
Berlalu meninggalkan kedekatan diantara mereka berdua karena tak ingin diketahui oleh dua laki-laki yang ada dihadapannya itu.
Menghadap kaca jendela yang ada dikamarnya, dilihatnya bulir bening yang jatuh perlahan. Musim dingin ini membuat bulir -bulir bening menempel dikaca.
"Apa saat ini hati ku terlalu egois...Kebahagiaan putra ku adalah segalanya untuk ku. Namun aku tak ingin menoreh luka ini terlalu dalam sehingga rasa bersalah ku ini menyiksa ku," batin Aiyla.
Suara langkah kaki mengusik lamunan Aiyla, tubuhnya yang tengah berdiri sendiri kini telah dirangkul dari belakang.
"Sayang... Mengapa kau berdiri termenung disini? Adakah yang mengusik pikiran mu bahkan hati mu itu? " Ungkap Ergin masih memeluk erat tubuhnya.
Terdiam dan hanya merasakan sentuhan kasih sayang dan kemesraan dari lelaki yang sedang memeluk tubuhnya dari belakang.
"Ergin... Aku tak tahu akan perasaan ku pada mu... Apakah hati ku bisa memberikan ruang untuk mu sedangkan diriku tak begitu yakin akan perasaan ku sendiri," ungkap Aiyla.
Lelaki itu menyentuh lembut dibahunya dan membisikkan kata yang sangat mesra ditelinga Aiyla.
"Dari cintamu aku belajar bersabar dan dari dirimu pula aku bersabar menunggu mu dengan tanpa batas sampai kau yakin akan perasaan mu terhadap ku. Tapi jangan pernah terbesit dihati mu untuk pergi dari sisih ku"
Begitu terenyuh hati Aiyla mendengar perkataan lelaki yang tak memaksakan tapi memberikan ruang untuk dirinya. Hati yang tak menentu itu bergetar seakan ada suatu rasa dihatinya yang tak dimengerti.
"Baiklah....Bersabarlah terhadap ku dan jangan pernah menyerah untuk memperjuangkan cinta mu apapun keadaannya," balas Aiyla dengan senyum lesung pipi diwajahnya.
Malam itu mereka berdua bisa tidur dengan perasaan bahagia. Rasa rindu yang menyelinap direlung hati Aiyla dan Ergin terbalas sudah.
Walau hanya tidur bersama dengan berpelukan membuat kesalahpahaman yang terjadi selama ini memudar seiring dengan dekapan yang semakin erat yang dilakukan Ergin pada wanita yang telah tertidur pulas.
"Hanya waktu yang akan meyakinkan dirimu sayang...Bahwa aku sangat mencataimu dan tak ingin berpisah dari mu apapun yang akan terjadi, " batin Ergin dengan optimis seraya membelai lembut wajah Aiyla.
Mencium aroma khas dari rambut coklat dan tubuh wanita itu sebagai obat tidur untuk Ergin. Nafas Aiyla yang teratur menunjukkan wanita itu telah berada dibawah alam sadarnya.
"Semoga kau selalu menjadi obat tidur ku dan disaat pagi hari hanya wajah mu yang selalu menghiasi mata ku," Besit Ergin dengan melepaskan senyuman dan sentuhan lembut nan mesrah dibibir Aiyla.
__ADS_1
Sentuhan itu membuat tubuh Aiyla mengeliat dan membangkitkan kejantanannya yang berusaha dikendalikan sedari tadi.