
Menurut Reader... Apakah Ergin dapat menemukan ibu kandungnya?😱
Tulis dikolom komentar yaaa 🙏
Like, Vote, love dan Gifh, serta Rate star 5😉😉
Jom Lanjut Ngebaca...🎉🎉
🌟🌟🌟
"Nyonya...Kenapa anda tidak juga menghabiskan makanannya? " Tanya asisten rumah tangganya itu.
Semenjak pertengkaran itu terjadi, nafsu makan Nyonya Esma berkurang dan setiap malam tak dapat memejamkan matanya.
Terjadi penurunan kesehatan pada wanita paruh baya itu. Sudah tiga hari ini ia demam karena tubuhnya berontak. Asupan gizi yang kurang dan istirahat yang tidak cukup menyebabkan tubuhnya tumbang tak mampu bertahan dalam kondisi seperti itu.
Tidak seimbangnya antara asupan gizi dengan istirahat, maka tubuh siapapun akan ngedrop dan menimbulkan beberapa penyakit yang akan datang.
Pikiranya terlintas pada saat dirinya membesarkan Ergin. Walau bagaimanapun Ergin telah dirawat olehnya sejak berumur 1 tahun. Sekarang tumbuh menjadi pribadi yang matang bahkan hampir menyerupai suaminya.
"Ergin tak bersalah secara langsung dalam hal ini, yang menyebabkan hubungan ini hancur adalah kehadiran wanita itu." batin wanita itu dengan nanar.
Itulah yang ada dalam pikiran Nyonya Esma selama ini. Ia tak pernah merasa bersalah sedikitpun dan dengan mudah menuduh Aiyla sebagai penyebab utama hancurnya hubungan yang selama ini dirancang apik olehnya.
Rahasia puluhan tahun yang selama ini dipendam dan disimpan rapat olehnya, akhirnya terbongkar karena pertengkaran itu. Rasa sakit dan rasa dendam membakar hatinya karena Ergin meninggalkannya begitu saja demi sosok Aiyla.
Tak berpikir ulang untuk meninggalkan perusahaan yang begitu besar. Sedangkan orang lain ingin sekali bekerja diperusahaan tersebut, bahkan berebut untuk menjadi pegawainya. Ergin dengan mudahnya meninggalkan posisi nomor satu diperusahan itu.
"Aku akan mencari cara agar kau mendapatkan balasannya," umpat kesal wanita paruh baya itu dengan sorot mata nanar seraya menatap sebuah gambar.
__ADS_1
Dengan surat kabar terbitan lama yang ada ditangannya. Melihat gambar Aiyla dengan kebencian yang mendalam. Didalam surat kabar yang memuat sosok Aiyla dipuji dalam berita tersebut. Sebuah hadeline news yang berjudul: "Arsitek Muda berbakat rela tak dibayar demi Rumah Cinta Kasih" .
Hati wanita itu terbakar membaca setiap rangkaian kata yang memuat berita berisikan tentang pujian terhadap Aiyla yang ditulis disurat kabar tersebut.
Tak mau terima, hatinya terasa sakit jika melihat kesuksesan dan kebahagiaan dari Aiyla dan Ergin begitu pula sebaliknya ia pasti akan merasa berbahagia jika mereka berdua terpuruk.
"Aku akan memisahkan kau dengan Ergin, kau tak akan berbahagia dengan lelaki itu," ungkap Nyonya Esma dengan sorot mata penuh kebencian.
Entah mengapa wanita itu begitu menyalahkan semua yang terjadi pada Aiyla. Kepergian Ergin dan keputusan Ergin untuk resign dari perusahaan yang didirikan keluarga besar suaminya itu.
"Ergin hanyalah imbas dari rasa cintanya yang berlebihan sehingga membutakan matanya," batin Esma dihati dengan yakin.
Suara pintu terdengar dari luar dan muncullah asisten rumah tangga yang tadinya ia usir karena menayakan makanannya yang tak habis dimakan.
"Nyonya... Ada Nyonya Syukran ingin menjenguk," ucap asisten rumah tangganya itu.
Hanya menganggukkan kepala pertanda mengerti dengan apa yang dikatakan oleh wanita yang telah lama bekerja dengannya itu.
Tak menunggu waktu lama wanita yang tak lain sahabatnya itu melangkahkan kaki mendekatinya. Duduk ditepi tempat tidur disalah satu sisinya.
Hai...Apa kabar mu? " Ucap Nyonya Syukran dengan tersenyum.
Tak ada jawaban, hanya ada wajah gelisah dan cemas yang melanda dihatinya, semua itu terpancar jelas diparas wajah yang tak muda lagi.
"Bagaimana bisa sakit? Apakah kau masih memikirkan wanita dimasa silam 34 tahuh itu??" Ungkap Nyonya Syukran dengan spontan.
Wajah wanita yang terbaring diatas kasur itu berubah. Ada ketidaksukaan pada perkataan sahabatnya itu.
"Ini tak akan terjadi kalau Ergin tak terpikat pada wanita itu, pasti dengan cara murahan untuk memikat dinginnya hati Ergin, " ungkap Nyonya Esma dengan kesal.
__ADS_1
Ibu Murad terkejut dan tak menyangka wanita dihadapannya itu begitu memiliki prasangka buruk terhadap wanita lain dan yang dimaksudnya kali ini adalah Aiyla.
"Apakah kau memiliki bukti atas tuduhan mu itu? " Ucap balik Nyonya Syukran dengan kesal.
Ibu Murad tak suka dengan pola pikir sahabatnya itu. Setiap wanita yang dekat dengan putranya, wanita yang ada dihadapannya ini selalu berprasangka buruk.
Wanita yang posisi semula terbaring, kini setengah duduk dengan menyandarkan tepat dikepala tempat tidurnya. Nyonya Syukran menyipitkan mata dan mengerutkan dahinya meminta sahabatnya itu, untuk tidak selalu memiliki prasangka buruk pada wanita lain
"Esma... Aku tahu kau menjadikan wanita itu sebagai pelampiasan amarah mu, sebagai kambing hitam mu...Sebenarnya kau masih tak bisa melupakannya kejadian masa lalu mu itu, " ungkap ibunya Murad dengan wajah serius menatap Esma.
Wajah Esma yang semula terkejut dan tak senang kini bertambah, gemuruh didada Esma saat mengingat wanita yang telah merusak kehidupan rumah tangganya itu.
"Tidak semua wanita seperti yang ada didalam prasangka mu itu, kau tahu betul bahwa wanita itu lebih dulu mengenal suami mu!!!" Ucap keras Syukran menyadarkan sahabatnya itu.
Wanita yang tadinya menatap dengan sorot mata yang tajam dengan amarah yang bergelora didalam dadanya sekarang tertunduk.
"Itu yang kita ketahui dari suami ku, aku tak percaya. Bisa saja itu semua akal-akalan yang sengaja dibuat mereka berdua," ucap lirih Esma dengan suara berat menahan tangis.
Syukran terdiam, apa yang disampaikan oleh sahabatnya itu bisa saja berkemungkinan benar, namun bisa saja salah. Kesalahan mereka tidak langsung menyelidiki kebenarannya pada waktu itu.
30 tahun lebih Esma berusaha menerima kehadiran anak hubungan gelap suaminya didalam rumah tangganya. Dengan hati hancur, ia membesarkan anak lelaki itu.
Walau ia tak begitu perduli dan menjaga jarak namun Ergin memberikan kasih sayang yang tulus padanya dan tak pernah menatap senanar pertengkaran yang terjada saat itu.
"Murad tak selihai Ergin mengurus perusahaan, apalagi yang biasa dihandle dua kepala kini hanya tersisa Murad didalam perusahaan itu. Kemunduran Ergin secara tiba-tiba membuat klien dan relasi mengurungkan niatnya untuk bekerja sama. Kini perusahan dalam keadaan labil, mereka kehilangan seseorang yang mereka percayai membawa maju perusahaan," ungkap Nyonya Syukran dengan suara pelan.
"Aku akan memanggil Ergin untuk membujuknya kembali keperusahaan itu, walau harus dengan berat hati merestui hubungannya dengan wanita itu," ucap lirih Esma dengan menahan gemuruh didadanya.
Syukran tersenyum mendengar perkataan dari sahabatnya itu. Sebenarnya itulah tujuan ia kemari, membuka hati sahabatnya dan menyelamatkan perusahaan yang telah lama berdiri dan tak ingin perlahan hancur dengan kepergian Ergin.
__ADS_1
"Ya... Aku harus menahan rasa amarah dan sakit ku demi perusahaan yang telah susah payah didirikan keluarga besarku," batin Esma dengan sorot mata mengisyaratkan sesuatu yang tak dapat dimengerti.