
Hari bahagia itupun tiba... ππ
Siapa yang penasaran? Tulis dikolom komentar yaaa πππ
Please tekan tanda jempol, beri vote dan hadiahnya serta jadikan favorit bacaan Reader yaaa.ππ
Salam manis dan hangat buat reader tercinta π
Jom lanjuuut....π
πHappy Readingπ
π π π
Melalui jarak jauh Ergin melakukan panggilan keluar meminta asisten pribadinya menyiapkan pernikahan mereka berdua disaat mereka masih diluar kota. Ergin menginginkan pernikahan mereka berdua segera dilaksanakan setelah kembalinya mereka dari luar kota
Dengan perasaan bahagia laki-laki muda tersebut menerima segala perintah atasannya melalui panggilan masuk diponselnya itu.
"Baik Tuan. "
Terdengar suara dari asistennya dari seberang sana, yang telah mengerti akan tugas yang diberikan olehnya.
Pagi ini Ergin telah lebih dulu bangun dan dilihat wanita itu sedang tertidur dengan pulasnya.
Berusaha membangunkan Aiyla dengan sentuhan tepat di dahinya lalu mengusap lembut puncak kepala wanita itu
Aiyla terbangun karena merasakan sesuatu didahi dan sentuhan lembut dikepalanya. Tubuhnya mengeliat membuat Ergin semakin gemas dengan wanita dihadapannya itu.
Membuka mata secara perlahan dan mengusap lembut kedua mata dengan punggung tangannya. Terlihat Ergin telah siap dengan stelan jas dengan dalaman kemeja putih tepat berada disalah satu sisi tempat tidurnya.
Aiyla menatap penuh mesrah bahwa disaat ia terbangun wajah laki-laki itu yang pertama kali dilihat olehnya.
Genggaman tangan Ergin membuat dirinya semakin tak percaya bahwa ia telah begitu mendapatkan cinta yang besar dari lelaki dihadapannya.
Sorot mata Ergin memancarkan rasa cinta dan kasih sayang yang sangat tulus untuk nya.
"Sayang... Ayo bersiap sebentar lagi jadwal penerbangan kita kembali kerumah."
Ungkap lelaki itu dengan wajah berseri dan senyum tak lepas dari paras wajahnya yang tampan.
__ADS_1
Sentuhan mesrah dipunggung tangannya, Ergin memang sosok laki-laki yang sangat berbeda dari awal pertemuan mereka berdua.
Rasa cinta dan sayang lelaki itu diperlihatkan pada Aiyla, namun tidak bagi wanita lain. Ergin akan bersikap seperti awal Aiyla bertemu.
Dengan kejadian wanita muda yang melakukan pencemaran nama baik Ergin membuat dirinya yakin bahwa Ergin hanya akan bersikap hangat hanya untuk dirinya.
Dingin, tanpa ekspresi dan menuntut kesempurnaan dari segala sesuatu. Ini berbanding terbalik dengan sikap laki-laki itu terhadap Aiyla.
Aiyla mengenakan shortdress berlengan pendek berwana merah polos berbahan katun. Dengan make-up tipis Aiyla terlihat sangat cantik dan nature.
Sebuah senyuman membingkai diwajah tampan laki-laki itu. Tak terlihat bahwa Aiyla telah memiliki seorang putra jika parasnya masih terlihat seperti ini, ditambahkan dengan tubuhnya yang tinggi semampai dengan lekuk tubuh yang sempurna.
Tak puas hanya memandang saja, Ergin langsung meraih tangan wanita dihadapannya itu dengan senyum manis membingkai diwajahnya.
"Apakah kau telah siap sayang ? " Tanya Ergin dengan menatap dalam kembali kearah mata Aiyla.
Sebuah anggukan kepala dari Aiyla menandakan bahwa semua sesuai dengan yang diinginkan Ergin.
Kembali kekota dengan jadwal penerbangan pagi ini. Mereka berdua turun kelobi hotel dan segera chek-out . Semua pasang mata melihat kearah mereka berdua.
Aiyla yang terlihat sederhana namun memancarkan kecantikan dari dalam dirinya sedangkan Ergin adalah sosok laki-laki dewasa yang mapan dengan gurat wajah penuh kemandirian dan ketegasan.
Sekilas orang tak menyangka bahwa Ergin adalah lelaki yang memiliki sisi romantis, namun dapat dilihat dari perlakuan laki-laki itu terhadap Aiyla.
Siapa yang tak akan luluh hatinya mendapatkan perlakuan dari seorang Ergin Ozturk kecuali Aiyla.
Itulah daya tarik wanita itu pada Ergin, disaat semua orang mengejar dirinya tidak dengan Aiyla yang terasa sulit ia mendapatkan kepercayaan cinta yang dimiliki wanita itu.
Mereka berdua layak untuk saling merasakan kebahagian seperti saat ini. Buraq telah menyiapkan segala sesuatunya setiba mereka disana.
Aiyla tak menyangka secepat itu, sedang ia masih ada bersama laki-laki ini. Namun apa yang tak bisa dilakukan oleh seorang Ergin Ozturk. Pesta semegah dan semewah itu saja mampu dilaksanakannya. Apalagi hanya pesta sederhana yang diinginkan Aiyla, wanita yang sangat dicintainya.
Sebuah cincin telah dipersiapakan Ergin tanpa sepengetahuan Aiyla. Sebelum pulang dari luar kota Ergin telah menyiapkan sebuah cincin bermata satu.
Dan pagi ini Ergin telah membawa Aiyla kesuatu tempat, tepat sebuah rumah impian yang akan mereka tempati bersama.
Sebelum memasuki dalam rumah tersebut putranya telah berdiri dengan setangkai bunga. Aiyla tak menyangka bahwa Ergin telah membuat rencana begitu indahnya.
Putranya telah menyambut mereka berdua dengan seikat bunga ditangan anak lelaki yang tersenyum menatap mereka berdua.
__ADS_1
Ergin meraih tangan wanita itu dan menyelipkan sebuah cincin.Cincin telah terpasang dijari manis Aiyla terlihat wajah bahagia keduanya
Memasuki rumah, ternyata telah berkumpul semua orang disana ada Gul sahabatnya, Harun atasannya, kedua orangtua Ali, Nyonya Yasmin, Nyonya Syukran, dan rekan kerjanya serta Murad dan beberapa rekan kerja dari client terdekat mereka.
Aiyla sungguh bahagia tanpa terasa bulir bening telah jatuh menetes dari ujung matanya. sebuah air mata bahagia yang ia rasakan hari ini.
Seorang pejabat agama telah hadir untuk menjadi pemimpin bagi pernikahan mereka berdua. Mengucapkan janji suci yang sakral didepan semua orang yang hadir disana.
Dengan senyum bahagia terpancar diraut wajah keduanya setelah melalui masa yang sulit dan jatuh bangun hubungan percintaan mereka akhir berakhir dengan sebuah pernikahan yang sangat dinantikan mereka berdua.
Azzam sangat bahagia duduk diantara mereka berdua dengan balutan taxedo hitam dihari bahagia ibu dan ayahnya. Menikmati menu yang juga telah disiapkan dihari pernikahan mereka.
"Sayang apakah kau bahagia? "
Suara lembut berbisik ditelinga Aiyla. Sentuhan dari bibir Ergin yang mengenai telinganya itu membuat sekujur tubuhnya memanas.
Hanya senyum yang mengembang yang terpancar dari raut wajah Aiyla disaat Ergin membisikan itu ditelinganya.
"Kita akan bulan madu bertiga, untuk secepatnya memberikan adik buat Azzam. "
Goda Ergin pada Aiyla yang membuat wajah Aiyla memerah seketika itu juga. Seyum tipis terlihat diwajah laki-laki itu melihat rona merah diwajah Aiyla.
"Kenapa kau genit sekali dihadapan semua orang Ergin!! "
Balas Aiyla dengan tersipu malu dengan suara berbisik pula tepat ditelinga laki-laki itu. Ergin tak tanggung-tanggung setelah mendengar perkataan wanita yang ada disampingnya itu lalu menyentuh mesrah bibir dihadapan semua orang.
Semua pada tersenyum terkecuali Murad yang terpaksa hadir karena ibunya. Sedangkan Nyonya Esma memilih untuk tidak mengikuti hari bahagia Ergin.
Didalam hati Murad pemandangan yang ditunjukkan olehnya dari mereka berdua terasa terbakar dan perih dihatinya.
Ia sempat memiliki harapan untuk mendapatkan wanita itu, namun secara tiba-tiba saja pernikahan ini terjadi.
Dicobanya untuk mengalihkan perhatian pada Ergin dan Aiyla dengan mendekati sahabatnya Aiyla yaitu Gul yang terlihat menarik pada pesta pernikahan ini.
Sedari tadi memang wanita itu tak melepaskan pandangan dari Murad. Wanita itu tahu bahwa Murad masih memiliki rasa terhadap sahabatnya itu. Oleh sebab itu Gul memperlihatkan gerakan dari gestur tubuhnya untuk memikat Murad agar mendapatkan perhatiannya.
Dan ternyata tindakanya itu berhasil membuat laki-laki itu mendekat padanya.
__ADS_1