Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 128


__ADS_3

Waduuuh...Mak lampir udah main seneng aja...😈


Bahagia diatas penderitaan orang kok bangga yaa😢


Jom lanjuuut ngebaca😊


Like , Vote, Gift , and Rate Star 😉 jangan lupa Guy's


🔥Happy Reading🔥


💢💢💢


Dishya dengan senang hati akan memberitahukan sebuah rahasia dari Nyonya Esma. Apalagi Ergin telah meminta pada wanita itu untuk segera memberikan kabar kalau info mengenai ibu kandungnya telah didapatkannya.


Wanita itu mencoba beberapa kali melakukan panggilan keluar, tersambung tapi Ergin tak menerima panggilan darinya.


"Come on...Honney... Take your phone.. !!"


Ucap Dishya dengan wajah tak sabaran ingin memberitahukan semuanya yang telah didapatkannya.


Disatu sisi, Ergin lupa bahwa ponselnya tertinggal diatas meja kantor. Setelah Yaren menelpon ia langsung mengambil kunci mobil dan segera berlari keparkiran. Pergi begitu saja secara tergesa-gesa.


Kini Ergin telah melihat sosok wanita yang sangat dicintainya itu sedang termenung seorang diri dengan mata bengkak dan hidung yang memerah akibat tangis yang terlalu lama.


Melangkahkan kaki perlahan mendekati wanita itu, Ergin berusaha tak mengangetkan Aiyla. Namun Aiyla terlalu hanyut dalam kesedihan akan rasa sakit dengan hati terluka. Sampai-sampai Ergin yang telah berada disampingnya tak disadari olehnya.



Dengan tatapan mata yang tajam wanita itu menatap laki-laki yang ada dihadapannya itu. Tangan Ergin berusaha menggenggam tanggan istrinya. Tak ada penolakan dari AIyla, wanita itu hanya seperti merasa sedang bermimpi sosok Ergin telah ada tepat didepan matanya saat ini.


"Lepaskan aku. "


Ucap Aiyla setelah sadar dari lamunannya dengan menepis gengaman Ergin dari tangan kanannya.


Ergin sangat berbeda pada saat bertemu dengan Aiyla sewaktu dikantor, dengan saat ini mereka berdua.


"Aku akan pergi, aku telah mengemas semua pakaian ku hanya menunngu Azzam pulang."

__ADS_1


Ungkap Aiyla dengan suara tegas dan terkesan dingin serta tak menatap wajah Ergin. Lelaki itu terenyuh dengan sikap istrinya itu.


Begitu dingin dan tak terlihat kehangatan dimatanya. Ergin meraih wajah wanita itu lalu menangkup dengan kedua telapak tangannya.


"Ku mohon dengarkan aku, ijinkan aku menjelaskan semuanya."


Terdengar suara Ergin yang pelan dengan wajah memohon untuk diberikan kesempatan pada wanita dihadapannya itu.


"Sayang... apa yang ku lakukan itu hanya bermain peran saja, lagian photo yang kau lihat adalah benar photo disaat aku belum mengenal dirimu. Dishya dekat dengan Nyonya Esma, aku ingin melalui dia mendapatkan info lebih tentang ibu kandung ku. "


Dengan suara berat dan lirih Ergin tak henti menatap dalam kearah Aiyla. Meminta Aiyla untuk mengerti dengan apa yang telah disampaikannya.


Isak tangisnya langsung terhenti, setelah mendengar perkataan dari suaminya. Aiyla menyimak dengan baik apa yang terucap dari bibir Ergin.


"Kau tahu... Ibu tiriku licik, aku telah menemui Nyonya Syukran tapi hanya sebuah cerita yang sama dengan yang pernah ku dengar dari mu dan Nyonya Yasmin. Tidak ada bukti kuat atas tindakan keji dan kejam yang telah dilakukannya. Aku tahu Dishya bisa mendapatkannya, jadi ku putuskan memanfaatkannya. Agar wanita itu yakin aku harus berperan seperti saat dikantor itu."


Ungkap Ergin dengan kepala tertunduk tak lagi menatap wajah Aiyla. Hatinyapun sakit dan terbakar ketika melihat Aiyla keluar dari kantor saat itu dengan derai air mata.


"Maafkan...Aku. Ku mohon jangan tinggalkan ku lagi."



Hanya isyarat mata dan senyum yang terukir diujung bibirnya. Erginpun tersenyum mengartikan bahwa wanita yang sangat dicintainya itu menerima penjelasan darinya.


Sebuah sentuhan yang lembut dari bibir laki-laki itu telah mendarat dikedua pipinya. Sekarang Ergin bisa merasakan bahwa Aiyla benar-benar mencintainya.


Cintanya terbalas dengan rasa cemburu yang keluar dari wanita yang ada dihadapannya ini. Spontan Ergin memeluk tubuh istrinya itu, merasakan kehangatan dan kasih sayang yang dimiliki Aiyla masuk kesekujur tubuhnya.


"Aku tak menyangka kau bisa terbakar cemburu seperti itu, aku jadi tak takut jika ada wanita yang mendekati karena kau bisa melahapnya dengan amarah mu!! "


Bisik Ergin dengan wajah serius, mencoba untuk menyindir istrinya. Sebuah cubitan ringan telah mendarat dipinggang Ergin dari tangan indah Aiyla.


Auuu...Aduuuuh...


Terdengar teriakan Ergin yang didramatisir olehnya atas tindakan yang baru saja dilakukan oleh Aiyla.


Wanita itu tahu bahwa Ergin meledeknya, kemudian dengan membelai lembut wajah Ergin dengan tangannya seraya berkata : "Jangan pernah mata mu menatap ku seperti saat itu, tetaplah seperti saat ini walaupun seberapa besar kesalapahaman ataupun kesalahan yang aku perbuat pada mu."

__ADS_1


Sekarang bulir bening telah jatuh kembali tapi bulir bening kebahagian karena Aiyla mendapat laki-laki seperti yang ada dihadapannya ini.


Terlihat dari kejauhan dua orang wanita yang sedari tadi cemas dan bingung, kini terlihat juga rona kebahagian dikedua wanita yang berdiri dipojok taman itu.


Walaupun tak mendengar apapun yang dibicarakan oleh Ergin dan Aiyla tapi mereka bisa melihat dari gestur tubuh sepasang suami istri itu. Ergin mampu mengendalikan amarah Aiyla, dan mereka berdua juga merasakan kelegaan dihati.


"Aku tahu mereka saling mencintai, "


Ucap Yaren dengan raut bahagia dan senyum masih terukir diujung bibirnya. Fusunpun memberikan isyarat pada matanya, memberikan tanda yang dikatakan oleh Yaren memang benar adanya.


"Sayang jadi apapun yang dikirimkan wanita itu pada mu, seolah kau cemburu biar wanita itu semakin percaya pada ku. Aku juga bersalah pada Dishya memanfatkan dia untuk tujuan tertentu, tapi yang tak habis pikir mengapa dia berubah tidak seperti yang aku kenal, ia lebih agresif terhadap ku."


Ucap Ergin dengan serius dan memasang wajah heran atas perubahan dari sikap sahabat dimasa kecilnya itu.


"Kau memberikan harapan padanya tentu ia merasa lebih berani terhadap mu. "


Balas Aiyla dengan raut wajah cemberut, melihat wanitanya memasang wajah menggemaskan itu membuat Ergin tak kuasa menyetuh bibir sexy Aiyla.


Memainkan lidah dan bibirnya dengan liar karena memang mereka telah lama tak bersentuhan seperti ini. Nafas Aiyla telah terasa sesak dengan permainan bibir yang dilakukan suaminya.


Melihat istrinya telah kehabisan untuk bernafas barulah laki-laki itu menyudahi ciuman panasnya.


"Akan ku lanjutkan malam nanti sayang... Kau harus membayar kesalahan mu pada ku!!! "


Ucap Ergin dengan menatap Aiyla seraya memainkan matanya dengan genit. Aiyla tak mengerti maksud kesalahan yang telah diperbuat olehnya.


Beberapa detik kemudian barulah ia menyadari maksudnya itu setelah Ergin mengatakan bahwa ia bisa menjadi singa betina jika terbakar cemburu.


Dengan wajah cemberut Aiyla mengelitik bagian pinggang dan perut laki-laki itu seraya berkata : "Kau yang telah membangunkan singa betina itu sayang, mulai saat ini jangan pernah kau membangunkannya lagi."


Ergin yang tak henti mendapatkan gelitikan dari jari jemari Aiyla merasakan kebahagian dari tindakan istrinya itu.


Meraih kedua tangan Aiyla lalu mencium punggung tangan keduanya secara bergantian dengan sangat mesra dan penuh cinta menatap kemanik Coklat Aiyla.


"Kau adalah wanita ku, tak ada tempat untuk wanita lain dihatiku ini."


Terdengar sangat merdu ditelinganya dan menghangatkan hati Aiyla atas ucapan dari bibir laki-laki itu.

__ADS_1


__ADS_2