
Jangan lupa like, vote dan berikan gift buat Author yaaaππ
Tinggalkan jejaknya dengan love...ππ
Salam hangat untuk Reader aktif dan setia...πππ
Jom Lanjuuut...ππ
π Happy Readingπ
πππ
Hampir seminggu Aiyla telah berada didaerah tempat projek pembangunan hotel tersebut. Dengan kesibukan Aiyla telah melupakan sejenak kisah asmaranya.
Aiyla beruntung bahwa CEO dari klien yang bekerja sama dengan Aiyla adalah seorang wanita. Selama mereka berdua berdiskusi terkesan nyaman dan santai.
"Nyonya Aiyla saya senang bekerja sama dengan anda. Apa yang ada tawarkan pada kami, merupakan hal yang menarik dan kami yakin dengan konsep yang akan kami terapkan pada hotel, yang segera kami bangun ini akan menjadi pilihan semua orang untuk menginap dan melakukan pertemuan bisnis," ungkap wanita yang terlihat cantik diusianya yang tak muda lagi.
Aiyla menyambut hangat kepuasan dari klien itu, akan hasil kerja kerasnya. Kini Aiyla benar-benar merasa senang dan bahagia dapat melakukan pekerjaannya dengan maksimal.
"Terima kasih Nyonya Yasmin, saya akan memberikan kabar bahagia ini pada atasan saya," balas Aiyla dengan mengulurkan tangannya seraya tersenyum mengembang diparasnya yang cantik.
Nyonya Yasmin menyambut hangat Aiyla tidak hanya sambutan dari jabat tangannya namun wanita berkelas itu memeluk tubuh Aiyla.
"Baiklah Nyonya Aiyla, Jika berkenan mau kah engkau hadir pada pengalangan amal yang diadakan pada sebuah gedung malam ini? " ucap Nyonya Yasmin dengan nada pelan dan merayu.
Entah mengapa wanita dihadapannya ini terlihat tidak seperti seorang pemilik perusahaan. Sikapnya yang santun dan ramah terlihat tidak kamuplase belaka. Semua terlihat benar-benar alami terkesan tanpa ada kepalsuan sedikitpun yang diucapkan dari bibir wanita paruh baya itu.
"Baiklah Nyonya," ucap singkatnya Aiyla.
Senyum kebahagian disudut bibir wanita itu mengingatkan Aiyla akan seseorang. Aiyla mengabaikan saja pikiran akan seseorang itu, ia berlalu meninggalkan wanita paruh baya tersebut.
Kembali kehotel dimana ia menginap setelah beberapa hari disini. Aiyla merehatkan tubuhnya sejenak sebelum menghadiri undangan Nyonya Yasmin.
Beberapa hari ini memang pikiran dan tenaganya dicurahkan untuk projek ini. Pikirannya pun melayang dan teringat akan putranya.
Mengambil ponsel yang ada didalam tasnya lalu menekan kontak telpon yang ada diposelnya. Panggilan keluar tersambung namun belum terdengar diterima diseberang sana.
"Hallo... Halloo... Ibu, Azzam rindu... Kapan ibu pulang? Apakah urusan disana sudah selesai? " ucap Azzam dengan manja.
Rentetan pertanyaan mengalir begitu saja dari mulut putranya terdengar kerinduan yang teramat dalam dari suara putranya.
__ADS_1
"Tinggal beberapa hari lagi sayang... Azzam jadi anak pintar yan Nak. Jangan menyusahkan bibi Fusun," balas Aiyla dengan suara begitu lembut.
Putranya bercerita dengan polosnya, bahwa ia bertemu dengan ayahnya disekolah, ternyata Ergin masih menemui putranya.
"Mengapa kau masih perduli dengan putra ku ?" Batin Aiyla dengan dahi yang berkerut.
Ditengah panggilan tersebut Aiyla melamun tak sadar putranya telah memanggil namanya berulang kali.
"Ibu... Ibu... Ibu... Apakah ibu masih mendengarkan ku ? " Tanya Azzam dengan suara lebih keras dari sebelumnya.
Dengan mendengar suara ibunya, Azzam kembali bercerita bahwa sahabatnya itu juga datang kerumah dengan membawa kado buatnya.
Putranya telah mendapatkan kado dari Gul dan termasuk Ergin. Aiyla baru saja ingat bahwa kemaren adalah hari kelahiran Azzam.
Rasa bersalah menyelimuti hatinya, karena menyibukkan dirinya dengan perkerjaan membuat Aiyla lupa tanggal lahir putranya sendiri sehingga terlewati begitu saja.
"Sayang... Maafkan ibu ya nak, pulang dari sini ibu janji akan membawa Azzam nonton film dibioskop dan membelikan mainan yang Azzam inginkan," balas Aiyla dengan suara berat merasa bersalah.
Setelah hampir 30 menit mereka berdua menghabiskan bicaranya melalui ponsel. Diliriknya jam ditangannya tertuju pada angka 19.30 malam. Azzam terdengar bahagia dengan menutup panggilan masuknya itu
Bergegas Aiyla mandi dan malam ini wanita itu akan mengenakan baju longdress berwarna hitam dengan aksen bling-bling dibagian dada dan berlengan tujuh perlapan.
Rambut panjang Aiyla sengaja dibuatnya sanggul dengan beberapa helai yang dibiarkannya berjuntai. Aiyla terlihat misterius namun terkesan Elegan.
Aiyla melangkahkan kaki memasuki gedung dimana penggalangan amal itu diadakan. Tamu undangan terlihat hampir semua telah berdatangan dilihat dengan ramainya orang didalam gedung tersebut.
Bukan orang sebarangan yang hadir didalam gedung. Mereka adalah pejabat-pejabat dipemerintahan, pengusaha-pengusaha dari berbagai daerah serta orang-orang kelas atas yang memiliki kekayaan yang berlimpah.
Memberikan sebagian dari harta mereka untuk sebagian orang yang tak seberuntung mereka dan sangat membutuhkan uluran tangan mereka. Kepedulian mereka untuk berbagi pada sesama sebagai makhluk sosial yang ada didunia ini. Terlihat Nyonya Yasmin dari kejauhan telah mengetahui kehadiran Aiyla.
Wanita itu mendekat dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya yang cantik dan penampilan yang elegan seperti biasa Aiyla bertemu dengan wanita itu.
"Selamat datang Nyonya Aiyla... Saya senang anda dapat memenuhi undangan ini," ujar wanita itu seraya memeluk dan mencium ringan Aiyla sebagai ungkapan kebahagian atas kehadirannya.
Aiyla berjalan mengikuti wanita tersebut yang memperkenalkan Aiyla pada orang-orang kalangan atas. Aiyla berbaur dan berbincang ringan dengan mereka yang ada didalam acara penggalangan amal tersebut.
"Saya telah mengenal Nyonya Aiyla sewaktu bekerja diperusahaan Ergin Ozturk, saya puas dengan desain yang nyonya buat." ucap salah satu lelaki yang tak asing dimata Aiyla.
Dia adalah pemimpin perusahan sewaktu Aiyla dan Ergin pergi bersama untuk projek diperusahaan milik lelaki tersebut.
"Tapi... ku dengar anda tidak lagi bekerja disana Nyonya? Tentu sangat disayangkan sekali perusahaan Ergin kehilangan orang yang berkompoten dibidangnya, seperti anda," ungkap laki-laki itu lebih lanjut.
__ADS_1
Dengan senyum tanpa memberikan Alasan pada lelaki berkaca mata dengan kening yang sulah akan keputusan dirinya resign dari perusahan besar milik lelaki bermata biru tersebut.
"Apa?!..Nyonya Aiyla pernah bekerja pada perusahan milik Ozturk?" ucap Nyonya Yasmin dengan perubahan diwajahnya.
Aiyla hanya mengangguk kepala tanda membenarkan perkataan lelaki itu. Aiyla tak mengerti mengapa wanita itu exited setelah mendengar dirinya pernah bekerja diperusahaan milik Ergin.
"Hadirin sekalian...Tuan dan Nyonya...
Selamat datang....Saya ucapkan pada hadirin semua, yang telah hadir pada kesempatan malam penggalangan amal untuk pembuatan Rumah Cinta Kasih."
Suara pembawa acara malam ini terdengar jelas dan menggema ditelinga oleh semua tamu undangan yang hadir didalam gedung ini.
Aiyla duduk disebelah Nyonya Yasmin dan beberapa wanita dari kalangan atas didekat dirinya yang telah diperkenalkan padanya.
Penggalangan amal diawali dengan menunjukkan beberapa lukisan terkenal dari pelukis ternama yang akan dilelang dengan harga tertinggi. Sebagian dananya akan disumbangkan untuk pembuatan Rumah Cinta Kasih tersebut.
Rumah cinta kasih ini diperuntukkan untuk anak-anak yang tak lagi memiliki kedua orangtua atau anak-anak yang sengaja dibuang karena tak diharapkan kehadirannya dimuka bumi ini.
Terdapat sebuah lukisan seorang wanita dengan seorang anak laki-laki didalam dekapan wanita tersebut. Berlatar belakang abstrak, dengan perpaduan warna yang indah pada lukisan tersebut. Terkesan kemandirian seorang ibu dengan cinta kasih yang ingin ditonjolkan pada lukisan itu.
Nyonya Yasmin menunjukkan angka tinggi ditangan kanannya untuk lukisan tersebut dan tak ada yang menandingkan penawaran yang diberikan wanita itu.
Lukisan tersebut akhirnya jatuh ditangan Nyonya Yasmin, wanita yang ada disekitarnya mengucapkan selamat pada wanita itu. Dengan harga yang pantastis untuk sebuah lukisan.
Akhirnya dipenghujung acara penggalangan amal disebutkanlah total dana yang telah terkumpul pada malam ini.
"Hadirin sekalian... Terima kasih atas sumbangan dana dari Tuan dan Nyonya berikan melalui lelang pada malam ini. Sekarang kami membutuhkan uluran tangan dari Tuan dan Nyonya yang bersedia mencarikan seorang arsitek yang dapat merancang untuk pembangunan Rumah Cinta Kasih milik kita bersama ini."
Terdengar hening dan para tamu undangan yang hadir disana seperti berbisik dengan teman yang berada bersebelahan tempat duduk mereka.
Aiyla berdiri lalu semua yang hadir disana mengarahkan pandangan mata mereka pada Aiyla.
"Tepat sekali.. Nyonya Aiyla adalah seorang arsitek berbakat dalam hal ini pasti akan memberikan yang terbaik dari ide-ide cemerlangnya untuk Rumah Cinta Kasih," ucap lelaki berkaca mata dengan kening sulahnya.
Mendengar penjelasan dari seorang laki-laki yang menjadi tamu undangan malam ini dan ditambah dengan perkataan Nyonya Yasmin yang merupakan wanita penyumbang dana terbesar pada malam ini juga.
Pembawa acara meminta Aiyla untuk maju kedepan untuk memperkenalkan diri atas ketersediaan dirinya memberikan jasa untuk pembangunan Rumah Cinta Kasih.
Aiyla melangkah dengan pasti maju kedepan dengan semua mata yang melihat dirinya. Wanita yang terlihat cantik dengan baju yang membalut tubuhnya ditambah tatapan dari mata Aiyla yang meyakinkan dan menarik perhatian semua yang hadir disana.
"Selamat malam Tuan dan Nyonya sekalian, Terima kasih telah memberikan ijin untuk saya berdiri ditengah hadirin semuanya. Perkenalan saya Aiyla Othman dari perusahan yang baru saja berdiri merintis didunia bisnis desain interior dan eksterior pimpinan Tuan Harun Yorukhan. Jika berkenan saya akan memberikan apa yang saya ketahui dari ilmu yang saya miliki untuk pembangunan Rumah Cinta Kasih tersebut," ucap Aiyla tegas dengan gestur tubuh yang meyakinkan.
__ADS_1
Semua yang mendengar perkataan Aiyla langsung berdiri dan memberikan tepukan yang meriah pertanda mereka menyetujuinya. Aiyla menjadi penutup acara yang memukau pada malam ini.
Membuat semua orang yang hadir disana menjadi terkesan akan ketersediaan wanita itu memberikan jasa tanpa dibayar.