
Duuuh Sieneng Dishya niat bangeet yaaa tampil beda...ππ
Menurut Reader wanita ini selugu yang Ergin pikirkan ga yaaaπ
Tulis dikolom komentar yaaa π
Jangan lupa like, love, gift, rate stars 5π₯π₯
Jom Lanjuuutππ
Salam hangat buat Readeer tercinta... π
πHappy Readingπ
πππ
"Apakah aku terlalu lama membuat mu menunggu?"
Ucap Ergin dengan basa-basi pada Dishya dan terlihat bahagia dimanik birunya.
Ergin berusaha mengendalikan rasa penasaran agar tak terlihat antusias sehingga timbul kecurigaan wanita itu.
Pelayang datang menghampiri mereka berdua memberikan hidangan yang telah dipesan oleh Dishya sedari tadi.
"Ergin... Aku harap yang akan ku ceritakan ini tak akan membuat mu shock mendengarnya."
Terdengar suara dari mulut Dishya seraya menguyah makanan yang ada dimulutnya.
Ergin hanya membolak-balikkan makan yang ada dipiringnya. Seketika Nafsu makan menghilang, lelaki itu hanya menunggu info yang dibawa oleh wanita muda ini.
"Aku punya sebuah permintaan untuk mu Ergin? Sebelum ku ceritakan dan ku berikan bukti untuk memperkuat kebenaran atas apa yang keluar dari mulut ku ini. "
Terdengar pelan tapi penuh kesungguhan wanita itu menatap Ergin. Menghentikan gerakan tangannya memotong steak.
Meraih tangan Ergin lalu menggenggam jemari laki-laki itu. Seraya berkata: "Aku ingin kau menceraikan istri mu. "
Sontak Ergin berdiri dan sorot matanya terperanjat mendengar perkataan Dishya.
"Aku pernah bilang pada mu bahwa aku tak akan menceraikan Aiyla."
Terdengar suara Ergin lebih tinggi dari biasanya, tangannya menepis tangan Dishya.
__ADS_1
"Lebih baik aku tak meminta bantuan mu daripada harus kehilangan wanita yang sangat ku cintai itu! "
Umpat Ergin sendiri didalam hatinya dengan kesal.
"Jika kau ingin mempermainkan ku... Maka aku akan pergi! "
Ucap Ergin kembali dengan nada serius dan penuh kesungguhan. Dishya terkejut melihat reaksi yang diberikan laki-laki itu setelah mendengar perkataan dari mulutnya.
"Ergin... Kau lebih memilih Aiyla dari pada ibu kandung mu sendiri! "
Ungkap Dishya yang tak kalah meninggikan suaranya dihadapan Ergin. Mendengar perkataan dari wanita yang ada dihadapannya membuat Ergi yang berposisi berdiri kini kembali duduk dikursi ditempat duduk sebelumnya.
Semua orang yang ada disekitar mereka mengarahkan pandang mata kemereka berdua.
"Aku akan menjadi istri yang lebih mengenal mu dan lebih perhatian serta memiliki cinta dan rasa kasih sayang melebihi wanita itu. "
Ucap Dishya dengan kepercayaan tinggi dari dirinya. Ergin tak menyangka wanita yang dikenal sedari kecil dapat mengancam dirinya kali ini.
Dishya terlihat asing dimata Ergin, entah apa yang merubah wanita dihadapannya itu. Sesungguhnya Dishya adalah sosok wanita lembut dan polos bahkan tak seagresif ini.
Dishya meminta untuk berdansa dengan Ergin setelah mendengar lagu favorit yang sangat romantis. Dengan terpaksa laki-laki itu menuruti saja permintaan darinya.
Dengan cara berbisik dan dengan mesrahnya, membuat Ergin terpancing. Wajar saja Ergin terpancing dengan gestur tubuh wanita itu meliuk-liuk dan bereaksi dengan gerakan erotis.
"Hentikan Dishya...Bisakah kita kembali duduk saja. Tunjukkan pada ku bukti dari ucapan mu itu!! "
Ucap Ergin dengan melepaskan tangannya dari tubuh wanita itu. Dishya merasa kesal dan kecewa aksinya membuat Ergin marah bukan terpancing birahinya.
"Ini lihat lah.. "
Dishya memperlihatkan photo yang ada diponselnya. Mata Ergin terbelalak, photo ini seperti disaat ia melihat CCTV yang diperlihatkan Buraq padanya. Baju yang dikenakan Nyonya Esma dan ibu kandungnya sama seperti yang ada didalam CCTV.
"Aku baca dengan mata ku sediri perjanjian ibu kandung mu dengan Nyonya Esma."
Ucapnya seraya memperlihatkan photo itu dilayar ponselnya. Tentu saja membuat Ergin terkejut dengan mata penuh amarah.
"Aku tak menyadarinya bahwa wanita itu pandai bersandiwara."
Ucap Ergin dengan rahang mengeras dan kepalan yang kuat dikedua tangannya.
__ADS_1
"Baiklah... Kau benar, bukti ini akan ku berikan pada mu. Dengan syarat jadikan aku istri mu walaupun jadi yang kedua. "
Ungkap Dishya dengan wajah penuh kesungguhan menatap wajah Ergin. Entah apa yang merasuki wanita itu sehingga mau untuk dimadu asal menikah dengan Ergin.
"Dishya...Kau masih muda. Banyak lelaki yang lebih baik dari ku diluar sana, menginginkan mu menjadi istri mu."
Ungkap Ergin seraya menggenggam tangan wanita muda itu dengan wajah sendu menatap Dishya. Memberikan pengertian pada wanita muda yang telah lama dikenalnya.
"Perjalanan hidup mu masih panjang, apalagi karir mu sebagai dokter. Aku harap kau mengerti, berikanlah kedua orangtua kebahagian dengan menikahi seorang pemuda tidak seperti aku. Aku yakin merekapun tak akan menyetujui niat mu itu. "
Ucap Ergin mencoba masuk kedalam hati perempuan tersebut. Memberikan masukan untuk mencerahkan pikiran wanita yang telah didoktrin untuk mendapatkan Ergin.
Menikahi Ergin hanya obsesi Dishya, rasa cinta dimasa kecil adalah rasa cinta sebagai seorang saudara. Berubahnya perasaan itu karena merasa Ergin dimiliki oleh orang lain dan Dishya merasa Ergin tak akan memperdulikan atau tak akan bisa bersama dirinya lagi.
Dishya merasa hubungan yang mereka jalin aku berubah setelah ada wanita disamping Ergin. Ditambah dengan masukan-masukan dari perkataan Nyonya Esma yang membuat dirinya tambah percaya diri mengartikan rasa cinta dan kasih sayang terhadap Ergin.
"Aku tak pernah dekat dengan seorang laki-laki manapun, bagaimana bisa ada orang baik melebihi dirimu Ergin."
Ucap Dishya lirih dengan menundukkan kepalanya. Apa yang dikatakan Ergin sepertinya masuk kedalam hati wanita muda itu.
"Dishya...Aku yakin diluar sana ada yang menantikan diri mu untuk menjadi seseorang yang sangat berarti dan sangat dicintai olehnya. "
Ungkap Ergin kembali seraya membelai lembut tepat dipunggung tangannya. Dishya melihat ketulusan yang sama sewaktu masa kecil dulu saat Ergin menatap kearah manik biru yang dimilikinya.
"Aku akan mengirim bukti ini pada mu Ergin, kau benar aku salah mengartikan rasa sayang dan cintaku padamu. Aku mohon kita bisa seperti masa kecil, kau melindungi ku, menyayangi ku dan memberikan perhatian seperti seorang saudara laki-laki."
Terdengar berat dan sendu, akhirnya wanita muda itu telah menyadari apa yang telah diperbuatnya adalah kesalahan besar.
Ergin adalah sosok laki-laki yang bertanggung jawab walau bagaimanapun ia telah mengenal lama laki-laki dihadapannya. Tak akan pernah berbuat yang menyakitkan hati seseorang selama Dishya mengenal pribadi Ergin.
"Maafkan aku... Aku harus bertemu dengan Aiyla dan meluruskan kesalahan pahaman yang terjadi. " Ungkapnya dengan wajah telah berkaca-kaca.
Makan malam berakhir sesuai harapan Ergin, ia mendapatkan bukti dari perbuatan yang dilakukan oleh Nyonya Esma.
Deru mobil mengantarkan Dishya kembali kekediaman orang tuanya. Dengan hati dan perasaan yang lega dirasakan keduanya.
Dishya telah menyadari sikapnya dan Ergin bisa melanjutkan rencana terhadap wanita iblis itu.
Dishya menyelipkan ucapannya bahwa perubahan rasa cinta dan kasih sayang yang besar dimiliki olehnya diracuni oleh Nyonya Esma. Wanita itulah yang merubah perasaan itu.
"Aku takut dengan wanita yang kau panggil ibu itu Ergin, kau harus berhati-hati padanya. Setelah perbuatannya terhadap ibu kandung mu. Nyonya Esma sangat membenci istri mu dan bertekad menghancurkan keluarga mu. "
__ADS_1
Ungkap Dishya dengan mata penuh cemas dan kekhawatiran. Sebelum meninggalkan Ergin wanita itu menyampaikan apa yang menjadi kekhawatiran dihatinya untuk diketahui oleh Ergin dan keluarganya.