
Doa'in Author agar konsisten untuk up tiap hariππ
Agar bersemangat....Author membutuhkan dukungan Reader semua menjadikan bacaan ini lebih banyak dibaca para Reader..π
Kemaren hampir menuju 5000 views tapi sedikit yang meninggalkan jejaknya πππ
Plzzz tinggal jejak kalian guys ππ
Caranya adalah... π
1.Tekan tanda jempolπ untuk like
2.Tekan tanda hati π untuk bacaan favorite
3. Tekan kata vote untuk dukungan
4. Tekan tanda bintang 5 untuk rating tulisan
Freee ga bayar yaa.. Jadi jangan khawatir π
Happy Reading...ππ
π΅π΅π΅
Dengan rambut diikat kebelakang dan kali ini dengan mengenakan stelan celana dengan gaya casual berwarna mocca dipercantik dengan scraf yang melingkar dileher jenjang Aiyla.
Aiyla melangkahkan kakinya ke pintu utama rumah besar nan mewah. Ini ketiga kali kakinya melangkah kerumah yang sama.
Akankah mendapatkan penolakan yang sama dengan sang pemilik rumah. Hatinya kembali terenyuh teringat disaat pertama kali Ali mengajak Aiyla untuk masuk kedalam rumah itu.
Dengan penampilannya yang dipersiapkannya sedari rumah, Aiyla berharap akan diterima oleh keluarga besar suaminya tapi itu hanya lah mimpi bagi gadis kampung seperti dirinya.
Namun pertemuan kali ini akan berbeda dari sebelumnya, Aiyla menginjakkan kakinya kerumah ini karena suatu pekerjaan bukan karena bagian dari keluarga besar ini.
__ADS_1
"Selamat datang nyonya Aiyla," ucap asisten rumah tangga dengan raut wajah terkejut.
Wanita yang telah lama bekerja dirumah itu tentu telah mengenal wajah Aiyla dengan baik, wanita yang sama yang pernah diusir dan ditolak dua kali dikeluarga ini. Mana mungkin tak mengingat kejadian dimalam itu.
"Silahkan duduk Nyonya, saya akan panggilkan Tuan Akhsal," ucap asisten itu dengan berusaha mengendalikan keterkejutannya.
Seraya berjalan keatas meninggalkan Aiyla yang sedang duduk diruang tamu. Tidak banyak yang berubah dari ruang tamu ini. Masih sama seperti dulu, hanya yang membedakan adalah sebuah photo yang tak asing bagi Aiyla.
Photo 7 tahun silam, disaat Aiyla dengan Ali mendapatkan kebahagian dari cinta mereka berdua.
"Sejak kapan photo itu diletakkan disana? Jika photo itu telah lama ada disana, mengapa Tuan Akhsal tak mengenal ku ? " batin Aiyla dihati dengan rasa penasaran.
Semakin jauh mencari alasannya semakin membuat Aiyla tak mengerti. Mencoba untuk menghilangkan itu sejenak. Kini kembali pada tujuan awal yaitu mendesain rumah besar ini.
Dirinya ingin lebih fokus ketujuan dia datang kemari. Memberikan yang terbaik dari ide-idenya pada sang pemilik rumah agar dapat membuat senang kliennya.
"Aiyla... " Sapa wanita paruh baya itu seraya merentangkan tangan kedepan dengan mata berkaca-kaca.
Ada kerinduan yang tersyirat didalam mata wanita yang berjalan kearah Aiyla. Tanpa bergerak sedikitpun Aiyla hanya diam mematung.
Nyonya Mustafa langsung menanyakan mengapa Aiyla tak pernah mengangkat panggilan telpon darinya dan memutuskan hubungan begitu saja. Anehnya wanita itu tidak marah melainkan khawatir akan keadaan Aiyla dan putranya yang tidak memberikan kabar.
"Maafkan aku Nyonya," balas Aiyla dengan wajah tersenyum dan rasa bersalah.
Setelah beberapa menit berbincang dengan Nyonya pemiliki rumah kini Aiyla langsung menuju ruang yang akan didesain ulang olehnya dan ditambahkan satu ruang lagi dikamar utama.
"Perkenalkan Aiyla, ini Azizah kakak ipar mu," ucap nyonya Mustafa seraya tersenyum.
Wanita yang tak berbeda jauh dengan usianya itu mengulurkan tangannya kedepan Aiyla. Ia menyambut uluran tangan itu dengan melepas sebuah senyuman.
Namun sepertinya wanita itu tak begitu baik merespon sikap Aiyla. Memperlihatkan bahwa hanya dirinya menantu dikeluarga ini dari lirikan mata yang tajam menatap Aiyla.
Nyonya Mustafa tak melihat ekspresi menantunya itu, ibarat dua sisi mata uang yang berbeda. Pada saat dihadapan Aiyla maka hanya terlihat muka masam dan berkerut. Namun disaat Aiyla bersama nyonya Mustafa terlihat begitu manis dan ramah.
__ADS_1
Azizah menunjukkan dua sikap sekaligus pada Ailya dirumah besar itu. Sikap tak menerima kehadiran Aiyla dirumah ini, seakan kehadiran Aiyla mengancam kekuasaan dan kemewahan yang telah lama dimiliki Azizah.
"Mengapa Akhsal membawa masuk wanita kampung itu," batin Azizah dengan memasanv wajah yang terlihat tidak senang.
Setelah mendiskusikan pada Akhsal dan merubah sedikit konsep yang telah dipilih Akhsal karena harus disesuaikan dengan lokasi yang akan dirubah.
"Aiyla... Gimana kabar keponakan ku," tanya Akhsal dengan perasaan bercampur baur didalam hatinya.
Hatinya berkedut setelah mendengar kata dari lelaki disampingnya ini. Rasa tak percaya pada apa yang didengar oleh telinganya bahwa lelaki ini menanyakan keadaan putranya.
"Ada apa dengan keluarga ini, akankah mereka telah menerima mereka berdua menjadi bagian dari keluarga besar mereka? " Batin Aiyla dengan rasa penasaran.
Hanya satu orang saja yang menolak kehadirannya dirumah ini. Tapi Aiyla merasakan hal yang tak dapat diucapkannya hanya dapat dirasakannya. Tuan Akhsal seakan menyimpan rahasia dibalik sikap ramahnya, berbeda dengan istrinya yang terang-terangan tak menyukainya.
Hanya Tuan dan Nyonya Mustafa, sepasang suami istri ini yang menyambut hangat kehadiran Aiyla.
Sepasang suami istri itu merasa senang ketika mereka berdua tahu bahwa yang mendesain ulang kamar pribadinya didalam rumah mereka adalah menantu dari keluarganya ini sendiri.
Tak hentinya mereka memuji Aiyla dan berterimakasih padanya telah sudi datang kerumah mereka. Saudara laki-laki Ali pun ikut senang atas keputusannya telah memilih jasa desain interior dari kantor Harun.
Dengan demikian dirinya dapat mengambil hati ayahnya atas tindakan yang telah dilakukannya ini.
"Baiklah Aiyla besok bawa Azzam kemari, kakeknya sangat merindukan cucu laki-lakinya," ucap Nyonya Mustafa dengan wajah yang begitu bahagia.
Namun ada disudut dari rumah besar itu sosok wanita yang menatap tajam kearahnya. Seakan ingin menerkamnya hidup-hidup Aiyla.
Berusaha tenang dan tak terpancing dengan respon kakak iparnya. Membalas respon kakak iparnya dengan santai seperti biasa saja dirinya menanggapi wanita itu.
Ali hanya ada saudara laki-laki yaitu Tuan Akhsal, sepertinya usaha Tuan Mustafa dikelola oleh putra sulungnya semenjak beliau terkena struk.
Informasi ini Aiyla dapat dari Nyonya Mustafa dan istri dari Akhsal adalah ibu rumah tangga yang telah memberikan keluarga ini tiga orang putri.
"Trus apa yang menyebabkan wanita itu tidak senang dengan ku, kita berdua sama-sama menantu dari keluarga besar ini. Azizah telah mendapatkan segalanya dari keluarga kaya ini. Terus apa yang menyebabkan wanita itu tak menyukainya? " Batin Aiyla setelah masuk kedalam taxi.
__ADS_1
Mobil taxi melesat meninggalkan rumah besar nan mewah itu. Akhirnya tugas yang dilakukan Aiyla secara profesional telah selesai. Sebelum balik kekantor Aiyla akan mampir kesuatu tempat.