Penakluk Hati Nona

Penakluk Hati Nona
123. Di Apartemen (Untuk Dewasa)


__ADS_3

°°°


Setelah kejadian sore itu hubungan Daniel dan Mia semakin membaik. Mia juga sering berkunjung ke rumah sakit untuk menemui suaminya kalau pria itu lembur.


Saat weekend dan keduanya bebas dari pekerjaan seperti saat ini. Keduanya lebih banyak menghabiskan waktu berdua. Di apartemen yang dulu Mia tinggali. Seperti kata Daniel waktu itu sesekali mereka akan menginap di apartemen agar mempunyai lebih banyak waktu privasi berdua saja. Lalu alasan lainnya tentu agar bisa mengeksplor beberapa tempat untuk menyatukan milik mereka yang nantinya menghasilkan benih-benih super yang akan tumbuh di rahim Mia.


Seperti pagi ini, sejak semalam Daniel bahkan terus mengajak istrinya ber-cin-ta dan pagi ini dia kembali mengganggu istrinya yang sedang memasak. Awalnya dia hanya duduk di meja makan dengan baik sambil memperhatikan istrinya memasak. Bukan masakan yang susah sih, hanya membuat roti panggang isi telur dan daging karena Mia belum begitu pandai mengolah makanan.


Eiiitttss!! Tapi masalahnya bukan itu. Mia yang hanya menggeleng lingerie tanpa menggunakan pakaian da-lam tentu membuat Daniel tidak bisa duduk tenang. Memang laki-laki itu yang mau, saat di apartemen istrinya hanya boleh menggunakan pakaian luknut itu.


"Sshhh... Niel... jangan seperti ini." Tentu saja tubuh Mia mendadak mene-gang saat suaminya tiba-tiba memeluknya dari belakang dan kedua tangannya langsung me-re-mas da-danya yang memang sejak tadi sangat menantang Daniel untuk segera menyentuhnya.


"Aakhhh... uhhh... Daniel..." rengek Mia saat suaminya mulai me-mi-lin pu-t-ingnya menggunakan kedua jarinya, kadang bahkan memainkannya dengan menjepitnya.


"Kenapa sayang... kau selalu terlihat sek-si," bisik Daniel tepat ditelinga Mia, menggigit kecil daun telinga itu juga hingga si pemiliknya memekik geli.


"A-aku sedang masak Niel, kalau seperti ini kapan bisa selesai. Apa kau tidak lapar?" Jujur saja tenaga Mia sudah terkuras habis untuk semalam. Dia butuh asupan makanan saat ini, walaupun syaraf-syaraf nya sudah mene-gang akibat ulah suaminya yang terus memainkan pa-yu-da-ra nya.


"Lapar... tapi aku lebih ingin memakanmu sekarang," ujar Daniel sambil membalikkan tubuh istrinya , tangannya dengan cekatan juga mematikan kompor agar tidak membuat makanan yang ada di wajan gosong.


Eeuummm... Seperti biasa Daniel selalu menyerang Mia dengan cium-aann yang panas dan menuntut. Bi-bir istrinya di kecap, di-lu-mat dan dihi-sap dengan buasnya. Li-dahnya menari-nari menggoda istrinya, hingga mau tidak mau Mia pun pasrah dan mulai mengalungkan tangannya pada leher suaminya.


Suara decapan dan de-sah-an kini memenuhi dapur, lingerie yang Mia pakai pun sudah terkoyak hanya dengan sekali tarikan. Tangan Daniel sudah menja-mah kemana-mana.


"Uhhh... Niel... Aarrggghhh..." Mia menjambak rambut suaminya yang posisinya ada di bawah sana, sedang memberinya sesuatu yang selalu membuatnya melayang. Daniel sangat pandai memanjakan tubuh istrinya, dia selalu bisa memuaskan dan membuat tubuhnya Mia bergetar hebat akibat permainan li-dah dan jarinya.

__ADS_1


"Aakkkhhh... aahhh... please Niel, masukan sekarang." Mia mengiba saat dia merasa ingin sesuatu yang lebih dari itu. Tapi Daniel tetap saja belum memberinya, dia justru semakin mempercepat gerakan tangannya.


Daniel menyeringai saat untuk kesekian kalinya cai-ran mi-lik sang istri tumpah karena ulahnya. Di sesapnya cai-ran itu sampai bersih, hinggap suara decapan dan sesapan terdengar begitu jelas, seperti seseorang yang sedang menegak minumannya.


"Kau jahat... aku selalu lemas karena mu." Kalau dia tidak berpegang dan bersandar pada dinding dapur pasti sudah roboh sejak tadi. Tubuhnya begitu lemas saat sesuatu seperti menghantam gejolak di tubuhnya.


"Ini belum selesai, sekarang giliranku," ujar Daniel, setelah membersihkan sisa-sisa cai-ran mi-lik istrinya dia menegakkan tubuhnya lalu dengan sekali gerakan mengangkat tubuh sang istri.


"Kemana Niel?" tanya Mia dengan polosnya, pikirnya permainan tadi sudah selesai. Dia lupa kalau suaminya belum mendapatkan apa yang dia mau.


"Kita mulai babak selanjutnya..." Daniel menyeringai lalu langsung me-ma-gut bi-bir istrinya yang sudah ia dudukkan di meja makan yang masih kosong. Tangan nya juga kembali mengge-rayangi tubuh istrinya yang sudah tak tertutup pakaian.


"uhhh... Niel...." Mia kembali melenguh saat li-dah Daniel menyapu bagian sensitifnya. "Aakhhh... cukup Niel, itu sangat geli... eeuughhh..."


"Eugghh... " Mia mendongakkan dan menumpukan tangannya kebelakang sehingga Daniel lebih leluasa me-nyu-su padanya.


Mia tidak mau kalah dia menggesekkan kakinya pada junior suaminya yang sudah mene-gang, dia menggunakan gerakan yang sangat eksotis dia mata Daniel hingga pria itu menggeram nik-mat. "Aakkkhhh... sayang, kau sangat menggoda kalau seperti ini."


Melihat suaminya yang menikmati hal itu Mia semakin menjadi, kini ia gunakan kedua kaki bagian dalam untuk menjepit mi-lik Daniel. Dia naik turunkan kakinya. Sungguh hal itu membuat Daniel menggila, Pria itu memejamkan matanya menikmati apa yang Mia lakukan pada mi-liknya.


"Apa yang kau lakukan akhh... ini terlalu enak..."


Daniel terus merancau. Sampai ia tak tahan lagi dan segera membuka kaki istrinya lebar-lebar. Dige-seknya ujung kepala Mi-liknya pada mi-lik sang istri yang sudah basah sejak tadi.


"Eeuughhh Niel, cepat masukkan...," Mia merengek sambil menggigit bibir bawahnya menerima sensasi luar biasa itu.

__ADS_1


"Aku datang sayang...," JLEB... Daniel berhasil menenggelamkan Mi-liknya sepenuhnya pada lu-bang kenik-ma-tan yang selalu menggigit miliknya.


"Aakhhh... " Mia tersentak saat mi-lik suaminya seperti masuk menyeruak dan menyundul rahimnya. Mi-lik Daniel yang panjang dan besar selalu memenuhi mi-liknya, apalagi saat benda itu sudah digerakkan keluar masuk dengan cepat. Sensasi itu sungguh membuatnya melayang.


"Kau siap untuk melayang bersama ku, baby." Daniel berbisik dengan seraknya, dia sudah tidak tahan lagi ingin segera merasakan kenik-matan dunia bersama sang istri. Mi-lik Mia selalu bisa memuaskan nya, lu-bang itu menjepit dan meng-hi-sap mi-liknya begitu kuat.


"Ayo Niel,, lakukanlah...," Mia sudah pasrah menerima Hujaman kenik-matan dari suaminya. Hal yang dari kemarin saja tidak pernah bosan mereka melakukannya.


Mendengar suara istrinya yang pasrah membuat Daniel segera menggerakkan pinggulnya. Melakukan gerakan ke-luar masuk dan memutar, mencari kenik-matan yang sesungguhnya dengan gaya baru dan tempat baru yaitu meja makan. Dia semakin bersemangat saat Mia mengeluarkan suara indahnya memecah keheningan dan memenuhi ruangan itu.


Aakkhh uhhh..


Niel... aku ingin...


Aakkkhhh bersama sayang. Japit yang kuat, aahhkk...


Suara mereka saling bertaut. Keringat pun bercucuran tapi tidak sama sekali membuat mereka menyudahi permainan itu. Daniel justru semakin mempercepat gerakan nya. Hingga sesuatu meledak dan memenuhi li-ang rahim Mia , melahirkan benih-benih super yang akan berlomba-lomba untuk mencapai sel-sel telur.


to be continue...


°°°


😝😝 Maafken othor yang keasyikan mudik sampai lupa up. 🙏🙏


Semoga yang lagi mudik juga, selalu dilindungi dalam perjalanan kalian.

__ADS_1


__ADS_2