Penakluk Hati Nona

Penakluk Hati Nona
95. Mommy Mertua Langka


__ADS_3

°°°


Mia baru saja selesai berganti pakaian dengan gaun malamnya yang panjang tapi dengan belahan tinggi. Jika Mia berjalan maka kaki jenjangnya akan terlihat. Sementara bagian atasnya berbentuk v dengan potongan da-da yang sang rendah. Menunjukkan keindahan miliknya yang menyembul sebagian.


Karna itulah sejak tadi Mia berusaha menaikkan gaunnya agar bulatan dagingnya tidak terlalu terbuka. Ia tidak ingin menjadi pusat perhatian para laki-laki dengan otak me-sum.


"Mon, ini terlalu rendah. Apa tidak ada gaun yang lain," protes Mia pada Mona.


"Kenapa Non, gaun itu terlihat sangat pas di tubuh Nona. Aku iri sekali melihat bentuk tubuh nona, lebih indah dari gitar spanyol." Laki-laki gemulai itu jadi membayangkan bagaimana kalau dia mempunyai pa-yu-da-ra yang besar seperti milik Mia. Dia memang terlahir sebagai laki-laki, punya ba-tang juga, tapi nalurinya seperti perempuan dan juga tidak menyukai wanita.


"Kau itu laki-laki Mon, untuk apa punya yang seperti ini." Mia membusungkan bagian depannya.


"Ihhh... aku juga pingin kan jadinya, Nona Mia si... apa aku suntik solihin saja ya? Bagaimana menurutmu, Vi?" tanyanya pada rekan sejenisnya.


"Bagus itu, nanti pacarmu pasti suka."


Mia pusing sendiri mendengarkan obrolan jenis manusia seperti mereka yang menyalahi kodratnya. Ya mungkin naluri tidak bisa disalahkan. Orang-orang seperti mereka sebenarnya butuh dukungan keluarga dan bimbingan dari psikolog.


Mia kembali berusaha membenahi gaunnya. Dia sungguh tidak nyaman tapi sepertinya tidak ada gaun yang cocok lagi.


"Sayang, apa kau sudah siap?" tanya mom Tania, dia sudah ada di pesta sejak tadi dan datang kesana untuk menjemput menantunya. "Apa apa sayang, apa ada yang salah?" tanyanya lagi saat melihat raut wajah menantunya yang tidak bersemangat dan kuyu.


"Mom, aku tidak nyaman dengan gaunnya. Bolehkah aku menggantinya dengan yang lain?" tanya Mia. "Aku bukan tidak suka Mom, hanya saja ini terlalu terbuka," sambungnya, Mia tidak mau mertuanya salah paham.


"Maafkan mommy sayang, Mommy tidak menyangka kalau gaun ini setelah dipakai oleh mu akan terlihat sangat sek-si." Sebenarnya kalau ukuran da-da Mia normal tidak akan terlihat sek-si seperti saat ini. Itulah yang ada di pikiran mom Tania saat memilihnya.

__ADS_1


"Tunggu sebentar, mom punya ide." Mom Tania berbinar saat mendapatkan sebuah ide.


Tidak tau apa yang sedang mom Tania pikirkan, semoga saja dia segera menemukan solusinya.


Jari-jari tangan mom Tania sedang bergerak melepaskan sesuatu yang menempel di bajunya. Sebuah bros dengan lambang merek terkenal, chantel. Yang pasti harganya pasti tidak murah. Ia melepasnya lalu mom Tania pasangkan pada belahan da-da Mia, menautkan sisi-sisi gaunnya hingga terpasang sempurna dan membuat gaun itu tidak lagi terlalu terbuka.


"Bagaimana kalau begini? Apa sudah bisa?"


"Waah Mom, aku tidak menyangka mommy punya ide yang sangat bagus. Sudah tidak terlalu terbuka sekarang. Terimakasih Mom, setelah pesta ini aku akan mengembalikan Bros ini pada mommy," ujar Mia.


"Tidak perlu, itu untukmu. Kamu putriku sekarang, sudah lama aku ingin anak perempuan agar aku bisa mendandaninya sendiri. Kamu harus siap menerima apapun yang mommy pakaikan padamu nanti," tutur mom Tania. Entah itu berkah atau justru musibah untuk Mia tapi dia tidak masalah akan hal itu. Bisa merasakan kasih sayang dari ibu mertua adalah hal yang langka di bumi ini, jadi kita harus pandai-pandai bersyukur.


"Baiklah, aku akan pasrah kalau mommy mau mendadani ku." Mereka pun tertawa bersama.


"Ayo nak, sepertinya acaranya sebentar lagi akan dimulai. Pangeranmu pasti sudah menunggu kedatangan mu di sana," ajak mom Tania.


"Ehh tunggu Mom, bagaimana dengan acara dansa nya. Aku tidak pandai berdansa Mom. Bagaimana kalau aku membuat malu." ragu Mia. Dari pada membuat malu lebih baik dia mundur duluan bukan.


"Kau tenang saja karena suamimu ada rajanya dansa. Karena itulah kami tidak memberitahu mu. Serahkan semuanya pada Daniel, kamu tinggal mengikutinya nanti." Kalau mom Tania sudah sangat yakin seperti itu, Mia hanya bisa mengangguk. Semoga saja benar yang mom Tania katakan, Mia bisa mengikuti tarian Daniel.


"Sekarang pakai ini." Mom Tania menyerahkan topeng yang hanya menutupi bagian mata dengan hiasan di sekitarnya.


"Kenapa memakai ini?" Mia tentu saja bingung.


"Karena temanya malam ini adalah pesta topeng. Nanti kau akan mencari sendiri yang mana suamimu. Mommy sudah membayangkan acara ini sejak jauh hari. Mommy pasti bisa menemukan daddy Alex," ujar mom Tania yang malah memikirkan dirinya sendiri dengan suaminya. Sepertinya dia membuat pesta untuk dirinya sendiri dan suaminya. Tapi memakai topeng, sepertinya seru juga.

__ADS_1


,,,


Epilog


Semakin malam pesta topeng yang diadakan oleh keluarga Starles untuk merayakan pernikahan putra mereka satu-satunya semakin ramai.


Tamu undangan yang datang bahkan lebih banyak dari tadi siang. Banyak pengusaha berdatangan, selain untuk memenuhi undangan tentu saja berharap bisa menemukan rekan bisnis yang hebat. Atau mungkin mereka mempunyai kesempatan untuk bekerjasama dengan perusahaan Starles. Siapa yang tidak mau pastilah semua pengusaha mendambakan kesempatan emas itu.


Termasuk Elvino Treemz, putra dari pemilik PT Treemz grup yang cukup besar di negara S. Tapi masih jauh di bawah Star company.


"Kak, apa ini tempatnya? Pestanya sangat mewah," kagum seorang wanita yang datang bersama Vino. Ya dia adalah sang istri, Jasmine namanya.


"Iya sayang, ini adalah pesta pernikahan putra pengusaha no 1 di negara S, tentu saja pestanya harus mewah."


"Benarkah, apa pengusaha itu adalah rekan kakak?" tanya Jasmine.


"Sekarang belum, tapi aku sedang berusaha untuk bekerjasama dengan perusahaan mereka. Akan sangat baik untuk perusahaan ku kalau bisa bekerjasama dengan perusahaan star company. Akan mudah menembus pasar luar negeri nantinya." Vino yang sekarang menggantikan ayahnya yang sakit stroke, selalu punya ambisi dalam setiap rencananya.


"Aku pasti akan mendukung apapun usaha kakak," ujar Jasmine dengan senyum manisnya.


Senyum manis yang selalu ia pasang di depan suaminya yang kaya itu. Hidupnya sudah bergelimang harta setelah menikah dengan Vino tapi seakan hatinya tidak pernah puas merasakan kemewahan.


Ya kau harus berusaha menjadi pengusaha yang semakin sukses suami ku Elvino. Kalau kau semakin berjaya aku akan selalu berada di samping mu dan menyimpan semua keuangan mu. Tapi kalau kau tidak punya apa-apa kelak, Jangan salahkan aku kalau aku pergi darimu.


Entah apa yang mempengaruhi wanita lugu dan sebaik Jasmine hingga menjadi seperti itu. Ya setidaknya dulu saat bersama Daniel, Jasmine adalah wanita lugu, baik hati dan tidak pernah memandang orang dari status sosialnya.

__ADS_1


to be continue...


__ADS_2