
°°°
Entah kenapa juga saat ini tatapan mata Felice tertuju pada bibir milik atasannya. Jarak wajah mereka sudah tinggal beberapa centi saja. Sedikit gerakan pasti akan membuat sesuatu bertemu.
Ceklek.
"Oh ya ampun... kalian kenapa tidak mengunci pintu." Seseorang wanita tiba-tiba muncul dan langsung berbalik saat melihat adegan mesra di hadapannya.
"Mom...?" terkejut Calvin saat melihat ibunya tiba-tiba ada di sana.
Felice yang awalnya membelakangi pintu pun berbalik, dilihatnya ada seorang wanita yang sedang menutup matanya dan berbalik dan ada Sam yang tersenyum sendiri di pintu.
"Mom tidak melihat apapun nak, kalian lanjutkan saja. Mom akan menunggu di luar," ujarnya dengan senang. "Ayo kita keluar Sam," ajaknya pada Sam agar tidak menggangu kegiatan putranya.
Calvin mendengus kesal karena hampir saja dia bisa merasakan bagaimana manisnya bibir yang selalu membayangi nya, tapi gagal oleh ibunya sendiri. Dan parahnya sang ibu pasti mengira yang tidak-tidak padanya.
"Senior, apa itu tadi ibu mu?" tanya Felice.
"Hmm ya dia mommy ku," jawab Calvin sambil sedikit membenarkan dasinya yang tadi sempat dia longgarkan.
"Eehh tapi kenapa dia keluar lagi dan kenapa dengan sikapnya tadi, lanjutkan apa maksudnya?" bingung Felice yang tidak mengerti apa maksud wanita itu. Dia tidak sadar kalau saat mom Reva membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan, dari posisi itu dia mengira kalau Calvin dan Felice sedang berci-uman.
__ADS_1
"Tidak apa-apa," jawab Calvin asal.
Setelah Felice membersihkan meja dan merapikan bekas makan siang mereka. Calvin pun keluar dan memanggil ibunya yang sedang asyik mengobrol dengan beberapa staf perusahaan. Entah apa yang mereka bicarakan sampai sesenang itu.
"Mom...," tegur Calvin. "Apa mom mau disini saja atau masuk ke dalam?" tanyanya dingin. Bagi sebagian orang tentu bukan hal yang aneh lagi melihat bagaimana sikap pria itu pada ibunya.
"Isshhh kau ini, apa begitu caramu memperlakukan mommy. Ehh kenapa kau keluar, apa kalian sudah selesai?" mom Reva mencoba mengintip ke dalam ruangan putranya.
Pada karyawan pun berbisik sambil senyum-senyum sendiri mendengar nya. Itulah mom Reva yang selalu saja jadi biang gosip putranya sendiri. Calvin pun menghela nafasnya berat. "Mom, ayo masuk...," tekannya.
"Iya iya," Ujar mom Reva menuruti putranya. Tidak lupa dia pun pamit pada para karyawan yang sudah menemani nya mengobrol tadi. "Hai girls, Tante ke dalam dulu ya... kalian lanjutkan bekerja."
Saat ini Calvin dan mom Reva sudah ada di ruangannya, hanya berdua karena pria itu menyuruh Felice untuk tidak masuk dulu.
"Ada apa mom kemari?" tanya Calvin.
"Apa tidak boleh mom menemui putra mom sendiri? Kalau mom tidak kemari kau juga tidak mau pulang menjenguk mommy yang sudah tua ini. Mommy sungguh kesepian di rumah, apa kau tega melihat mommy meninggal dalam keadaan kesepian." Mulai drama nya, mom Reva pura-pura mengelap sudut matanya yang sama sekali tidak basah karena memang hanya pura-pura. Calvin juga sudah paham akan hal itu.
"Aku sibuk mom, akhir-akhir ini aku sedang merencanakan beberapa proyek dan kemarin baru saja salah satu proyek bisa mendapatkan investor."
"Apa sesibuk itu sampai tidak punya waktu untuk mengunjungi mommy mu sendiri? Dan siapa gadis itu, apa kau juga akan menutupi nya dari mommy?"
__ADS_1
Sudah Calvin duga kan kalau kedatangan Mommy nya pasti karena gosip dari kliennya waktu itu.
"Dia sekretaris ku Mom," jawab Calvin.
"Sekretaris apa? Lalu kenapa kau bilang pada teman mommy kalau dia adalah pacarmu? Lalu tadi apa, kalian baru saja berciuman?"
"Mom... kami tidak melakukan itu..." Baru hampir mom dan mommy sudah keburu datang menggagalkan nya, batin Calvin.
"Kalian bahkan tinggal di satu ruangan sepanjang hari. Bagaimana mom percaya? Bukannya mom sering bilang kalau jangan mempermainkan wanita, bagaimana kalau dia hamil. Ini tidak bisa dibiarkan, kalian harus segera menikah."
Calvin terperangah mendengar perkataan mommy nya yang asal berpendapat. Bagaimana kalau Felice mendengar nya, bisa salah sangka nanti.
"Mom, kami belum pacaran dan kemarin itu aku berbohong pada tuan James karena dia menawarkan putrinya padaku. Bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak mau pernikahan bisnis seperti itu."
"Belum bukan berarti tidak kan? Kalian saling suka kan, ya sudah pacaran saja atau mau langsung menikah?" Mom Reva bersemangat, mau pacaran atau tidak dia tidak peduli yang penting dia harus bisa membujuk putranya agar segera menikah.
Calvin berdiri lalu mengusap wajahnya dengan kasar. Apa sebenarnya yang ada dipikiran mommy nya. "Tidak semudah itu mom, aku memang menyukai nya tapi dia belum tentu. Biarkan aku mendekatinya perlahan ok." Calvin berusaha tetap tenang.
"Terlalu lama, biar mommy saja yang bergerak. Tenang saja, serahkan semuanya pada mommy."
"Apa yang mommy rencanakan? Jangan aneh-aneh, bagaimana kalau dia malah jadi ilfill padaku." Calvin bisa melihat dari seringai tipis di bibir mommy nya. Entah apa yang sang ibu rencanakan, dirinya saja baru saja sedikit dekat.
__ADS_1