
°°°
Atas permintaan daddy nya Daniel pulang ke rumah malam ini. Entah apa lagi yang akan dibahas oleh laki-laki itu.
Sebenarnya Daniel memilih tinggal di rumah sakit bukan semata-mata untuk menghindari daddy nya, tapi juga untuk menghemat waktu dan tenaga. Bagaimanapun Daniel sering kali melakukan operasi dadakan dan lama. Kalau harus pulang pergi dari rumah rasanya sangat melelahkan.
"Malam Mom, Dad," sapa Daniel seraya memeluk Mommy nya.
"Kau baru pulang, pasti lelah kan. Biar mommy siapkan makan malam untuk mu. Kamu bersihkan tubuhmu dulu," titah sang mommy.
"Aku sudah makan Mom, aku mau langsung mandi saja." Daniel berlalu begitu saja tanpa mempedulikan daddy nya yang juga ada di sana.
"Dad, kenapa kau diam saja saat anakmu pulang," tukas mommy Tania pada suaminya yang sedang menonton berita bisnis.
"Lalu harus aku apakan anak itu Mom, apa aku harus datang lalu menggendongnya dan menciumi pipinya. Dia kan sudah bukan anak kecil lagi." Daddy Alex tetap memperhatikan berita.
"Ya ampun, ya bukan begitu Dad. Maksudnya, kau kan bisa menyapanya lalu menanyakan kabarnya. Setidaknya berikan sedikit perhatian untuk putra kita," ujar mommy Tania.
"Bukankah biasanya juga seperti ini, lalu apa masalahnya. Dia juga sama sekali tidak menganggap ku ada tadi." Daddy Alex bersikeras.
"Kenapa bicara pada Daddy itu selalu saja tidak searah." Mommy yang kesal pun pergi dari sana, lebih baik dia menyiapkan teh dan cemilan untuk putranya dari pada berbicara pada sang suami yang selalu tidak peka. Padahal maksudnya, mommy Tania ingin melihat keluarganya saling menyapa dan bertanya dengan hangat.
,,,
Daniel sudah selesai mandi dan sekarang sedang bersama kedua orang tuanya di ruangan keluarga.
Sejak tadi mommy Tania selalu memanjakan Daniel dengan membawakan teh dan cemilan bahkan menyuapi putranya. Tentu saja hal itu membuat Daddy Alex iri, karena sejak tadi sang istri tidak memperdulikannya.
"Teh ku mana Mom?" tanya daddy Alex.
"Sana suruh bibi saja yang buatkan, aku sedang melepas rindu dengan putraku," sahut mommy Tania tanpa menoleh pada suaminya.
__ADS_1
Kenapa wanita harus tercipta dengan mood yang mudah berubah dan ambekan. keluh Daddy Alex.
"Daddy mau bicara padamu," ujar Daddy Alex.
"Ada apa Dad?" tanya Daniel.
"Bagaimana hubungan mu dengan Mia. Apa kalian sudah memutuskan akan menikah kapan?" tanya daddy Alex.
"Dia masih tidak mau juga Dad, tapi aku akan berusaha meyakinkan nya."
"Kalau tidak mau tidak usah dipaksa nak," saran mommy Tania.
"Tidak bisa Mom, bagaimana kalau dia hamil. Aku tidak akan membiarkan anakku terlahir tanpa ayahnya." Daniel meletakkan gelas teh yang ia pegang lalu menatap mommy nya. Entah kenapa mommy nya itu tidak setuju kalau putranya menikah dengan Mia. Bukankah beliau yang meminta agar putranya segera menikah. Lalu sekarang apa masalahnya.
"Daddy setuju dengan Daniel Mom, sebagai laki-laki kita harus bertanggung jawab apalagi Mia adalah wanita baik-baik. Daddy sangat mengenalnya," sahut daddy Alex.
"Ya ya... kalian pasti akan sangat kompak kalau memojokkan mommy. Sudahlah mommy mau tidur saja," kesal mommy Tania pada suami dan putranya. Dia pun lebih memilih untuk pergi dari sana, entah kenapa hatinya masih belum menerima tentang rencana mereka.
"Daddy juga ingin memberitahu soal Mia. Daddy sudah menyelidikinya ternyata mantan tunangan Mia bekerja di perusahaan Daddy juga dan sepertinya menurut gosip yang beredar laki-laki itu sedang berusaha mendekati Mia kembali."
"Kamu harus bertindak cepat kalau tidak mau keduluan oleh orang itu." Alex diam-diam memang telah mengawasi Mia. Maka dari itu dia yakin kalau sekretaris nya itu wanita baik-baik dan cocok dengan putranya. Terlebih Mia juga sangat mengerti tentang perusahaan, jadi nanti kalau memang mereka berjodoh. Alex mungkin akan menyerahkan perusahaan padanya.
"Dad, aku sudah berusaha membujuknya tapi kalau dia tetap dengan pendiriannya maka aku bisa apa. Dia bukan wanita yang lemah dan butuh sandaran. Dia kuat dan terbiasa sendiri, jadi aku sedikit sulit untuk meyakinkannya."
Daniel tidak tau lagi harus melakukan apa agar Mia mau menikah dengannya. Apa iya dia harus membuat wanita itu jatuh cinta dulu padanya.
"Apa kau akan menyerah dan diam saja? Bagaimana kalau akibat perbuatanmu membuat dia hamil. Daddy tidak mau kalau sampai cucu Daddy tidak mendapatkan status yang jelas," ujar Daddy Alex.
"Aku tau dad, aku akan terus mengawasi nya." Daniel memakan kembali cemilannya yang masih tersisa.
"Oh iya, bagaimana dengan mommy. Sepertinya dia tidak begitu suka kalau aku menikahi sekretaris daddy?" tanya Daniel.
__ADS_1
"Urusan mommy kamu serahkan saja pada Daddy. Biar daddy yang akan membujuknya," ujar Alex pada sang putra.
Daniel pun mengangguk paham.
"Sudah tidak ada lagi kan yang mau Daddy bicarakan, kalau begitu aku ke kamar dulu," pamitnya pada Alex.
Baru pindah ke negara S beberapa hari tapi pasien Daniel sudah mengantri setiap hari. Membuat laki-laki itu kadang sangat kurang istirahat. Belum lagi masalah lain.
Daniel masuk ke kamarnya, lalu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya. Kamar dengan warna monokrom itu tidak pernah berubah. Menggambarkan kesunyian, kesendirian dan keheningan. Dia memang tidak terlalu suka keramaian.
Jujur Daniel tidak tau bagaimana caranya membujuk Mia. Di usianya yang menginjak dua puluh lima tahun dia hanya pernah berhubungan dengan wanita sekali saat pertama dia masuk kuliah di negara K. Cinta pertamanya yang pada akhirnya justru memberikan luka untuk pertama kalinya juga.
Jasmine, wanita yang pernah ia temui di rumah sakit Star Medical center. Dulu Daniel mengira kalau Jasmine adalah wanita terbaik yang pernah ia kenal dan dia juga selalu berharap kalau Jasmine akan menjadi pendamping hidupnya. Wanita yang akan menjadi ibu dari anaknya. Tidak menyangka kalau akhirnya wanita itu berkhianat dan menancapkan luka yang begitu dalam hingga Daniel pun enggan untuk menjalin hubungan lagi.
Tidak menyangka kalau sekarang Daniel justru terhubung dengan Mia. Seorang wanita sangat kuat dan mandiri. Di usianya yang sudah cukup matang seharusnya dia sudah mempunyai suami dan anak tapi Mia masih mengurusi keluarganya.
Mia... aku tidak tau apa yang membuat ku sangat ingin bertanggung jawab. Kalau hanya karena kita telah menghabiskan malam bersama aku rasa benar katamu kalau kita bisa pura-pura tidak terjadi apa-apa. Tapi justru karena kamu, melihatmu begitu gigih dan kuat membuat ku ingin melindungi mu, ingin jadi tempat mu bersandar, ingin jadi tempat kamu berkelu kesah.
Daniel tersenyum kecil mengingat wajah dingin Mia setiap kali bertemu dengannya.
Aku harap benihku benar-benar tumbuh dalam rahimnya agar dia tak bisa mengelak lagi.
to be continue...
°°°
Like komen dan bintang lima 😍
Gomawo ❤️❤️❤️
Slow update maaf 🙈🙈
__ADS_1