
°°°
Setelah mengambil keputusan untuk putranya kini mom Tania dan dad Alex terlihat sedang sedikit berdebat.
Ya, tindakan daddy Alex yang mengambil keputusan sepihak tanpa membicarakan dulu dengan sang istri tentu membuat istrinya kecewa. Walaupun benar memang jika putranya harus bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, tapi menurut mommy Tania semua itu tidak perlu buru-buru. Banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan hal itu karena pernikahan adalah hal besar yang akan menentukan masa depan putranya kelak.
"Kenapa mommy sepertinya tidak setuju dengan keputusan Daddy? Apa karena wanita itu Mia, wanita yang hanya bekerja sebagai sekretaris Daddy?" tanya Daddy Alex.
"Bukan seperti itu Dad, apa Dad sadar telah memutuskan hal sebesar itu dengan buru-buru. Ini soal pernikahan Dad, tentang masa depan putra kita satu-satunya."
"Lalu Daddy harus bagaimana? Harus menunggu sampai kapan baru memutuskan? Apa sampai Mia hamil cucu kita baru Mom mau menerimanya?" tanya Daddy Alex lagi.
"Hamil Dad??" Mommy Tania tampak syok mendengar hal itu. Dirinya tidak berpikir sejauh itu.
"Iya sayang, apa kau tidak memikirkan hal itu. Mungkin saja Mia bisa hamil karena perbuatan yang telah mereka lakukan. Apa Mommy tega membiarkan cucu kita lahir tanpa ayahnya dan status yang jelas. Mommy juga perempuan, seharusnya mommy lebih mengerti bagaimana perasaan Mia saat ini." Daddy Alex mencoba memberi pengertian pada istrinya.
"Tapi itu juga belum tentu kan, Dad. Apa tidak sebaiknya kita selidiki dulu apa yang terjadi, bagaimana kalau putra kita dijebak," ujar mommy Tania masih dengan pemikirannya.
"Daddy kenal Mia tidak hanya satu atau dua tahun tapi lebih dari sepuluh tahun. Dia adalah wanita baik-baik dan juga selalu menjaga kehormatannya."
"Tapi semua orang bisa berubah Dad, bisa saja orang yang kita anggap teman justru musuh kita yang paling berbahaya," sanggah mommy Tania.
"Mommy ini bicara apa? Daddy yakin Mia tidak mungkin seperti itu. Menikahkan mereka adalah pilihan yang terbaik saat ini. Bukannya bagus kalau putra kita menikah, mommy juga menginginkan hal itu kan. Bayangkan kalau sebentar lagi kita bisa menimang cucu Mom."
Daddy Alex tersenyum bahagia membayangkan akan menimang cucu.
Tentu aku juga menginginkan ingin Daniel untuk segera menikah tapi tidak dengan terburu-buru seperti ini.
"Sebaiknya Daddy pikirkan lagi. Sepertinya Mia juga menolak keputusan Daddy, umurnya juga lebih dewasa dari Daniel Dad. Bukan aku tidak menyukai Mia tapi aku hanya memikirkan kebahagiaan putra kita Dad."
__ADS_1
Mommy Tania masih tetap tidak menyetujui rencana pernikahan antara sekretaris suaminya dan sang putra.
"Umur bukan masalah Mom. Apa mommy tidak dengar tadi Daniel sendiri yang mengatakan akan bertanggungjawab. Dia memang mau menikahi Mia. Tanpa Daddy suruh pun dia memang berniat bertanggung jawab. Daddy bangga pada putra kita," ujar Daddy Alex.
Daddy Alex pun bangkit dari duduknya lalu mendaratkan kecupan di kening sang istri.
"Mommy tidak perlu banyak pikiran, terima beres saja dan bayangkan jika ada tangisan bayi di rumah yang sepi ini. Walaupun Daddy yang menyuruh mereka menikah tapi keputusan tetap ada di tangan mereka. Jika nanti mereka memutuskan untuk menikah, mommy harus merestui mereka." Daddy Alex lalu beranjak dari sana karena masih banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan meski dia sudah di rumah.
Mommy Tania pun merenungi apa yang suaminya katakan.
,,,
Sementara di dalam mobil pun pergulatan batin sama-sama terjadi antara Mia dan Daniel.
Mereka mengendarai mobilnya masing-masing untuk menuju ke tempat yang sama yaitu rumah sakit. Dimana tempat Daniel bekerja dan juga tempat mamah Emma dirawat.
Sebenarnya Mia jauh lebih dilema saat ini, jika Daniel sudah bulat dengan keputusan nya tapi tidak dengan Mia yang penuh pertimbangan. Dirinya tetap berpikir kalau pernikahan di antara mereka tidak perlu terjadi. Mengingat perbedaan umur dan status mereka, ya di antara mereka memang terlalu banyak perbedaan.
Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku harus menikah dengan putra atasan ku sendiri. Bagaimana pandangan orang-orang, mungkin mereka berpikir kalau aku telah melakukan cara licik untuk mendapatkan posisi itu. Seperti pendapat nyonya Tania yang sepertinya tidak setuju kalau putranya menikah dengan ku.
Umur ku dan dia juga terpaut jauh, aku bukan wanita yang pantas untuknya. Akan ada banyak pihak yang tidak akan setuju kalau aku menikah dengan nya.
Mia menjatuhkan kepalanya di atas stir mobil. Dia hanya ingin menjalani hidup dengan tenang. Tapi ada saja masalah nya.
Jika di umurnya sepuluh tahun yang lalu, mungkin Mia memang sangat menginginkan sebuah pernikahan dalam hidupnya, tapi kini ia sadar kalau menikah bukanlah prioritas utama dalam hidupnya. Mia hanya menginginkan kesembuhan mamahnya saat ini tapi malah terjebak dalam situasi seperti itu.
Mia kira semuanya sudah usai setelah dia mengatakan dengan tegas kalau ia tidak mau menikah dengan laki-laki itu. Tapi siapa sangka jika akan jadi serumit ini.
Permintaan tuan Alex seperti berputar-putar di pikirannya.
__ADS_1
"Kalian harus menikah demi kebaikan kalian."
Menikah.. kenapa hal itu seperti lelucon dalam hidup ku. Kemarin saat perasaan ku menggebu ingin segera menikah, laki-laki yang aku cintai justru berkhianat dan membuat hatiku hancur hingga aku memutuskan untuk menutup rapat hati ku untuk pria lain agar tidak kembali terluka.
Di saat aku mulai nyaman dengan keadaan ku yang sekarang justru tawaran pernikahan kembali datang padaku.
Mia tersenyum miris memikirkan takdir hidupnya. Kalau memang harus menikah kenapa harus married by accident seperti itu. Kenapa bukan karena mereka saling mencintai?
Sementara di mobil lain.
Seorang pria juga sama bimbang nya. Apakah keputusan yang dia ambil sudah tepat atau justru membuat mereka akan menderita nantinya.
Kenapa wanita itu masih saja menolak, apa dia sungguh tidak ingin menikah denganku atau ada hal yang membuatnya tidak ingin menikah.
Sepertinya aku harus berusaha mendekatinya agar lebih tau bagaimana keinginannya. Ya sepertinya dekat dengan keluarganya bukan hal yang buruk juga. Kalau nantinya aku dan dia jadi menikah bukankah hal itu malah bagus.
Tekad Daniel sudah bulat, dia akan menikahi Mia. Walaupun nantinya wanita itu tak hamil dia tetap akan bertanggung jawab karena sudah mengambil kesuciannya.
Mereka kalut, mereka bimbang tapi mereka harus memutuskan sesuatu yang akan membawa perubahan besar dalam hidup mereka.
to be continue...
°°°
Masih sepi disini😂 Tidak apalah, author akan tetap menyelesaikan cerita ini sampai tamat. Walaupun godain tempat lain terdengar sangat menggoda 🙈
Like komen dan bintang lima 😍
Gomawo ❤️❤️
__ADS_1