
Daniel sedang bermain di bawah sana, menyapukan li-dahnya pada lipatan daging mi-lik istrinya dan sesekali juga menggigit gemas benda mungil yang ada ditengahnya. "Aku rindu aroma ini... kau selalu bisa merawatnya denang baik sayang. Rasanya aku ingin menghabiskannya. Hmmm apa kau tau aku sangat tersiksa saat kau menggodaku lewat panggilan vidio." Menjeda ucapannya lalu melihat wajah istrinya yang sudah sangat memerah.
"Kau tau bagaimana tersiksanya aku tidak bisa menyentuh ini dan ini," ujar Daniel sambil mengusap da-da dan bagian in-ti istrinya.
"Sssttt... uhh." Tubuh Mia menggelinjang hebat saat kedua titik sesitifnya kembali disentuh.
"Dan kau tau akhirnya aku pun harus mengeluarkannya menggunakan ini." Daniel menunjukkan kelima jarinya.
Peeffttt... Mia menahan tawa, rupanya ia berhasil saat menggoda suaminya. "Bagaimana kalau ada yang tau kau melakukan hal itu, Niel?" komen Mia.
"Tentu saja aku menahan suaraku mati-matian agar tidak ada yang mendengar. Kau nakal... sejak kapan kau jadi pintar seperti itu." Mencubit hidung mancung istrinya. "Aku akan menghukummu sekarang..." Memposisikan tubuhnya di atas tubuh Mia dan bersiap melakukan penyatuan.
"Tunggu Niel!" pekik Mia, dia menahan da-da suaminya agar tidak terburu-buru.
"Hukumlah aku sesukamu, tapi ingat kau harus pelan-pelan. Jangan bermain kasar karena aku ingin menikmatinya." Mia meminta.
"Tidak janji." Tersenyum penuh arti, lalu langsung membungkan bibir Mia saat ia akan kembali bersuara.
"Euummm...." Sepertinya sudah tidak bisa lagi menahan pria yang sudah lama menahan has-ratnya itu. Tapi sejauh ini pria tidak pernah melakukan hal yang kasar padanya meski di atas ranjang sekalipun.
__ADS_1
Aahkk... uhh Aaahh De-sa-han mereka saling bersahutan memenuhi kamar itu saat Daniel mulai menggoyangkan pinggulnya, menghentak mi-lik Mia.
Kedua kaki Mia diangkat keatas sehingga mi-liknya masuk lebih dalam lagi. "Ohh... ini sangat sempit, mi-likmu menjepit punyaku sayang."
"Akkhh, Niel... " giliran Mia yang merancau saat merasak gesakan yang ditimbulkan membuat mi-liknya kembali berkedut ingin menyemburkan cai-rannya lagi.
Semakin cepat Daniel bergerak dan Mia menyukainya, matanya terpejam dan kedua tangannya mencengkeram apa saja yang bisa diraihnya. Bantal, guling dan seprai sudah tidak pada tempatnya. Pergulatan mereka pagi ini sangat hot sampai tubih mereka yang sudah segar pun kembali berkeringat, dinginnya AC sama sekali tidak berpengaruh pada suhu tubuh mereka yang saat ini memanas.
"Aaakkhh ... lebih cepat Niel..." Mie menyerah juga, dia ingin yang lebih.
"Tentu sayang, bersiaplah..."
"Tunggu sayang, kita selesaikan bersama." Daniel pun memompa lebih cepat lagi hingga menimbulkan suara-suara khas percintaan. Tangannya juga tidak diam, mulai menggelitik benda mungil yang ia tau adalah titik kelemahan hampir sebagian wanita.
Benar saja kan , tubuh Mia menegang hebat. Kakinya sampai kaku menahan gelombang sengatan kenikmatan yang membuncah dalam dirinya. Ia sudah tidak tahan, ingin menembak keluar saat ini juga. "Ni-niel aku... aku ingin..."
"Ayo bersama..." ujar Daniel yang mengerti apa maksud istrinya.
Plok plok plok
__ADS_1
Suara itu terdengar sangat nyaring, mengiringi permainan mereka. Sampai pada titik dimana keduanya sudah tidak bisa lagi menahan sesuatu yang mendesak keluar. "Aaarrrggghhhh... Niel a-aku keluar.."
"Aakkhh... akhirnya aku bisa merasakan sensasi yang kuar biasa seperti ini juga." Daniel mendongak saat cai-ran kental mi-liknya berhasil meledak di dalam mi-lik sang istri, sangat banyak sampai menetes keluar. Ya pantas saja karena dia sudah lama tidak merasak hal itu.
Keduanya terkualai lemas di bawah selimut, saling memeluk dengan tubuh yang masih polos.
"Terimakasih sayang, aku sangat puas pagi ini." Berulang kali Daniel mendaratkan kecupan di seluruh wajah istrinya.
"Aku lelah Niel, tapi aku juga senang."
"Kalau begitu istiratlah saja di dalam kamar, nanti aku yang akan membawakan sarapan kemari," ujar Daniel.
"Tapi aku tidak enak pada daddy dan mommy, mereka kan masih ada disini."
"Tidak apa sayang, nanti aku yang akan berbicara pada mereka. Kalau begitu aku mau membersihkan diri dulu, setelah itu baru turun ke bawah. Kau istirahatlah." Daniel kembali mendaratkan kecupan di kening istrinya. Setelah itu dia turun dan laungsung berjalan ke kamar mandi. Tentu saja masih tidak memakai apapun, sehingga Mia bisa melihat jelas tubuh suaminya yang sangat bagus itu.
Ehh tapi tatapannya berhenti pada sesuatu yang masih tegak berdiri dengan sempurna diantara pa-ha Daniel. Rupanya mi-lik laki-laki itu masih saja belum mau tertidur setelah melakukan pelepasan tadi. Ya karena biasanya mereka tidak cukup bermain sekali, hanya saja tadi Daniel menahan diri karena Mia terus saja berkata lelah dan Daniel bukan tipe pria yang pemaksa. Masih banyak waktu untuk mereka lain kali.
Maaf Niel, sepertinya kau masih mau tapi aku tidak bisa karena aku takut anak kita kenapa-napa. Tapi Mia terkikik geli saat melihat pa-n-tat Daniel bergerak mengikuti langkah kakinya. Ternyata bagian belakang milik laki-laki tampak lucu ya, pantas saja para laki-laki itu suka mengagumi mi-lik perempuan.
__ADS_1