Penakluk Hati Nona

Penakluk Hati Nona
S2 Bab 26. Kebersamaan


__ADS_3

Hubungan Daren dan Zoro samakin dekat dari hari ke hari, setiap ada kesempatan pasti Daren selalu meluangkan waktu untuk calon anak tirinya itu. Kebetulan anak itu beserta ibu dan neneknya sudah pindah dari rumah lamanya. Sekarang mereka tinggal di apartemen milik Daren yang ada di dekat rumah sakit. Bukankah itu sangat menguntungkan bagi pria itu jadi bisa sekaligus bertemu dengan ibunya Zoro yang bisa membuatnya merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta.


"Zo, kau kalah jadi kau harus di hukum." Daren bersiap mengoleskan bedak di pipi Zoro. Mereka sedang bermain balap mobil mainan ceritanya. "Lihatlah, wajahmu sekarang sama seperti papi," ujar Daren sambil menunjukan wajahnya yang sudah penuh oleh hasil karya Zoro.


"Hahaha papi luctu... papi cepelti hantuu..."


"Hai bocah, mana ada hantu lucu. Kau berani meledek papi, sini rasakan serangan kram perut dari papi." Daren pun bersiap akan menggelitiki Zoro tapi sayangnya bocah itu sudah lebih dulu kabur dan berlari ke arah ibunya.


"Maaammiii tolooong Zo ada montel mii...."


"Hai sini kamu, anak laki-laki tidak boleh bersembunyi di bawah ketiak ibunya." Daren terus mengejar bocah itu sambil bergaya seperti monster.


Ibu Risa sangat bahagia melihat cucunya bisa tertawa, Dia selalu menyesal karena dulu putrinya ia jodohkan putra anaknya, awalnya mereka memang bahagia tapi lama-lama belangnya sang menantu terlihat juga. Mirisnya pria itu tidak mau mengakui anaknya yang sakt-sakitan, jangankan memberi uang pernah menjenguk saja tidak. Kabarnya sang mantan menantu kini tinggal di luar pualau bersama orang tuanya. Entah bagaimana kabarnya, ibu Risa harap mereka mendapatkan karmanya karena sudah menelantarkan anak dan cucu.


"Mah, kenapa?" tanya Lucy saat melihat sang mamah diam-diam memandangi interaksi Zoro dan Daren.


"Tidak apa-apa nak, mamah sedang bahagia melihat Zoro. Akhirnya dia bisa seperti anak yang lain. Bisa merasakan bagaimana rasanya bermain bersama ayah, dipeluk dan digendong. Mamah bisa melihat kalau Daren sangat tulus sayang pada Zoro."


Pandangan mata Lucy pun ikut melihat sendiri semua itu. Dia setuju dengan pendapat mamahnya, meski terkadang dia masih ragu dan mempertanyakan pria itu. Ya Lucy selalu bertanya apa kalau mungkinkah sikap Daren saat sudah menikah nanti akan berubah, apa dia baik sekarang karena ingin mendekati Lucy.


"Mamii... tolonggg... ada montell sellamm mi..." teriak bocah itu sambil berlari ke arah Lucy. Setelah sampai, tentu saja dia bersembunyi di bekalang ibunya. Ibu Risa yang melihat kebahagian mereka memlih pergi agar tidak jadi obak nyamuk disana.

__ADS_1


Lucy yang jadi tameng malah diputar-putar tubuhnya oleh dua pria berbeda generasi itu.


"Zo, berhenti Zo! Kepala mami pusing kalau seperti ini."


Namun siapa sangka kalau hal itu malah dimanfaatkan oleh Daren, pria itu menyeringai, bukannya berhenti malah tambah semangat mengejar Zo. "Sini kau monster kecil... aku akan menangkapmu," ujarnya dengan suara yang dibesar-besarkan.


"Aaaa... no... Zo akuttt..." Bocah itu pun semakin menghindar dan membuat Lucy kewalahan. Entah bagaimana jadinya nanti dia bisa menghadi mereka berdua setiap hari kalau sudah menikah. "Omaa... tollongg Zo..." Bocah itu pun kabur mencari neneknya.


Lucy yang sudah lama berbutar kini benar-benar merasa pusing hingga tubuhnya terhuyung tidak jelas, untung saja Daren dengan cepat menangkap tunuhnya. Ah memang itu rencananya kan.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Daren cemas.


"Tidak ada, dia sudah pergi. Dia memang selalu pengertian," ujar Daren senang dengan calon anak tirinya yang selalu memberinya kesempatan untuk berdua dengan ibunya.


Lucy tidak percaya begitu saja, dia pun menoleh mencari keberadaan putranya dan ternyata memang tidak ada di sana. Kapan dia pergi?


"Bukankan ini adalah kesempatan yang tidak boleh di sia-siakan. Kita tidak boleh mengecewakan putra kita." Daren dengan tidak tau malunya.


Ehh bagaimana bisa begitu, Lucy ngerutkan keningnya.


Entah siapa yang memulai, kini bibir mereka sudah saling bertautan, saling membelitkan lidah dan bertukar saliva tanpa rasa ji-jik sama sekali. Yang ada hanya rasa cinta dan penuh kasaih di dalamnya, sisanya tentu saja nap-su.

__ADS_1


Daren mendorong tubuh Lucy hingga menabrak tembok, tangannya menekan tengkuk dan pinggang hingga tubuh mereka semakin tidak berjarak. Dalam hitungan detik saja pria itu bisa merasakan bagaimana mi-liknya mengeras di dalam celana yang ia pakai. Tangannya tanpa sadar bergerak ke bawah dan me-re-mas bongkahan belakang Lucy.


Tentu saja wanita itu cukup terkejut, baru pernah pria itu berbuat lebih dari ciuman seperti itu. "Sayang..." Lucy mencoba menjauhkan tubuh mereka. Walaupun sebernanya dia juga hampir terbawa suasana tapi mereka ada di rumah dan ada Zoro serta ibu Risa.


"Aku inginn..." ujar Daren dengan suara yang terdengar parau dan sek-si di telinga Lucy. Membuat wanita itu memerah dan berdeba kencang.


"Ada Zoro dan mamah, ini akan tidak nyaman kalau dilihat mereka," malu Lucy. Dia bukannya menolak malah membuat alasan seperti itu, bukan masalah sebenarnya bahkan diantara banyaknya pasangan kekasih di negara itu sudah bebas tinggal berdua.


Daren menunduk mencoba menenangkan perasaannya yang begitu bergejolak. Tidak, dia tidak boleh melakukan hal itu pada Lucy, sebelum mereka menikah karena ia sudah berjanji. "Maaf..." ujarnya lalu menjauh.


Apa dia baru saja merasa bersalah atau dia menyesal karena meminta hal itu dariku yang hanya wanita miskin. Lucy kembali berburuk sangka.


"Aku pergi dulu," pamit Daren yang tidak bisa lagi berlama-lama disana.


"Tunggu! apa kau menyesal, apa karena kau tidak serius jadi kau membatalkannya?" tanya Lucy bertubi-tubi dengan mata yang berkaca-kaca.


Daren tentu saja tidak mengerti kenapa tiba-tiba wanita itu berkata seperti itu. Dia hanya ingin pergi karena tidak ingin lepas kendali saat ini, sedangkan dia ingin mereka melakukannya saat malam pertama mereka nantinya.


"Kenapa kau berkata seperti itu? Aku selalu seriius denganmu maka dari itu aku tidak menyentuhmu lebih jauh, kalau aku hanya main-main pasti dari sejak awal aku akan mengajakmu melakukan hal itu lalu meninggalkanmu."


Ucapan Daren membuat Lucy masuk dalam dekapannya. Dia hanya terlalu takut kalau semua kebahagian yang dirasakan dirinya dan putranya ini hanya sesaat dan pada akhirnya Daren akan meningglkannya karena status mereka. Apa lagi karena hubungan mereka yang belum mendapatkan restu dari paman Sam, lalu ada rumor-rumor yang mengatakan kalau paman Sam akan menjodohkan Daren dengan putri orang kaya.

__ADS_1


__ADS_2