Penakluk Hati Nona

Penakluk Hati Nona
35. Bertanggung jawab


__ADS_3

°°°


Setelah makan malam yang cukup menegangkan bagi Mia, kini mereka berempat sudah berada di ruang keluarga.


Tuan Alex duduk di samping istrinya sedangkan Daniel di kursi yang lain, sementara Mia seperti biasa dia berdiri seperti bawahan pada umumnya.


Sejujurnya Daniel dan Mia sama-sama sudah tidak sabar menunggu apa yang mau daddy Alex katakan tapi sepertinya laki-laki itu justru mengulur waktu dengan mengajak mereka makan malam lebih dulu lalu sekarang memakan cemilan.


"Dad, sebenarnya apa yang mau Daddy katakan. Aku sudah menemani kalian makan malam jadi sekarang Daddy bisa mengatakannya," tukas Daniel yang sudah tidak sabar.


"Kenapa kau buru-buru sekali, tinggallah sebentar lagi. Apa kau tidak merindukan kami, begitu pulang langsung sibuk dengan pekerjaan mu dan tidak pulang ke rumah juga," ujar Daddy Alex.


"Bukan begitu Dad, aku tidak punya banyak waktu untuk hanya duduk santai disini. Aku masih harus menyiapkan untuk operasi besok," terang Daniel agar kedua orangtuanya tidak salah paham.


"Ya ya baiklah, Daddy akan mengatakannya sekarang." Daddy Alex memandang Mia yang sejak tadi diam melihat interaksi keluarga itu.


"Dan kau, duduklah Mia," perintah Daddy Alex.


"Sebaiknya saya menunggu di luar saja tuan, permisi." Mia merasa mereka akan membicarakan masalah keluarga dan dia tentu tidak enak jika terus berada di sana.


"Siapa yang menyuruhmu pergi, duduklah!"


Mia tidak punya alasan lagi untuk pergi dari sana. Dia pun duduk di sofa itu.


"Sebelumnya ada yang Daddy mau tanyakan pada kalian berdua. Apa yang sebenarnya sudah terjadi pada malam itu?" tanya Daddy Alex pada mereka berdua, Daniel dan Mia.


Deg

__ADS_1


Jantung mereka sama-sama berdetak lebih cepat seketika. Apakah maksudnya malam dimana Daniel dan Mia menjadi terikat satu sama lain. Meski mereka mencoba melupakan tapi nyatanya tidak dengan perasaan mereka.


"Malam apa Dad? Aku tidak mengerti maksud Daddy." Daniel mencoba menyangkal, bukan karena ingin lari tapi dia ingin menyelesaikan masalahnya sendiri.


"Kalian tau betul apa maksud perkataan Daddy kan? Apa kalian tidak mau bercerita? Baiklah, coba kalian jelaskan apa yang terjadi setelah melihat rekaman ini." Daddy Alex melemparkan tab yang ia pegang ke atas meja. Sementara Daniel dan Mia sama-sama diam walaupun sebenarnya mereka juga penasaran pada rekaman yang di maksud.


"Ada apa sebenarnya ini Dad?" tanya mommy Tania yang tampak bingung.


"Kau mau tau Mom, lihatlah sendiri rekaman itu lalu katakan apa yang mommy pikiran setelah melihat itu."


Mommy Tania pun mengambil tab itu lalu melihat isi rekaman yang suaminya maksud. Dimana seorang wanita dan pria dibawa masuk ke dalam kamar hotel dalam keadaan mabuk, lalu esok paginya mereka baru keluar dari kamar itu dengan keadaan si wanita yang keluar lebih dulu dengan menangis dan menahan sesuatu.


"Ini... bagaimana bisa kalian seperti ini." Mommy Tania menutup mulutnya tak percaya dan kecewa pada isi rekaman itu.


Sementara Daniel dan Mia sudah bisa menebak apa isi dari rekaman itu. Mereka lupa kalau ada cctv di hotel yang mereka tempati tapi bukankah selama ini Daddy Alex biasa saja lalu kenapa tiba-tiba mencari tau tentang malam itu.


"Mom... Dad... Maafkan Daniel karena telah membuat kalian kecewa tapi aku sungguh tidak sengaja melakukan hal itu." Ucapan Daniel bukan meredakan emosi kedua orangtuanya tapi malah semakin membuat mereka kecewa.


Ini salahku yang tidak bisa menjalankan tugas dengan benar. Kalau malam itu aku bisa mengontrol emosiku dan tidak ikut minum pasti kejadiannya tidak akan seperti ini. Tuan Alex pasti sangat kecewa padaku. Aku harus meminta maaf tapi kalaupun tuan Alex tetap mau memecat ku, aku akan menerimanya.


Mia berdiri dari duduknya. Lalu membungkukkan tubuhnya pada sang atasan.


"Maafkan saya Tuan, saya telah lalai dalam menjalankan tugas malam itu. Saya akan segera mengurus masalah rekaman itu agar tidak menyebar dan saya juga siap menerima hukuman dari anda."


Sementara Daniel justru terheran-heran pada wanita itu. Mungkin jika itu wanita lain, mereka akan memanfaatkan kesempatan untuk meminta pertanggungjawaban atau ganti rugi dala jumlah yang besar. Tapi wanita itu justru meminta maaf dan menerima hukuman.


Daniel pun ikut berdiri karena dia pun juga bersalah. "Dad, Mom... maafkan Daniel, ini salahku jadi hukum aku saja."

__ADS_1


Mommy Tania memang kecewa pada perbuatan mereka, walaupun sudah biasa sepasang kekasih akan menghabiskan malam bersama tapi melihat hal itu dia kecewa pada putranya karena tidak mengatakan kalau dia sedang menjalin hubungan dengan sekretaris suaminya atau mungkin wanita itulah yang telah menjebak putranya agar menghabiskan malam dengannya.


"Daddy kecewa pada kalian karena menutupi hal itu pada kami. Terutama kamu Niel, sebagai laki-laki bagaimana kamu bisa melakukan hal itu lalu sama sekali tidak merasa bersalah." Daddy Alex sangat kecewa pada putranya.


"Dad, ini bukan salah putra kita sepenuhnya. Mereka sama-sama mabuk dan tidak sadar akan yang mereka lakukan. Mia juga seharusnya membawa putra kita pulang bukannya malah membawanya ke hotel," cecar mommy Tania.


Perkataan itu sangat menyakitkan bagi Mia, seolah dirinyalah yang merencanakan itu semua.


Wajar jika Nyonya Tania berpikir seperti itu, berpikir jika aku sengaja melakukan hal itu untuk menjebak putranya.


"Mom... kenapa kau memojokkan Mia. Mommy lihat sendiri kan kalau yang membawa mereka ke hotel itu orang lain. Mereka berdua dalam satu ruangan dalam keadaan mabuk, siapa yang bisa menebak apa yang akan terjadi. Seharusnya kau salahkan putramu karena tidak bisa menahan diri." Daddy Alex membela Mia.


"Lalu apa mau Daddy sekarang?" tanya mommy Tania.


"Tentu saja Daddy mau putra kita mempertanggungjawabkan apa yang sudah ia perbuat pada Mia dengan menikahinya!" Tegas Daddy Alex.


Daniel dan Mia mendongakkan kepalanya, tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Terutama Mia yang sama sekali tidak menyangka kalau tuan Alex akan meminta putranya menikahinya yang sama sekali tidak sepadan dengan keluarga mereka.


"Apa Daddy yakin, kita tanya mereka dulu. Mungkin mereka punya jalan keluar yang lain," saran mommy Tania, bukan dia menentang putranya untuk bertanggungjawab tapi menurutnya masalah ini perlu diselidiki lebih jauh. Walaupun Mia sudah bekerja lama pada suaminya bukan berarti dia tidak mungkin mempunyai rencana. Bagaimana kalau Mia sengaja melakukan itu, lalu sang putra harus terjebak pada pernikahan tanpa cinta.


"Apa lagi yang mau mereka pilih, tidak ada jalan lain selain bertanggung jawab. Mom, aku tidak mau putraku jadi pria yang tidak bertanggungjawab."


"Daddy benar Mom, Daniel harus bertanggung jawab."


to be continue...


°°°

__ADS_1


LIKE KOMEN DAN BINTANG LIMA 😍


Gomawo ❤️❤️


__ADS_2