
°°°
Pesta berlangsung sangat meriah, semua orang ikut bahagia merasakan betapa bahagianya Alex Starles. Dia sangat berharap tinggi pada pernikahan putranya itu. Bukan berharap akan kekuasaan atau harta tapi pada hubungan pernikahan putranya. Dia dan istrinya adalah satu-satunya orang yang tau kalau pernikahan ini terjadi karena suatu kecelakaan.
Namun, Alex berharap putranya bisa menjaga pernikahan mereka selamanya. Dan segera memberinya cucu tentunya. Dia sudah letih dengan dunia pekerjaan yang ia perjuangkan sejak masih muda. Ingin ia berikan pada cucunya kelak atau kalau sudah tidak tahan mungkin akan ia serahkan pada Mia saja.
"Selamat tuan Alex, selamat atas pernikahan putra anda."
Sejak tadi tentu sudah ratusan orang mengatakan hal yang sama. Itulah kenapa dia setuju untuk mengadakan pesta topeng usulan istrinya ini. Agar dia tak melihat wajah-wajah mereka yang hanya mencari muka saja padanya. Dengan memakai topeng seperti itu, maka Alex merasa lebih santai dan tak perlu berpura-pura ramah di hadapan mereka. Kadang juga mereka tak mengenalinya, jadi dia bebas.
Sementara Daniel, dia sedang bergabung dengan teman-temannya satu profesi nya. Lebih nyambung dari pada harus bersama daddy nya dan menemui para tamunya.
"Dimana istri mu, kau bahkan belum mengenalkannya pada kami dokter Daniel." Rekan kerja Daniel mulai penasaran akan sosok wanita yang berhasil mendapatkan hati seorang Daniel, pikir mereka. Belum lagi kejutan yang mereka terima tentang siapa Daniel sebenarnya.
"Bukankah wanita selalu perlu waktu lebih lama untuk duduk di depan cermin," jawab Daniel asal, sesuai dengan isi hatinya saat ini. Entah sudah berapa gelas minuman yang ia habiskan untuk menghilangkan sesuatu yang mengganggu pikirannya.
Suara itu, sepertinya aku mengenalnya dan mereka juga menyebutkan nama Daniel. Jasmine tak sengaja mendengar percakapan Daniel dan rekannya.
"Ada apa sayang? Kau melamun?" tanya Vino.
"Ehh tidak, aku ingin ke toilet sebentar."
"Mau aku temani?" tawar Vino.
"Tidak perlu, kakak sedang berbicara pada mereka jadi tak perlu menemani Ku. Aku akan kembali kesini lagi." Jasmine ingin memastikan sesuatu, jadi dia mau pergi sendiri.
"Tapi bagaimana kau akan mengenaliku nanti, lihatlah semua orang memakai topeng."
"Kalau kakak tetap disini aku pasti akan menemukan kakak."
__ADS_1
Setelah berhasil meyakinkan suaminya, Jasmine pun pergi mencari sumber suara yang ia kenali. Perlu sedikit usaha karena semua orang memakai topeng. Dia harus memasang telinganya baik-baik.
Dimana dia, tadi aku mendengarnya dengan jelas. Tapi kenapa sekarang sudah tidak ada lagi suaranya.
Sebenarnya setelah pertemuannya kembali dengan Daniel saat itu, Jasmine terus memikirkan laki-laki yang pernah mengisi hatinya saat itu. Sayangnya Daniel bukanlah putra pengusaha seperti Vino, jadilah dia memutuskan nya dan pindah haluan. Kejam memang tapi tuntutan keluarga memaksanya menjadi kejam.
Tapi jujur Jasmine merindukan perhatian Daniel yang dulu selalu ia berikan padanya. Dan semua itu tidak ia dapatkan Dani Vino.
Siaall !! Dimana dia, cepat sekali menghilangnya.
"Perhatikan semuanya, sebelumnya saya ucapkan selamat datang di pesta pernikahan tuan Daniel dan nona Mia. Saya mewakili keluarga besar Starles mengucapkan terimakasih banyak atas kehadiran kalian semua pada malam hari ini."
Seorang Pembawa acara berbicara di atas panggung.
"Dan tidak perlu lama-lama lagi, kita akan menuju puncak acara kita malam ini yaitu pesta dansa. Dimana nanti para pria dan wanita dipisahkan menjadi dua kubu. Lalu lampu akan dimatikan dan kalian mencari pasangan masing-masing. Setelah lampu menyala kalian bisa berdansa. Saat musik berhenti barulah kalian membuka topeng."
"Dan satu lagi, akan ada hadiah menarik bagi orang yang beruntung. Akan ada beberapa proyek kerjasama dengan perusahaan star company, uang tunai dan paket berlibur ke luar negeri."
"Yeee...." Para tamu langsung antusias mendengar hal itu. Terutama mendengar mengenai tawaran kerjasama. Yang tadi menepi pun tidak jadi, entah siapapun pasangannya nanti yang penting berusaha dulu.
Pun dengan Daren yang sudah menantikan hal ini. Demi bisa berdansa dengan Felice. Dia bahkan sampai menghapal bau parfum yang Felice gunanya lalu mengira-ngira tinggi tubuhnya, jangan sampai salah pokoknya. Ia harus bisa dekat dengan gadis itu malam ini. Dia tidak menghapal warna pakaian karena nanti lampunya akan dimatikan.
Tunggu aku sayang, kau akan berdansa dengan ku malam ini. Dan aku pastikan kau akan terpesona dengan kemampuan dansaku.
Daren menatap Felice dari kejauhan. Gadis itu sedang bersama ibunya dan ayahnya, duduk di sofa yang memang disediakan khusus untuk orang tua Mia.
"Sana kau ikut nak, mamah disini saja. Tidak usah cemas." Mamah Emma menyuruh Felice untuk ikut acara dansa.
"Iya Non, ada saya disini yang menemani nyonya Emma. Jadi anda tidak perlu khawatir." Lucy ikut berbicara.
__ADS_1
"Tidak Lucy, kau juga harus ikut. Biarkan aku disini. Aku tidak akan kemana-mana."
"Tidak nyonya, saya akan tetap disini." Lucy bersikeras.
"Pergilah bersama Felice Lucy. Aku yang akan menjaga Emma," ujar papah Willy dengan mengedipkan matanya pada sang putri. Ya dia sedang memberi tanda kalau ia ingin berdua saja dengan mantan istrinya.
Felice pun mengerti dan tersenyum pada papahnya. "Ok." mulutnya membentuk huruf o tanpa suara.
"Iya Lucy. Kau harus ikut turun bersama ku. Ayo..." Felice menarik lengan Lucy agar segera beranjak dari sana.
"Tunggu Non, bagaimana kalau nona Mia marah karena aku meninggalkan nyonya Emma," cemas Lucy.
"Kakak ku tidak akan marah kalau tau papah sedang berdua dengan mamah. Kau tidak perlu cemas lagi. Ayo, acaranya sebentar lagi dimulai."
Akhirnya Lucy pasrah saat Felice menarik tangan nya ke dalam kerumunan.
Sementara seseorang sedang panik. Itu Jasmine yang tidak bisa menemukan suaminya. Orang-orang yang tadi santai sekarang berkerumun di depan panggung. Membuat wanita itu kehilangan suaminya. Terlalu sibuk mencari-cari yang tidak pasti malah membuatnya tersesat. Mungkin itu akibatnya kalau serakah.
"Kemana Vino, bukannya dia ada disini tadi. Arrggghh!! Laki-laki itu selalu saja tidak memperhatikan ku," kesal sendiri.
Vino sedang sibuk menawarkan kerjasama dengan beberapa perusahaan. Tentu dia sampai lupa kalau istrinya belum kembali sejak tadi.
,,,
Mia dan mom Tania juga sudah bergabung dalam pesta. Tidak ada yang memperhatikan mereka karena mereka memakai topeng dan tidak ada yang mengenali. Kecuali Daniel, tentu dia sangat mengenali dua wanita itu. Yang satu jelas pintu surganya, wanita yang melahirkannya dan yang satu adalah wanita yang sudah mengusik ketenangan hatinya.
Lalu dari mana lagi Daniel bisa mengenali Mia. Tentu saja dari... sesuatu yang kini menjadi pusat perhatian mata para laki-laki itu lohhh...
to be continue...
__ADS_1