Penakluk Hati Nona

Penakluk Hati Nona
S2 Bab 1. Bertemu Lagi


__ADS_3

Seorang mahasiswi semester akhir bernama Felice hari ini mulai magang di sebuah perusahaan teknologi modern. Di lihat dari luar perusahaan itu tidak terlalu besar, sangat jauh jika dibandingkan dengan perusahaan milik ayah mertua kakaknya Mia yang saat ini dipimpin oleh kakaknya sendiri. Sebenarnya Mia sudah menawarkan agar sang adik magang di perusahaan star company saja tapi dia tidak mau.


Felice memang bercita-cita ingin selalu mandiri seperti kakaknya. Dia tidak mau terus bergantung pada sang kakak yang notabene sudah berkeluarga dan seharusnya sudah punya kehidupan sendiri tapi malah masih dibebani sang adik dan mamahnya. Walaupun Mia tidak pernah mempermasalahkan hal itu sekali pun tapi Felice tidak ingin seperti itu. Terserah saja kalau teman-temannya berkata dirinya bodoh karena tidak mau mengambil kesempatan untuk magang di perusahaan besar.


"Selamat siang semua, selamat datang di perusahaan ST." Seseorang wanita dewasa sedang menyapa para anak magang yang baru saja datang. Bukan hanya Felice yang tertarik dengan perusahaan itu ternyata ada beberapa mahasiswa lain juga.


"Baiklah, hari ini kalian bisa mulai magang disini. Nanti akan ada senior yang akan membimbing kalian."


"Siapa yang di antara kalian yang bernama Felice Angelina?" tanya seseorang pria yang baru saja masuk ke ruangan itu.


"Ada apa Sam?" tanya balik wanita tadi.


"Tuan membutuhkan seseorang untuk membantunya, kau tau kan beberapa hari yang lalu sekretarisnya mengundurkan diri," ujar laki-laki itu.


"Iya aku tau, lalu kenapa kau mencari anak magang yang bernama Felice tadi?"


"Tuan ada meeting penting nanti siang dan secepatnya membutuhkan sekretaris. Aku pikir ada anak magang disini kenapa tidak dia saja."


"Memangnya kamu tidak bisa membantu tuan."


"Jeni, kau tau kan kalau tuan tidak suka menunggu. Sejak tadi kau menghalangi ku begini, kalau tuan tau pasti marah." Sam memperingati wanita bernama Jeni itu.


"Ya kau bisa membawanya." Menunjukan raut wajah tidak suka.


"Mana yang bernama Felice tadi? Ayo ikut saya."

__ADS_1


Para anak magang itu saling pandang, dan kebetulan Felice adalah satu-satunya perempuan di antara mereka. Jadilah mereka semua memandang ke arah Felice.


"Ehh apa saya?" Felice juga terkejut.


"Iya nona, sepertinya memang hanya anda satu-satunya perempuan disini. Mari ikut saya," Sam mempersilahkan.


Felice menggaruk tengkuknya yang tidak gatal saat semua orang menatap padanya. Sungguh situasi apa itu, dia merasa semua orang sedang menatapnya penuh tanya tanya. Haaiii... aku juga sama seperti kalian, tidak tau apapun. Ingin rasanya Felice berteriak.


Saat ini sedang mengikuti Sam, entah pria itu akan membawanya kemana. Awas saja kalau berniat jahat padanya, Felice tidak akan tinggal diam kalau sampai hal itu terjadi.


Ehhmmm... Felice berdehem saat mereka sudah masuk ke dalam lift. "Maaf tuan, sebenarnya saya mau dibawa kemana?" tanya Felice.


"Bertemu dengan pemilik perusahaan ini," jawab Sam singkat.


Tau jika seorang gadis di sampingnya nampak gelisah, Sam pun buru-buru menjelaskan. "Tenang saja nona, anda di sana  juga akan bekerja. Malahan akan mendapatkan lebih banyak pengalaman, ketimbang di bawah dan gajinya juga dua kali lipat," jelas Sam.


"Benarkah? Tapi apa kerjaku tuan, aku tidak punya pengalaman menjadi sekretaris. Bagaimana kalau aku melakukan kesalahan nanti?" Bukan Felice namanya kalau tidak cerewet.


"Tidak apa-apa nona, kau bisa belajar pelan-pelan." Kau tidak perlu mengeluarkan tenaga mu untung bekerja nona karena tuan hanya dengan melihatmu setiap hari saja sudah cukup menyenangkan tuan Calvin.


Ting


Sampailah mereka di lantai tiga perusahaan itu. Felice terus saja bertanya apa saja yang membuatnya penasaran, sampai Sam sedikit kesal dibuatnya.Untung saja dia gadis yang disukai tuannya kalau tidak pasti dia sangat enggan mendengarkan dan menyahuti ocehannya.


"Sudah sampai nona, silahkan masuk." Sam baru saja mau membukakan pintu.

__ADS_1


"Tunggu tuan, boleh aku bertanya satu hal lagi?"


"Ada apa lagi nona," ujar Sam sambil menahan geram.


"Apa atasanmu sudah tua, atau mungkin sudah kakek-kakek?" tanya Felice.


"Anda dengar dari mana hal seperti itu nona? CEO kita tentu masih muda, dia baru saja lulus kuliah di universitas ternama di luar negri. Jadi kau bisa membayangkan berapa umurnya kan." Gadis titu berani sekali berkata seperti.


Felice pun mengikuti laki-laki bernama Sam itu, masuk ke dalam ruangan milik pemilik perusahaan itu. Matanya pun memindai sekeliling ruangan itu, tampak bersih dan rapi, banyak buku dan berkas berjejer rapi di rak, ya tampak seperti kantor pada umumnya. Sementara pemilik ruangan itu sendiri saat ini sedang duduk di kursi kebesarannya membelakangi mereka, sehingga Felice belum tau seperti apa wajah CEO yang katanya masih muda itu.


"Tuan, sekretaris baru anda sudah datang," ujar Sam.


"Hemmm..." Seseorang bersuara pria itu memutar kursinya menjadi menghadap mereka.


Felice cukup tertegun melihat wajah pria itu. Memang masih sangat muda sepertinya umurnya tidak jauh beda dengan nya, hebat juga sudah memimpin perusahaan. Dan lumayan tampan juga, meski menurutnya masih lebih tampan kakak iparnya.


"Jadi kau yang bernama Felice?" tanya pria itu.


Felice tidak menjawab, dia masih sibuk mengamati bagaimana tampang atasannya itu.


"Hai nona, tuan bertanya padamu." Sam menyadarkan gadis itu.


"Eh... i-iya tuan itu saya..."


Kita bertemu lagi nona.

__ADS_1


__ADS_2