Penakluk Hati Nona

Penakluk Hati Nona
14. Mabuk


__ADS_3

°°°


Mia menyusuri gang dengan berjalan kaki, untunglah dia menggunakan pakaian tertutup dan tidak menarik perhatian orang. Ada untungnya juga ternyata.


Sampai di depan ruko kecil yang dijadikan restoran kecil. Mia pun memasuki tempat itu sambil mencari keberadaan Daniel.


"Dimana dia, menyusahkan sekali. Kenapa harus bermain begitu jauh." keluh Rara.


Mia masuk lebih dalam untuk mencari tuan mudanya dan tidak butuh waktu lama akhirnya Mia menemukan laki-laki itu.


"Itu dia... menyusahkan saja, memang masih anak-anak sampai ayahnya saja menyuruh orang untuk menjemput."


Mia mendekati meja yang Daniel tempati. Terlihat sudah beberapa gelas minuman itu sudah kosong dan bagaimana keadaan laki-laki itu sekarang.


Kalau mau mabuk di rumah saja jangan disini, menyusahkan orang. Kesal Mia dia bahkan melayangkan tangannya ke udara seperti mau memukul.


"Maaf Nona apa anda mengenalnya?" tanya pelayan disana.


"Iya tuan, apa dia membuat masalah?" tanya Mia.


"Tidak nona, tapi tuan ini terus meminta minuman. Kami khawatir mau memberinya lagi karena dia datang sendirian."


"Tidak apa-apa, terimakasih karena sudah membantu menjaganya." Mia berterimakasih sekaligus memberikan sedikit uang tips untuk pelayan itu.


Mia melihat Daniel dengan wajah yang sudah tidak karuan tapi masih terlihat tampan.


"Mana minumanku, aku mau lagi... hehehe," rancau Daniel yang sudah mulai kehilangan kesadaran.


"Tuan muda, anda tidak bisa minum lagi anda sudah terlalu mabuk. Mari saya antarkan pulang," ujar Mia dengan sopan karena laki-laki didepannya adalah tuan muda.


Daniel pun mengangkat kepalanya melihat Mia dengan pandangan kabur hingga nampak wajah mantan terindah nya sekarang.


"Untuk apa kamu disini hah!! apa kau menyesal telah meninggalkan ku, hahaha...."

__ADS_1


Daniel melihat bayangan mantan kekasihnya saat melihat Mia.


"Tuan, mari saya antarkan pulang. Tuan Alex dan nyonya sudah menunggu anda di rumah." Mia mencoba mengangkat tubuh Daniel tapi pria itu sama sekali tidak mau berdiri.


"Hai!! Lepaskan. Siapa kamu berani menyentuh tubuh ku yang sangat berharga ini."


"Apa kau tidak tau aku ini siapa Ha!!" Daniel membentak Mia dan menjadi tontonan pengunjung yang lain.


Mia pun jadi merasa tidak enak pada pemilik restoran itu dan akhirnya ia memberikan kompensasi sebagai ganti karena tuan mudanya sudah membuat keributan dan mengganggu kenyamanan pengunjung lain.


"Tuan, kalau anda seperti ini terus saya tidak akan segan lagi pada anda!" Sentak Mia yang sudah tidak tahan meladeni semua omongan Daniel yang tidak jelas. Mungkin kata orang kalau orang mabuk biasanya akan berkata jujur tapi bagi Mia itu hanya bualan karena Mia biasa menghadapi ayahnya yang hampir setiap hari bertemen dengan minuman keras.


Melihat Mia berkacak pinggang di hadapannya, Daniel bangun dengan sempoyongan dan lalu mendorong pundak Mia hingga wanita itu tersungkur di kursi. Tidak hanya itu, Daniel juga mengurung Mia dengan tangannya yang memegang kedua pegangan kursi.


"Tuan, apa yang anda lakukan!" pekik Mia seraya melotot pada Daniel.


"Sssttt... Diamlah. Kau itu berisik sekali," ujar Daniel seraya meletakkan jari telunjuknya di bibir sek*si Mia. Sontak bola mata Mia mengikuti jari Daniel yang sudah tanpa permisi menyentuh bibirnya.


Ingin sekali Mia menghajar laki-laki di depannya itu agar tidak sadarkan diri sekalian, tapi mengingat siapa ayahnya membuat Mia harus rela menahan diri.


"Saya sekretaris tuan Alex, beliau memerintahkan saya untuk menjemput anda. Jadi sebaiknya sekarang kita pulang," ujar Mia berusaha santai walaupun saat ini bau alkohol dari mulut Daniel sangat menyengat di hidungnya.


Daniel bangkit dan duduk di tempatnya kembali meninggalkan Mia yang pipinya tengah merona.


"Ohh kau... nona Sekretaris itu. Wanita tua dan kuno yang sama sekali tidak menarik jadi sekretaris, payah sekali selera daddy ku. Hahaha..." Daniel tertawa puas sementara Mia kesal bukan main mendengarnya.


"Terserah anda mau bilang apa Tuan, yang penting saya bisa bekerja dengan baik dan tuan Alex sangat puas dengan kinerja saya di perusahaan." Mia merasa seperti orang bodoh karena menjelaskan hal seperti itu pada orang mabuk.


"Kau benar, buat apa cantik dan menarik kalau pada akhirnya menyakitkan. Semua wanita sama saja mereka hanya memandang harta, tanpa uang maka wanita akan dengan sukarela meninggalkan prianya dan memilih laki-laki lain yang lebih mapan." Daniel kembali menenggak minuman nya.


"Anda salah Tuan, tidak semua wanita seperti itu. Justru pria lah yang egois dan hanya melihat wanita dari fisiknya saja. Laki-laki juga suka mempermainkan wanita seenaknya, setelah puas bermain lalu dicampakkan begitu saja." Tentu Mia tidak terima pada apa yang Daniel ucapkan karena sebagai wanita dia lah yang tersakiti.


"Jangan salahkan kami laki-laki, bukannya pertama kali kita bertemu dengan seseorang pasti melihat dari penampilannya menggunakan mata. Sedangkan wanita justru melihat laki-laki dari kaya apa tidaknya." Daniel hendak mengambil gelas minuman nya lagi tapi tiba-tiba Mia meraihnya dan meminum isinya hingga tandas. Ternyata berdebat dengan orang mabok sangat melelahkan dan membuatnya haus.

__ADS_1


"Itu karena kalian me*sum makanya melihat wanita dari bentuk fisiknya saja," Sulut Mia. Entah kenapa dia ikut kesal, ya rasa kesalnya pada sang mantan yang tak pernah ia lampiaskan.


"Hai!! Minumanku..." sentak Daniel melihat Mia menghabiskan minumannya.


"Wanita tau apa tentang pria. Kalian hanya mau enaknya saja kan, memilih yang ber-uang agar hidup enak."


"Kalian pria lah yang hanya punya otak me*sum, maunya wanita yang mau tidur dengan kalian saja."


Mereka berdua akhirnya terlibat dalam perdebatan panjang, entah apa sebenarnya yang mereka perebutan. Wanita dan pria jadi tak ada yang baik menurut mereka.


Satu persatu pengunjung tempat itu pun pergi karena sudah semakin larut. Mereka senang malam ini, karena selain bisa makan dan minum gratis, mereka juga mendapatkan uang ganti rugi ditambah mereka dapat tontonan gratis dari Mia dan Daniel yang masih saja berdebat sampai keduanya mabuk.


"Lihatlah, mereka sepertinya cocok. Seperti pasangan yang sedang bertengkar."


"Iya benar, keduanya sama-sama tidak mau kalah. Lucu sekali."


"Tapi sepertinya yang perempuan lebih tua dari yang laki-laki." Komentar para pelanggan yang masih tersisa.


"Umur bukan masalah, yang dewasa biasanya lebih berpengalaman."


"Iya benar, wanita itu juga cantik kelihatannya. Hanya dandanannya saja yang kuno."


"Hahaha..."


Mereka sepertinya sangat terhibur dengan perdebatan Mia dan Daniel. Sementara kedua orang itu sama sekali tidak merasa malu lagi pada orang yang ada disana. Keduanya sudah dikuasai rasa oleh mabuk.


to be continue...


°°°


Yuk yang ngintip jangan lupa favorit kan juga. 🤭


Btw udah hari Senin nih, butuh sumbangan vote😍

__ADS_1


Like komen dan bintang lima 😍


Gomawo ❤️❤️


__ADS_2