
°°°
Bujukan mom Tania tidak mempan pada Daniel. Seorang ibu itu lebih memilih untuk pergi ke kamarnya, ngambek pada sang putra yang tidak mau menurut.
"Lihat!! Mom mu saja tidak setuju, apa kau mau tetap pergi?!" Nada dad Alex yang sejak tadi diam pun meninggi. Tidak tega melihat istrinya kesal, nanti ujung-ujungnya dia juga yang kena getahnya.
"Dad, aku kesana ingin membantu orang yang terkena bencana. Di sana pasti sudah ada posko bantuan jadi tidak menempati tempat-tempat yang berbahaya lagi." Daniel masih pada pendiriannya.
"Dad tau, tapi tetap saja berbahaya. Kau sebagai dokter juga tidak mungkin duduk diam dan menunggu. Daddy tau kau seperti apa, kau pasti akan terjun langsung ke lokasi itu kan."
Daniel diam, ya memang seperti itu. Dulu di luar negeri dia juga sering jadi relawan. Meski bencananya tidak sebesar yang terjadi di kota A. Tapi sama berbahaya juga, hanya saja dulu dia tidak perlu ijin siapa-siapa. Kalau mau pergi ya tinggal pergi tanpa pikir panjang.
"Kau juga sudah punya istri sekarang, sudah punya keluarga. Apa istrimu akan mengijinkan mu pergi?" tanya dad Alex.
Daniel kembali diam, dia belum menanyakan hal itu pada istrinya. Mungkinkah reaksi Mia juga akan seperti orangtuanya.
"Sudahlah, kau tidak usah pergi. Diam saja di rumah sakit. Disini juga banyak pasien yang membutuhkan mu kan? Daddy bisa mengirimkan bantuan apapun termasuk para dokter ke sana."
"Daddy tidak mengijinkan ku pergi tapi menyuruh orang lain pergi. Apa kalau orang lain yang celaka tidak masalah untuk Daddy?" Daniel tidak setuju dengan pemikiran Daddy nya.
__ADS_1
"Mereka dibayar mahal Niel, dan tentu sudah tau resikonya. Daddy tidak asal menyuruh orang." Dad Alex tidak terima dituduh seperti itu.
"Sama saja Daddy mengorbankan orang lain. Aku akan tetap pergi dad, kalian tidak perlu khawatir karena aku sudah sering jadi relawan seperti ini."
Daniel membalikkan tubuhnya, berlalu meninggalkan daddynya yang belum setuju.
"Dasar anak keras kepala! Kalau istri mu tidak setuju jangan harap kau bisa pergi." Daddy Alex sedikit berteriak agar sang putra mendengarnya.
Daniel tetap berjalan, dia akan berusaha meyakinkan istrinya nanti.
,,,
Mia menggeliat, tidurnya cukup nyenyak. Perlahan ia mengerjakan matanya.
Mia segera turun dari ranjang untuk membersihkan diri. Tapi sebelum itu ia melihat sekeliling kamar, mencari pria yang sudah menjadi suaminya.
"Bukannya tadi dia bilang mau pulang, tapi kenapa tidak ada. Atau mungkin di luar?"
Mia kembali melanjutkan niatnya ke kamar mandi, mencari suaminya nanti saja kalau sudah segar dan cantik.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, setelah menyegarkan diri cukup lama. Mia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya, tapi sama sekali tidak menutupi bagian tubuh tertentu nya yang menyembul tumpah dari handuk.
"Lalala... " sambil bersenandung dan mengeringkan rambut menggunakan handuk kecil, Mia keluar dari kamar mandi. Tak memperhatikan sekeliling dan tidak sadar kalau saat ini ada yang sedang memperhatikannya tanpa berkedip.
Mia cuek saja, berjalan santai karena memang lampu kamar yang belum dinyalakan jadi Mia tidak melihat ada orang yang sedang duduk di sofa.
"Lalala... " Dengan santai nya Mia melepaskan handuk yang melilit tubuhnya. Hingga tubuh sek-sinya kini terpampang indah di mata seseorang.
Tampak orang itu meneguk ludah nya sendiri berkali-kali. Matanya membola, sudah berusaha memalingkan wajahnya tapi tetap saja rasanya tidak bisa berpaling. Pemandangan di depan matanya terlalu indah untuk diabaikan.
Senyum menyeringai pun tercetak sempurna di wajahnya. Sesuatu ide sudah ada di kepalanya. Dia masih menikmati keindahan itu, dimana saat ini Mia sedang mengoleskan lottion di tubuhnya. Gerakannya sungguh eksotis dan menggoda di mata seseorang yang tak berkedip itu.
Wajah orang itu bahkan sudah memerah dalam kegelapan, dahinya juga berkeringat. Sementara tenggorokan nya terasa semakin kering, apalagi saat melihat dua bu-kit kembar yang super besar dan menggoda. Ingin sekali ia lahap, lalu ia hi-sap sampai puas.
Ohh shiiittt, ini terlalu menggoda. Aku tidak tahan lagi. Aarrggghhh...
Seseorang yang ternyata seorang pria itu menggeram sambil mengusap mi-liknya yang sudah terasa sesak di dalam celana. Ingin sekali dia segera menja-mah tubuh itu sepuasnya. Memakannya sampai habis kalau bisa.
Dia semakin tersiksa saat melihat Mia sedang me-re-mas da-danya sendiri, gerakan itu sangat menyiksa untuk pria itu. Dia mengusap wajah nya kasar dan memejamkan matanya. Mi-liknya sudah benar-benar berontak ingin segera bebas.
__ADS_1
Sementara Mia santai saja, karena dia membelakangi pria itu dan menghadap cermin. Tapi karena posisi pria itu tepat di belakang tubuhnya jadi tidak terlihat. Dan sebenarnya Mia bukan sedang me-re-mas da-danya tapi sedang mengusapkan lottion dan terlihat seperti sedang bermain dengan da-danya sendiri.
"Stop!!"