Penakluk Hati Nona

Penakluk Hati Nona
40. Aksi Mia


__ADS_3

°°°


Daniel semakin menambah kecepatan mobilnya setelah melihat di layar ponsel, kalau mobil yang dikendarai Mia telah berhenti di suatu tempat.


"Hallo, kirim orang ke club' xx sekarang!!" Perintahnya pada anak buah daddy-nya yang tersebar di mana-mana.


Mobil Daniel meliuk-liuk di jalanan menyalip di antara mobil-mobil lainnya. Tanpa ragu pria itu memutar setir ke kiri dan kanan, gerakannya sangat gesit dan lincah. Itu semua berkat Daddy Alex yang dulu memberikan pelatihan padanya.


,,,


Sementara di club' xx.


Para anak buah pria yang tadi Mia tampar wajahnya sudah datang mengepung. Semuanya berbadan besar dan berotot, tapi itu tidak cukup untuk membuat Mia takut. Padahal dia seorang diri apalagi wanita.


"Kau sudah melukai wajahku yang tampan ini, jangan salahkan aku kalau balasan yang akan kau terima akan lebih kejam!" ujar pria itu dengan seringai liciknya.


"Ciiihhh... aku tidak takut. Kalian semua pengecut!! Beraninya keroyokan melawan wanita. Sini maju satu-satu kalau berani!" tantang Mia. Dia harus bisa tenang agar orang-orang itu mengira kalau dia berani. Sebenarnya bukan masalah kalau satu dua orang, Mia sanggup melawannya tapi sekarang mungkin ada sepuluh lebih yang mengepungnya.


"Nyali mu sungguh besar Nona. Aku semakin penasaran bagaimana kalau kau ada di atas ranjang. Hahaha... wajahmu sepertinya tidak buruk juga." Pria itu dan semua orang tertawa dengan sangat menji jikkan bagi Mia.


Laki-laki seperti mereka harus diberi pelajaran agar tidak semana-mena lagi pada perempuan. Aku harus bisa membuat mereka menyesal karena sudah berhadapan denganku.


Sementara di satu sisi dua orang pemuda yang tadi membawa Felice sudah berhasil keluar dari sana.


Siaall!! Kemana mereka pergi membawa Felice. Aku harus cepat menyelesaikan ini semua.


"Bagaimana Nona, apa kau mau menyerah dan menggantinya dengan menemani kami malam ini?"


"Dijamin kau tidak akan menyesal bersenang-senang dengan kami, dari pada harus bersusah payah melawan kami. Kau tidak akan mampu. Hahaha..." Mereka menertawakan Mia lagi.


Bug!!


Satu tendangan Mia layangkan pada perut pria yang banyak bicara tadi.


"Kurang ajar!! Kau berani...." Marah pria itu.


"Kalian tidak usah banyak omong, cepat maju kalau berani!" tantang Mia lagi.


"Lumpuhkan dia dan buat dia bertekuk lutut padaku!!" Pria itu memerintah anak buahnya untuk menyerang Mia.


Seketika perkelahian pun terjadi dan para pengunjung club' itu pun panik. Mereka berteriak dan berhamburan keluar.


Aaa.... Aa....


Mia dengan gesit berhasil melumpuhkan lawannya satu persatu. Mereka terlempar ke mana-mana. Barang-barang yang ada di sana pun hancur dan berserakan dimana-mana.

__ADS_1


Tidak diragukan lagi, Mia memang juara 1 taekwondo sewaktu masih kuliah. Saat menjadi sekretaris tuan Alex pun dia juga telah di latih bela diri juga.


Hosh hosh hosh.


Apa masih ada lagi?


Mia masih dengan posisi kuda-kudanya, waspada pada lawan yang sewaktu-waktu bisa menyerang.


"Kalian berani keroyokan dan lihat sekarang! Kalian sama sekali tidak ada apa-apanya."


Nyali pria tadi pun mulai menciut saat melihat anak buahnya terkapar. Bagaimana mungkin seorang wanita bisa melawan segerombolan preman.


Kurang ajar!! Aku akan habisi wanita itu sendiri.


Pria itu bangkit dengan amarah yang berkobar.


"Kau masih berani?? Cepat maju, aku harus mencari adikku." Mia pun sudah bersiap.


Bug!!


Tiba-tiba ada orang yang memukul tengkuk Mia dengan tongkat kayu. Seketika Mia pun tersungkur ke lantai. Matanya menggelap dan kesadarannya mulai menghilang.


"Hahahaha... apa hanya begitu saja kemampuanmu wanita tua. Sudah aku bilang agar kau menyerah saja, sekarang aku tidak akan mengampuni mu."


"Fel... lice... to... long selamatkan adikku," lirih Mia, dia berusaha tetap sadar dan bangkit tapi tubuhnya terasa lemas.


Pletak!


Tiba-tiba sebuah botol minuman keras melayang di udara dan mengenai kepala pria itu hingga berdarah.


"Siapa yang berani melemparkan botol sialaan itu!" Marah pria itu sambil memegangi kepalanya yang berdarah.


"Aku...!"


Semua orang pun menoleh ke sumber suara. Terlihat seorang pria tampan berjalan dengan sangat menawan. Auranya juga sangat kuat.


Siapa pria itu? tanya semua orang dalam hatinya.


Mia pun menoleh dan melihat sosok pria yang ia cukup kenal. "Daniel..."


Ternyata memang Daniel yang datang bersama anak buahnya. Sebenar masuk dia juga sudah berhasil melumpuhkan anak buah pria yang melukai Mia hingga tak tersisa.


"Maaf aku datang terlambat," ujar Daniel dengan lembut lalu dia merengkuh tubuh Mia. "Jangan takut lagi, aku di sini."


"Hai siapa kalian?! Berani berulah di wilayah ku! Apa kalian sudah tidak ingin hidup!" Ancam pria itu dengan percaya diri karena merasa mempunyai banyak anak buah.

__ADS_1


Daniel membawa Mia untuk duduk di kursi, lalu dia maju ke hadapan pria itu.


"Kau sudah berani melukai wanitaku, aku tidak akan membiarkan mu hidup!" sungut Daniel, dia begitu marah saat melihat Mia terluka.


Bug bug bug.


Dia mendaratkan kepalan tangannya berkali-kali pada pria itu.


"Siaalan... siapa kau! cepat lepaskan aku!"


"Sayangnya aku tidak akan melepaskan mu. Bug! Ini untuk wanitaku, Bug! Ini untuk adik ipar ku, Bug!" Daniel menyerang pria itu dengan membabi buta.


Anak buah pria itu yang ada di sana pun sudah dilumpuhkan dengan mudah.


"Kenapa kalian diam saja, cepat panggil yang lain!" perintah pria itu.


"Hahaha... kau sudah tidak punya bala bantuan lagi sekarang. Terimalah akibatnya karena sudah berani menyentuh orangku, Bug!!"


Mia berusaha bangun untuk menghentikan Daniel.


"Sudah hentikan Tuan, tolong selamatkan adikku saja," pinta Mia dengan menahan rasa sakitnya.


Daniel yang melihat Mia kesakitan pun segera mendekat dan merapikan rambut yang menutupi wajah cantik itu.


"Adikmu sudah aman bersama orangku," ujarnya. "Kenapa kau menghadapi mereka sendiri, kenapa kau membahayakan nyawa mu. Bagaimana kalau mereka tadi menghabisi mu, bagaimana kalau aku datang terlambat."


Daniel akan sangat menyesal kalau semua itu terjadi. "Lain kali katakan padaku apapun masalah nya, jangan menghadapi bahaya sendirian."


"Terimakasih Tuan, karena anda telah menyelamatkan ku dan adikku. Tapi saya rasa apa yang aku lakukan tidak ada hubungannya dengan anda." Mia hendak berbalik dan pergi dari sana.


Aaa... tubuh Mia tiba-tiba melayang saat seseorang mengangkatnya.


"Tuan apa yang anda lakukan!" pekik Mia.


"Kau sudah seperti ini tapi masih keras kepala. Diamlah, aku akan membawamu kembali." Daniel tak peduli Mia memberontak, dia tetap membawa wanita itu dalam dekapannya.


"Bereskan sisanya!" perintah Daniel pada anak buahnya.


Tak lupa Daniel juga memberikan black card nya untuk mengganti kerugian di club' itu. Bagaimana pun dia merasa bertanggung jawab atas apa yang Mia lakukan.


to be continue...


°°°


Aaa... aku pen meleleh....😍😍😍

__ADS_1


Like komen dan bintang lima 😍


Gomawo ❤️❤️❤️


__ADS_2