
Potongan tubuh manusia berserakan di dalam tenda. Cipratan darah ada dimana-mana seperti sebuah cat yang sengaja dicipratkan. Bau amis dan anyir memenuhi tenda itu, Semua itu jelas adalah perbuatan para binatang buas, dilihat dari luka gigitan dan cakarannya saja sudah jelas. Tidak ada satupun tubuh yang utuh, semuanya hancur tanpa sisa. Dugaan mereka pasti jumlah binatang itu sangat banyak sehingga bisa mengoyak tubuh manusia yang jumlahnya sepertinya puluhan.
Dilihat dari bekas gigitan dan warna potongan daging sepertinya belum lama terjadi, atau mungkin para binatang itu kabur saat mendengar suara kendaraan yang mendekat. Ya rombongan dad Alex dan anak buahnya lalu ada juga beberapa relawan sudah sampai di sana. Namun, mereka terlambat. Dugaan anak buah dad Alex tadi benar-benar terjadi.
"Dari hasil pemeriksaan sementara, sebelum mereka diserang oleh binatang buas mereka semua masih hidup," tutur seorang dokter yang ikut dalam proses penyelamatan.
"Lalu bagaimana kita mengetahui identitas mereka?" tanya dad Alex.
"Tubuh mereka hampir semuanya hancur, bahkan bagian wajahnya juga. Perlu tes DNA untuk mengetahui identitas mereka dan itu membutuhkan waktu dan tempat tidak bisa di lakukan disini. Tapi mungkin saja Tuan bisa memeriksa dari barang-barang yang mereka kenakan." Dokter itu menjelaskan.
Dad Alex bersiap memeriksa, sarung tangan dan masker sudah ia kenakan dan juga perlengkapan lainnya. Walaupun firasatnya mengatakan kalau putranya tidak ada di antara mayat itu tapi dia ingin lebih meyakinkan diri untuk menentukan langkah selanjutnya. Karna kalau Daniel ada di sana maka mereka akan menghentikan pencarian, kalau tidan ada maka pencarian akan terus dilakukan.
"Peringatkan para wartawan agar tidak menyebarkan berita apapun yang ada di sini, kalau sampai mereka nekat maka bereskan!" titah dad Alex pada anak buahnya.
"Baik tuan."
Dad Alex tidak ingin membuat menantu dan istrinya syok melihat isi berita yang belum pasti, apalagi mengingat apa yang menantunya impikan. Pastilah Mia akan langsung menduga kalau Daniel salah satu korban dari keganasan binatang buas.
__ADS_1
Dad Alex sudah masuk ke dalam tenda itu. Beberapa relawan medis sedang memunguti potongan tubuh itu untuk nantinya diperiksa. Dad Alex melangkah dengan hati-hati, tidak ingin menginjak benda berserakan itu. Sungguh keji binatang itu bagi orang yang tidak tau perbuatan orang-orang itu.
"Bagaimana Tuan. Apa anda menemukan barang milik putra anda?"
Dad Alex menggeleng.
Mereka terus meneliti satu persatu, dan nihil. Tidak ada satupun barang ataupun pakaian milik Daniel. Hal itu membuat hati seorang ayah menjadi sedikit lega.
Tapi tiba-tiba saja.
"Tuan di tenda sebelah juga sepertinya digunakan, banyak barang-barang juga berserakan di sana tapi tidak ada mayat seperti disini."
"I...ini pakaian milik Daniel, jam tangan ini juga miliknya." Dad Alex cukup syok, pikirannya mendadak buntu. Mungkinkah sang putra adalah salah satu korban itu.
"Tuan, mungkin saja tuan muda tidak ada di sini saat kejadian itu terjadi."
"Daniel... putraku..."
__ADS_1
Sementara di luar terjadi kekacauan karena ternyata ada salah satu wartawan yang nekat membocorkan berita itu ke publik. Dalam sekejap, berita itu pun menyebar di dalam maupun di luar negeri. Salah satu bawahan dad Alex sudah berusaha menghubungi tim IT untuk menghapuskan berita itu segera, tapi karena sudah terlanjur menyebar jadi tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat.
Kehebohan pun terjadi, apalagi disana juga tertuliskan kalau putra satu-satunya pengusaha ternama juga ikut menjadi korban mengenaskan itu.
,,,
Di rumah, Mia tentu sudah mendengar kabar itu tapi entah kenapa juga hatinya berkata kalau suaminya masih hidup. Dia sama sekali tidak menangis dan bersedih tidak seperti mom Tania yang langsung pingsan saat mendengar kabar itu.
"Mah, aku yakin suamiku masih hidup. Beritanya belum pasti, daddy juga belum memberitahu apa-apa." Selalu itu yang Mia katakan.
Mamah Emma dan Felice justru menatap Mia iba, mereka pikir karena sudah terlalu bersedih dan terpukul terlalu lama makanya Mia jadi seperti itu. Itu yang disebut mati rasa mungkin, hal itu justru membuat mereka cemas, takut kalau mental Mia terganggu.
Belum juga semua masalah itu jelas, para pemegang saham dan para investor menodong Mia meminta kejelasan. Kalau tidak kemungkinan saham perusahaan akan merosot dan perusahan daddy akan banyak mengalami kerugian.
Mia pun mengadakan rapat sekaligus konferensi pers dadakan, ditemani oleh beberapa kuasa hukum kepercayaan dad Alex yang akan selalu membantu Mia.
"Jadi kabar yang beredar itu belum jelas dan saya yakin jika suami saya itu masih hidup karena sampai sekarang mayatnya belum ditemukan, Dan saya di sini menggantikan dad Alex karena memang ini adalah tugas saya untuk menjaga perusahaan ini sebelum nantinya diwariskan pada anak saya bersama suami saya, karena saat ini saya sedang mengandung keturunan keluarga Starles. Kalau kalian tidak percaya, bisa minta buktinya pada pengacara."
__ADS_1
Mia akhirnya mengumumkan kehamilannya, agar tidak ada lagi yang memperebutkan kursi jabatan. Setidaknya agar mereka tidak terus mengganggu, pikirannya sudah terlalu lelah untuk menghadapi para manusia serakah.