Penakluk Hati Nona

Penakluk Hati Nona
164. Pelan Niel...


__ADS_3

°°°


Setelah bercerita panjang lebar, saat ini kedua pasangan yang baru bertemu setelah terpisah beberapa waktu itu sedang menghabiskan waktu berdua. Bermanja-manja berdua di kamar mandi.


Ya mereka sedang mandi bersama, di dalam bathtub yang dipenuhi busa. Dengan telaten Daniel menggosok setiap jengkal tubuh indah istrinya yang saat ini duduk dihadapannya dengan membelakangi tubuhnya. Ya meski kadang tangannya tidak bisa dikontrol, dengan sengaja menyentuh benda kesukaannya , tentu saja dengan alasan membersihkannya.


"Sayang, kenapa aku merasa ukurannya semakin besar dari terakhir kali aku menyentuhnya." Dari belakang Daniel menangkup da-da Mia yang sejatinya sama sekali tidak muat di tangannya, kini ia merasa semakin tumpah kemana-mana.


Mia tidak melarangnya, karena dia tidak munafik kalau dia juga merindukan sentuhan sang suami. Apalagi saat hamil ini rasanya gai-rahnya mudah sekali terpancing.


"Sssttt... kau me-re-mas nya terlalu kuat Niel," desis Mia. Sambil menggigit bibir bawahnya, sudah sangat lama rasanya dia tidak merasakan hal itu.


"Mereka selalu menggemaskan...." Semakin nakal, kini tangan Daniel yang satu digunakan untuk me-re-mas bukit itu dari samping hingga menyembul ke atas permukaan busa. Munculah pu-c-uk merah muda yang sudah mengeras itu. "Lihat, dia sudah mengeras." Tersenyum menyeringai, sambil mengagumi apa yang sedang ia lihat.


"Aakhhh... kau nakal, berhentilah bermain-main dengan nya." Daniel paling bisa membuat Mia seperti tersengat aliran listrik hanya dengan bermain dengan da-danya.


"Tunggu sayang, ini belum di mulai..." Sedetik kemudian Daniel mulai memainkan pu-t-ing yang mengeras itu. Me-mi-lin mi-lin dengan kedua jarinya. Bergantian dengan yang satunya juga tidak ia biarkan menganggur.


Mia mendongakkan kepalanya hingga membentur da-da suaminya. Dia menikmati sensasi yang lama ia rindukan. "Aakkkhhh... sssttt... " De-sah-an dari mulut Mia sudah tidak bisa ditahan lagi saat tangan Daniel semakin nakal menyentuh bagian bawahnya.

__ADS_1


Jari Daniel mengusap mi-lik istrinya yang sudah terasa licin. Langsung saja ia masukkan kedalam lu-bang kenik-ma-tan yang selalu terasa menjepit mi-liknya.


"Aakhh... pelan-pelan Niel," ujar Mia saat merasakan dua jari suaminya keluar masuk di bawah sana. Dia sangat sadar kalau saat ini ditubuhnya sedang ada janin yang umurnya masih sangat muda. Memang sebaiknya tidak melakukan hubungan suami-istri lebih dulu


Tapi entah kenapa dirinya malah semakin ber-ha-srat saat merasakan sentuhan suaminya. Yang penting pelan-pelan pikirnya. Nanti dia akan mengingatkan Daniel agar dia bergerak lebih pelan. Karena sampai saat ini Mia belum juga memberitahu Daniel kalau dia sedang hamil.


"Berbalik sayang... aku sudah ingin memasuki. mu," bisik Daniel di telinga Mia dengan suara yang sudah memberat, membuat tubuh Mia mere-mang.


Mia pun berbalik, dengan sangat pelan dia menggerakkan pinggulnya, menggesekkan mi-liknya yang sudah lumayan licin pada ujung benda tumpul mi-lik suaminya yang sudah mene-gang sempurna. Bibirnya ia gigit merasakan benda itu menempel pada mi-liknya.


"Ohh... kau menyiksaku sayang.... akkhhh ayo masukkan sekarang...," rancau Daniel yang bersandar pada dinding bathtub pun mendongak merasakan mi-liknya mulai menemukan lu-bang kenik-ma-tan yang akan menghisapnya.


"Bergeraklah sayang...," Daniel menuntun pinggul istrinya agar mulai bergerak.


Pelan tapi pasti, Mia mulai menggoyang pinggulnya naik turun. Tubuhnya meliuk-liuk seperti sedang menari dihadapan Daniel. Kedua bukitnya pun turut bergoyang mengikuti irama. Kedua tangannya ia gunakan untuk me-re-mas rambutnya. Hentakkan demi hentakan menimbulkan sensasi yang luar biasa. "Aahh... aaahhh... Daniel... aku ingin keluar..."


"Secepat itu? Baiklah, aku akan membantumu, sayang." Daniel pun mulai ikut menggerakkan pinggulnya, hingga pertemuan mereka pun menimbulkan suara-suara di dalam air.


Blup blup blup... semakin cepat mereka bergerak hingga air yang ada di dalam bathtub pun tumpah kemana-mana.

__ADS_1


"Aahh... aku... aahhh Niel..." Mia baru saja mendapatkan pelepasan pertamanya. Dia ambruk pada da-da bidang suaminya. Secepat itu dia sudah tidak tahan, dia sangat malu seperti nya disana Mia lah yang justru sangat berna-psu.


"Kau lelah?" tanya Daniel sambil mengusap lembut kepala istrinya.


Mia mengangguk tapi kemudian dia kembali menegakkan tubuhnya. Tidak adil pikirnya kalau hanya dia yang puas. "Ayo kita lanjutkan," ujarnya menggoda, sambil me-re-mas da-danya sendiri.


"Ohhh shiiittt... kau belajar dari mana sayang." Tentu saja Daniel merasakan sesuatu yang beda saat melihat istrinya menyentuh mi-liknya sendiri. "Kita lanjutkan di ranjang saja, ayo."


Dengan telaten Daniel pun mengeringkan tubuh istrinya dengan handuk. Setelah itu baru dirinya sendiri. Dia tidak mau membuat istrinya sakit karena terlalu lama main di bathtub.


Di gendongannya tubuh sang istri keluar dari kamar mandi lalu meletakkannya di atas ranjang. Segera dia kembali mengungkung tubuh istrinya yang masih polos tanpa sehelai benang pun. Di-lu-mat nya bibir sek-si Mia dengan buas dan menuntut, tidak ada kelembutan lagi yang ada kini adalah gai-rah yang semakin menggebu. Tak lama bi-bir nya turun menelusuri leher, sedikit berlama-lama di da-da, turun ke perut lalu....


"Woww... aku juga merindukannya..."


Jangan lupa baca novel baru othor ya.


Judul: Nikahi Aku, Kak!


__ADS_1


__ADS_2