Penakluk Hati Nona

Penakluk Hati Nona
S2 Bab 47. Bubu dan Mumu


__ADS_3

Hari ini adalah pesta pernikahan Felice dan seorang CEO muda yang sedang naik daun. Calvin Squile yang sudah sangat sukses mengembangkan perusahaan nya dalam waktu yang singkat. Bahkan perusahaan miliknya sudah berhasil mendapatkan peringkat kedua, di bawah perusahaan star company yang tetap bertahan di posisi pertama.


Yang membuat Calvin begitu terkenal karena diusianya yang masih muda, tampan dan masih single. Sehingga dia banyak diidamkan oleh para pengusaha untuk menjadi menantu mereka. Wajahnya juga banyak terpampang di cover majalah yang membuatnya banyak digandrungi para gadis.


Hari ini tepatnya, tepat setelah Calvin mengumumkan pernikahannya. Hari itu juga seperti hari patah hati bagi para gadis di negara S. Berita pernikahannya ada dimana-mana, televisi, media sosial, majalah dan di baliho juga ada. Padahal selama ini dia tidak pernah terlihat dekat dengan gadis manapun tapi tiba-tiba saja menikah.


"Sepertinya, mulai sekarang aku akan jadi musuh para gadis yang mengejar mu."


"Salah kamu sendiri yang selalu minta merahasiakan hubungan kita, coba kalau sejak dulu kita mengumumkan hubungan kita dari awal. Mereka jadi tidak berharap."


"Tidak Vin, kalau dari dulu semua orang tau aku berpacaran dengan mu. Mereka pasti akan meremehkan ku, apa yang aku raih tidak akan. dihargai karena mereka akan mengira kalau apa yang aku raih itu karena bantuanmu."


"Aku tau, sweetie... Kau memang wanita yang hebat. Tanpa bantuan dari siapapun bisa sampai di titik ini. Oh, ya karena sekarang kita sudah menikah. Bukankah seharusnya kau mengganti panggilan mu?"

__ADS_1


"Bagaimana kalau aku panggil bubu," Ujar Felice sambil tersenyum geli.


"Apa itu bubu?" Calvin menyerngitkan dahinya.


"Panggilan sayang, aku panggil kamu bubu, dan kamu panggil aku Mumu. Bukankah itu sangat manis." Felice terlihat sangat menggemaskan dengan puppy eyes nya. Siapa yang bisa tahan untuk menolak kalau begitu.


"Baiklah, Mumu sayang. Cup..." Calvin mengecup pipi istrinya. Rasanya dia sangat bahagia karena akhirnya bisa menikahi wanita yang sangat ia cintai.


Felice juga sama, dia tidak menyangka kalau Calvin akan menunggu nya dengan sabar. Saat dia sudah berada di atas pun sama sekali tidak memanfaatkan kesempatan untuk menjadi laki-laki brengseek. Dia malah semakin menunjukkan keseriusan nya dengan Felice.


"Kalian berhentilah bermesraan di depan umum, apa kalian tidak kasihan dengan para lelaki seperti ku yang datang ke pesta ini sendirian." Daren yang baru saja akan mengucapkan selamat dibuat iri melihat pasangan pengantin baru itu.


"Ehh Dokter Daren. Hehehe maaf, kami tadi tidak melihat mu ada di sini."

__ADS_1


"Lihatlah, ribuan tamu ada di depan mata tapi mereka merasa hanya berdua saja. Dasar... lebih baik kalian tidak usah berpesta saja. Bukannya menyenangkan kalau langsung masuk kamar." Daren sengaja memancing Felice, dia tau kalau wanita itu suka sekali tiba-tiba dapat ide gila.


"Yang dikatakan dokter Daren ada benarnya, bagaimana kalau kita ke kamar saja. Ayo bubu," Ajak Felice buru-buru.


"Tunggu, kita tidak bisa meninggalkan para tamu begitu saja sayang. Mereka juga pasti ingin bertemu dengan kita." Calvin menahan istrinya. Siapa yang tidak mau ke kamar, tentu saja dia juga sangat mau.


"Kenapa tidak bisa? aku lelah bubu. Ayo kita pulang saja kalau begitu, tidak usah menginap di sini."


"Aku akan mengantarmu, kau beristirahatlah di kamar." Calvin langsung menggendong istrinya ala bridal style dan langsung membawa nya turun dari atas mimbar dan meninggalkan pesta itu.


Semua orang iri melihat kemesraan mereka. Masih belum bisa terima kalau mereka sudah tidak mungkin lagi menjadi nyonya Squile.


"Hai, kalian benar-benar membuat ku tampak kesal. Kalian mengabaikan ku lagi." Kesal Daren

__ADS_1


Hampir seantero negeri ini mengetahui tentang pernikahan sang pengusaha muda itu. Termasuk seseorang yang juga hadir disana, tanpa ada satupun yang tau keberadaan nya.


__ADS_2