Penakluk Hati Nona

Penakluk Hati Nona
S2 Bab 14. Tiba-tiba Jadi Kekasih


__ADS_3

Calvin tidak punya cara lain untuk menolak rencara si klien kecuali kalau dia mengatakan kalau dia sudah mempunyai kekaasih tapi di luar sana dia sudah terlanjur terkenal masih jomblo. Dia harus berpikir cepat. Dan seketika sebuah ide pun terbesit dalam otaknya.


"Maaf tuan, tapi sayangnya saya sudah memiliki kekasih dan kekasih ku ini sangat posesif. Jadi sayang sekali saya tidak akan bisa bertemu dengan putri anda," ujar Calvin yang saat ini sedang merangkul pundak Felice yang tengah menikmati makan siangnya. Di mulutnya saja saat ini penuh makanan.


Uhuukk uhuukk


Sontak saja Felice tersedak makanan yang ada di mulutnya, hingga muncrat keluar.


"Ya ampun sayang, kamu pelan-pelan makannya." Tanpa rasa bersalah sedikitpun Calvin menyodorkan minuman untuk Felice.


Gadis itu pun melotot sambil menerima segelas air itu, mau berbicara pun susah yang penting sekarang dia perlu membasahi tenggorokannya lebih dulu. Apa-apaan pria ini tiba-tiba mengaku jadi kekasih.


"Waah sayang sekali, padahal saya berharap punya menantu seperti nak Calvin ini. Sudah cerdas, tampan dan berani." Si klien itu tampak kecewa tapi juga tidak bisa berbuat apa-apa. "Ehh apa nona ini belum di kenalkan pada ibumu? Kemarin saya bertemu ibumu dan beliau bilang katanya nak Calvin masih sendiri jadi saya menawarkan putri saya," ujarnya kemudian untuk menutupi rasa malunya.


"Oohh itu karena pacar saya ini sangat pemalu tuan, dia juga masih kuliah jadi kami tidak terburu-buru untuk menikah. Nanti kalau kami sudah siap pasti akan saya pertemukan dengan Mommy." Semakin mengeratkan rangkulannya sampai Felice merasakan sakit di pundaknya.


"Bisa tolong lepaskan tuan, anda memegangnya terlalu kuat," cicit Felice lirih, dengan terpaksa dia diam saja dan membiarkan pria itu bersandiwara.

__ADS_1


Calvin pun sedikit melonggarkan rangkulannya dan berbisik, "Tolong bantu aku."


"Begitu rupanya, saya akui kalau kalian terlihat sangat serasi. Yang satu tampan dan yang satunya cantik, tapi sebaiknya jangan terlalu lama berpacaran karena ibumu sepertinya sudah menginginkan cucu. Kalau nona ini tidak bersedia dengan putriku saja yang sudah siap untuk melahirkan. Hahaha..." Pria tua itu menawarnya putrinya sendiri dengan begitu gampangnya menjadikan putrinya sebagai mesin pencetaka anak.


"Anda bisa saja tuan, sayangnya saya sangat mencintai kekasih saya. Jadi sampai kapanpun aku akan menunggunya sampai dia siap menikah dan melahirkan anakku. Saya juga masih muda, mommy saja yang pemikirannya terlalu kuno." Calvin ikut tertawa dan semua orang pun juga kecuali Felice yang masih merasa dongkol karena dimanfaatkan.


Makan siang itu pun akhirnya berakhir dengan kesepakatan kerjasama yang menguntungkan bagi keduanya, meski gagal meninang menantu pintar tapi bagi si klien tidak masalah.


"Terimakasih sekali lagi nak Calvin atas jamuan makan siangnya."


"Sama-sama tuan James, saya harap kerjasama kita akan semakin baik kedepannya." Mereka pun saling berjabat tangan lalu si klien dan sekretarisnya lebih dulu pamit dari sana.


"Kalau begitu aku mau mengantakan tuan James ke depan tuan." Semoga berutung tuan. Sam langsung menutup pintu ruangan privet itu.


Felice langsung berkacak pinggang dan memasang wajah marahnya. Berani sekali pria itu memanfaatkannya sampai membuatnya tidak bisa menikmati makan siangnya. Sekarang perutnya bahkan masih merasa lapar.


"Mau sampai kapan anda meletakan tangan anda di sana," sindir Felice karena Calvin tak jua melepaskan rengkuhannya.

__ADS_1


"Maaf," ujar Calvin melepaskan tangannya, padahal kalau boleh tentu saja dia mau saja melakukan hal itu sedikit lama. "Terimakasih karena tadi kau tidak menyangkalnya."


"Anda kan bisa menolaknya dengan cara lain, apa perlu berbohong seperti itu," ketus Felice tidak suka.


"Maaf, tadi benar-benar kepepet jadi hanya kamu yang bisa menyelamatkanku. Kalau aku menolak secara terang-terangan pasti tuan James bisa saja langsung membatalkan kerjasama kita."Ā  Calvin pun berusaha menjelaskan.


"Anda kan bisa berpura-pura mempunyai kekasih yang sedang bekerja mungkin. Kenapa herus saya?" masih jengkel.


"Kamu dengar sendiri tadi, kalau ibu ku saja mengatakan aku jomblo. Kalau aku hanya berbicara tanpa bukti pasti dia tidak akan percaya."


"Begini saja, sebagai permintaan maafku bagaimana kalau kau bisa meminta apa saja padaku. Aku akan memberikan apapun yang kamu mau, tas, sepatu, baju, atau...-"


"Stop!! Memangnya aku ini apa mau disogok menggunakan barang-barang seperti itu." Felice tidak terima kalau dirinya dikira wanita matre.


"Lalu kau mau apa?" tanya Calvin.


"Aku mau pesan makanan lagi sebanyak-banyaknya dan jangan mengganggu ku saat makan.' Felice duduk kembali di tempatnya dan langsung membuka buku menu, tadi dia sempat ingin memesan yang lain tapi tidak enak pada atasannya.

__ADS_1


"Hanya itu..?" tanya Calvin masih ragu. Bagaimana bisa ada gadis yang hanya minta dibelikan makanan ketimbang barang-barang mewah.


"Hmmm... memangnya aku harus meminta apa lagi? Apa aku harus meminta semua barang-barang mewah tadi sampai kamu bangkrut, senior?" dengus Felice.


__ADS_2