Penakluk Hati Nona

Penakluk Hati Nona
59. Calon ibu mertua


__ADS_3

°°°


Seperti ucapannya tadi pagi, hari ini Tania akan mengajak Mia dan putranya untuk mencoba baju pengantin yang akan mereka pakai. Beberapa gaun dari desainer ternama sudah mom Tania siapkan, tinggal menunggu mereka mencoba dan bagaimana pendapat mereka yang akan menikah.


Tania baru saja memasuki perusahaan milik suaminya. Semua orang tentu saja menunduk hormat sama seperti pada Alex ketika lewat.


"Selamat siang Nyonya." Sapaan demi sapaan menyambut kedatangan Tania.


Tania hanya perlu tersenyum dan sedikit menyapa mereka karena suaminya itu pencemburu. Pernah dulu Tania mengobrol dengan seorang pria, Alex langsung memecat laki-laki itu. Dan naasnya, kalau sudah di pecat dan punya nama buruk dari perusahaan itu maka akan susah mencari pekerjaan di tempat lain.


Dari saat itu Tania benar-benar harus berhati-hati agar tidak ada lagi yang menjadi korban pemecatan atasannya.


Tiba di lantai paling atas tempat Mia dan suaminya bekerja. Tania berjalan dengan anggun menuju ruangan suaminya, tapi saat ada di depan ruangan Mia pun ia berhenti sebentar.


"Mia... kau sudah siap?" tanya Tania.


"Nyo... nya anda sudah datang." Mia gugup dan melihat rekan-rekan nya, takutnya ada yang melihat bagaimana interaksi mereka.


"Suami ku sudah mengatakannya padamu kan, kita akan pergi siang ini," ujar Tania lagi.


"Tuan Alex sudah menyampaikannya Nyonya," jawab Mia.


"Ya sudah, kalau begitu kau siap-siap. Aku mau menemui suamiku dulu." Tania pun masuk ke dalam ruangan suaminya.


Huhh... akhirnya Mia bisa bernafas lega juga. Dia sempat takut kalau nyonya Tania akan membahas masalah pernikahan tadi. Untunglah, sepertinya beliau juga mengerti kalau Mia belum ingin memberi tahu orang-orang.


Mia pun segera membereskan meja kerjanya dan bersiap pergi.


"Kau mau pergi?" tanya Catty yang datang mengagetkan Mia.


"Kau itu hobi sekali membuat ku jantungan," protes Mia. Yang sedang memegangi bagian da da nya yang tadi cukup terkejut.

__ADS_1


"Apa kau mau pergi dengan ibu camer," ledek Catty.


"Husstt... kalau ada yang dengar bagaimana. Sepertinya aku menyesal sudah menceritakan semuanya padamu," ujar Mia dengan nada menyesal.


"Tenang saja akan aku kunci rapat-rapat mulutku. Aku jamin tidak akan mengatakannya pada siapapun, hehehe..." ujar Catty sambil menunjukkan dua jarinya berjanji.


"Jadi benar kau mau pergi dengan nyonya bos? Kalian mau kemana?" tanya Catty sambil melihat Mia bersiap-siap.


"Mau mencoba baju," singkat Mia.


"What!! Secepat itu Mi. Waahhh aku mendukungmu. Kalau butuh bantuan aku siap membantu," ujar Catty yang ikut senang, akhirnya temannya yang lama sendiri itu akhirnya akan mengakhiri kesendiriannya.


"Semua sudah diurus mereka, tenang saja." Mia tersenyum tipis, dia juga tidak mengharapkan apapun dari pernikahan dadakan itu. Dia ingin yang sederhana tapi tidak mungkin keluarga konglomerat menggelar pernikahan yang sederhana. Jadilah Mia ikut apa yang sudah diatur saja.


"Aku mengerti, kau tidak perlu memikirkan hal itu. Mereka melakukan itu pasti karena ada alasannya." Catty tentu tau bagaimana impian pernikahan temannya sejak dulu. Dulu saat Catty menikah pun Mia pernah berkata ingin pernikahan yang seperti apa. Tapi itu dulu sebelum umurnya sudah melewati batas, kini yang Mia pikirnya justru yang simpel dan cepat beres.


"Aku tau, aku tinggal duduk saja. Tapi hanya saja aku tidak ingin terlalu besar acaranya." Mia berharap, agar ia tidak perlu seharian hanya harus menemui tamu dan tidak bisa beristirahat.


"Kau benar, seharusnya aku bersyukur karena pasti banyak wanita yang ingin berada di posisiku tapi tidak bisa." Ya seharusnya Mia berpikir seperti itu saja agar tidak menambah beban pikirannya.


"Nah gitu dong, ayo senyum." Mereka pun tersenyum bersama.


,,,


Mia dan mom Tania sudah berada di mobil sedang menuju butik saat ini. Mia lega karena tadi saat keluar dari kantor tidak ada yang menatapnya dengan curiga karena ia pergi dengan mom Tania. Ya mungkin mereka berpikir kalau Mia sedang melakukan tugasnya untuk menemani istrinya CEO mereka.


"Ini tema pernikahan terbaik yang Mom pilih, coba kau lihat. Apa kau suka apa tidak? Kalau tidak nanti bisa diganti sesuai keinginan mu," ujar mom Tania sambil menyerahkan berkas rencana pernikahan.


Dengan ragu Mia menerimanya, dia tidak menyangka kalau wanita yang akan menjadi ibu mertuanya akan menanyakan pendapatnya.


Mia melihat pilihan mertuanya dan lebih terkejut lagi karena ternyata apa yang mom Tania pilih adalah apa yang Mia impikan selama ini. Ya pernikahan impiannya yang dulu pernah ia rancang tapi akhirnya batal. Dan kini justru sebuah tawaran yang datang padanya.

__ADS_1


Mungkin memang sudah jalannya Mia dan Daniel seperti itu.


"Bagaimana? Apa kau suka?" tanya mom Tania.


"Suka Mom, ini seperti pernikahan impian ku."


"Benarkah? Padahal mom hanya asal tebak, tidak menyangka kalau kau juga ingin pernikahan seperti ini juga. Berarti kamu suka pilihan mommy ini atau mau ganti yang lain?" tanya mom Tania.


Mia tersenyum dia sungguh bahagia, ya dia akui kalau dirinya benar-benar bahagia saat ini. Meski ia menikah mendadak dengan orang belum lama ia kenal juga. Tapi Tuhan begitu baik dengan menghadiahkan apa yang ia impikan selama ini.


"Aku suka dengan yang itu Mom, tidak usah diganti." Mia berkata dengan ramah.


"Baiklah, berarti sudah sepakat dengan yang ini. Biar mom tandai dulu. Nanti kau juga pilih gaun yang kamu suka, mom sudah siapkan beberapa untukmu." Mom antusias.


"Terimakasih Mom, anda begitu baik." Mia merasa malu.


"Tidak perlu berterimakasih, kau akan menjadi putriku juga nanti. Mom harap pernikahan kalian berjalan dengan baik dan sungguh-sungguh dalam menjalaninya. Kau lebih dewasa dari Daniel dan mom harap kau bisa membuat Daniel juga bersikap lebih dewasa setelah menikah."


Mia mengangguk setuju.


"Mom harap kalian bisa mengatasi masalah bersama, dan saling menjaga dan melindungi pasangan. Mom titip Daniel padamu, dia terkadang masih kekanak-kanakan dan manja tapi aslinya dia sangat baik dan perhatian," ujar mom Tania lagi.


Mia tidak menyangka kalau mom Tania akan mengatakan itu semua. Tapi dia senang juga mendengarnya, mom Tania adalah sosok ibu yang baik dan bijaksana.


Mereka akhirnya sampai juga di butik tujuan. Kali ini mom Tania tidak mau Mia jalan di belakangnya dan bersikap seperti bawahan. Ia mau Mia berjalan di sampingnya dan percaya diri sepertinya.


to be continue...


°°°


Like yuk 🙏

__ADS_1


__ADS_2