Penakluk Hati Nona

Penakluk Hati Nona
S2 Bab 44. ICU


__ADS_3

Semua orang sudah berada di depan ruang ICU saat ini. Semuanya begitu tegang dan cemas akan nasib orang yang ada di dalam sana. Terutama Daren yang sejak tadi berusaha menerobos masuk ke dalam ruangan itu. Sementara Lucy terus terduduk lesu dengan perasaan yang tak menentu juga, ditambah dengan perasaan bersalah juga menghantam hatinya.


Semuanya terjadi begitu cepat, tadi semuanya masih baik-baik saja. Baru saja rencananya mereka mau memulai semuanya tapi takdir berkata lain. Mia menerima telepon dari suaminya yang mengatakan kalau paman Sam ditemukan tidak sadarkan diri di ruangannya.


Menurut dokter paman Sam terkena serangan jantung. Beruntung Daniel datang cepat, dia niatnya mau mengajak pamannya untuk bertemu Daren. Untuk memperbaiki semuanya tapi yang ia lihat malah tubuh pamannya sudah terduduk di kursi kebesarannya dengan tidak sadarkan diri.


"Maafkan aku ayah... maaf..." Tak beda jauh dengan Lucy. Daren pun sangat merasa bersalah karena dirinya lah sang ayah sampai kumat penyakit jantungnya. "Ayah... aku mohon bertahanlah. Hanya ayah yang aku punya..."


Pedih, itu yang dirasakan Lucy saat ini ketika melihat orang yang ia cintai sangat terpukul dan juga hancur. Semua karena dirinya yang begitu tidak tau malunya terus bertahan di samping Daren. Seandainya dari dulu ia menolak pria itu maka semua yang Daren derita tidak akan terjadi.


"Maaf, maaf... " Lucy hanya bisa mengucapkan dalam hati. Dia tidak cukup punya muka dan keberanian lagi untuk berada di hadapan suaminya apalagi menenangkan Daren, dia sama sekali tidak merasa pantas.


"Paman pasti baik-baik saja, kau harus tenang Ren." Tidak ada yang berani menegur Daren saat ini kecuali Mia. Dia sebagai satu-satunya kerabat Daren yang ada di sana merasa mempunyai kewajiban untuk hal itu karena sang suami ada dalam ruang ICU saat ini.


"Ayah... semua ini salahku, kakak ipar. Aku bukan anak yang berbakti pada orang tua. Aku yang sudah membuat ayahku sendiri celaka."

__ADS_1


"Tidak Ren, sebagai anak kau sudah melakukannya dengan baik. Apa kau tau apa jadinya kalau kau mengikuti semua keinginan ayahmu. Mungkin ayahmu akan ada bersama mereka yang saat ini mendekam di penjara." Mia menepuk pundak Daren. "Kau boleh bersedih tapi juga jangan melupakan hal penting lainnya," Ujar Mia mengingatkan. Dia tidak tega melihat Lucy yang sejak tadi diam dan menangis diam-diam.


Daren yang sedang kalap pun tidak mengerti dan tak paham apa yang dimaksud Mia. Dirinya hanya fokus dengan keadaan sang ayah saat ini.


Hampir satu jam tapi belum ada dokter yang keluar dari ruangan itu. Daren semakin cemas memikirkan apa yang akan terjadi. Dia terus berada dia ambang pintu sambil menyadarkan punggungnya ke tembok, melipat kedua tangannya dan menunduk.


Klek


Daniel dan beberapa dokter senior di rumah sakit itu keluar bersamaan. Mereka semua tentu harus turun tangan menangani petinggi rumah sakit itu. Tampak wajah mereka sama sekali tidak menunjukkan sesuatu yang baik.


"Bagaimana keadaan ayahku?!" tanya Daren pada siapapun.


Dokter tampak saling pandang dan melemparkan kode untuk saling menunjuk siapa yang akan menjelaskan keadaan atasan mereka.


"Dokter Hans? kenapa kau diam saja, apa yang terjadi dengan jantung ayah?" Tentu saja Daren bertanya pada dokter spesialis penyakit jantung.

__ADS_1


"Emm itu... tenang aja dokter Daren, kita tunggu beliau sadar dulu."


"Apa yang kalian sembunyikan sebenarnya?" tanya Daren, "Niel, tolong jelaskan padaku apa yang terjadi pada ayah sebenarnya."


Daniel maju selangkah lalu memegang kedua bahu sepupunya. " Paman Sam..."


...****************...


...Sobat-sobat othor tersayang yang cantik dan ganteng. Jangan lupa favoritkan novel othor yang baru šŸ¤—šŸ¤—...


...Judul: Belaian Tante Jelita...


...Rate: No Bocil Bocil šŸ˜‚ area dewasa...


__ADS_1


__ADS_2